( 25 14:45:36/11/2009 )
DEN Segera Susun Pengembangan PLTN
Jakarta: Komisi VII DPR mendesak Dewan Energi Nasional (DEN) agar pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dikembangkan secara konsisten sebagai bagian dari strategi pemanfaatan berbagai potensi sumber energi

di dalam mewujudkan ketahanan energi nasional ,sebagaimana diamanahkan dalam UU No 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025.

Hal itu diutarakan Ketua Komisi VII DPR RI Teuku Riefky sebagai kesimpulan Rapat Kerja Komisi VII DPR dengan DEN di Jakarta, Senin (23/11). DPR RI mendesak DEN mendorong pengembangan PLTN untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional.

Ketua Harian DEN, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Darwin Zahedy Saleh menuturkan, DEN akan segera menyusun rekomendasi pengembangan PLTN, baik kekuatan maupun kelemahan.

"Ada semangat dari DPR agar kami tidak perlu takut untuk membangun PLTN. Kami akan pertimbangkan pembangunan PLTN tanpa harus menghilangkan kehatian-hatian, Desember akan ada rapat anggota yang terdiri dari menteri-menteri terkait dengan Ketua DEN Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," ujarnya.

Anggota DEN Rinaldi Dalimin menuturkan, langkah-langkah pemerintah membangun 2x10.000 MW ditambah IPP akan cukup sampai 2025, sehingga DEN merencanakan PLTN setelah 2025. "Kalau kita bangun PLTN sekarang, Badan Tenaga Atom Nasional menyatakan Indonesia belum siap," ujarnya.

Anggota DEN Herman Darnel Ibrahim menuturkan, pembangunan PLTN sudah mendesak karena sumber energi primer fosil sifatnya terbatas. Oleh karena itu, perlu energi alternatif, energi baru dan terbarukan, termasuk pengembangan PLTN.

"Membutuhkan waktu 10 tahun untuk membangun PLTN. Indonesia bisa bekerja sama dengan Prancis, Jepang, Amerika, atau Korea Selatan dalam membangun PLTN," ujarnya.

Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi, J Purwono mengungkapkan, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral telah melakukan simulasi dari sektor kebutuhan listrik, simulasi teknologi dan ekonomi. Tapi, belum memperhitungkan opini masyarakat.

"Masyarakat mayoritas menolak, tapi terserah keputusan politik bagaimana. Kalau keputusan politik DPR mengatakan ini harus, katakanlah tahun 2018, tentu harus dilengkapi dananya agar bisa direalisasikan," katanya.

Purwono menuturkan, investor yang tertarik bekerjasama membangun PLTN banyak diantaranya Jepang, Korea, Perancis, Amerika, Jerman, dan Kanada. Akan tetapi, harus ada komitmen politik dari pemerintah dimana PLTN akan dibangun karena ini investasi berisiko tinggi. [D-11]

Sumber : Suara Pembaruan, 24 Desember 2009



OTHER NEWS
Tiga Peraturan Listrik Rampung September
Jakarta: Pemerintah akan merampungkan tiga peraturan pemerintah turunan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenaga listrikan.
Kebutuhan Batu Bara PLN Turun
Jakarta: Kebutuhan batu bara PT PLN (Persero) pada tahun ini diperkirakan belum berubah atau sekitar 30 juta ton.
Ekspor batu bara 2010 berpotensi naik
Jakarta: Volume ekspor batu bara Indonesia tahun ini diperkirakan naik 10% dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu 198 juta ton, menyesuaikan dengan peningkatan produksi dan penurunan permintaan di dalam negeri.
Kembangkan Listrik, RI Butuh Dana 96,2 Miliar Dollar AS
Jakarta: Indonesia membutuhkan dana sebesar 96,2 miliar dollar AS untuk memperkuat sistem kelistrikan di tanah air hingga 2019.
Kebutuhan Gas PLN Mendesak
Jakarta: PT PLN (Persero) masih mengalami kekurangan pasokan gas untuk menghidupkan pembangkit listriknya.
Medco-ESDM kembangkan teknologi CBM
Jakarta: PT Medco EP Indonesia dan Balitbang Energi dan Sumber Daya Mineral menyepakati kerja sama penelitian, pengembangan, pelayanan jasa teknologi coal bed methane (CBM) untuk peningkatan kinerja produksi lima sumur di Lapangan Rambutan,
Pasok Listrik dengan Energi Alternatif
KOMISI Energi dan Lingkungan (Komisi VII) DPR akan segera mewujudkan pembentukan Panitia Kerja (Panja) Sektor Hulu Listrik.
CBM cocok untuk bahan bakar pembangkit mulut tambang
Jakarta: Pemerintah disarankan untuk mengembangkan gas metana batu bara atau coal bed methane (CBM) untuk bahan bakar pembangkit listrik di mulut tambang.
Penyerapan PLN baru 28,1%
Jakarta: Penyerapan pinjaman proyek dari kreditur asing pada paruh pertama tahun ini masih tergolong rendah, yakni baru 28,1% dari pagu APBN-P Rp6,82 triliun, menyusul lambannya pelaksanaan proyek oleh sebagian besar kementer-ian/lembaga (K/L).
[<<] 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 [>>]