Hubungi kami melalui info@ptpjb.com atau +62318283180
LOGO PJB

Our Contacts

Jl. Ketintang Baru No. 11 Surabaya

info@ptpjb.com

+6231 8283180

Back Gowes Sinergi

 

Jajaran manajemen PJB bersama petinggi perusahaan asosiasi dan customer PJB bersepeda bersama menyusur jalanan dari Surabaya ke Madura. Suasana akrab mewarnai para peserta mengayuh pedal pada Sabtu (15/12) pagi itu. Tetesan keringat mengucur bersama bincang hangat nan mengalir sepanjang 20 an km jarak yang ditempuh.

Kegiatan bersepeda ini merupakan salah satu upaya mempererat silaturahmi antara PJB dengan mitra bisnis pada perusahaan asosiasi dan pelanggan. Sinergi positif diharapkan makin erat terjalin pada acara bertema Gowes Sinergi dan Asosiasi itu.

Gowes sinergi kali ini diikuti oleh 75 peserta. Mereka terdiri dari GM PLN P2B beserta jajaran manajemen, Dirut PT S2P beserta manajemen, Dirut PJB, Direktur Operasi 2 PJB dan sejumlah manajemen PJB.

PJB Sambangi Antara pada HUT ke-81

 

Kamis (13/12) salah satu media tertua dan media yang dimiliki oleh Pemerintah Indonesia berulangtahun yang ke 81 tahun. Di usia yang sudah cukup “senior” ini juga Antara mencoba mendengungkan Antara 5.0 untuk meraih era keemasan baru bagi Antara sebagai kantor berita kelas dunia. Berlokasi di Graha Antara Surabaya Jawa Timur, Antara merayakan hari jadinya ini juga dengan pameran foto dan peluncuran buku berjudul Retrospeksi Jawa Timur 2018 dimana di dalamnya terdapat dokumentasi-dokumentasi penting di sepanjang 2018.

Antara yang memiliki 14 kantor perwakilan di luar negeri ini berperan penting dalam menyalurkan informasi meluas sampai ke pelosok negeri, mengingat jumlah kontributor yang dimilikinya pun sampai ke daerah-daerah terpencil. Mengingat hal ini lah maka Antara menjadi salah satu stakeholder strategis PJB dalam bidang media. PJB yang memiliki peran strategis dalam kelistrikan nusantara perlu memberikan informasi yang akurat dan aktual, tentunya dengan support yang positif dari rekan media.

Selamat ulang tahun Antara, sukses selalu dan tetaplah menjadi media yang membangun negeri melalui pemberitaan yang positif.

 

 

PJB Hijaukan 313 Hektar Lahan

 

Penghijauan lahan kritis terutama di sekitar unit pembangkit menjadi salah satu sasaran program CSR PJB. Ratusan hektar lahan di pesisir pantai dan daerah aliran sungai berhasil dihijaukan melalui program tersebut. Selama kurun waktu tahun 2015 hingga 2018 PJB tercatat telah menanam pohon pada lahan seluas 313,06 hektar.

Keberhasilan program penghijauan PJB mendapatkan apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penghargaan diserahkan pada Kamis (13/12) di Jakarta. Penghargaan ini menjadi tambahan energi bagi PJB untuk makin bergiat menghijaukan lingkungan sekitar. Sehingga green power plant yang dicita-citakan makin terwujud dan memberi arti bagi masyarakat.

Dari Hati yang Suci Bersinergi Menerangi Negeri

 

Para pemasok barang dan jasa merupakan mitra yang sejajar kedudukannya dengan perusahaan. Kedua belah pihak saling membutuhkan untuk keberlangsungan operasional perusahaan. Sinergi yang efektif, efisien serta menjaga prinsip-prinsip good corporate governance (GCG) menjadi semangat yang dikembangkan PJB dalam bekerja sama dengan para mitra pemasok. Prinsip ini dikemukakan Dirut PT PJB Iwan Firstantara dalam acara Supplier Gathering 2018 pada Rabu (12/12) di Kantor Pusat PJB Surabaya.

Dirut memaparkan apresiasi yang diberikan KPK terhadap proses dan komitmen pelaksana pengadaan di kantor pusat PJB. Apresiasi diberikan setelah tim dari Deputi Bidang Pencegahan KPK melakukan evaluasi terhadap proses pengadaan di PJB. Hasil ini menguatkan komitmen PJB untuk terus memperbaiki proses pengadaan agar kepercayaan dari KPK dapat menyeluruh hingga ke semua unit. “Kami akan meningkatkan proses GCG dan mengintensifkan di unit. Mohon kerja sama untuk menjaga kondisi ini, “ pinta Iwan Agung.

Senada dengan Dirut, Hengky Heru Basudewo selaku Direktur Pengembangan dan Niaga PT PJB juga memaparkan pentingnya sinergi antara PJB dengan mitra. Rasa saling percaya harus dibangun antara pengguna dan penyedia jasa. Moral hazard tak akan terjadi bila masing-masing pihak bersandar pada kesucian hati.

Sementara itu, Kepala Divisi Supply Chain Management PT PJB Miftahul Huda menyampaikan beberapa kebijakan baru di bidang pengadaan yang akan diterapkan PJB pada tahun 2019. Diantaranya pengaktifan kembali Daftar Penyedia Perusahaan (DPP), penerapan rating keuangan sebagai pengganti persyaratan penyampaian laporan keuangan, dan penerapan raport kinerja untuk para mitra.

Suppllier Gathering dilakukan secara priodik minimal setahun sekali sebagai bentuk silaturahmi PJB dengan para rekanan. Dalam acara ini diserahkan penghargaan kepada supplier terbaik PJB. Supplier terbaik pada kategori pengadaan barang tahun 2018 diberikan kepada PT Kaltim Prima Coal, PT ANDRITZ Hydro, Jo Mitsubhisi – Poeser-Possi, PT Hansa Pratama, PT Sumber Dipta Asia, PT Zafina Group, dan PT Gading Murni. Sedangkan supplier terbaik kategori jasa diberikan kepada PT PBM Adhiguna Putera, PT GMF Aero Asia, PT UMBRA Partnership, PT Kogas Driyap Konsultan, dan PT Seantero Artha Prima.

Supplier Gathering PJB 2018 dimeriahkan dengan penampilan suara merdu Virzha. Artis penyanyi juara ketiga ajang pencarian bakat Indonesian Idol tahun 2014 ini melantunkan sejumlah lagu yang menjadi penutup acara supplier gathering.

 

 

Makanan Tambahan untuk Kelompok Rentan

 

Asupan makanan mempengaruhi tumbuh kembang balita dan janin dalam rahim ibu. Meskipun demikian tidak semua kelompok masyarakat dapat memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil dan balita dalam makanan sehari-hari mereka. Ketidakmampuan secara ekonomi sering kali menjadi faktor pemicunya. Program pemberian makanan tambahan merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini, seperti yang telah dilakukan oleh UP Cirata.

Unit PJB yang mengoperasikan PLTA Cirata ini secara rutin memberikan bantuan makanan tambahan melalui program CSR di bidang kesehatan. Sasaranya adalah masyarakat rentan yang tinggal di ring 1, diantaranya balita, Ibu hamil, ibu menyusui, serta warga lanjut usia.

Selasa (11/12) lalu UP Cirata kembali menyerahkan bantuan makanan tambahan bagi desa Cadassari, Karoya serta Cadasmekar. Bantuan diserahkan oleh General Manager UP Cirata Muhammad Munir kepada kepala Desa Cadassari Wawan Setiawan, kepala Desa Karoya H. Ndis Baharudin, dan perwakilan kepala Desa Cadasmekar. Perwakilan dari Puskesmas dan Kecamatan Tegalwaru juga turut menyaksikan acara ini. Masing-masing desa mendapatkan sekitar 50 kardus berupa berbagai jenis susu formula, biskuit balita, serta makanan tambahan lainnya.

Kepedulian UP Cirata terhadap kesehatan masyarakat sekitar mendapatkan apresiasi dari Bupati Purwakarta. Apresiasi diwujudkan dalam bentuk piagam sebagai Mitra Pendukung Program Kesehatan di Kabupaten Purwakarta. Penghargaan ini menjadi pemicu semangat perusahaan untuk selalu meningkatkan program-program CSR bidang kesehatan di masa mendatang. (raw)

 

Penghargaan TOP IT & TELCO 2018

 

Implementasi teknologi informasi (IT) pada bisnis pembangkitan yang digeluti PJB mendapatkan apresiasi pada gelaran TOP IT & TELCO 2018 di Jakarta. PJB mendapatkan Peringkat 1 pada kategori penghargaan Top IT Implementation on Power Plant Sector 2018. Selain itu, Dirut PJB Iwan Agung Firstantara juga meraih penghargaan Top Leader on IT Leadership 2018.

Penghargaan diterima oleh Kepala Bidang Teknologi Informasi PT PJB , Saptho Nugroho dan Kepala Satuan Kinerja Korporasi PT PJB , Adi Setiawan yang mewakili Dirut pada Kamis (6/12) lalu.

Top IT & TELCO Award 2018 diselenggarakan oleh majalah It Works untuk mengapresiasi keberhasilan perusahaan/ institusi dan manajemen teratas dalam menerapkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk meningkatkan kinerja dan daya saing layanan. Ajang penghargaan tahunan ini dilakukan sejak tahun 2012.

Tahun lalu PJB berhasil meraih tiga penghargaan dalam Top IT& TELCO 2017. Meliputi The Best Top IT Leader 2017 bagi Direktur Utama PT PJB Iwan Agung Firstantara, The Best Top IT Implementation Operation monitoring and Optimization, serta The Best Top Digital Transformation Readiness. Pada kategori The Best Top Digital Transformation Readiness untuk sektor energy & mining, PJB meraih nilai tertinggi di antara 120 perusahaan yang berpartisipasi pada gelaran ini.

BPWC Mendukung Kaum Difabel

 

Hari Disabilitas Internasional diperingati oleh Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat ( KBB ) di Lembang. Acara dimeriahkan kurang lebih 150 anak disabilitas dari SLB dan yayasan disabilitas se KKB. Selain itu hadir juga anak-anak dari sekolah umum. Mereka berbaur penuh kegembiraan tanpa ada pembedaan atau diskriminasi.

Berbagai unjuk kebolehan ditampilkan oleh anak-anak berkebutuhan khusus pada acara yang digelar Kamis (6/12) itu. Diantaranya tarian daerah, menyanyikan lagu dan pembacaan ayat suci Al Quran dengan huruf Braile. Mereka tampil penuh percaya diri di hadapan Bupati KBB Aa Umbara dan Wakil Bupati KBB Sonya Fatmala.

Keberhasilan acara tak lepas dari dukungan berbagi pihak. PJB BPWC menjadi salah satu pendukung bersama beberapa perusahaan lain di wilayah KBB.

Bupati menyampaikan apresiasi kepada perusahaan yang ikut berpartisipasi dalam Hari Disabilitas Internasional. CSR perusahaan di KBB diharapkan dapat membantu anak-anak yang memiliki keterbatasan, agar dapat setara dan berprestasi seperti anak-anak pada umumnya.(azz)

Green Synergy for Better Nature

 

Pada era global seperti saat ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi semakin pesat sehingga perubahan demi perubahan berimplikasi salah satunya pada bidang ketenagalistrikan. Perubahan yang terjadi mengubah dan memperbaiki regulasi serta prinsip-prinsip industri hingga prinsip dasar niaga. Sejak globalisasi menjadi perhatian, kompetisi menjadi ajang yang harus dijalani oleh perusahaan manapun. Masing-masing akan berusaha menjalin komunikasi yang baik dengan stakeholdernya. Untuk merealisasikan tujuan perusahaan dan mendukung falsafah perusahaan diperlukan komunikasi yang baik antara perusahaan dengan pemerintah selaku salah satu stakeholder. Hal inilah yang saat ini sedang dilakukan oleh PT PJB selaku salah satu perusahaan yang memiliki peran penting bagi industri kelistrikan.

Bertempat di bilangan Palagan, Yogyakarta, PT PJB kantor pusat bersama insan PJB unit dari bidang lingkungan berkumpul bersama stakeholdernya dari pemerintah di bidang lingkungan untuk saling mengenal satu sama lain dan melakukan workshop bersama tentang bagaimana pengelolaan lingkungan yang ideal dan memberikan manfaat untuk dapat diimplementasikan oleh PJB di unit kerjanya. Pada sambutannya (4/12), Ajrun Karim, Kadiv LK3-2 menyampaikan bahwa keberhasilan PJB dalam pengelolaan lingkungan sehingga berhasil dalam meraih PROPER EMAS di tahun 2017 lalu tak lepas dari kerja keras seluruh insan PJB dan tentunya bimbingan dan arahan dari dinas-dinas lingkungan terkait.

Direktur Utama PJB, Iwan Agung Firstantara, pada sambutannya (5/12) mengatakan bahwa trend transformasi bisnis global ketenagalistrikan ke depan akan mengupayakan (1) Decarbonization berupa pemakaian energi seefisien mungkin, generator listrik tanpa emisi karbon, dan masyarakat akan berpindah ke pemakaian transportasi tanpa emisi (contoh mobil listrik).
(2) Decentralization dimana “generation akan follow demand”. Ke depan masyarakat akan mampu memproduksi listriknya sendiri k(contohnya dengan penggunaan solar panel) bahkan menyuplai ke produsen. Dengan bantuan (3) Technology maka sistem akan mengatur bagaimana solar panel tadi dan pembangkit dapat sinkron dan memenuhi kebutuhan listrik tiap-tiap konsumen.

Bapak Iwan memaparkan bagaimana perkembang industri listrik saat ini. Secara kapasitas di tahun 2015 masih banyak daerah yang kekurangan pasokan. Di tahun 2017 rasio elektrifikasi nasional naik sebesar 95,35%, dan data terakhir di 2018 sebesar 97,5%. Artinya di seluruh pelosok Indonesia saat ini telah menjawab terjaminnya pasokan listrik. Namun hal ini juga memerlukan dana yang besar (investasi) sebesar 802,58 T.

Bapak Iwan juga sempat menyinggung sedikit tentang rencana PJB saat ini yang akan mengembangkan floating PV sebesar 200WM yang berlokasi di atas waduk Cirata, dan untuk itu beliau menyampaikan kepada rekan-rekan dinas lingkungan agar dapat membantu dalam hal aturan yang berlaku sehingga tidak mengganggu biota atau pun lingkungan di bawah air karena PJB selaku pelaku industri memiiki kewajiban dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Moh. Anis ,Kadiv LK3-1 juga menambahkan terkait izin by product Fly ash atau sebagai produk samping di Unit Pembangkitan Paiton yang dapat digunakan untuk bahan campuran beton dan produk turunannya. Saat ini PJB sedang Dalam proses pengajuan izin ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Banyak manfaat yg didapat dengan diakuinya fly ash sbg by product diantaranya adalah kemudahan dalam hal transportasi, distribusi dan pemasarannya. Di samping itu juga menambah nilai ekonomisnya.
PJB berharap kepada para pemangku kepentingan untuk terus menduking PJB dapat terus comply terhadap peraturan yang berlaku.

Penandatanganan Kontrak AMC PLTU Tenayan

 

Pengelolaan operasi dan pemeliharaan PLTU Tenayan memasuki tahap baru. PJB secara resmi telah berperan sebagai asset manager pada pembangkit milik PLN berkapasitas 2×100 MW itu. Perjanjian Asset Management Contract (AMC) PLTU yang berada di Riau tersebut telah ditandatangani di Surabaya pada Senin (3/12) pagi. Acara dihadiri Executive Vice President Pengembangan PLN Regional Sumatera Budi Pangestu, Bambang Iswanto selaku GM PLN UIK Sumatera Utara, dan jajaran direksi serta senior leader PJB.

Untuk menambah keberkahan kerjasama yang dilakukan, penandatangan AMC juga diisi dengan santunan bagi anak yatim. Santunan diberikan kepada 50 anak yatim dari yayasan Karimah Surabaya. Mereka mendapatkan uang saku serta alat sekolah.

Kontrak AMC dilakukan untuk meningkatkan kinerja unit, kecepatan pengambilan keputusan, serta efektifitas pengelolaan O&M PLTU Tenayan. Penambahan peran sebagai asset manager, membuat PJB memiliki kendali penuh pada beberapa lingkup pekerjaan, seperti pengelolaan program O&M, energi primer, material persediaan dan lingkungan & K3.

Kebijakan strategis dan pengadaan energi primer menjadi ranah PLN selaku asset owner PLTU Tenayan. Sementara PJB bertanggung jawab pada optimalisasi biaya, risiko serta kinerjanya. Sedangkan operasi dan pemeliharaan (O&M) PLTU Tenayan diserahkan kepada PJBS selaku asset operator. Terdapat kontrak kinerja antara PLN dengan PJB dan kontrak jasa O&M antara PJB dengan PJBS dalam skema AMC ini.

PLTU Tidore, Pembangkit Harapan dari Timur

 

Pembangkit paling timur yang saat ini dikelola PJB adalah PLTU Tidore. Sejak dioperasikan pada 2016, pembangkit berkapasitas 2×7 MW ini memegang peranan penting dalam sistem kelistrikan Maluku Utara, khususnya di Pulau Ternate dan Tidore. Sekitar 35 persen beban puncak disangga oleh PLTU yang menggunakan batu bara berkalori rendah ini. Pemadaman bergilir dapat dihindari, biaya pokok produksi pun turun signifikan. Minggu ini, tim Parenting PJB memulai debut pertamanya di sana untuk memastikan PLTU Tidore dapat terus menerangi masyarakat.

Maluku Utara terbentuk menjadi provinsi baru setelah memisahkan dari Provinsi Maluku pada 4 Oktober 1999. Maluku Utara terdiri atas 1.474 pulau dengan Halmahera sebagai pulau terbesar. Kendati demikian, Pulau Ternate dan Tidore menjadi kota dengan kepadatan penduduk tertinggi. Hal ini tidak terlepas dari nama besar Kesultanan Ternate dan Tidore yang sejak abad ke-15 telah menjelma menjadi pusat kebudayaan nusantara dan aktif berkiprah dalam mengusir penjajah. Ketersediaan tenaga listrik di kedua pulau ini pun menjadi komitmen utama PLN.

Kondisi geografis kepulauan ini cukup menyulitkan dalam membangun sistem interkoneksi. Pembangkit listrik yang ada di sana bersifat mandiri di masing-masing pulau. Sampai tahun 2016, PLN mengelola 259 Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) berbahan bakar minyak yang mahal biaya operasinya. PLTU Tidore tercatat sebagai pembangkit batu bara pertama di regional Maluku dan Papua. Keberadaanya menjadi sangat strategis untuk mewujudkan energi listrik dengan harga yang kompetitif.

PLTU Tidore dibangun oleh konsorsium Shandong Machinery I&E Group Corporation dan PT Rekadaya Elektrika (anak perusahaan PJB) sebagai bagian proyek FTP tahap 1. Dengan total investasi sekitar Rp 283 Miliar, Tingkat Konsumsi Dalam Negeri (TKDN) PLTU Tidore dinilai cukup tinggi, yaitu sekitar 68%. Boiler, trafo, dan sebagian besar peralatan bantu pembangkit, merupakan karya anak bangsa.

Program Parenting merupakan salah satu bentuk komitmen PJB dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan di Indonesia timur. Mulai hari Minggu (25/11), sepuluh kader terbaik PJB dikirim ke pembangkit yang pada gelaran Lomba Karya Inovasi PLN 2018 menyabet juara 2 tingkat nasional tersebut.

Team Leader Eka Setiawan Seputro menjelaskan, masing-masing anggota tim berpengalaman dalam implementasi Manajemen Aset. “Sebagian besar kami ambilkan dari Supervisor Senior unit existing dengan pengalaman kerja minimal delapan tahun. Disamping melakukan pendampingan teknis, mereka diharapkan juga dapat menangkap permasalahan yang bersifat manusia dan organisasi,” papar Eka.

Perjalanan menuju PLTU Tidore cukup menjadi petualangan tersendiri bagi tim. Waktu tempuh pesawat ke Ternate sekitar 3,5 jam dari Jakarta. Setelah mendarat di Bandara Sultan Babullah, tim bergerak ke Pelabuhan Bastiong. Untunglah Pulau Ternate tidak terlalu besar, tidak sampai setengah jam, tim sudah sampai di pelabuhan. Apabila tidak dijemput, pengunjung bisa naik ojek dengan tarif Rp 50 ribu atau “taksi” plat hitam dengan membayar Rp 150 ribu untuk semua tujuan di Ternate. Namun perlu dicatat, sistem transportasi online belum tersedia di sana.

Jarak Pulau Ternate dan Tidore sekitar 4,5 km, sedikit lebih dekat dibandingkan Surabaya-Madura. Namun karena perjalanan menggunakan speedboat, dalam waktu 10 menit sudah sampai ke Pelabuhan Tidore. PLTU berlokasi sekitar 850 m dari pelabuhan. Tarif speedboat per orang adalah Rp 10 ribu. Namun jika tidak sabar menunggu penumpang penuh, tiket bisa dibeli borongan Rp 150 ribu per kapal.

Operator speedboat maupun ojek menjadi pilihan pekerjaan yang banyak diminati warga Tidore disamping berkebun dan nelayan. Kehadiran PLTU Tidore pun disambut antusias oleh masyarakat setempat karena menjanjikan pekerjaan baru yang lebih pasti. Dari seluruh karyawan PLTU, 73 persen diantaranya adalah warga lokal.

“Profesi saya sebelumnya adalah nelayan. Disamping tidak bisa tiap hari pulang, risiko keselamatan sangat tinggi. Saya sangat bahagia bisa bekerja di PLTU Tidore,” ujar salah satu karyawan yang enggan disebutkan namanya.

Manajer PLTU Tidore Aji Rismawanto menjelaskan kinerja PLTU cukup menggembirakan. Angka ketersediaan (EAF) meningkat dari waktu ke waktu. Net Plant Heat Rate (NPHR) juga terus menunjukkan trend penurunan. NPHR menunjukan berapa jumlah energi bahan bakar yang dikonsumsi untuk memproduksi 1 kWh energi listrik. NPHR PLTU Tidore terakhir di kisaran 4500 kCal/kWh. Angka ini cukup baik untuk ukuran pembangkit yang menggunakan teknologi stoker boiler. Atas keberhasilan tersebut, PLN Sektor Maluku memberikan penghargaan kepada PLTU Tidore sebagai unit dengan kinerja terbaik pada semester 1.

Alumni Teknik Mesin Universitas Diponegoro tersebut berharap Program Parenting dapat membantu PLTU Tidore untuk mempertahankan performanya. “Saya tidak ingin keberhasilan PLTU Tidore hanya bersifat kebetulan. Para mentor diharapkan dapat memberi masukan atas penerapan proses bisnis yang kurang sempurna sehingga kesuksesan dapat sustain, selaras antara proses dan hasil,” tandas Aji.

Program Parenting dimulai dengan proses observasi. Selepas opening meeting, tim mentor langsung menyebar ke setiap pemilik proses. Mereka mengikuti aktivitas keseharian karyawan PLTU Tidore, mengamati cara kerja mereka dan berdiskusi jika diperlukan. Pengamatan ini harus dilakukan secara bijak agar tidak mengganggu pekerjaan. Agar kompetitif, organisasi PLTU Tidore memang didesain lebih ramping dibanding pembangkit besar di Jawa. Sejam saja mereka terganggu bekerja, akan sangat berpengaruh ke produktivitas. Gap yang ditemukan selama observasi dibahas dalam tim untuk dirumuskan metode pendampingan yang sesuai.

“Apabila gap cukup kecil, pendampingan cukup dengan diskusi. Namun jika ada permasalahan pada aspek filosofi, kami akan membuka sesi kelas,” jelas Eka yang sehari-harinya menjabat Manajer O&M PT PJB Services.

Beberapa kelas pendampingan akhirnya dibuka untuk lebih mempertajam pemahaman filosofi. Suasana cair dan bersahabat nampak dalam in class training berformat lesehan. Meski awalnya lebih karena keterbatasan ruang, metode tersebut ternyata membuat proses pembelajaran lebih efektif.

Parenting tahap pertama berakhir Jumat (30/11) kemarin. Saat closing meeting disampaikan rekomendasi yang harus dilaksanakan PLTU Tidore sampai periode kunjungan berikutnya. Eka, yang baru saja menamatkan tugas belajar S2 di Teknik Mesin ITS, menjelaskan, hal prinsip yang membedakan Program Parenting dan pelatihan pada umumnya adalah pada komitmen pasca program. Tiga bulan selepas kunjungan kali ini, tim lain akan diterjukan untuk memotret tindak lanjut. Selanjutnya akan disusun pendampingan lanjutan untuk meningkatkan kinerja PLTU Tidore secara kontinyu. Progam Parenting minggu depan akan berlanjut ke PLTU Pacitan, PLTMG Arun, dan PLTU Kendari. Keseluruhan program ini didedikasikan PJB untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. (qom)