Hubungi kami melalui info@ptpjb.com atau +62318283180
LOGO PJB

Our Contacts

Jl. Ketintang Baru No. 11 Surabaya

info@ptpjb.com

+6231 8283180

Rancak Bana Tenayan Cycle Club

 

Bumi Minangkabau di Sumatera Barat memiliki kekayaan alam yang sangat Indah. Pesonanya menarik para wisatawan untuk datang dan melakukan aneka aktivitas di sana, termasuk kegiatan bersepeda. Tenayan Cycle Club merupakan salah satu klub yang pernah menjajal keseruan bersepeda di sana. Komunitas sepeda karyawan PT PJB UBJOM Tenayan ini minggu lalu berkesempatan merasakan kelokan dan tanjakan di jalanan Alahan Panjang Kabupaten Solok. Kegiatan ini mereka namakan Tour de Solok.

Tour de Solok dipimpin oleh General Manager UBJOM Tenayan, Wasito. Kegiatan bersepeda ini menjadi ajang untuk meningkatkan keakraban sekaligus berolahraga untuk menyegarkan pikiran. Malam sebelum bersepeda, para peserta melakukan kegiatan keakraban di tengah dinginnya udara yang mencapai 190Celcius. Mereka bersenda gurau sambil menikmati hangatnya jagung bakar. Tak ada sekat jabatan malam itu. Semua berbaur dalam suasana riang penuh keakraban.

Tour de Solok dimulai dari titik pada salah satu Masjid di tepi Danau Ateh Alahan, Panjang Kabupaten Solok. Indahnya pemandangan danau dan pegunungan yang menghijau menyambut para peserta pagi itu. Tanjakan dan turunan sepanjang jalur tidak menjadi penghambat. Mereka mengayuh sepeda penuh semangat sambil menikmati indahnya bentangan alam.

Keindahan kebun teh di kawasan Alahan Panjang menjadi titik finish Tour de Solok. Kegiatan ini sangat berkesan bagi para peserta. Tak henti mereka bertukar cerita mengenang perjalanan yang telah dilewati. Termasuk mengenang rancak bana sebagai kata-kata yang sering diucapkan di sepanjang perjalanan. (jun, fat)

Parenting-Sistering untuk Mempertahankan Kinerja Unggul

 

Bisnis PJB semakin berkembang. Apabila sebelumnya hanya mengelola enam pembangkit listrik di pulau Jawa, saat ini bisnis PJB telah membentang dari Aceh hingga Maluku. Berkah ini tentu membawa tantangan sendiri terkait isu alih generasi dan pengetahuan. Menjawab tantangan tersebut, Kamis (22/11) kemarin Direksi PJB me-launching program pendampingan kinerja pembangkit bertajuk Parenting-Sistering.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Operasi 2 Miftahul Jannah menjelaskan, PJB memiliki Manajemen Aset, yang merupakan metode best practices dalam mengelola pembangkit. Metode tersebut telah teruji di PJB sejak tahun 2006, bahkan telah diadopsi oleh PLN dan anak perusahaan lain. Dengan semakin berkembangnya bisnis PJB dan peralihan generasi, metode tersebut harus tetap terjaga kualitas implementasinya. Dengannya, PJB akan secara riil berkontribusi menyediakan listrik yang murah dan berkualitas bagi masyarakat.

Lebih lanjut Kepala Satuan Kinerja Korporat dan Pengembangan Sistem Manajemen (KSMAN) Adi Setiawan menjelaskan, program parenting-sistering merupakan solusi cerdas untuk mempertahankan pencapaian kinerja unggul. Menurut Adi, kinerja unggul dibangun di atas beberapa elemen yaitu : strategi, sistem, struktur, manusia, dan budaya. Kelima elemen ini akan membentuk siklus tertutup. Satu elemen saja tidak terpenuhi, kinerja yang baik sukar diraih.

“Program parenting-sistering akan menguatkan aspek manusia dan budaya. Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan PJB Academy yang juga memiliki program Performance Based Training,” papar Adi yang merupakan project manager pada program parenting-sistering PJB.

Konsep parenting berbeda dengan metode pelatihan pada umumnya. Istilah parenting merupakan konotasi bagaimana Kantor Pusat berperan sebagai “parent” (orang tua) bagi anak-anaknya. Program yang bakal berlangsung selama enam bulan tersebut terdiri atas program pendampingan di lokal, pendampingan jarak jauh, dan juga check point untuk memastikan kualitas implementasi.

Sejumlah kader terbaik PJB diterjunkan ke unit yang akan didampingi. Mereka diminta untuk membaur dengan aktivitas keseharian di unit. Mereka melakukan observasi, apabila ditemukan ketidaksesuaian proses akan langsung diberikan umpan balik perbaikan. Jika diperlukan, para mentor akan membuka kelas khusus layaknya training yang lain.

Para mentor diambilkan dari Kantor Pusat maupun unit berkinerja tinggi. Di sini ada proses transfer knowledge dan budaya kerja yang unggul. Ada benefit pula bagi para mentor karena baik soft maupun hard competences mereka akan diuji. Mereka harus mampu memahami, mengidentifikasi permasalahan, hingga merumuskan jalan keluar yang solutif tanpa mengabaikan kearifan setempat. Metode ini dilakukan untuk meminimalkan retensi.

“Ibaratnya mereka sedang dididik untuk menjadi orang tua yang baik. Pengalaman ini tidak akan didapat kalo para mentor hanya berperan sebagai pengajar training,” tandas Adi.

Fokus pembelajaran meliputi keseluruhan pilar dalam Manajemen Aset, antara lain Reliability Management, Operation Management, Efficiency Management, Work Planning Control, Outage Management, Supply Chain Management, LK3, dan juga pengelolaan energi primer.

Program parenting akan berlanjut dengan sistering. Jika parenting melibatkan interaksi antara orang tua dan anak, maka sistering melibatkan interaksi antara kakak dan adik. Unit dengan kinerja tinggi harus mensupport unit dengan kinerja kurang. Beberapa unit yang mengikuti program parenting akan berlanjut ke sistering, ini akan tergantung keputusan tim pembina di Kantor Pusat.

“Program sistering akan mulai pada tahun 2019, saat ini kami sedang memfinalkan formulasinya. Sebagai penguatan, pelaksanaan sistering akan dihubungkan dengan kontrak kinerja tahunan unit”, pungkas Adi. (qom)

 

 

Peringatan 30 Tahun Waduk Cirata: Mengalir, memberi manfaat, tanpa henti. Layaknya air.

 

PT. PJB sebagai pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Air Waduk Cirata dengan antusias merayakan 30 Tahun Waduk Cirata bertema “Save Our Water”. Ini merupakan bentuk komitmen PT PJB untuk terus menjaga dan mengelola Waduk Cirata yang berperan besar dalam menyediakan listrik di wilayah Jawa, Bali dan Madura.

Pada acara ini PJB turut menggelar sejumlah kegiatan diantaranya peluncuran buku 30 tahun Cirata, peresmian Gallery DAM Control Center, dan Gedung PJB Academy Kampus Cirata. Acara ini dilaksanakan pada rabu (21/11) di Badan Pengelola Waduk Cirata (BPWC) kabupaten Bandung.

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) terbesar di Indonesia ini berkapasitas 1008 MW. Hingga kini, salah satu waduk dari tiga waduk kaskade Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum ini menghasilkan energi listrik yang disalurkan ke Sistem Ketenagalistrikan Jawa, Madura dan Bali (Jamali)

PJB Sabet ‘Best Product Development’ di BUMN Branding & Marketing Award 2018

 

PT PJB menorehkan prestasi sebagai ‘The Best Product Development’ pada perhelatan BUMN Branding & Marketing Award 2018 di Jakarta (21/11). Penghargaan ‘The Best Product Development’ diraih pada sektor ‘Service, Transportation, Logistics & Energy’. Penghargaan ini menjadi bukti kerja keras dari PT PJB dalam membangun identitas korporat dan menempatkan PT PJB setara dengan perusahaan BUMN lainnya seperti PT Bank Negara Indonesia, PT Garuda Indonesia, dan juga PT Pelindo yang turut menerima penghargaan di perhelatan ini.

Acara penghargaan yang dibuka oleh Farida Dwicahyani selaku Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, diharapkan mampu memberikan semangat bagi seluruh BUMN beserta Anak Perusahaannya dalam menyongsong Era Industri 4.0. Penghargaan ini juga bisa mengukur daya saing para praktisi BUMN serta menjadi ajang daya saing para praktis BUMN dan bertukar pikiran.

BUMN Branding & Marketing Award 2018 merupakan bentuk apresiasi oleh Majalah BUMN Track kepada para insan BUMN serta Anak Perusahaan BUMN yang telah membangun identitas Corporate Branding dan Branding Strategy dalam rangka menyambut era industri 4.0. Penjurian dilakukan oleh tim yang dipimpin oleh Rhenald Kasali dan terdiri dari para pengamat serta praktisi bisnis dan ekonomi.

CIECRA Berbagi Ilmu Kreatif

 

Kelompok pengrajin eceng gondok binaan PT PJB BPWC “CIECRA” (Cirata Eceng Craft) menjadi narasumber dalam workshop pelatihan pengembangan usaha kreatif di kota Bandung. Workshop ini diselenggarakan oleh Dispora Kota Bandung, di Hotel Posters Mice pada tanggal 14-15 November 2018. Acara diikuti oleh kurang lebih 50 pemuda dan mahasiswa di Bandung.

Ketua kelompok CIECRA Duduy tampil sebagai pembicara didampingi empat pengrajin dari kelompok tersebut. Mereka mengajarkan bagaimana cara pembuatan kerajinan dari eceng gondok. Peserta diajak praktek langsung membuat kerajinan eceng gondok. Kerajinan yang dihasilkan dalam pelatihan akan dilombakan ke tingkat selanjutnya.

Kiprah CIECRA dalam menciptakan aneka kerajinan eceng gondok merupakan bagian dari upaya BPWC untuk memberdayakan masyarakat sekitar waduk Cirata. Upaya ini juga sebagai salah satu cara untuk menanggulangi gulma air menjadi produk bermanfaat.

Eceng gondok merupakan tanaman gulma yang mengganggu perairan waduk Cirata. BPWC melalui program CSR sejak tahun 2000 an memberikan pelatihan pembuatan kerajian dari eceng gondok kepada masyarakat sekitar waduk. Berbagai jenis kerajinan dihasilkan masyarakat binaan, diantaranya tas, dompet, sandal, topi, dan vas bunga. Hasil kerajinan ini telah ditampilkan dalam berbagai pameran serta dijadikan sebagai souvenir bagi tamu PJB dari dalam maupun luar negeri yang berkunjung ke Cirata.(azz)

Jangan Anti dengan Perubahan

 

Perubahan menjadi hal biasa di tengah fenomena disrupsi yang tengah melanda dunia saat ini. Pergerakan industri tidak lagi linear. Perubahan terjadi sangat cepat dan fundamental hingga mampu mengacak pola lama untuk menciptakan tatanan baru. Bidang energi dan pembangkitan listrik pun tak lepas dari fenomena ini.

Ada beberapa isu yang akan dihadapi dunia pembangkitan, diantaranya decarbonization, decentralization, dan digitalization. Decarbonization terkait pengurangan pemakaian energi fossil dengan beralih ke pembangkit energi terbarukan. Sementara decentralization terkait perubahan produksi pembangkit yang tak lagi terpusat pada pembangkit besar, namun disentralisasi di dekat pengguna seperti industri maupun perumahan. Sedangkan digitalization terkait manajemen energi rumah pintar yang dapat mengoptimalkan penggunaan energi dari rooftop pv maupun sumber lainnya.

Isu ini dijabarkan oleh Dirut PT PJB Iwan Agung Firstantara dalam acara coffee morning pada Selasa (13/11) tadi di Surabaya. Dalam acara yang juga diikuti oleh seluruh unit PJB melalui video conference ini, Dirut mengingatkan agar insan PJB sigap terhadap perubahan yang terjadi.

“Saat desentralisasi terjadi, bisa jadi pemenangnya bukan perusahaan yang membangun dan mengoperasikan pembangkit besar. Bukan pula yang punya cost lending rendah ataupun mampu melakukan efisiensi. Tapi bisa jadi pemenangnya adalah perusahaan yang tidak memiliki pembangkit,” kata Dirut.

PJB diharapkan dapat sungguh-sungguh mengenali marketnya agar dapat mempertahankan utilitasnya. Dirut berpesan agar insan PJB jangan anti perubahan. “Tetap fokus, tetap berkarya, terbuka dengan kemajuan dan ikut dengan perubahan,” kata Dirut mengakhiri paparannya.

Coffee morning diisi dengan presentasi pencapaian kinerja dan evaluasi serta target yang diharapkan dapat tercapai dalam sisa waktu kerja di tahun 2019. Direksi yang hadir pada acara ini menyapa unit dan mengapresiasi serta mengevaluasi capaian dari masing-masing unit. Suasana akrab dan tawa lepas mewarnai acara kala masing-masing unit dengan penuh semangat menampilkan yel-yelnya.

Pada kesempatan ini dilakukan juga soft launching Code of Conduct PJB yang diakronimkan menjadi PEMBANGKIT. Code of conduct merupakan dokumen tertulis mengenai standar perilaku yang diharapkan oleh perusahaan dan insan PJB yang disusun berdasarkan nilai-nilai PJB.

Dalam coffee morning ini Ketua Umum DPP SP PJB Agus Wibawa yang terpilih pada Oktober lalu juga diberikan kesempatan untuk mengenalkan susunan pengurus DPP SP PJB periode 2018 – 2021. Kepengurusan yang terbentuk pada tanggal 26 Oktober ini lebih dari 90 persen diisi dengan generasi milenial. Formasi ini disesuaikan dengan tuntutan perubahan dan regenerasi.

Gotong Royong Bersihkan Masjid

 

Tim CSR BPWC bersama dengan karang taruna, takmir masjid dan masyarakat setempat bergotong royong membersihkan masjid di sekitar kantor PT PJB BPWC. Kegiatan pada Kamis (9/11) ini merupakan salah satu upaya untuk membuat suasana tempat ibadah yang nyaman sehingga dapat menambah kekhusyukan ibadah para jamaah.

Melalui gotong royong ini Tim CSR BPWC bermaksud untuk memotivasi masyarakat agar selalu menjaga kebersihan masjid di lingkungannya. Pada kesempatan ini tim juga memberikan bantuan peralatan ibadah dan peralatan untuk membersihkan masjid.

Bantuan secara simbolis diserahkan oleh MKAD BPWC M. Najib dan SPV PAM ASET & CSR Rizki Tri Pamungkas kpd Ketua RT di Desa Ciroyom, Kec. Cipeundey, Kabupaten Bandung Barat.(azz)

ASTER KSAD Kunjungi PLTU Pacitan

 

Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat (ASTER KSAD) Mayjen TNI Supartodi, S.E.,M.Si mengunjungi PLTU Pacitan Rabu (7/11). Kehadiran ASTER KSAD didampingi oleh jajaran Staf Mabes TNI AD, Kodam V Brawijaya, Korem Madiun, Kodim Pacitan, dan Koramil Sudimoro. Rombongan diterima oleh Direktur Pengadaan Strategis II PT PLN (Persero) Supangkat Iwan Santoso, Direktur Operasi II PT PJB Miftahul Jannah, EVP Batubara PLN, dan GMUBJOM Pacitan selaku tuan rumah.

Kunjungan merupakan bagian dari pengawasan kegiatan pendampingan TNI dalam pengamanan pasokan batubara pada pembangkit PLN. Kerja sama ini dijalin sejak tahun 2015 sebagai upaya PLN untuk memberikan jaminan keamanan pasokan batubara dengan kualitas sesuai yang diharapkan. Area pegamanan meliputi 9 unit pembangkit di Jawa dan 6 unit pembangkit di Sumatera.

Ketersediaan pasokan batu bara menjadi sangat strategis bagi PLN karena perannya sebagai bahan bakar utama dalam penyediaan pasokan listrik. Sekitar 60 persen pasokan listrik PLN dihasilkan dari PLTU batu bara.

Sharing pengalaman, diskusi terkait pelaksanaan kerjasama dan survey ke lokasi fasilitas unloading batubara PLTU Pacitan menjadi agenda dalam kunjungan ASTER KSAD. Kunjungan kerja ke salah satu obyek vital nasional ini menunjukkan kesungguhan PLN dan TNI untuk memberikan yang terbaik bagi penyediaan pasokan listrik. Tak dapat dipungkiri listrik adalah tulang punggung utama penggerak perekonomian dan kehidupan bernegara.

TNB Malaysia Kunjungi REMDO

 

Delegasi dari Tenaga Nasional Berhard (TNB) Malaysia mengunjungi Remote Engineering Monitoring Diagnostic & Optimization System (REMDO) yang ada di kantor pusat PJB Surabaya. Mereka melakukan study banding terkait implementasi remote monitoring, penggunaan peralatan dan proses monitoring, serta study kasus implementasi REMDO di PJB. Kunjungan ini dilakukan Kamis (1/11), setelah sebelumnya rombongan menghadiri acara PJB Connect 2018.

General Manger Performance & Diagnostics TNB Md Razip Mohd Yusof menyatakan banyak hal yang dapat dipelajari TNB selama kunjungan ke PJB. Menurutnya, REMDO merupakan inisitif yang bagus untuk meningkatkan kinerja pembangkit. TNB juga memiliki sistem monitoring semacan REMDO yang disebut remote monitoring centre (RMC). Baik REMDO maupun RMC, kata Razip, memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Ia berharap agar TNB dan PJB dapat menjalin kerja yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Delegasi TNB diterima oleh Henry Pariaman selaku Kepala Bidang Enjiniring Pembangkit PJB dan Kasbullah Subekti selaku GM PJB Academy. Mereka terdiri dari Mr Md Razip Mohd Yusof (General Manger Performance & Diagnostics), Mr Mohd Nazim bin Abd Razak (Senior Manager Thermal Plant Performance), Mr Mat Saad bin Shafie (Senior Manager Engineering Management), Mr Amaluddin bin Mohd Ariffin (Senior Engineer Operation Reporting), dan Mr Aburazar bin Narin (Senior Engineer Simulation).

Komitmen Menjaga Kelestarian Lingkungan Laut

Keberadaan material sampah plastik di lautan menjadi perhatian masyarakat dunia. Sampah plastik di lautan dapat tersebar luas melintasi lautan antar negara. Material sampah plastik maupun hasil proses dekomposisinya yang berukuran mikro (mikroplastik) membuat kehidupan flora serta fauna laut terganggu. Bahkan mikroplastik telah ditemukan tersebar di lautan dan masuk dalam sistem rantai makanan yang berujung pada manusia lewat konsumsi pangan dari laut.

Pembahasan sampah plastik menjadi bahasan penting dalam Pertemuan Intergovernmental Review on Global Programme of Action for the Protection of the Marine Environment from Landbased Activities yang ke-4 (IGR-4), di Bali pada Rabu (31/10) – Kamis (1/11). IGR merupakan acara tahunan United Nations Environment Programme (UNEP) yang berfokus pada perlindungan laut dari aktivitas manusia di daratan.

PJB berkesempatan menginformasikan program-program korporat sebagai upaya melindungi kelestarian laut kepada para delegasi IGR-4. Program tersebut diantaranya kegiatan coastal clean up, penanaman mangrove, penanaman coral, dan penggunaan jangkar apung. Informasi diberikan melalui stand pameran di area pertemuan. PJB juga mempromosikan kegiatan corporate social responsibility (CSR) untuk mengangkat ecotourism di pulau Bawean dan pantai Bhinor Probolinggo. Kegitan tersebut merupakan program unggulan CSR UP Gresik dan UP Paiton.

IGR-4 dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup dari berbagai negara, delegasi PBB, sektor swasta yang diakreditasi UN Environment Assembly, Sekretariat UN Environment, para pakar dan anggota organisasi lainnya dalam kapasitas sebagai observer. Penyelenggaraan IGR-4 diharapkan dapat memperkuat komitmen dan kerjasama antar negara untuk melindungi dan melestarikan lingkungan laut dari dampak negatif kegiatan berbasis daratan. Hasil-hasil kesepakatan dalam IGR-4 dituangkan dalam dokumen Bali Declaration