Hubungi kami melalui info@ptpjb.com atau +62318283180
LOGO PJB

Our Contacts

Jl. Ketintang Baru No. 11 Surabaya

info@ptpjb.com

+6231 8283180

Manfaat ekosistem mangrove, dari pendidikan hingga pembuatan tambak silvofishery di kawasan Ecomarine Mangrove, Muara Angke, Jakarta Utara

Fenomena yang sedang ramai belakangan ini yaitu adanya tumpukan sampah di teluk Jakarta tepatnya di kawasan Ecomarine Mangrove, Muara Angke, Jakarta Utara sudah menjadi berita nasional dan menjadi simpati bagi masyarakat khususnya warga Jakarta.

Untuk menjadikan kawasan yang terdampak oleh sampah tersebut PT PJB UP Muara Karang bersama dengan Pemerintah Prov. DKI Jakarta, Komunitas Mangrove Muara Angke (KOMMA) dan masyarakat melakukan aksi penanaman 10.000 bibit mangrove di lokasi Ecomarine Mangrove untuk dapat merubah kondisi wilayah Mangrove yang penuh sampah menjadi kawasan yang hijau nan asri.

Aksi perubahan yang dilakukan oleh PT PJB UP Muara Karang bersama dengan stakeholder terkait merupakan bentuk kepedulian perusahaan melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk peduli terhadap lingkungan, namun bukan kali ini saja PT PJB UP Muara Karang melakukan aksi penanaman, sejak tahun 2010 bersama dengan KOMMA dan masyarakat hingga saat ini telah menanam 27.000 bibit mangrove.

Pengalaman yang telah dilewati oleh CSR PT PJB Up Muara Karang bersama KOMMA adalah menanami tumpukan sampah dan menjadikannya sebuah kawasan mangrove yang bisa kita lihat saat ini, jadi bukan hal baru bagi KOMMA dan CSR PJB UP Muara Karang untuk menyulap tumpukan sampah seluar 1,5 hektar menjadi sebuah ekosistem mangrove yang terdiri dari tanaman Rhizophora (bakau), Avicennia (api-api), Nypa (nipah), dan Sonneratia (pidada) yang asri.


Sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat, KOMMA dan PT PJB UP Muara Karang tidak hanya melakukan penanaman, tetapi juga menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk mengoptimalkan manfaat ekosistem mangrove tersebut.

Program yang dilakukan meliputi pendidikan mangrove kepada murid sekolah dasar, pelatihan perawatan tanaman mangrove, pelatihan pengolahan buah pidada menjadi produk komersil, hingga pembuatan tambak silvofishery untuk para nelayan. KOMMA juga berambisi untuk menjadikan kawasan tersebut menjadi salah satu pusat pendidikan mangrove dan kawasan ekowisata yang dapat dinikmati masyarakat luas.


Selamatkan Teluk Jakarta merupakan tema yang tepat untuk menggambarkan situasi dan kondisi bahwa teluk Jakarta merupakan kawasan untuk berkembangnya keanekaragaman hayati dan ekosistem mangrove, bukan sebagai tempat berkumpulnya sampah yang hanya akan merusak ekosistem. Marilah kita menjaga lingkungan hanya dengan satu langkah mudah, jangan pernah membuang sampah ke laut. (dityan)

Menggemakan Sistem Pertanian Organik Menuju Ketahanan Pangan – Panen Bersama Program CSR Organic Integrated System (OIS)

 

Kotaanyar – Petani terus didorong untuk meningkatkan produksi hasil tani yang mereka miliki. Salah satunya dengan menerapkan sistem pertanian organic. Meski dilakukan secara bertahap, petani sudah mulai memetik buah dari meninggalkan bahan kimia pertanian untuk lahan mereka.

Pada Selasa (3/4), Kelompok Petani Organik “Suka Maju” di Desa/Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo melakukan panen padi bersama stakeholder terkait. Panen kali ini merupakan panen tahap kedua setelah tahap pertama dilakukan pada Juli 2017. Dalam acara panen tersebut, dilakukan pemotongan padi secara simbolis di lahan seluas 100 m2. Dari hasil perhitungan, didapatkan hasil sebanyak 150 Kg gabah. Diperkirakan hasil panen untuk rata-rata 1 Ha lahan sejumlah 12 Ton. Hasil panen tersebut meningkat dibandingkan tahap pertama yakni rata-rata 9 Ton/Ha.


Kelompok Petani Organik “SukaMaju” menjadi salah satu kelompok binaan CSR PT PJB UP Paiton dalam program Organic Integrated System (OIS) yang dilaksanakan sejak tahun 2014. Didampingi sejaktahun 2017, PT PJB UP Paiton menggandeng Training Center Tri Karya Jadi yang merupakan lembaga pelatihan pertanian hasil pengembangan dari program yang sama.


Melalui program OIS, PT PJB UP Paiton terus mengajak petani untuk kembali menggunakan sistem pertanian organik mulaidari penggunaan pupuk organik, pestisida nabati dan sistem tanam efektif. OIS juga menggunakan sistem tanam yang dianjurkan pemerintah yakni jajar legowo dan SRI. Melalui sistem tersebut, ditambah penggunaan pupuk organik dan pestisida nabati, biaya pertanian yang dikeluarkan petani dapat ditekan.


Selain di DesaKotaanyar, program OIS juga telah dilakukan di Desa Jabung Candi dan Jabung Sisir, Kec. Paiton. Tidak hanya penerapan sistem pertanian organik pada tanaman padi, program juga mengajak petani untuk memproduksi pupuk organik dan pestisida nabati secara mandiri dengan menggunakan bahan-bahan yang terdapat di sekitar. Bahan yang digunakan antara lain limbah kotoran ternak, daun-daunan, dan arangsekam. Serta tanaman toga dan air cucian beras untuk pestisida nabati.


Melalui program CSR yang berkelanjutan, PT PJB UP Paiton terus mendukung upaya Pemerintah untuk mensejahterakan petani dan menciptakan ketahanan pangan di masyarakat. Ketahanan pangan didorong melalui pemanfaatan bahan-bahan yang terdapat di lingkungan sekitar masyarakat untuk kegiatan pertanian. Pemanfaatan bahan-bahan tersebut berimplikasi panjang, selain sebagai upaya regenerasi lahan, juga menekan biaya dan meningkatkan hasil pertanian. (Rendy)