Hubungi kami melalui info@ptpjb.com atau +62318283180
LOGO PJB

Our Contacts

Jl. Ketintang Baru No. 11 Surabaya

info@ptpjb.com

+6231 8283180

Kado Emas di Akhir Tahun

 

Penghargaan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berupa PROPER Emas kembali diraih PJB melalui Unit Pembangkitan (UP) Paiton. Penghargaan ini merupakan yang kedua kalinya bagi UP Paiton. Tahun 2017 unit PJB yang mengelola PLTU Paiton 1 dan 2 ini menjadi satu-satunya unit pembangkitan di lingkungan PLN Group yang berhasil merengkuh PROPER Emas. Piala diserahkan oleh Menteri KLHK, Siti Nurbaya kepada Direktur Operasi 2 PT PJB, Sugiyanto pada Kamis (27/12) malam di Jakarta.

Selain emas, dalam gelaran PROPER 2018, PJB juga mendapatkan empat PROPER hijau untuk UP Gresik, UP Muara Karang, UBJOM Rembang dan UBJOM Paiton. Piala diterima oleh masing-masing General Manager dari Menteri KLHK sebelum penyerahan piala PROPER emas.

Piala PROPER Emas merupakan bentuk penghargaan tertinggi terhadap perusahaan yang dinilai telah berhasil mencapai kinerja tertinggi dalam pengelolaan lingkungan, sesuai dengan peraturan dan kaidah yang ditetapkan oleh pemerintah. Perusahaan tersebut diakui telah menerapkan pengelolaan lingkungan secara menyeluruh dan kontinyu, serta mengelola Corporate Social Responsibilities (CSR) dengan sangat baik. Ada lima kriteria dalam penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER), yaitu Hitam, Merah, Biru, Hijau, dan Emas. Program ini dikembangkan dan diterapkan oleh KLHK sejak tahun 1995 untuk mengukur kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan.

UP Paiton berhasil menerapkan pengelolaan lingkungan secara menyeluruh dan juga mengelola CSR melalui program – program yang terukur secara handal. Organic Integrated System (OIS+) dan Desa Wisata Binor Harmoni (Dewi Harmony) merupakan dua program andalan CSR yang didapuk sebagai ujung tombak dalam memberdayakan masyarakat sekitar untuk menambah nilai kebermanfaatan dari eksisteni UP Paiton.

Melalui OIS+ PJB berupaya menciptakan kemandirian petani secara intelektual, managerial, dan material dengan program pertanian selaras alam. Program ini mendukung penggunaan pupuk organik dan pestisida nabati. PJB bersama masyarakat dan kelompok tani telah menerapkan OIS+ pada lahan seluas 40 Ha di tahun 2018. Selain itu, 10 orang petani telah memiliki sertifikasi fasilitator pertanian organik dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian Seloliman, Mojokerto. Sertifikasi ini penting artinya bagi pengembangan OIS+ ke depan.

Sedangkan Dewi Harmony merupakan program CSR yang berfokus pada pemberdayaan nelayan, istri nelayan, dan ibu-ibu yang tergabung dalam Posyandu dan POKJA 3 PKK. Melalui program ini, perusahan, pemerintah Desa, dan berbagai kelompok masyarakat
berkolaborasi untuk menjaga laut dan memberikan nilai tambah terhadap potensi-potensi yang ada di Desa Binor. PT PJB telah memberikan bantuan perahu fiber sebanyak 28 unit dan pembuatan 200 rumah ikan (rumpon). Selain itu, juga telah ditanam 16.300 bibit mangrove di pesisir pantai yang dikembangkan sebagai daerah wisata. Pembuatan pusat informasi wisata, pelatihan pemandu wisata, serta sertifikasi selam A-1 juga diintegrasikan dengan pengembangan daerah wisata tersebut.

Kami Turut Berduka

 

Duka mendalam untuk korban tsunami di selat Sunda. Segenap doa kami panjatkan untuk keselamatan saudara-saudara di sana. Semoga Allah SWT memberikan ketabahan serta kekuatan bagi para korban.

Tim PJB dari unit barat pagi ini telah meluncur ke Anyer untuk bergabung dengan tim PLN lainnya dalam membantu proses evakuasi korban. Sementara ini PJB mengirimkan enam ambulance dan sepuluh kendaraan untuk mendukung proses evakuasi. Sekitar 20 personil dari UP Muara Karang, UP Muara Tawar, UPHB, UP Cirata, BPWC dan UBJOM Indramayu juga diterjunkan dalam proses evakuasi tersebut. Bantuan lainnya akan segera disusulkan kemudian.

Evakuasi Terus Berlanjut

 

Tim relawan PLN Grup untuk bencana tsunami di teluk Sunda masih terus melalukan tugasnya. Mereka bertugas untuk membantu evakuasi korban, penyaluran bantuan dan memberikan layanan kesehatan.

Tim relawan PJB hari ini bertugas di Posko Sumur bersama relawan PLN lainnya. Relawan di posko ini berasal dari UP Muara Tawar, UP Cirata, PLN Kit Tanjung Jati B, YBM PLN dan PLN UID Banten.

Kegiatan relawan Posko Sumur masih difokuskan pada upaya pencarian dan penyelamatan korban. Hari ini relawan membantu Basarnas mengevakuasi jenazah yang berhasil ditemukan di lokasi bencana.

Evakuasi Korban Tsunami Selat Sunda

 

Duka mendalam tengah menyelimuti keluarga besar PLN. Tak kurang dari 200 orang peserta Employee Gathering PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) menjadi korban terjangan tsunami yang terjadi di laut Selat Sunda pada Sabtu (22/12) malam lalu. Tanjung Lesung yang menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan, merupakan salah satu area yang terdampak paling parah di antara area terdampak bencana di Provinsi Banten dan Lampung.

Hingga berita ini diturunkan, 156 orang anggota keluarga besar PLN telah ditemukan selamat, 35 orang tercatat meninggal dunia, dan masih ada 9 orang yang belum ditemukan. Mengutip Badan Nasional Penanggulangan Bencana, tercatat total ada 229 orang meninggal dunia dan 408 orang masih dinyatakan hilang.

PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB) pada Minggu (23/12) dini hari langsung membentuk tim untuk membantu para korban musibah tsunami, dikhususkan pada area Tanjung Lesung, Banten. Enam unit ambulans dan belasan unit mobil/minibus diterjunkan bersama dengan puluhan karyawan yang menjadi relawan. Mereka telah tiba di area bencana pada Minggu pagi.

Unit kendaraan dan relawan PJB yang turun ke lapangan berasal dari unit-unit PJB yang berlokasi di area Jawa bagian barat, diantaranya PT PJB UBJOM Indramayu, UP Cirata, UP Muara Tawar, UP Muara Karang, BPWC dan UPHB. Unit ambulans PJB membantu evakuasi korban yang selamat dan juga jenazah ke rumah sakit terdekat yang ditunjuk. Sampai berita ini diturunkan, telah disiapkan tim relawan PJB lainnya untuk menggantikan tim relawan sebelumnya yang perlu beristirahat.

Sementara itu, mengutip keterangan resmi PT PLN (Persero), kondisi kelistrikan di lokasi bencana pun berangsur pulih. Sebanyak 146 gardu telah berhasil dinyalakan, menyisakan 102 gardu yang masih padam dan 41 tiang rusak akibat terjangan air. Tim PLN bersama tim relawan PJB masih terus bahu-membahu memberikan yang terbaik untuk membantu para korban tsunami hingga saat ini. Marilah kita panjatkan doa untuk seluruh korban bencana dan juga tim relawan yang bertugas agar senantiasa diberikan keselamatan dan kekuatan.(sau)

Go Live EAM PLTU Punagaya 2×100 MW

 

Listrik merupakan kebutuhan yang sangat esensial dalam kehidupan. Oleh karena itu, PLN menginginkan agar pasokan listrik yang tersedia dapat mencukupi kebutuhan masyarakat sehingga kegiatan masyarakat dapat terlaksana dengan pelayanan terbaik.

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Punagaya yang berkapasitas 2 x 100 Megawatt (MW) di Desa Punagaya, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan merupakan PLTU pertama dalam Megaproyek 35.000 MW. Kehadiran pembangkit listrik di Punagaya akan menjadi manfaat bagi seluruh masyarakat di Sistem kelistrikan Sulselrabar.

Guna mendukung sistem kelistrikan, menjaga keandalan, dan efisiensi unit pembangkit listrik agar dapat berkontribusi terhadap keandalan penyaluran tenaga listrik baik untuk unit pembangkit baru perlu dilakukan dengan tata kelola unit pembangkit yang baik. Tujuannya adalah agar unit pembangkit mampu beroperasi dengan cost-effective dan performance excellence dalam upaya mengelola asset life cycle secara optimal. Tata kelola pembangkit yang dimaksud adalah tata kelola berbasis manajemen aset.

PT PJB mulai melakukan manajemen aset melalui program Asser Optimization Program (AOP) pada tahun 2004. Kemudian pada tahun 2007, PT PJB mengintegrasikan konsep AOP dengan Tata Kelola Pembangkitan. Pada tahun 2011, PT PJB mengintegrasikan Sistem Manajemen dalam PJB IMS dan melakukan set up PAS 55 dan pada tahun 2012, PT PJB mendapatkan Sertifikat PAS 55 yang merupakan perusahan pertama di Indonesia yang berhasil mendapatkan sertifikat tersebut.

 

Sebagai continous improvement, PT PJB memutuskan untuk mengimplementasikan ISO 55001, dan menjadi perusahan pertama di Asia Pasifik yang mendapatkan Sertifikat ISO 55001 Manajemen Aset. Hasil yang diperoleh atas implementasi manajemen aset di PT PJB adalah beberapa unit pembangkit milik PT PJB sudah masuk dalam top ten percent sesuai standar North America Electricity Reliability Council (NERC).

Proposal Implementasi Enterprise Asset Management ini dibuat sebagai tindak lanjut atas Surat dari PT PLN (Persero) Wilayah SULSELRABAR kepada PT PJB tanggal 12 September 2017 dengan nomor 0185/KIT.01.03/WSSTB/2017 yang berisi permohonan Pendampingan Tata Kelola Pembangkit di PT PLN (Persero) Wilayah SULSELRABAR dengan membangun proses bisnis berbasis Maximo.

Hari ini bertempat di PT PLN (Persero) Kitlur Sulawesi dilaksanakan Go Live Implementasi EAM PLTU Punagaya 2×100 MW. “PLTU Punagaya 2×100 MW di sistem sumbangsel merupakan PLTU dengan kinerja paling baik.

 

Harapannya PLTU Kendari, Amurang dapat mengikuti PLTU Punagaya dalam penerapan EAM sehingga bisa turut memberikan kontribusinya dalam kelistrikan di Sulawesi “ungkap Purnomo, GM PLN Kitlur Sulawesi. Adi Setyawan Kepala Satuan Manajemen PT PJB dalam sambutannya mengatakan bahwa PJB siap support agar EAM ini berjalan dengan baik.

 

Direksi PLN berharap pada tahun 2019 implementasi asset management dapat diimplementasikan di seluruh PLN Grup. PJB berterimakasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh PLN Kitlur Sulawesi kepada PJB dan memohon maaf apabila masih banyak kekurangan dalam proyek ini.
“Pada saat pendampingan ke depan, apabila ada hal-hal atau kendala yang ada dapat disampaikan kepada teman-teman PJB”, tambahnya.

Selamat Ulang Tahun PJB Investasi

 

Bersyukur merupakan ungkapan kebahagiaan paling tulus sekaligus pengharapan untuk masa yang akan datang. Prinsip itulah yang kemudian melandasi pelaksanaan Tasyakur HUT PT PJB Investasi (PJBI) yang ke-3. Hari jadi anak perusahaan PT PJB yang berdiri pada tanggal 18 Desember 2015 ini diisi dengan syukuran sederhana sambil menjalin silaturahmi antara segenap keluarga besar PJB Group, dengan dihadiri direksi PT PJB, direksi PT PJB Investasi, Dewan Komisaris, dan direksi dari sesama anak perusahaan dan perusahaan afiliasi PT PJB, serta beberapa mitra kerja PT PJB Investasi. Acara yang diselenggarakan Kamis (12/20) pagi di Aula Utama Gedung PLN, Jalan Gatot Subroto, Jakarta pun berlangsung hangat.

PT PJB Investasi pun memanfaatkan momen berkumpul ini untuk meluncurkan spirit dan tata nilai perusahaan. Adalah “The Spirit of ACE (Asset Contribution Energy)” yang diambil sebagai semangat PT PJB Investasi dalam berkontribusi di bidang energi, dan tata nilai yang digunakan adalah SPEARS (Synergy, Professional, Ethical, Attentive, Reliable, Solutive). “Tata nilai dan spirit ini merupakan turunan dari iPJB yang diberikan sentuhan millennial,” ucap Gunawan Yudi Hariyanto selaku Direktur Utama PT PJB Investasi dalam sambutannya.

Momen penuh syukur ini pun semakin bermakna dengan adanya Sianu bersama Cak Nun dan Kiyai Kanjeng yang mengangkat tema “Menjadi Manusia Jangkep (lengkap)”. Pengucapan rasa syukur sekaligus peluncuran spirit dan tata nilai ini merupakan upaya PT PJB Investasi untuk menjadi perusahaan yang rendah hati sekaligus bersemangat meraih peluang meningkatkan kontribusi dalam industri ketenagalistrikan nasional. (SAU)

PJB Perkuat Koordinasi Bidang Pelayaran

Alur koordinasi antara PJB dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut semakin diperkuat. Kamis (20/12) pagi kedua belah pihak menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait Koordinasi dalam Pelaksanaan Tugas dan Fungsi di Bidang Pelayaran. MoU ditandatangani di Jakarta oleh Iwan Agung Firstantara selaku Direktur Utama PT PJB, bersama dengan Agus H. Purnomo selaku Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Turut hadir dalam seremoni di Gedung Karsa, Kementerian Perhubungan RI itu Direktur Operasi-1 PT PJB Sugiyanto dan Miftahul Jannah selaku Direktur Operasi-2 PT PJB.

Iwan Agung Firstantara menyatakan bahwa MoU ini merupakan kelanjutan dari koordinasi yang selama ini telah terjalin dengan baik antara PT PJB dan Dirjen Perhubungan Laut. “Silaturahmi kita menjadi lebih erat. Dan nantinya, kami juga membutuhkan bimbingan dan konsultasi yang berkelanjutan terkait perhubungan jalur laut dalam proses produksi PJB,” ucapnya menambahkan.

Sementara itu, Agus H. Purnomo menyambut baik MoU yang disepakati hari ini. Pihaknya mendukung kegiatan BUMN terkait perhubungan jalur laut dan berharap agar persyaratan dalam aktivitas itu dapat dipenuhi. “MoU ini bisa lebih mempercepat koordinasi antara Dirjen Laut dengan PJB. Ke depan, jalur darat akan banyak mengalami kendala, maka memang jalur laut akan semakin banyak dimanfaatkan. Kami hanya menegaskan kepada rekan-rekan BUMN, termasuk PJB, untuk memenuhi persyaratan yang diperlukan,” ungkap Agus H. Purnomo dalam sambutannya.

Sebagai pemilik dan pengelola unit pembangkit yang sebagian besar berlokasi di pinggir laut, PJB sangat memahami pentingnya laut dalam proses bisnis perusahaan. Laut berperan sebagai salah satu jalur utama transportasi dan distribusi energi primer yang sangat vital dalam proses produksi tenaga listrik. Melalui laut, energi primer seperti batu bara dan LNG diangkut menuju unit pembangkit untuk selanjutnya diolah menjadi energi listrik.

Beberapa unit pembangkit PJB memiliki Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS), atau biasa dikenal dengan istilah jetty, sebagai fasilitas pendukung proses produksi. Fasilitas yang memanfaatkan jalur laut ini membutuhkan perijinan dan pengawasan dari pihak berwenang. Oleh karena itu, PJB menjalin koordinasi yang baik dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Diantaranya melalui MoU yang telah disepakati bersama demi keberlangsungan proses bisnis PT PJB ke depan.(sau)

REQUEST FOR EXPRESSION OF INTEREST (EoI) FOR PARTNERSHIP IN RENEWABLE ENERGY BUSINESS DEVELOPMENT

[vc_row][vc_column][vc_column_text]

 

PT Pembangkitan Jawa – Bali (”PJB”) a wholly-owned subsidiary of PT Perusahaan Listrik Negara (“PLN”) which has diversified businesses, including power generation, operations and maintenance, engineering procurement and construction, financing, consulting, as well as training services.

 

PJB hereby announcing a request for Expression of Interest (“EoI”) for strategic partnership in developing renewable energy projects in Indonesia. Please note that the purpose of this request for EoI is to identify potential partners for existing project and anyother PJB’s renewable energy projects, and that this requestis not for a specific project and is not intended as a binding offer of partnership.

 

PJB is pleased to invite local and foreign business entities to submit their EoI in becoming a potential strategic partner of PJB in particularly several areas, such as project sponsor, EPC/O&M contractor, lender, manufacturer, or business consulting provider. Interested entities must have experience in development or contruction and/or operation of renewable energy power plants. Please also note that this EoI admission is for single business entity only. No admisson will be given to consortiums or an individual.

 

Please go to the following link to complete the EoI submission:

 

//eoi.ptpjb.com

 

This request for EoI will be open until 11 January 2019, 23.59 PM Jakarta local time (GMT+7).

 

Surabaya, 19 December 2018

 

This request for Expression of Interest (EoI) is not an offer by PJB, but an invitation to receive responses from interested parties. No contractual obligation whatsoever shall arise from this EoIprocess.

 

For any question and detail information kindly contact us at:

 

eoi@ptpjb.com[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Belajar ke Ujung Desa Segara Jaya

 

Unit Pembangkitan (UP) Muara Tawar merupakan salah satu unit PJB yang mengoperasikan pembangkit berbahan bakar gas dengan total kapasitas terpasang 1778 MW. Keberadaan unit ini ibarat salah satu etalase bagi pengelolaan operasi dan pemeliharaan pembangkit yang dilakukan PJB di sisi barat Pulau Jawa. Keberhasilan penerapan program-program strategis perusahaan di UP Muara Tawar memikat sejumlah perusahaan untuk berkunjung dan bertukar pengalaman.

Sejumlah tamu dari dalam dan luar negeri silih berganti mengunjungi UP Muara Tawar. Berbagai hal dipelajari dan didiskusikan pada kehadiran mereka di unit PJB yang ada di Desa Segara Jaya, Kabupaten Bekasi itu. Sambutan hangat dan semangat berbagi ilmu mewarnai kunjungan tersebut.

Pada Desember 2018 dua perusahaan di bidang pembangkit listrik tercatat mengunjungi UP Muara Tawar. Pada Rabu (12/12) unit ini dikunjungi PT Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa-Bali (SGPJB). Kedatangan Perusahaan afiliasi PJB dalam proyek PLTU Jawa-7 di Provinsi Banten itu untuk mempelajari peraturan dan proses pengadaan barang dan jasa. Pengetahuan itu sebagai masukan guna mengoptimalkan proses pengadaan untuk mendukung kelancaran proyek pembangkit berkapasitas 2×1.050 MW tersebut.

Dua hari kemudian pada Jumat (14/12) giliran tamu dari PT Indonesia Power UBP Suralaya yang berkunjung ke UP Muara Tawar. Selain untuk mempererat silaturahmi, kehadiran rombongan juga dalam rangka studi banding terkait Manajemen Operasi dan Manajemen Reliability. Mereka mempelajari Peta Kesehatan Unit yang diterapkan UP Muara Tawar dalam menjalankan proses bisnisnya. (awg)

Sejahteralah Anggota dan Keluarganya

 

Cuplikan lirik hymne PIKK ini semoga menjadi doa baik di usia PIKK PLN yang semakin matang meninggalkan usia remaja.

Tidak seperti biasanya yang dilaksanakan di PIKK PLN Pusat, kali ini peringatan HUT PIKK ini digelar di Surabaya, nah PJB merupakan salah satu unit yang ditunjuk sebagai tuan rumah. Selaras dengan tema yang diangkat “PIKK PLN semakin sehat dan sejahtera”, kegiatan pada 15 Desember 2018 ini diawali dengan kegiatan jalan santai dan senam.

Puncak perayaan HUT PIKK PLN ke-19 ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng yang dipimpin langsung oleh Ibu Vera Sofyan Basir, Ketua PIKK PLN, didampingi Para Ibu Wakil Ketua PIKK PLN. Potongan tumpeng di berikan kepada Ibu Bob Saril (Ketua PIKK Unit PLN Distribusi Jawa Timur) dan Ibu Iwan Agung (Ketua PIKK PT PJB).

Dalam acara tersebut, turut mengundang juga seorang motivator, Dr Umi Dayati Mpd, yang menyampaikan materi mengenai “Berorganisasi yang sehat dan beretika”. Sebagai seorang istri yang terus mendampingi suami menjalankan amanah mulia, Ibu umi dayati berpesan bahwa harus tetap bersyukur dan mendoakan suami. Dan yang paling penting, sambut suami dengan senyuman saat pulang. Siap!

Acara ini dihadiri 337 pengurus PIKK Seluruh Indonesia dari 59 Unit PLN serta Anak Perusahaan PLN dari Sabang sampai Merauke. Yang tidak kalah spesial, dalam acara ini tetap berkomitmen menerapkan program ‘akustik’ (Ayo Kurangi Sampah Plastik) yang telah dilaunching PJB pada bulan Oktober lalu. ‘Akustik’ merupakan upaya PJB peduli terhadap kehidupan dengan terus menjaga lingkungan. Acara makin asyik, Ayo kurangi sampah plastik!