Hubungi kami melalui info@ptpjb.com atau +62318283180
LOGO PJB

Our Contacts

Jl. Ketintang Baru No. 11 Surabaya

info@ptpjb.com

+6231 8283180

Kenangan Tiga Hari Bersama Dekom PT PJB

Kunjungan Dekom PT PJB, Defy Indiyanto Budiarto ke UP Gresik memberi warna berbeda bagi bidang CSR UP Gresik. Kunjungan Dekom termuda di PT PJB ini konsen pada pengelolaan program yang sedang booming dan sangat atractive dalam upaya meraih PROPER emas, *to gold proper*

Hari pertama beliau mengunjungi rencana kawasan minapolitan di kecamatan Sidayu dan bertemu dengan beberapa actuator program.
Di hari kedua mengunjungi program yang menjadi unggulan dalam progres D’Bayur (desa dgn banyak sayur Ring1 Kramatinggil dan sempat bersilaturahmi dengan militan-militan lingkungan seperti bank sampah, arum kraf, dan Paud wasling. Menjelang sore sampai petang bertemu pimpinan MataSeger di Cafe Galeri *Ekokraf* dan asyik bercengkrama dengan budayawan Gresik.

Hari ketiga sangat luar biasa konsen pak dekom termuda ini. Ia ikut hadir dalam kopi bareng Bupati Gresik di pusat kopi kakou (3C) di desa Petiyin Tunggal kecamatan Dukun.
Dan saking konsennya Dekom, sampai-sampai beliau mendelay penerbangan ke Jakarta sampai jam 18.00.

Kenangan tiga hari bersama Dekom PT PJB semoga dapat lebih menyemangati para penggiat program baik dari kalangan internal maupun eksternal. Sinyalemen itu dapat memberi warna berbeda dalam mentrigger kemajuan bersama dan mempercepat tercapainya *to Gold Proper bagi PT PJB UP Gresik*

Kegiatan ngopi bareng berakhir dengan foto bersama para actuator program, dari kalangan masyarakat petani kopi kakao, pemerintah dan PT PJB UP. Gresik khususnya melalui program CSR dan Lingkungannya (msl).

Back Panen Perdana Bina Daun Hijau

Kelompok Tani Organik ‘Bina Daun Hijau’ berbasis Hidroponik di Gampong Meuria Paloh, Kota Lhokseumawe, bersama PJB dan Muspika Rabu (25/4/2018) memanen perdana sayuran hidroponik. Panen dilakukan pada 900 lubang tanam dari 1.800 lubang tanam yang ditanami aneka sayuran seperti, bayam, selada, kangkung, sawi dan jenis lainnya. Sisanya akan dipanen pada hari selanjutnya.

Budidaya sayuran hidroponik kelompok Bina Daun Hijau didukung oleh program Corporate Social Responsibility (CSR) PT PJB UBJOM Arun. Program CSR untuk menciptakan lapangan kerja itu dikelola oleh 21 orang dalam satu kelompok. Tiga orang sebagai pengurus dan selebihnya merupakan anggota.

General Manager PT PJB UBJOM PLTMG Arun, Agus Prastyo Utomo, mengatakan, PT PJB berkomitmen melaksanakan program CSR untuk memberdayakan masyarakat sekitar.
“Diharapkan dengan kehadiran PJB ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar, khususnya di wilayah Desa Meuria Paloh,” jelas Agus Prastyo.

Ia menambahkan, sebagai wujud tanggung jawab sosial, PT PJB melaksanakan program CSR di bidang pemberdayaan, yaitu agrowisata hidroponik bersama kelompok Tani Bina Daun Hijau.

“Program ini dalam rangkaian silahturrahmi, diskusi dan sinergi kami dengan masyarakat dan stakeholder di Gampong Meuria Paloh, untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui bidang pertanian. Desa Meuriah Paloh rata-rata penduduknya adalah petani namun tidak memiliki lahan yang luas dan cukup untuk bercocok tanam,” katanya.

Agus Prastyo berharap, program ini dapat berjalan dengan baik dan meminta dukungan dari pemerintah kota maupun pemerintah desa. Dukungan ini diperlukan agar program dapat dijalankan sesuai tujuan dan bisa berkembang dengan baik serta menjadi mandiri di akhir program.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian (DKPP) kota Lhokseumawe, drh. Rizal pada kesempatan yang sama menyampaikan apresiasinya kepada PT PJB.

“Kami dari dinas pemerintah kota Lhokseumawe, sangat terbantu dan berterima kasih. Program-program kita ada seperti ini, pola yang kita terapkan hampir sama, hanya saja dalam hal sumber pendanaan yang ini mungkin lebih terarah,” sambutnya.

Sementara itu, ketua Kelompok Bina Daun Hijau Marzuki Rahman (56), mengatakan, panen ini merupakan yang ke empat di bawah binaan CSR PT PJB PLTMG Arun. Meskipun demikian, menjadi panen perdana dalam skala besar.

“Saat ini kita memanfaatkan Agrowisata sebagai wadah untuk membimbing generasi kita ke depan, artinya kita harus mampu memproduksi sayuran yang aman dikonsumsi. Tanaman Hidroponik aman dikonsumsi karena tanaman ini bebas dari zat kimia,” tutupnya disela panen. (rzk)

Tertibkan Keramba Jaring Apung (KJA), BPWC Bekerjasama dengan Stakeholder memulai Sosialisasi

 

Waduk Cirata sebagai perairan umum (daerah terbuka), selain fungsi utamanya sebagai pembangkit listrik juga dimanfaatkan oleh masyarakat untuk budidaya ikan air tawar dengan menggunakan Keramba Jaring Apung (disingkat KJA). Saat ini perkembangan populasi KJA di Waduk Cirata telah mencapai 77.195 petak pada sensus tahun 2016, melebihi dari kuota yang sudah ditetapkan sebanyak 12.000 petak sesuai Keputusan Gubenur Jawa Barat Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengembangan Pemanfaatan Perairan Umum, Lahan Pertanian, dan Kawasan Waduk Cirata. Perkembangan KJA yang tidak terkendali menimbulkan permasalahan yang serius pada ekosistem dan lingkungan waduk. Penumpukan sisa pakan ikan dan limbah domestik para petani, selain menyebabkan kualitas air dan sedimentasi, juga berakibat tercemarnya air waduk yang membahayakan masyarakat. Bahkan ikan di Waduk Cirata disinyalir sudah mengandung logam berat sehingga tidak layak konsumsi.

 

Dalam rangka penanggulangan permasalahan tersebut, BPWC mendorong Gubernur Jawa Barat untuk menerbitkan regulasi yang dapat menjadi payung hukum kegiatan penertiban KJA di Waduk Cirata, hingga akhirnya terbit Keputusan Gubernur Jabar Nomor 523.34/kep.917-dkp/2017 tentang Satuan Tugas Penertiban dan Penataan Keramba Jaring Apung di Waduk Cirata. Keputusan tersebut menjadi payung hukum bagi Pemerintah Jawa Barat, Kodam III SIliwangi, Polda Jawa Barat, dan PT PJB BPWC untuk bersinergi secara sistematis dan terstruktur guna melakukan penertiban dan penataan Keramba Jaring Apung (KJA).

Memulai kegiatan penertiban dan penataan KJA di Waduk Cirata, Satgas Penertiban yang terdiri dari berbagai unsur telah melakukan sosialisasi kepada petani dan pemilik KJA serta pengusaha pakan dan bibit di 3 kabupaten, yaitu Kabupaten Bandung Barat, Purwakarta, dan Cianjur. Sosialisasi yang dilakukan selama ±2 minggu yaitu mulai tanggal 9 April 2018 sampai dengan 19 April 2018, dihadiri dengan antusias oleh 100 Petani KJA per lokasi. Banyak pertanyaan yang bermunculan mulai dari dukungan dan penolakan dari Petani KJA, terutama mengenai nasibnya kedepan ketika KJA sudah ditertibkan, namun petani KJA akhirnya memahami, setelah mendapat penjelasan dari para narasumber bahwa penertiban akan dilakukan bertahap sembari petani dapat memikirkan alih usaha dan pemerintah juga mencari opsi alih profesi.

Kegiatan Penertiban KJA ini juga telah mendapat dukungan pemerintah pusat dan sejalan dengan program pemerintah untuk merehabilitasi Citarum, melalui Perpres Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum, ditunjuk Komandan Sektor dari Perwira Menengah TNI untuk memimpin setiap upaya pengendalian pencemaran DAS Citarum. Kolonel Czi Satriyo Medi sebagai Dansektor 12 Citarum Harum Wilayah Cirata menjadi narasumber utama dalam sosialisasi, beliau menjelaskan, DAS Citarum 80% dikonsumsi oleh penduduk DKI Jakarta, digunakan sebagai budidaya perikanan air tawar, digunakan irigasi 420.000 Ha sawah, dan sebagai PLTA pemasok listrik jaringan interkoneksi Jawa – Madura – Bali (Jamali).

Setelah sosialisasi, tahap selanjutnya adalah melakukan sensus untuk mengupdate jumlah, kepemilikan, kontruksi, status, dan kondisi KJA sebagai bahan penentuan Target Operasi (TO) penertiban dan penataan KJA di Waduk Cirata. Unit TO mencari dan menentukan TO berdasarkan data dari hasil sensus. Pembongkaran KJA dapat dilakukan oleh pemilik secara mandiri/sukarela dengan cara sebelumnya pemilik/yang mewakili pemilik menandatangani surat pernyataan pembongkaran secara mandiri/sukarela dan diberi waktu pembongkaran selama 2 minggu (masa tenggang). Jika dalam waktu 2 minggu ternyata KJA belum dibongkar secara mandiri/sukarela, maka akan dilakukan pembongkaran secara paksa oleh Satgas 1 (satu) hari setelah masa tenggang habis. Satgas mentargetkan 5.000 Petak KJA di Waduk Cirata harus ditertibkan tahun ini. (rkz)

Gogodeso Berdaulat Pangan

 

Pertanian organik yang dikembangkan oleh Agen Hayati, kelompok binaan CSR PT PJB UP Brantas di Desa Gogodeso, Blitar telah memasuki masa panen. Keberhasilan ini mendapatkan perhatian dari Bupati Blitar. Gogodeso dijadikan sebagai lokasi Panen Raya periode 2 Kabupaten Blitar.

Panen raya dilakukan pada Selasa (24/4) dan ditandai dengan pemotongan batang padi oleh Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto. Kepala PLTA Lodoyo bersama perwakilan dari Kementrian Pertanian, Kejari, jajaran Muspika dan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya turut mendampingi dalam acara tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Rijanto, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya akan kemajuan pesat masyarakat di sekitar PLTA Lodoyo. “Masyarakat Gogodeso ini selalu ingin maju dan tidak pernah puas. Saya rasa selain kinerja Lurah yang luar biasa, (saya) bersyukur dengan adanya tanggung jawab sosial dari PT PJB di Bendungan Serut (PLTA Lodoyo), (sehingga) kita bisa cawil-cawil sama-sama membuat masyarakat sekitar ikut sejahtera dan bergerak bersama untuk mewujudkan daulat pangan.”

Keberhasilan Agen Hayati mengembangkan pertanian organik di Desa Gogodeso tak lepas dari kegigihan kelompok tani binaan PT PJB tersebut. Mereka memproduksi dan meracik sendiri pupuk organik serta ramuan perawatan padi alami lainnya. Hasil produksinya telah digunakan oleh petani di beberapa daerah di Indonesia, seperti petani di daerah Indramayu. Bahkan telah dipamerkan dalam pameran pertanian organik ARCHEX 2018 di Kuala Lumpur, Malaysia pada 2-5 April lalu. (cps)

Gowest, Motor Hybrid Karya Insan PJB

 

Pemanfaatan tenaga listrik telah merambah berbagai aspek kehidupan sehari-hari termasuk sektor transportasi. Namun sebagian masyarakat masih ada yang menyangsikan kehadiran mobil dan motor listrik karena dianggap mahal dan tidak efektif dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil. Padahal, penggunaan kendaraan listrik sesungguhnya cukup efisien dan dapat memberikan manfaat lebih, terutama bagi kelestarian lingkungan.

Untuk mengenalkan manfaat kendaraan listrik secara bertahap kepada masyarakat, PT PJB menghadirkan Motor GOWEST (Gasoline Combined with Electric System). Karya inovasi ini diciptakan oleh Roland Christian PS, Harry Sukma, dan Abdi Prasetyo dari PT PJB Unit Pelayanan Pemeliharaan Wilayah Barat (PT PJB UPHB) yang berlokasi di Muara Karang, Jakarta. Mereka memodifikasi sepeda motor konvensional yang beredar di pasaran dan menggabungkan sistem motor listrik ke dalamnya. Kendaraan ini kemudian diberi nama GOWEST Hybrid #01.

GOWEST Hybrid #01 merupakan pelopor kendaraan hybrid yang berbeda dengan motor listrik lainnya. Sepeda motor ini masih dapat dioperasikan dengan menggunakan bahan bakar minyak (BBM) sebagai alternatif pengisian daya selain dari sumber listrik. Ada tiga mode operasi yang dapat dipilih. Mode konvensional yang sepenuhnya menggunakan BBM, Mode full-electric yang menggunakan tenaga listrik dari baterai yang dapat diisi ulang (recharge), dan Mode hybrid yang menggabungkan penggunaan BBM dengan tenaga listrik. Pengendara cukup menekan tombol pengganti mode untuk beralih pilihan mode. Pada area speedometer telah disediakan monitor untuk memantau mode yang aktif dan kapasitas daya baterai.

Mode hybrid pada Motor Gowest Hybrid #01 memungkinkan pengendara melajukan kendaraannya dengan tenaga listrik dari baterai hingga kecepatan 25km/jam. Sistem otomatis akan beralih ke BBM saat kecepatan itu telah terlampaui. Motor ini juga dilengkapi dengan mode emergency yang secara otomatis mengalihkan mode hybrid ke mode konvensional bila terdapat masalah pada sistem kelistrikannya.

Selain mode hybrid, pemanfaatan dua sumber energi juga bisa dirasakan dengan adanya fitur self-charging pada Motor Gowest ini. Dengan fitur self-charging, baterai pada Motor Gowest akan mengalami pengisian daya selama pengguna berkendara dengan menggunakan BBM. Dengan demikian, pengendara masih bisa melaju dengan Motor Gowest bahkan setelah bahan bakar habis. Untuk mode full electric tanpa bahan bakar fosil, Motor Gowest Hybrid #01 dapat melaju sejauh 30km dengan kecepatan hingga 40km/jam.

Motor Gowest yang memakai prinsip hybrid dapat memberikan keuntungan ganda dari kendaraan konvensional dan kendaraan listrik. Dari segi kendaraan konvensional, modifikasi ini dapat meningkatkan efisiensi penggunaan BBM. Dari hasil pengujian, sepeda motor konvensional mengkonsumsi 1 liter BBM untuk melaju sejauh 29,92km. Dengan modifikasi Gowest, jumlah BBM yang sama dapat menempuh jarak 54,4km, artinya terdapat penghematan penggunaan BBM hingga 45%. Selain menguntungkan secara ekonomis, peningkatan efisiensi BBM ini tentu juga bermanfaat bagi kelestarian lingkungan. Emisi yang dihasilkan Motor Gowest Hybrid #01 ini adalah sebesar 0,599 gram/km, jauh di bawah batas emisi CO standar Euro 3 yang diijinkan, yaitu 2 gram/km.

Dari segi kendaraan listrik, mode hybrid dan fitur self-charging pada Motor Gowest dapat menjawab kekhawatiran masyarakat akan ketersediaan infrastruktur pengisian daya baterai kendaraan listrik yang saat ini masih terbatas. Dengan mode hybrid dan self-charging, pengguna dapat tetap berkontribusi mengurangi polusi udara dari penggunaan BBM kendaraannya. Selain itu, pengguna juga tidak perlu memiliki dua kendaraan yang berbeda untuk berkendara dengan BBM dan listrik.

Modifikasi sepeda motor konvensional menjadi Motor Gowest hanya memerlukan biaya investasi mulai dari 7,9juta rupiah. Untuk saat ini, modifikasi memerlukan waktu sekitar 3 minggu.
Kehadiran Motor Gowest Hybrid #01 pada awalnya diciptakan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan operasional di lingkungan kerja area pembangkit PT PJB yang luas. Para inovator memanfaatkan keahliannya di bidang ketenagalistrikan untuk menciptakan kendaraan operasional yang ramah lingkungan. Kendaraan ini juga diharapkan dapat dikembangkan sebagai pelopor teknologi hybrid di lingkungan PLN Group.

Motor Gowest akan segera launching secara korporat oleh PT PJB dan diuji coba di berbagai unit pembangkit. Para innovator berencana untuk terus mengembangkan Motor Gowest dengan menambahkan fitur-fitur yang akan makin memudahkan bagi pengguna, diantaranya teknologi monitor touchscreen dan fast-charging. (sau)

Penataan Kawasan Ekowisata Paljaya

 

Wilayah Kampung Paljaya, Bekasi terus dibenahi agar menjadi Kawasan Ekowisata yang menarik bagi masyarakat. Diantaranya dengan melakukan pembenahan tempat kuliner agar lebih tertata dan menarik. Sebagai langkah awal, PT PJB Unit Pembangkitan (UP) Muara Tawar mengadakan sosialisasi penataan tempat kuliner kepada para pedagang dan masyarakat yang berada di area tersebut.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Balai Pertemuan Nelayan pada Senin (23/04) Kemarin. Semangat yang tinggi ditunjukkan oleh masyarakat karena kegiatan ini menjawab harapan mereka untuk dapat meningkatkan daya tarik bagi wisatawan. Sosialisasi ini juga didukung oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Bekasi.

Pada acara sosialisasi UP Muara Tawar menyumbangkan beberapa peralatan meliputi tenda-tenda kuliner, tong sampah, dan gerobak sampah. Peralatan ini diharapkan dapat membuat Kawasan Ekowisata Paljaya menjadi lebih tertata rapi dan bersih. Selain itu juga untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

PT PJB UP Muara Tawar bersama Dinas Kelautan dan Perikanan akan terus melakukan langkah-langkah nyata dalam menjadikan Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM) di Kampung Paljaya menjadi Kawasan Ekowisata yang terintegrasi dengan melibatkan mitra binaan CSR unggulan lainnya.(tia)

Edukasi Anak Berkebutuhan Khusus

 

Anak-anak berkebutuhan khusus memerlukan pola asuh yang berbeda dengan anak pada umumnya. Perlu tips dan perlakukan khusus agar apa yang diajarkan sesuai dengan kebutuhan mereka.

PT PJB Unit Pembangkitan (UP) Brantas PLTA Selorejo turut berperan aktif dalam kegiatan edukasi bagi anak berkebutuhan khusus. Diantaranya dengan memberikan edukasi pola asuh anak berkebutuhan khusus seperti yang dilakukan di Balai Desa Ngantru, Malang pada Jumat (20/4) lalu. Acara diikuti oleh 46 peserta dari sukarelawan, guru serta orang tua siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Raharja Sejahtera Ngantang. Mereka diajari bagaimana pola pengasuhan, tips dan trik dalam mendidik anak – anak berkebutuhan khusus.

Edukasi dilakukan bekerja sama dengan Paramitra Jombang. Kegiatan ini juga disertai dengan test IQ bagi siswa SLB yang bertujuan untuk mengukut tingkat perkembangan siswa secara bertahap.

“Program CSR ini merupakan salah satu wujud kontribusi perusahaan kepada masyarakat, terutama masyarakat yang butuh perhatian secara khusus” ujar Pitanggono Murti Kepala PLTA Selorejo.(hsn)

UP Muara Tawar Raih Penghargaan Pemprov Jabar

 

PT PJB Unit Pembangkitan (UP) Muara Tawar mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Penghargaan diserahkan oleh Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa kepada Dewan Komisaris PT PJB, Defi Indiyanto Budiarto di Hotel Intercontinental, Bandung pada Selasa (18/4) lalu. Acara ini dihadiri juga oleh General Manager PT PJB UP Muara Tawar, Lavi Rumandioko.

Penghargaan disampaikan pada acara Peresmian Bersama Proyek CSR Jabar yang dihadiri oleh 167 Pimpinan perusahaan BUMN, Swasta, dan BUMD di Jawa Barat. Apresiasi ini diberikan kepada beberapa perusahaan atas kontribusi mereka dalam melaksanakan program CSR yang sejalan dengan program pemerintah.

Penghargaan serupa ini bukan yang pertama bagi PT PJB UP Muara Tawar. Beberapa penghargaan itu menjadi dorongan bagi UP Muara Tawar untuk terus berkomitmen dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Komitnen ini sebagai upaya untuk menciptakan masyarakat yang mandiri dengan mengintegrasikan program-program unggulan CSR PJB UP Muara Tawar yang sedang berjalan saat ini.(tia)

Lancar Berasnya, Makin Berkah Perusahaannya

Teknologi anjungan tunai mandiri (ATM) ternyata dapat diterapkan untuk penyaluran bahan pokok. Dengan cara ini masyarakat penerima bantuan tak usah lagi harus antri berdesakan yang memakan waktu dan tenaga. Mereka cukup datang ke mesin ATM sesuai jadwal gilirannya dan mendapatkan jatah yang tepat. Praktis dan efisien.

Teknologi ini diadopsi oleh PJB dalam menyalurkan bantuan bahan makanan pokok bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan dalam wujud ATM beras. Pada tahap awal PJB menyediakan 10 ATM beras yan tersebar di Gresik, Bekasi, Jakarta, Probolinggo, Lamongan, Malang, Bojonegoro, Dan Kediri.

Program ATM beras merupakan bagian dari penyaluran dana Lembaga Amil Zakat, Infak, Dan Sodakoh (Lazis) PJB yang dihimpun dari karyawan. Dalam sebulan rata-rata Lazis PJB dapat menghimpun dana sekitar Rp 463 juta. Jumlah ini masih bisa ditingkatkan mengingat dari 2917 karyawan muslim PJB, baru sekitar 34 persen yang menyalurkan ZIS nya lewat Lazis PJB.

PJB telah meluncurkan program ATM beras secara resmi pada Rabu (18/4) dalam acara pengajian umum menyambut bulan suci Ramadhan di kantor pusat Surabaya. Pada acara yang dihadiri direksi dan karyawan PJB serta sejumlah lembaga sosial keagamaan itu dilakukan juga penyaluran dana Lazis PJB triwulan I 2018.

Direktur Utama PT PJB Iwan Agung Firstantara mengharapkan agar ATM beras dapat berfungsi untuk mengalirkan kebaikan bagi masyarakat sekitar. Selama beras mengalir diharapkan akan mengalir pula keberkahan bagi perusahaan.

Edukasi EBT Sejak Usia Dini

 

 

Edukasi tentang lingkungan dapat ditanamkan sejak usia kanak-kanak. Pada masa ini karakter tengah dibentuk sehingga karakter peduli lingkungan diharapkan dapat tertanam hingga mereka dewasa kelak. Hal inilah yang melatari kegiatan kampanye edukasi Green Movement, PJB Academy Kampus Cirata.

Kampanye dilakukan di Kampus Cirata, Purwakarta, Jawa Barat pada Rabu (11/4) lalu. Sekitar 60 siswa Taman Kanak-kanak Darul Qolam, Cirata, Jawa Barat mengikuti kampanye ini. Para siswa terlihat sangat antusias, ceria serta enerjik saat mengikuti acara dengan topik Renewable Energy dan Save The Earth itu. Beberapa komentar dan pertanyaan pintar mereka lontarkan selama acara.

Peserta diberi pemaparan terkait lingkungan hidup dalam bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak. Materi disampaikan oleh Diah Karima, selaku Kepala PJB Academy Kampus Cirata. Ia memaparkan pentingnya penggunaan energi baru terbarukan (EBT) di masa depan, pengenalan teknologi “Clean Energy”, dan pentingnya melestarikan lingkungan untuk menjaga ketersediaan energi dari alam sebagai bahan bakar “Clean Energy”.

Materi disampaikan secara ekspresif diselingi dengan pertanyaan yang memancing diskusi dan menarik perhatian anak-anak. Kegiatan kampanye ini juga diwarnai dengan permainan-permainan sederhana untuk mempermudah pemahaman anak-anak terhadap isu EBT.

Kampanye edukasi Green Movement menjadi salah satu tools PJB Academy Kampus Cirata untuk menanamkan mindset cinta lingkungan dan belajar EBT sejak dini bagi anak-anak di lingkungan sekitarnya. Kampus Cirata. Kegiatan CSR ini merupakan rangkaian eksekusi dari strategi PJB Academy Kampus Cirata untuk menciptakan *Komunitas EBT Citizen* yang dikenal dengan sebutan *”Sahabat EBT”*. Di tahun 2018 ini, PJB Academy Cirata menargetkan untuk pencapaian 1K Sahabat EBT di Indonesia.

Kampanye ini diharapkan menjadi investasi pengetahuan dan wawasan yang akan selalu diingat oleh anak-anak sehingga mampu menumbuhkan sikap dan karakter cinta lingkungan. Selain itu juga dapat meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya Clean Energy sebagai kunci utama energi dan pengembangan teknologi serta budaya yang ramah lingkungan dan bersih di masa depan. (rma)