Hubungi kami melalui info@ptpjb.com atau +62318283180
LOGO PJB

Our Contacts

Jl. Ketintang Baru No. 11 Surabaya

info@ptpjb.com

+6231 8283180

Tenayan Bike to Work

Saat ini bersepeda sudah menjadi aktivitas dan gaya hidup kaum urban. Kita mungkin sering mendengar istilah Bike to Work alias pergi bekerja memakai sepeda. Sepeda bisa menjadi alat transportasi yang lincah dalam menembus kemacetan di jalanan kota besar. Banyak hal yang bisa didapatkan ketika kita bersepeda. Selain badan yang sehat dan bugar, bersepeda merupakan sarana transportasi solutif bebas polusi.

Pada Jumat (11/5) dengan semangat go green and keep healthy karyawan PT PJB UBJOM Tenayan mengadakan kegiatan bersepeda menuju unit tempat bekerja. Bila dalam keseharian karyawan berangkat menuju tempat kerja menggunakan kendaraan bermotor, kali ini mereka bersepeda dipimpin General Manajer PT PJB UBJOM Tenayan Wasito. Jarak 10 km dilibas dengan penuh kebersamaan dan keceriaan. Kegiatan ini juga mendukung kegiatan Jumat sehat yang setiap minggu rutin dilakukan di UBJOM Tenayan.

Seluruh Manajemen dan karyawan yang tergabung dalam Tenayan Cycle Club turut aktif dalam Tenayan Bike to Work. Langit bersahabat pagi itu turut membantu suksesnya kegiatan . Cuaca yang cerah seakan menggambarkan semangat karyawan dalam mengayuh sepedanya.

Sejauh mata memandang, keasrian alam dan hijaunya pemandangan membuat sejuk hati dan mata. Danau kecil yang ditemui pada jalur membuat peserta menghentikan putaran roda sepeda. Mereka terpicu rasa penasaran dan keinginan untuk mengambil gambar sebagai rekam jejak petualang hari itu. Di sepanjang jalan menuju PLTU Tenayan, hati senantiasa membisikkan betapa indah anugerah alam yang diciptakan Sang Maha Kuasa.

Tidak ada rasa canggung ataupun sungkan antara atasan maupun bawahan ketika aktivitas bersepeda menyatukan semangat tiap karyawan. Komunikasi menyatu, gerakan selaras, dan tujuan sama, yakni bersama-sama menuju PLTU Tenayan. Kegiatan sepeda tersebut selain bermanfaat untuk kesehatan juga membentuk hubungan psikologis yang kuat antara manajemen dan karyawan di lingkungan PT PJB UBJOM PLTU Tenayan. Dengan bersepeda diharapkan mampu menambah kekompakan dan solidaritas karyawan di PT PJB UBJOM PLTU Tenayan. Men Sana in Corpore Sano, “Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”. (jun, grg)

Kelas Alam SDN 3 Cisarua

 

Fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar pada beberapa di sekitar unit pembangkit (UP) Cirata masih minim. Salah satunya di SDN 3 Cisarua, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta. Sekolah dengan siswa berjumlah 59 orang itu hanya memiliki 3 ruang kelas. Sehingga kegiatan belajar mengajar dari dua kelas terpaksa digabungkan dalam satu ruangan.

UP Cirata memberikan bantuan dua bangunan kelas alam untuk medukung kegiatan belajar mengajar pada SDN 3 Cisarua. Peresmian bangunan tersebut dilakukan pada Rabu (9/5) oleh General Manager UP Cirata, Muhammad Munir. Beberapa tokoh masyarakat hadir dalam peresmian itu, diantaranya Kepala Desa Cisarua, Dinas Pendidikan Kecamatan Tegalwaru, Komite Sekolah, Kepala Sekolah, Ketua RW sekitar, dan para siswa SDN 3 Cisarua.

Dalam sambutannya, Muhammad Munir menyampaikan bahwa bantuan bangunan kelas alam merupakan wujud kepedulian PT PJB UP Cirata kepada dunia pendidikan. Ia berharap agar bantuan tersebut bermanfaat dan para murid SDN 3 Cisarua dapat belajar dengan lebih nyaman. Lebih lanjut diuraikan bahwa kepedulian UP Cirata tidak hanya di bidang infrastruktur semata. Bantuan juga diwujudkan dalam program lainnya yang bertujuan meningkatkan mutu pendidikan masyarakat sekitar. (ric)

Gelar Pasukan Safety UP Cirata

 

Menjaga keselamatan pada saat bekerja merupakan tanggung jawab seluruh pekerja yang berada di area tersebut. Hal ini berlaku untuk semua unit kerja PJB, termasuk Unit Pembangkitan (UP) Cirata. Unit yang mengelola PLTA Cirata ini berkomitmen untuk menjunjung tinggi keselamatan kerja baik bagi karyawan maupun mitra kerja yang berada di area unit tersebut.

Sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen dalam menjaga keselamatan kerja dari seluruh elemen yang bergabung pada proses bisnisnya, UP Cirata mengadakan acara ‘Gelar Pasukan Safety’. Kegiatan di komplek UP Cirata, Puwakarta itu diadakan pada Rabu (9/5) lalu.

Gelar Pasukan Safety Cirata dibuka dengan sosialisasi Hari Jum’at Bebas Rokok serta komitmen HIV Aids dan Anti Napza oleh General Manager UP Cirata Muhammad Munir. Dalam sosialisasi tersebut ditekankan bahwa pada hari Jum’at baik karyawan maupun mitra kerja dilarang merokok di area UP Cirata. Acara dilanjutkan dengan himbauan dari jajaran manajemen mengenai Permit To Work, Kebersihan Lingkungan Kerja dan Efisiensi Energi.

Simulasi pemadaman kebakaran menjadi acara puncak dalam Gelar Pasukan Safety. Simulasi dilakukan bersama antara jajaran manajemen dan perwakilan mitra kerja UP Cirata, yaitu PT Andritz Hydro dan PT Sentinel Mitra Adiyaksa. Kegiatan ini menjadi pengalaman baru bagi mitra maupun jajaran manajemen UP Ciarat. Rangkaian acara ini memberi pelajaran terkait tindakan pertama yang harus dilakukan apabila terjadi kebakaran di area Cirata.

Gelar Pasukan Safety menjadi ajang pertama kali yang dilaksanakan oleh PT PJB dan UP Cirata merupakan pelopornya. Acara ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran PT PJB beserta seluruh elemennya dalam menerapkan keselamatan di area kerja. (zrp)

PJB Raih Innovative Company in Utility Sector.

 

Upaya PT PJB untuk menciptakan reputasi/citra positif di masyarakat melalui kinerjanya mendapatkan apresiasi dalam ajang Indonesia Most Admired Companies Award 2018. Penghargaan diserahkan oleh Chief Editor Warta Ekonomi, Muhammad Ihsan, didampingi Pimpinan Perusahaan Warta Ekonomi, Bram S Putro, dan diterima oleh General Manajer PT PJB Unit Pengembangan Bisnis, Vernon Sapalatua Tampubolon di Hotel Mulia Senayan, Jakarta Rabu (9/5). PT PJB menjadi salah satu perusahaan yang dikagumi/diidamkan (most admired) di dalam kategori Special Mention: Innovative Company in Utility Sector.

Pelaksanaan Indonesia Most Admired Companies Award telah memasuki tahun ke-15. Tahun ini, Warta Ekonomi melakukan pengambilan data primer dan sekunder melalui aplikasi sosial media Jakpat. Aplikasi jajak pendapat ini mampu menghimpun opini masyarakat secara langsung melalui jaringan online.

Ada tiga dimensi penilaian yang diperhatikan dalam menentukan perusahaan idaman. Diantaranya Profit Champion (perusahaan yang menghasilkan profit), People Champion (perusahaan yang memiliki employee satisfaction tinggi dan identitas budaya perusahaan yang kuat), serta Planet Champion (perusahaan yang memiliki kontribusi kuat terhadap masyarakat dan lingkungan hidup).

Penghargaan yang diterima merupakan cerminan hasil seluruh upaya tanpa henti oleh PT PJB dalam memberikan kontribusi terbaik kepada masyarakat dan bangsa Indonesia. (sau)

Gotong Royong Menyediakan Listrik

 

Listrik kini menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat. Selain mendukung aktivitas domestik, berbagai pekerjaan juga menuntut adanya pasokan listrik yang andal dan stabil. Namun, ketersediaan listrik seringkali belum maksimal di daerah-daerah dengan kondisi geografis yang sulit dijangkau. Salah satunya di Desa Andung Biru, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo.

Kondisi ini kemudian membuat PT PJB Unit Pembangkitan (UP) Paiton mengajak masyarakat Desa Andung Biru untuk menggunakan potensi yang ada di desanya. Mereka digerakkan untuk memanfaatkan aliran Sungai Pekalen sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH).

Perjuangan masyarakat Andung Biru membuahkan hasil. Di desa berhawa sejuk itu, saat ini telah berdiri PLTMH Andung Biru II berkapasitas 1×40 KW. PLTMH itu diresmikan pada Rabu (9/5) oleh General Manager PT PJB UP Paiton bersama dengan instansi terkait. Diantaranya Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Tiris, Pemerintah Desa Andung Biru, dan Kelompok Masyarakat Tirta Pijar selaku inisiator dan pengelola PLTMH.

“Sebagai salah satu perusahaan milik Negara, kami terus berusaha hadir di masyarakat, salah satunya melalui program CSR ini. Mudah-mudahan PLTMH ini dapat dimafaatkan dengan maksimal,” ujar Mustofa Abdillah, General Manager PT PJB UP Paiton dalam sambutannya.

Mustofa berharap agar kerja sama yang telah terjalin tidak hanya berhenti pada penyediaan listrik, tapi juga betkembanh pada pemberdayaan masyarakat sekitar melalui usaha kecil dan rumah tangga. “Potensi di Andung Biru ini sangat banyak, ayo sama-sama bergerak ke sana,” pungkasnya.

Rachmad Waluyo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak perusahaan atas kontribusinya di masyarakat. “Andung Biru ini akan terus berkembang, dari lang baling (istilah masyarakat untuk pembangkit dengan kincir air) menjadi PLTMH yang tentunya lebih modern dan jangkaunnya juga tambah luas,” imbuhnya.

Saat ini, Kelompok Tirta Pijar telah mengoperasikan 2 PLTMH dengan kapasitas total 120 KW yang mampu melistriki lebih dari 650 Kepala Keluarga. Satu PLTMH lain dengan kapasitas 2×40 KW merupakan swadaya masyarakat yang sebelumnya berkapasitas 2×25 KW.

“Alhamdulillah selain PLTMH yang baru ini, PJB telah membantu meningkatkan kapasitas PLTMH yang lama dari masing-masing 25 KW menjadi 40 KW dengan penggantian pipa dan generator,” ungkap Moh. Rasid, Ketua Kelompok Tirta Pijar.

Rasid menambahkan bahwa masyarakat sangat antusias dan bersedia untuk bekerja secara swadaya selama pembangunan PLTMH. “Tanpa diminta, masyarakat menawarkan sendiri untuk membantu. Meskipun banyak kendala selama proses pembangunan,” jelasnya.

Selain wilayah Desa Andung Biru, PLTMH Andung Biru II juga menjadi tumpuan di sebagian wilayah Desa Sumber Duren, Kecamatan Krucil yang belum mendapatkan pasokan listrik.(ren)

Pemberdayaan Kaum Difabel Melalui Batik

 

Ada yang berbeda dari suasana pelatihan batik Zeng di Sengguruh pagi ini. Jika biasanya suara riuh memenuhi ruang kelas pelatihan, kali ini kelas batik cenderung hening, hanya ada suara mesin pembajak sawah yang terdengar sesekali.

Pelatihan batik di Sengguruh, Malang pada Senin (7/5) kali ini cukup spesial. Seluruh peserta pelatihan sebanyak 21 orang merupakan difabel dimana 11 di antaranya menyandang tunarungu dan tunawicara. Sebelas sahabat difabel itu berasal dari SMP & SMA SLB B/C Kepanjen, yang lokasinya dekat dengan PLTA Sengguruh.

Pelatihan batik Zeng bersama sahabat difabel dibuka oleh Camat Kepanjen, dan dihadiri oleh Lurah Sengguruh, kepala Yayasan SLB B/C Kepanjen, perwakilan tim Humas & CSR PT PJB UP Brantas, serta ketua Yayasan Al-Ikhlas yang selama ini mengurus pelatihan Batik Zeng di Sengguruh.

Dalam sambutannya, Abai Saleh, Camat Kepanjen, turut bangga atas upaya PJB UP Brantas dan kelompok binaan CSR Batik Zeng yang berhasil mempelopori pemberdayaan kaum difabel. Iapun menyatakan dukungannya atas kegiatan ini.

“Kami selaku bagian dari pemerintah dengan teman-teman PJB, akan mendukung acara ini, sebagai satu-satunya sekaligus pelopor batik Eco di Malang, yang memberdayakan kaum difabel di dalamnya.” ujarnya.

Program pelatihan batik Zeng akan berlangsung dalam 2 gelombang. Gelombang pertama dilangsungkan mulai tanggal 7-9 Mei 2018 bertempat di Sekolah Alam Al-Ikhlas, Sengguruh. Sedangkan gelombang kedua direncanakan berlangsung mulai tanggal 14-16 Mei 2018 di Sumberpucung.

Dari pelatihan ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi sahabat difabel dalam peningkatan lifeskill sekaligus membuka jalan bagi mereka untuk berkarya lebih dengan perbedaan kemampuan yang ada. (cps)

Menanam Pohon, Menjaga Air Tetap Mengalir

 

 

Menjaga bumi agar tetap hijau dan lestari menjadi tanggung jawab setiap umat manusia. Menyadari tanggung jawab tersebut, masyarakat Desa Gading Wetan, Kecamatan Gading bekerja sama dengan PT PJB Unit Pembangkitan Paiton menyelenggarakan penanaman pohon di aliran sungai Argopuro. Kegiatan dalam rmemperingati Hari Bumi Tahun 2018 itu dilakukan pada Rabu (2/5).

Lokasi penanaman pohon merupakan titik finis wisata arung jeram dan tubing Water Sport Gading Wetan, yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gading Sejahtera. Lokasi ini dipilih untuk mejaga area bibir sungai dari ancaman longsor. Beberapa jenis pohon ditanam pada kesempatan itu, antara lain kelapa, durian, alpukat, kelengkeng, dan petai. Pohon-pohon tersebut akan dikelola oleh masyarakat sekitar untuk kemudian dimafaatkan hasilnya ketika berbuah.

Mustofa Abdillah, General Manager PT PJB UP Paiton menyampaikan rasa syukurnya karena masih banyak orang baik dengan tujuan baik, salah satunya masyarakat Desa Gading Wetan. “PJB akan terus berusaha memberikan manfaat positif bagi masyarakat melalui program CSR perusahaan,” sambungnya.

Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo Tatok Krismarhento mengatakan bahwa Pemerintah terus menjalin kerjasama dengan masyarakat pihak swasta terkait peluang peningkatan ekonomi dari usaha pariwisata yang dikelola oleh masyarakat.

“Penanaman ini menjadi satu bagian usaha membuka Desa Wisata selain adanya rafting dan tubing. Mudah-mudahan ini membuka lapangan pekerjaan untuk pemuda agar mengurangi tingkat pengangguran dan kenakalan pemuda,” pungkasnya dengan berapi-api.

Pada acara ini PT PJB UP Paiton juga menyerahkan bantuan perahu rafting kepada BUMDes Gading Sejahtera guna mendukung operasional Water Sport Gading Wetan sebagai salah satu binaan CSR.(rnd)

Direktur Operasi I Berikan Sharing Knowledge Terkait Boiler CFB

 

Kamis (3/5) bertempat di kantor pusat PT PJB Services, Sugiyanto, Direktur Operasi I PT PJB memberikan sharing knowledge terkait Boiler CFB dan bagaimana potensi eksplosion kepada para peserta yang antara lain adalah rekan-rekan PT PJB Services baik unit maupun pusat. Pada kesempatan ini beliau menyampaikan bagaimana potensi-potensi ledakan yang ada di unit thermal perlu diantisipasi mengingat memang resiko ini di lokal unit pembangkit cukup tinggi.

Beliau juga menyampaikan agar para supervisor unit yang ada di control room paham akan potensi ledakan yang ada sehingga resiko yang ada dapat dikelola dengan baik.
Hal ini menjadi highlight bagi unit-unit yang menggunakan CFB boiler, khususnya bagi unit-unit yang ada di luar Jawa. Secara keseluruhan SOP yang ada dan dilaksanakan dengan baik, adalah kunci dari keamanan.

Teguh Widjajanto, Kepala Satuan Teknologi PT PJB yang juga menjadi salah satu pembicara menjelaskan dan memberikan beberapa contoh kerusakan yang ada di unit. Melalui fakta di lapangan yang ada beliau juga memberikan beberapa solusi yang semestinya dilakukan setelah mengetahui kondisi peralatan yang telah rusak.