Hubungi kami melalui info@ptpjb.com atau +62318283180
LOGO PJB

Our Contacts

Jl. Ketintang Baru No. 11 Surabaya

info@ptpjb.com

+6231 8283180

PLTU Tenayan Segera Diserahterimakan

 

PLTU Tenayan akan segera diserahterimakan dari EPC kontraktor kepada PLN. Maret ini diperkirakan akan dilakukan dilakukan TOC (Take Over Certificate) antara EPC kontraktor kepada PLN UIP dan dilanjutkan dengan serah terima operasi (STOP) dari PLN UIP kepada PLN KITSBU. Rencana ini mengemuka dalam kunjungan Direktur Bisnis Regional Sumatera PT PLN (Persero) Wiluyo Kusdwiharto di PLTU Tenayan pada Rabu (21/3) lalu.

Selain mengemukakan rencana TOC dan STOP PLTU Tenayan, Wiluyo juga mereview pasokan batu bara PLTU Tenayan. Ia menegaskan agar standar HoP (hari operasi) 25 Hari dari ketersediaan batu bara dapat dijalankan sebagaimana yang diharapkan. PT PJB UBJOM Tenayan, selaku pengelola PLTU Tenayan tengah menyiapkan pembangunan temporary jetty untuk pemenuhan target HoP 25 Hari tersebut. Area jetty itu juga ditinjau Wiluyo seusai rapat yang mengawali kunjungan.

Kunjungan Direktur Bisnis Regional Sumatera PT PLN (Persero) ke PLTU Tenayan didampingi oleh Direktur Operasi I PT PJB Sugianto, GM PT PLN (Persero) KITSBU Bambang Iswanto, GM PT PLN (Persero) UIP 1 dan jajaran PLN lainnya.
Pada hari yang sama Direktur Operasi I PT PJB, Sugianto juga meresmikan Gedung TSC (Tenayan Safety Centre) dan Ruangan PTW (Permit To Work).

Gedung TSC digunakan sebagai tempat pengurusan perizinan terkait K3 dari pihak ketiga yang akan melakukan pekerjaan di area PLTU Tenayan. Selain itu juga menjadi pusat Safety Induction bagi semua tamu dan pekerja di PLTU Tenayan. Di gedung ini dilakukan evaluasi dan edukasi K3 bagi pelaksana pekerjaan baik dari pihak Internal maupun eksternal.

Ruang PTW disiapkan sebagai tempat untuk pengurusan izin (Permit To work) untuk melakukan pekerjaan di lingkungan PLTU Tenayan. PTW diberlakukan untuk menjamin keamanan dan keselamatan karyawan, maupun pekerja serta untuk menjaga aset PLTU Tenayan. PTW ini digunakan untuk pekerjaan yang berhubungan dengan operasional pembangkit. Keberadaan PTW Room diharapkan dapat mencegah terjadinya kecelakaan kerja untuk mewujudkan Zero Acciden di UBJOM Tenayan.

Gedung TSC dan PTW Room merupakan implementasi dari tekad UBJOM Tenayan yang dicerminkan dengan Yel Yel UBJOM Tenayan, yakni GO Green, Go Safety, Go Reliability, and Efficiency. TSC dan PTW juga menjadi wujud implemenasi transformasi korporasi yang telah dilakukan UBJOM Tenayan dalam menciptakan unit yang handal dan ramah lingkungan.(jun)

UP Muara Tawar Menuju PROPER Emas

Unit Pembangkitan (UP) Muara Tawar terus berbenah menyiapkan diri untuk
mewujudkan target PROPER emas tahun 2018. Dewan Komisaris PT PJB mengunjungi unit PJB yang terdapat di Bekasi itu untuk melihat persiapan yang telah dilakukan. Kunjungan pada Kamis (22/3) itu diikuti oleh Dewan Komisaris beserta Sekretaris Komisaris dan Komite.

General Manager PT PJB UP Muara Tawar Lavi Rumandioko menyambut kehadiran Dewan Komisaris (Dekom) dengan paparan terkait kondisi unit, program pendukung PROPER, Program K3 dan 5S yang diimplementasikan di UP Muara Tawar. Diskusi hangat mewarnai acara.

Selain paparan di ruangan, rombongan Dekom yang dipimpin oleh Komisaris PT PJB Defy Indiyanto Budiarto juga melakukan peninjauan lapangan. Mereka mengunjungi area Project Add-on PLTGU Muara Tawar dan lokasi program CSR.

Dua lokasi program CSR unggulan UP Muara Tawar dikunjungi saat itu. Pada lokasi Usaha Batik Betawi, Dekom beserta jajaran berkesempatan melihat proses produksi dan hasil karya mitra binaan. Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke lokasi Ekowisata di pesisir Paljaya. Mereka meninjau kondisi infrastruktur ekowisata dan hutan mangrove.(tia)

Melihat Sejarah Terbentuknya Ecomarine Mangrove


Akhir-akhir ini beredar kabar tentang tumpukkan sampah yang bersarang di samping ekosistem mangrove nan cantik. Tapi tahukah Anda bahwa kawasan mangrove tersebut pun tumbuh di atas sampah? Adalah Komunitas Mangrove Muara Angke (KOMMA), bekerja sama dengan PT PJB UP Muara Karang, yang menyulap tumpukkan sampah seluas 1,5 hektar menjadi sebuah ekosistem mangrove yang asri. Sejak tahun 2010, KOMMA dan PT PJB UP Muara Karang telah menanam 27.000 bibit tanaman mangrove di kawasan Ecomarine, Muara Angke, Jakarta Utara. Dengan melibatkan masyarakat sekitar, telah terbentuk sebuah ekosistem mangrove yang terdiri dari tanaman bakau, siapi-api, niepah, dan pidada.

Sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat, KOMMA dan PT PJB UP Muara Karang tidak hanya melakukan penanaman, tetapi juga menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk mengoptimalkan manfaat ekosistem mangrove tersebut. Program yang dilakukan meliputi pendidikan mangrove kepada murid sekolah dasar, pelatihan perawatan tanaman mangrove, pelatihan pengolahan buah pidada menjadi produk komersil, hingga pembuatan tambak silvofishery untuk para nelayan. KOMMA juga berambisi untuk menjadikan kawasan tersebut menjadi salah satu pusat pendidikan mangrove dan kawasan ekowisata yang dapat dinikmati masyarakat luas.

Sampah yang menumpuk di kawasan tersebut sesungguhnya bukan pemandangan baru bagi warga sekitar. Tak kurang dari 12 aliran sungai bermuara di wilayah tersebut, di tambah angin barat yang membawa sampah. Inisiatif KOMMA dan PT PJB UP Muara Karang dalam menangani tumpukkan sampah tersebut telah mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Daerah DKI Jakarta berupa penghargaan Kalpataru kategori penyelamat lingkungan. Namun, langkah KOMMA dan PT PJB UP Muara Karang tidak serta-merta berhenti dengan telah diterimanya penghargaan tersebut. Sebanyak 10.000 bibit tanaman mangrove akan ditanam pada tahun 2018 ini.

UBJOM Tenayan dan Universitas Riau Tandatangani MoA

Fakultas Teknik Universitas Riau dan PT PJB UBJOM Tenayan menjalin kerja sama di bidang teknik dan pengembangan sumber daya manusia. Kerja sama itu dituangkan dalam Memorandum of Agreement (MoA) yang ditandatangi General Manager PT PJB UBJOM PLTU Tenayan Wasito dan Dekan Fakultas Teknik Universitas Riau, Dr. Ir. Ari Sandhyavitri MSc pada Kamis (15/3) di PLTU Tenayan, Riau.

Ruang lingkup kerja sama meliputi pemanfaatan sarana laboratorium, konsultansi serta kajian teknik, joint research serta penerbitan jurnal, penyediaan literatur, dan pengembangan SDM.

Sebelum kerja sama ditandatangani, ke dua belah pihak telah melakukan komunikasi intensif, diantaranya melalui kunjungan. UBJOM Tenayan telah mengunjungi Fakultas Teknik Universitas Riau dan bersilaturahmi dengan civitas akademika di sana. Pada kesempatan itu, mereka juga meninjau fasilitas bengkel dan laboratorium serta melihat lebih dalam kegiatan belajar mengajar yang ada di kampus Universitas Riau. Pihak Kampus Universitas Riau juga telah melakukan site Visit ke PLTU Tenayan.

General Manager PT PJB UBJOM Tenayan, Wasito berharap agar kerja sama yang dijalin dapat memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, baik dalam memajukan sektor pendidikan dan sektor industri. Keberadaan PLTU Tenayan diharapkan dapat dijadikan sebagai sarana untuk memajukan dunia pendidikan. Mahasiswa dengan ide dan inovasinya dapat memanfaatkan PLTU Tenayan untuk mengembangkan potensinya. Di sisi lain, kegiatan ini juga diharapkan akan berdampak positif bagi kemajuan unit PLTU Tenayan.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Riau mengapresiasi kerjasama yang telah terjalin. Ia menyatakan dengan tangan terbuka akan selalu siap membantu PLTU Tenayan dalam upaya mewujudkan PLTU itu sebagai pembangkit Listrik yang handal dan ramah lingkungan.

Penandatangan MoA menjadi wujud dari upaya UBJOM Tenayan untuk melakukan perbaikan yang berkelanjutan. Selain itu, juga sebagai wujud implementasi nilai Joint Collaboration yang terkandung dalam I-PJB. (jun)

Menjaring Pembeli Melalui Gelar Kriya Dekranasda 2018

Pelaku usaha kerajinan yang tergabung dalam Asosiasi Pengrajin Batik, Bordir, dan Aksesori (APBBA) Kabupaten Probolinggo terus menggali potensi pemasaran produk yang mereka miliki. Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan mengikuti pameran Gelar Kriya Dekranasda 2018 yang dihelat oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur.

Acara yang diikuti oleh perajin dari 38 Kota/Kabupaten se-Jawa Timur, BUMN, BUMD, dan beberapa UKM itu dilangsungkan di Atrium Mal Grand City Surabaya pada 15-18 Maret 2018. Aneka produk kerajinan kriya unggulan di seluruh Jawa Timur dipamerkan dalam perhelatan tersebut. APBBA yang merupakan binaan CSR PT PJB UP Paiton terpilih mengikuti gelaran tersebut mewakili Kabupaten Probolinggo.

Dr. H. Soekarwo, Gubernur Jawa Timur dalam sambutannya mengatakan bahwa PDRB Jatim Tahun 2017 yang mencapai 2.019,20 triliun rupiah, sebanyak 1.100 trilun rupiah atau 54,98 persen berasal dari sektor UMKM. “Untuk menjaga agar pasar terus meningkat, tugas kita adalah menaikkan kualitas produk dan membuat packaging yang lebih bagus terhadap produk-produk ini,” ungkap orang nomor satu di Jawa Timur tersebut pada pembukaan Gelar Kriya Dekranasda 2018.

Apa yang disampaikan oleh Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim diamini Mahrus Ali yang merupakan ketua APBBA. Menurutnya, salah satu usaha untuk menggaet pasar peminat batik adalah dengan menyajikan motif dan kemasan yang up to date.

“Inilah salah satu fungsi mengikuti pameran. Kita harus menata jualan semenarik mungkin agar pembeli tertarik. Mungkin tidak pada waktu pameran membelinya, tapi setelah itu biasanya ada komunikasi lebih lanjut,” tambahnya.

Mahrus juga berterimakasih atas support PT PJB UP Paiton melalui program CSR kepada APBBA. Program terbaru, APBBA mendapatkan pelatihan penggunaan pewarna alami pada batik. Hasil pelatihan berupa batik dengan pewarna alami ikut dipamerkan pada acara Gelar Kriya Dekranasda 2018.

“Alhamdulillah sudah bisa ikut dipamerkan (Batik dengan pewarna alami). Banyak respon positif juga dari pengunjung. Mudah-mudahan kita bisa buat motif lain yang lebih menarik,” pungkasnya.(ren)

Bermain dan Belajar di Taman Buah Agroforestry BPWC

Celoteh dan canda riang anak-anak menggema di antara kehijauan tanaman buah di Taman Buah Agroforestry BPWC. Mereka adalah murid-murid dari TK Al As’ary yang tengah belajar mengenal berbagai jenis pohon buah-buahan di taman buah yang ada di Desa Ciroyom, Cipeundeuy, Bandung Barat. Kegiatan bermain sambil belajar itu merupakan bagian dari kunjungan TK Al As’ary ke PT PJB BPWC pada Senin (12/2) lalu.

Para murid diajak berkeliling mengamati aneka jenis pohon buah yang tumbuh subur di taman buah pada areal di kawasan Waduk Cirata. Mereka dibimbing oleh Dimas NTP yang merupakan pengawas di Taman Buah Agroforestry BPWC. Selain menjelaskan berbagai hal terkait tanaman buah, Dimas juga menanamkan kesadaran perlunya menjaga kelestarian waduk dan PLTA.

Kunjungan kepala sekolah, guru dan murid TK Al As’ary ke BPWC dimaksudkan untuk mengenal lebih jauh tentang PT PJB BPWC. Sebelum ke kebun buah, para murid juga dikenalkan keamanan di sekitar kompleks kantor BPWC. Pengenalan keamanan ini sangat penting mengingat anak-anak selalu suka dan penasaran terhadap hal-hal baru di sekitar mereka.(azz)

Belajar Hidroponik di Agrowisata Bina Daun Hijau

Masyarakat sekitar Kota Lhokseumawe Aceh kini dapat berkunjung sekaligus belajar pertanian hidroponik di Agrowisata Bina Daun Hijau yang berada di Desa Meuria Paloh, Lhokseumawe, Aceh. Beberapa rombongan telah berkunjung ke areal kebun hidroponik binaan PT PJB UBJOM PLTMG Arun tersebut. Seperti yang dilakukan para siswa serta guru SMA Sukma Bangsa Kota Lhokseumawe pada Sabtu (10/3) lalu.

Dalam kunjungan ini peserta mendapatkan edukasi tentang berbagai hal terkait bagaimana bercocok tanam dengan sistim hidroponik. Mereka mendapatkan penjelasan dari anggota kelompok tani Bina Daun Hijau. Para pelajar dengan antusias mencatat dan menanyakan berbagai hal seputar pertanian hidroponik selama kunjungan tersebut.

Kebun Agrowisata Hidroponik Bina Daun Hijau merupakan salah satu program CSR PT PJB UBJOM PLTMG Arun yang dikelola secara berkelanjutan. Program CSR di bidang empowerment ini diinisiasi untuk memberdayakan petani di desa Meuria Paloh yang merupakan desa Area Ring 1 PLTMG Arun.(rzk)

SMESH 21, Siswa tak Perlu Lagi Menempuh Jarak 17 Km

Perjuangan siswa-siswi SMP dan SD 21 untuk dapat lolos Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tidak semudah siswa lain yang sekolahnya telah memiliki fasilitas internet. Selain harus belajar menyiapkan ujian, mereka juga mesti menempuh jarak hingga 17 km dari lokasi sekolah untuk bisa mengikuti ujian. Jarak tersebut merupakan lokasi SMA Negeri 9 Balikpapan, tempat para siswa menumpang untuk mengerjakan UNBK.

Tahun ini para siswa SMP dan SD 21 bisa lebih berkonsentrasi dalam mengikuti UNBK. Mereka tak perlu lagi menempuh jarak 17 km untuk mengikuti UNBK. Ujian itu sudah dapat dilakukan di sekolah yang menjadi tempat menimba ilmu sehari-hari mereka. Program SMESH 21 (Smart Enterpreneur School) yang dilakukan PT PJB UBJOM Kaltim Teluk menjadi solusi bagi kendala UNBK mandiri di sekolah tersebut. Dalam program CSR ini, UBJOM Kaltim Teluk menggandeng PT Telkom Witel Balikpapan untuk melakukan penyambungan jaringan internet di SMPN 21 dan SDN 021.

SMESH 21 merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di sekitar ring 1 PT PJB UBJOM Kaltim Teluk dengan target SMPN 21 dan SDN 021 Balikpapan sebagai pusat pembelajaran. Program ini telah diresmikan oleh Pemerintah Kota Balikpapan pada Rabu (28/2) lalu di halaman SMPN 21 Balikpapan. Pemilihan SMPN 21 dan SDN 021 tak lepas dari adanya potensi yang dapat dikembangkan pada lembaga pendidikan tersebut. Sikap kebersamaan, kekeluargaan dan gotong royong yang dimiliki segenap guru, siswa dan para wali murid merupakan kekuatan yang bisa dikembangkan dari sekolah tersebut.

Maryono selaku General Manager PT PJB UBJOM Kaltim Teluk menuturkan konsep SMESH 21 semula ditujukan untuk mengatasi kendala yang dihadapi oleh SMPN 21 dalam melakukan UNBK. Gagasan ini kemudian berkembang dengan pemberian bimbingan belajar gratis kepada para siswa selepas jam sekolah dengan memberdayakan karyawan UBJOM Kaltim Teluk. “Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan tambahan di bidang ilmu pengetahuan dan dapat membangun motivasi belajar, rasa percaya diri serta kemandirian para siswa,” kata Maryono.

Lebih lanjut Maryono juga berharap agar masuknya internet ke dalam lingkungan SMPN 21 dan SDN 021 dapat memperkaya metode pembelajaran yang dilakukan dan meningkatan keterampilan para siswa, guru serta masyarakat di sekitar sekolah. Penggunaan sekolah sebagai basis pembelajaran dalam SMESH 21 menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan wirausaha yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian guru dan masyarakat.
Saat ini Tim SMPN 21 telah memiliki produk unggulan berupa keripik pisang, keripik cimi-cimi, keripik sukun serta keterampilan tangan dari bahan daur ulang.

PT PJB UBJOM Kaltim Teluk akan terus melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap potensi-potensi keterampilan tersebut dengan menggandeng beberapa mitra untuk mngoptimalkan potensi itu. (ars)

Menjaga Pesona Pantai Bhinor Harmony

Masyarakat Probolinggo kini memiliki destinasi wisata baru di dekat kompleks PLTU Paiton. Beragam atraksi wisata pantai dapat dinikmati di tempat wisata bernama Pantai Bhinor Harmony tersebut. Pengunjung dapat melakukan aktifitas snorkeling, scuba diving, memancing, naik perahu maupun sekedar duduk-duduk menikmati suasana pantai.

Kemudahan akses transportasi dan sajian pantai yang tenang berair bening dengan latar belakang bangunan pembangkit menjadi daya tarik Pantai Bhinor Harmony. Meskipun demikian, pesona itu akan memudar bila kebersihan pantai tidak terjaga dengan baik. PT PJB Unit Pembangkitan (UP) Paiton mendukung upaya Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Keranji yang berkomitmen untuk menjaga kebersihan wilayah pantai yang berloaksi di Desa Bhinor, Paiton, Probolinggo tersebut.

Pokwasmas Keranji bekerja sama dengan PT PJB UP Paiton Jumat (2/3) lalu melakukan kegiatan bersih Pantai Bhinor Harmony. Berbagai kelompok masyarakat dilibatkan dalam upaya membersihkan areal pantai itu. Diantaranya melibatkan Kelompok Nelayan Putra Pesisir, Bhinor Green Community (BGC), Bhinor Underwater Community (BUC), PKK Desa Bhinor dan juga Pemerintah Desa Bhinor. Pada kesempatan itu UP Paiton secara simbolis menyerahkan bantuan tempat sampah yang akan didistribusikan ke sepanjang wilayah pantai Desa Bhinor, termasuk area Pantai Bhinor Harmony.

“Kami dari pihak desa mengucapkan terima kasih atas kerja sama ini. Mudah-mudahan dengan banyaknya tempat sampah masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan,” kata Hostifawati, Kepala Desa Bhinor. Apalagi, Desa Bhinor akan mewakili Kabupaten Probolinggo untuk penilaian Desa Sehat, tegas Hostifawati kepada masyarakat yang hadir.

Mustofa Abdillah, General Manager PT PJB UP Paiton juga menyampaikan rasa terimakasih kepada masyarakat atas komitmen untuk menjaga kebersihan wilayah Pantai Bhinor Harmony. “Mari kita jaga bersama-sama karena dekat dengan perusahaan. Saya berharap masyarakat juga ikut menjaga,” imbuhnya.

Semoga komitmen masyarakat untuk menjaga kebersihan wilayah Pantai Bhinor Harmony dapat meningkatkan kunjungan masyarakat ke pantai ini. Sehingga menjadi salah satu pendukung bagi Kabupaten Probolinggo yang kini terus berbenah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. (ren)

Upaya PT PJB Mengantisipasi Masalah Hukum

 

Bisnis di bidang pembangkit listrik makin berkembang di Indonesia seiring dengan bergulirnya program pembangkit 35.000 MW. Di sisi lain permasalahan yang dihadapi pun kian kompleks dengan adanya proyek-proyek baru. PT PJB mengantisipasi potensi permasalahan hukum dengan menggandeng Kejaksaan. Kerja sama ini telah dilakukan sejak tahun 2010 dan makin intensif sejak setahun terakhir karena PT PJB mendapatkan banyak penugasan dari PLN.

Minggu lalu PT PJB kembali menandatangani nota kesepahaman dengan Kejaksaan RI. Kerja sama antar dua institusi ini diwujudkan dalam bentuk penandatangan nota kesepakatan antara Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Loeke Larasati A. dengan Direktur Utama PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Iwan Agung Firstantara di Surabaya (Jumat, 2/3). Penandatanganan juga dilakukan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur E.S. Maruli Hutagalung dengan Direktur Pengembangan dan Niaga PT. PJB Henky Heru Basudewo.

Kerja sama itu diantaranya meliputi pemberian bantuan hukum (non litigasi dan litigasi), pertimbangan hukum baik dalam bentuk pendapat hukum, pendampingan hukum maupun audit hukum, serta tindakan hukum lain dalam rangka menyelamatkan dan memulihkan keuangan/kekayaan negara dan permasalahan lain pada bidang hukum Perdata dan Tata Usaha Negara yang dihadapi PT PJB dan anak perusahaan PT PJB beserta seluruh jajarannya. Selain itu, kerjasama juga meliputi peningkatan kompetensi teknis para pihak melalui lokakarya (workshop), seminar dan sosialisasi.

“Kerja sama dan pendampingan ini sangat penting untuk mengantisipasi munculnya potensi permasalahan di bidang hukum. Kami berharap agar kerja sama ini dapat mendukung PT PJB dalam mewujudkan proyek-proyek pembangkit sebagai bagian dari upaya melistriki Nusantara dari Sabang sampai Merauke,” kata Direktur Utama PT PJB Iwan Agung Firstantara.

Sementara itu, Jamdatun Loeke Larasati A memaparkan bahwa nota kesepakatan merupakan wujud nyata dukungan Korps Adhyaksa terhadap upaya pemerintah memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. “Pendampingan hukum yang diberikan Bidang Datun Kejaksaan sejalan dengan arahan Inpres Nomor 1 Tahun 2016 yang menugaskan kepada Jaksa Agung RI untuk melakukan pendampingan/ pertimbangan hukum, hal ini sesuai dengan prinsip mengedepankan pencegahan, mengurangi penyimpangan dan meningkatkan kepatuhan,” kata Jamdatun.