Hubungi kami melalui info@ptpjb.com atau +62318283180
LOGO PJB

Our Contacts

Jl. Ketintang Baru No. 11 Surabaya

info@ptpjb.com

+6231 8283180

Mengukir Kenangan dengan Tanaman Langka

 

Unit Pembangkitan (UP) Cirata punya cara lain untuk melepas karyawan yang memasuki masa purna tugas. Selain berbagi pesan, kesan dan kebersamaan, ada sisi kepedulian lingkungan yang diselipkan dalam acara itu. Para karyawan purna tugas diberi kesempatan menanam pohon langka di halaman UP Cirata.

Pohon yang ditanam menambah keanekaragaman hayati serta kesejukan di area perusahaan. Disamping itu juga menjadi penanda sekaligus kenangan dari karyawan purna karya kepada lingkungan tempat mengabdi selama ini. Mereka tidak hanya meninggalkan karya dan bakti, namun juga sesuatu yang hidup dan bermanfaat bagi generasi selanjutnya.

Pada Triwulan I tahun 2019 ini setidaknya terdapat empat karyawan UP Cirata yang memasuki masa purna karya. Mereka adalah Abdul Rachman (Manajer Operasi), Rachmatulloh (Operator Control Room PLTA B), Engkus Koswara (Officer Keamanan) dan Mohammad Arif (Senior Engineer II Enjiniring &QA). General Manager UP Cirata Muhammad Munir memimpin langsung acara pelepasan bagi ke empat purna karya tersebut pada Selasa (29/1) yang dihadiri oleh seluruh karyawan.

Beberapa jenis bibit pohon langka ditanam pada kesempatan tersebut. Diantaranya Jeruk Nagami (Fortunella Margarita), Mangga Irwin (Magnifera Indica), Jamlang Putih (Syzgium Cumini), Kupa Landak (Sysigium Caulifora) dan Lobi Lobi (Flacourtia Inermis). Aneka pohon ini selain buahnya dapat dikonsumsi juga memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan. Dari literatur yang ada, tanaman itu dipercaya dapat mengobati bronkitis, radang tenggorokan, gangguan limpa, diabetes melitus, anemia, sembelit, disentri, diare, asma, mencegah kanker, mencegah penyakit jantung, meningkatkan daya ingat, dan lainnya.

Momen berkumpul seluruh karyawan saat pelepsan purna karya juga dimanfaatkan oleh jajaran manajemen untuk menyampaikan informasi terkait Fokus Perusahaan di tahun 2019 dan Refresh tentang Code of Conduct PT PJB. (raw)

Pelatihan Kedisiplinan dan Wawasan Kebangsaan

 

Kedisiplinan, loyalitas, dan tanggung jawab menjadi kunci utama kesuksesan dalam sebuah organisasi. Dalam era globalisasi yang semakin ketat, kemampuan dan ketahanan fisik turut menjadi faktor pendukung dalam menciptakan produktivitas sumberdaya manusia. Untuk menunjang hal tersebut PT PJB UBJOM PLTU Tenayan berkolaborasi dengan PT MKP PLTU Tenayan dan TNI AD mengadakan pelatihan Kedisiplinan dan Wawasan Kebangsaan bagi para calon karyawan PT MKP. Pelatihan dilaksanakan sehari pada Selasa (22/1) di lingkungan sekitar PLTU Tenayan dengan memanfaatkan kondisi medan berupa perkebunan, bukit, dan rawa.

Kegiatan pelatihan meliputi latihan fisik seperti baris-berbaris, lari ketahanan, merayap taktis, dan lintas rawa. Ada juga briefing pemahaman organisasi dan budaya perusahaan, serta materi wawasan kebangsaan nasionalisme. Selain melatih ketahan fisik, kegiatan ini juga melatih jiwa korsa dan pantang menyerah para peserta. Mereka diharapkan menjadi pribadi yang kuat fisik maupun mentalnya serta berdedikasi tinggi dalam mengabdi di perusahaan.

Riang dan gembira dirasakan oleh para peserta. Tidak ada bersedih maupun merasa tertekan. Mereka menyadari kegiatan tersebut sangat bermanfaat sebagai bekal dalam bekerja kelak. Pelatihan berjalan tertib dan lancar meski dilakukan di tengah terik matahari serta medan yang cukup berat dan masih banyak binatang liarnya. Para pelatih dari TNI AD mengawasi dengan ketat pelatihan ini.

Kegiatan di akhiri dengan apel bersama dan sambutan dari GM PT PJB UBJOM PLTU Tenayan Wasito. Apel dihadiri oleh Koordinator PT MKP PLTU Tenayan, Para Pelatih dari TNI AD dan Satuan Pengamanan serta calon pegawai PT MKP. Wasito mengharapkan agar calon pegawai PT MKP yang notabene merupakan cucu perusahaan PT PJB harus memiliki semangat kerja yang sama tinggi nya dengan PT PJB. Mereka harus punya sikap pantang menyerah, disiplin, dan loyal dalam bersama-sama mensuskseskan visi dan misi perusahaan khususnya dalam operasional pembangkit.

PLTU Tenayan merupakan objek vital nasional, seluruh karyawannya, termasuk PT MKP harus mentaati semua aturan yang ditetapkan oleh manjemenen PJB khususnya dalam hal keselamatan dan kesehatan kerja. Karyawan harus memahami tugas dan tanggungjawabnya sesuai Instruksi kerja dan prosedur yang berlaku.

“Jangan sungkan berdiskusi dan bertanya kepada senior jika tidak tahu, sebagai calon pegawai baru, serap ilmunya dan perbanyak belajar untuk meningkatkan kompetensi, jadilah pribadi yang kuat” tegas wasito.

Suksesnya kegiatan pelatihan merupakan hasil kolaborasi yang kompak antara PT PJB dengan PT MKP serta TNI AD dalam mengasilkan sumber daya manusia yang kompoten. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Tugas operasional di pembangkit merupakan tugas berat sehingga sumber daya manusia yang terpilih harus benar-benar terampil dan mampu bekerja profesional. Kemampuan ini diperlukan untuk mewujudkan kinerja PLTU Tenayan Excellent yang go green, go safety, go reliability and effisiensi. (dim)

Jumat Barokah di Tenayan

 

UBJOM Tenayan mengadakan kegiatan sosial Jumat Barokah bagi warga kurang mampu di Kelurahan Industri Tenayan Jumat (18/1). Kegiatan ini melibatkan Polresta Pekanbaru, Polsek Tenayan Raya, Jajaran TNI, Universitas Islam Riau, dan aparat pemerintahan. Warga Ring 1 PLTU Tenayan menjadi sasaran aksi sosial tersebut.

Acara dihadiri oleh Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto S.IK, SH, MH, Kapolsek Tenayan Raya Kompol M. Hanafi, Rektor Universitas Islam Riau, dan GM PT PJB UBJOM Tenayan Wasito. Selain itu hadir juga jajaran TNI, Lurah Kelurahan Industri Tenayan, Kepala Puskesmas Rejosari, serta 100 warga ring 1 PLTU Tenayan.

Jumat Barokah diisi dengan sejumlah kegiatan, diantaranya pembagian sembako, pemberian uang santunan, dan penyuluhan kesehatan oleh Kepala Puskesmas Rejosari. Selain itu diselipkan juga kegiatan hearing program Empowerment CSR oleh PT PJB UBJOM Tenayan, dan Bakti Kesehatan oleh Tim Medis Polresta Pekanbaru bekerjasama dengan Puskesmas Rejosari.

Santunan berupa uang pembinaan sosial diberikan kepada warga yang masuk dalam kategori ekonomi rentan. Bu Dayang (50 tahun) dan Pak Syafei (64 tahun) menjadi warga Kelurahan Industri Tenayan yang menerima santunan ini.

Dayang seorang janda beranak tiga anak yang bekerja sebagi pembantu dengan penghasilan tak tentu. Ia tinggal di rumah usang tak layak yang mengandalkan air tadah hujan untuk memenuhi kebutuhan MCK nya. Sedangkan Syafei kepala keluarga dengan seorang istri dan dua anak. Mereka tinggal di rumah sewaan dengan dinding papan yang mulai melapuk. Syafei bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Polresta Pekanbaru mengapresiasi manajemen UBJOM Tenayan yang telah mendukung penuh acara Jumat Berokah. Kombes Pol Susanto juga menyampaikan bahwa keberadaan PLTU Tenayan merupakan Objek Vital Nasional yang harus sama-sama dijaga mengingat peran pentingnya dalam memenuhi pasokan lisayrik di Pulau Sumatera, khususnya Provinsi Riau. Ia berpesan agar hadirin menjaga kamtibmas terutama dalam masa Pemilu yang akan datang.

Sementara itu GM PT PJB UBJOM Tenayan Wasito menyampaikan rasa bangganya terhadap seluruh stakeholder yang telah berpartisipasi saling membantu dalam kegiatan Jumat Barokah. Hal ini menjadi wujud keberhasilan manajemen stakeholder UBJOM Tenayan dalam merangkai sinergitas perusahaan dengan TNI, POLRI, Pemerintah Kota serta masyarakat sekitar PLTU Tenayan.

Warga begitu antusias mengikuti kegiatan Jumat Barokah. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung terciptanya kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif bagi kelancaran kegiatan operasional PLTU Tenayan. (jun)

Tantangan Sebagai Industri Leader

 

Kerja keras PJB selama sepuluh tahun terakhir untuk memperbaiki kinerja proses maupun hasil melalui assessment Baldrige Excellence Criteria perlahan namun pasti membuahkan hasil yang manis. Sejak keikutsertaan pertama di tahun 2008 banyak sudah improvement yang dilakukan PJB berdasarkan feedback assessment. Sejumlah penghargaan dari dalam maupun luar negeri juga berhasil diraih sebagai impak perbaikan berkelanjutan yang dilakukan PJB.

Perjalanan PJB dalam assessment Baldrige Excellence Criteria saat ini telah menempatkan PJB pada Band Industry Leader. Band ini diraih PJB dari hasil assessment tahun 2018 yang dikeluarkan pada Desember lalu. Capaian ini juga mengukuhkan PJB sebagai perusahaan pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mencapai Band Industry Leader Baldrige Excellence Criteria.

Executive Director Indonesia Quality Award Foundation Tumpal Siregar, MBA menyatakan rasa bangganya bisa turut berkontribusi dalam kemajuan PJB. Pernyataan ini disampaikan saat penyerahan piagam hasil assessment di Kantor Pusat PJB Surabaya pada Selasa (15/1) lalu. Ia selama ini terlibat langsung melakukan assessmen di PJB, termasuk assessemen tahun 2018 yang dilakukan pada tanggal 3-7 Desember 2018. “Semua ini tak lepas dari kesungguhan bapak ibu semua, komitmen direksi, dan komitmen para senior leader. Saya merasa bekerja dengan champion team,”katanya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa untuk dapat masuk ke band Industri Leader persyaratannya ketat dan tidak semata skor. Perusahaan itu memiliki sesuatu yang berbeda dengan perusahaan umumnya dan perbedaannya dapat dirasakan oleh orang yang berkunjung. Tumpal bersama Tim Examiner merasakan perbedaan dalam kunjungan terakhir ke PJB dibandingkan dengan kunjungan sebelumnya. Ia melihat ada yang khas dari PJB dalam menyikapi hasil assessment. Feedback yang diberikan Tim Examiner disebarkan kepada penanggung jawab dan pelaku. Kemudian mereka membuat perencanaan bersama sehingga ada rasa memiliki.

Perusahaan pada band industry leader harus mencerminkan kata leader baik di kantor pusat maupun unitnya. PJB harus menjaga apa yang telah dicapai dan berupaya untuk meningkatkannya. Dengan posisi ini akan banyak perusahaan yang datang untuk melakukan bench mark. Tumpal mengingatkan agar PJB jangan sampai terlena. “Jaga kondisi saat ini, minimal tidak turun. Harus dijaga agar orang bisa terus melihat keleaderan PJB. Kami ucapkan selamat, pertahankan dan tingkatkan di hari-hari mendatang,” pungkas Tumpal.

Baldrige Excellence Criteria (BEC) dikenal sebagai alat ukur kinerja organisasional pada organisasi profit dan non-profit dengan standar Amerika. Hingga kini BEC telah diterapkan di lebih dari 80 negara. Indonesian Quality Award Foundation (IQAF) merupakan institusi pemegang lisensi dari Baldrige Perfomance Excelence Program, National Institute of Standard and Technology (NIST), US Department of Commerce untuk menggunakan BEC dan memberikan peringkat kepada perusahaan dan lembaga non-profit di Indonesia.

Perjalanan keikutsertaan PJB dalam assessmen BEC dimulai sejak tahun 2008 dengan meraih skor 396 atau masuk band Early Improvement. Pada tahun 2009 skor naik menjadi 437 dan masih tetap pada band yang sama. Tahun 2010 skor 497 berhasil diraih dan menempatkan PJB pada band Good Performance. Band ini bertahan selama dua tahun dengan skor 565 di tahun 2011.

Selanjutnya di tahun 2012 PJB berpindah band pada tataran Emerging Industry Leader dengan skor 586. Enam tahun PJB bertahan pada band ini dengan skor 600 di tahun 2013, skor 617 tahun 2014, skor 644 pada tahun 2015, dan skor 651 di tahun 2017. Tahun 2016 PJB absen dari assessment karena berkonsentrasi pada proses transformasi perusahaan. Hasil assessmen tahun 2018 dengan skor 679 menempatkan PJB dalam band Industry Leader.

Penguatan Karakter Pekerja Pembangkitan

 

Pusat Latihan Tempur Marinir di Baluran menjadi kawah candradimuka bagi karyawan PJB level supervisor yang bekerja di unit pembangkit. Selama seminggu mereka digembleng oleh pelatih dari Komando Pendidikan Marinir Satuan Demonstrasi Latih (KODIKMAR) Surabaya. Gemblengan ini bertujuan untuk menguatkan beberapa karakter yang dibutuhkan sebagai pekerja lapangan pembangkitan. Diantaranya disiplin dalam bertugas, rasa tanggung jawab, dan kebersamaan sebagai team work.

Pengokohan karakter dilakukan bagi sekitar 250 karyawan yang menduduki jabatan supervisor di bidang K3, operasi dan pemeliharaan. Mereka merupakan salah satu ujung tombak yang bertanggung jawab dalam kehandalan dan keselamatan operasional pembangkit. Pendidikan dan latihan bagi mereka dibagi dalam empat gelombang. Periode pertama dilakukan pada 7 hingga 12 Januari 2019 lalu dengan 54 orang peserta.

Pelatihan di lapangan menjadi porsi terbesar selama pendidikan dan pelatihan. Peserta dilatih semi militer di lapangan menggunakan fasilitas latihan di Pusat Latihan Tempur Marinir – Baluran yang berlokasi di Kabupaten Situbondo. Selain itu ada juga materi kelas dengan porsi sekitar 15% dari keseluruhan diklat. Pada sesi ini ada penyampaian materi internal PJB yang dibawakan oleh direksi dan senior leader PJB. Pada bath pertama materi disampaikan oleh Direktur Operasi 2 PT PJB Miftahul Jannah dan GM PT PJB Academy Kasbullah Subekti.

Peringatan Bulan K3 Nasional 2019 : PJB Gelar Berbagai Lomba Antar Unit

 

Probolinggo, 14 Januari 2019 – Memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2019, PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) kembali menggelarberbagai Lomba K3 dan kegiatan lainnya. Lomba berlangsung selama satu bulan lebih, mulai 14 Januari 2019 hingga 18 Pebruari 2019. Lomba melibatan anak perusahaan dan seluruh unit PJB yang tersebar di berbaga daerah di Indonesia.
Adapun jenis lomba yang digelar meliputi;
• Lomba Penggunaan APAR antara General Manager (GM) Unit dan Senior Leader.
• Lomba Fire & Rescue dengan tantangan confined space dan vertical rescue. Lomba Simulasi Tanggap Darurat dengan tantangan pemadaman kebakaran di hazardous area (coal handling, gas station).
• Lomba Implementasi 5S.
• Lomba Media Kreatif dengan tema Keterbukaan Komunikasi K3 atau Human Performance K3.
• Lomba Safety Creative Campaign melalui kampanye video di media sosial.
• Lomba Ide Kreatif Safety.
• Lomba Index Cleaness Coal Handling Facility.
“Peringatan Bulan K3 merupakan kegiatan rutin yang kita selenggarakan setiap tahun, dalam upaya membudayakan K3 dalam setiap aktivitas, sekaligus mendukung program pemerintah mewujudkan Kemandirian Masyarakat Indonesia Berbudaya K3 Tahun 2020,” kata Direktur Utama PJB, Iwan Agung Firstantara, ketika membuka peringatan Bukan K3 tahun 2019 di PT PJB Unit Pembangkitan Paiton, Senin, 14 januari 2019.
Thema nasional yang diangkat tahun 2019 adalah “Wujudkan Kemandirian Masyarakat Indonesia Berbudaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk Mendukung Stabilitas Ekonomi Nasional.” Budaya K3 diyakini mampu menjamin stabilitas usaha dalammendukung pertumbuhan ekonomi Nasional. Sementara PJB mengambil sub thema, “Dengan Semangat Bulan K3 Nasional Mewujudkan PT PJB Menuju Perusahaan Berbudaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk Mendukung Stabilitas Nasional”. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran dan ketaatan pemenuhan norma K3, serta kesiapsiagaan seluruh insan PT PJB dalam mengendalikan, mencegah dan menghadapi setiap risiko kegiatan perusahaan yang berdampak terhadap K3.
Menurut Iwan Agung, K3 merupakan salah satu aspek perlindungan ketenagakerjaan dan menjadi hak dasar dari setiap tenaga kerja yang ruang lingkupnya telah berkembang sampai kepada keselamatan dan kesehatan masyarakat secara nasional. Oleh karena itu dalam kondisi apapun K3 wajib untuk dilaksanakan sesuai dengan peraturan dan standar baik nasional maupun internasional.
Menyadari hal itu, PJB secara terus menerus melakukan upaya peningkatan K3 melalui berbagai pendekatan, baik secara teknis dan kesisteman, serta menjadikan K3 sebagai budaya. Diataranya, mengimplementasikan Sistem Manajemen K3 (SMK3)di semua unit, Permit To Work (PTW) yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Terpadu ELLIPSE dan MAXIMO, aplikasi zero accident assistant (IZAT), peningkatan kompetensi SDM, dan sebagainya. Berbagai penghargaan di bidang K3 pun berhasil diperoleh, termasuk delapan Sertifikat Emas SMK3 dari Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia dan Zero Accident Award. Sertifikat Emas SMK3 diberikan kepada Unit Pembangkitan (UP Paiton), UP Cirata, UP Muara Tawar, Badan Pengelola Waduk Cirata (BPWC), Unit Bisnis Jasa Operation and Maintenance (UBJOM)Paiton, UBJOM Indramayu, UBJOM Arun, dan UBJOM Tenayan. Bahkan UBJOM Indramayu ditetapkan sebagai percontohan dalam hal K3 dan Lingkungan (K3L) di lingkungan PT PLN (Persero).
Kendati demikian, Iwan Agung mengingatkan kepada seluruh insan PJB untuk tidak lengah, karena kelengahan bisa berakibat fatal. Sesuai dengan kaidah K3, sesuatu yang kelihatan sangat sepele, apabila diabaikan bisa menimbulkan petaka besar yang sangat merugikan perusahaan dan berujung pada penyesalan.
“Kami berharap penerapan K3 tidak hanya dilakukan ditempat kerja, tapi secara otomatis tanpa kita sadari sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dimanapun kita berada. Karena pada hakekatnya masalah K3 bukan sekedar pemenuhan terhadap ketentuan perundangan, melainkan sebagai tanggung jawab moral untuk menjaga keselamatan sesama manusia. K3 juga bukan sekedar program yang dijalankan perusahaan, tetapi sebagi cerminan dari budaya dalam organisasi. Semoga insan PJB dapat menjadi pelopor budaya K3, baik di lingkungan kerja, maupun di tengah-tengah masyarakat. “Jangan meninggalkan kebiasaan aman di tempat kerja, bawa ia ke rumah,” kata Iwan Agung.
Di akhir acara manajemen juga sempat memberikan santunan kepada sejumlah anak yatim yang diberikan langsung oleh Direksi.

PROPER EMAS
Sementara di bidang lingkungan hidup, PJB melalui UP Paiton dua tahun berturut-turut (2017 dan 2018) memperoleh PROPER Emas, penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup. Selain itu, PJB juga mendapatkan lima PROPER Hijau, masing-masing diberikan kepada UP Muara Karang, UP Gresik, UBJOM Rembang, dan UBJOM Paiton, serta pernghargaan PROPER Biru untuk UP Muara Tawar dan UBJOM Indramayu.
Menurut Iwan Agung, UP Paiton memperoleh PROPER Emas atas keberhasiloannya mensinergikan antara pembangkit, masyarakat dan alam. Terumbu karang yang hanya sekitar 750 meter dari bibir pantai PLTU tetap terawat dan menjadi destinasi wisata baru yang menjadi tambahan pendapatan bagi masyarakat Desa Binor, Kecamatan Paiton, dan sekitarnya. Upaya pemberdayaan dan edukasi yang dilakukan PJB UP Paiton telah menjadi budaya baru di lingkungan masyarakat. Salah satunya, nelayan telah menggunakan metode baru yang lebih ramah lingkungan, sehingga dapat menjamin keberlangsungan populasi ikan dan kelestarian keankeragaman hayati laut.
PROPER Emas menjadi penghargaan tertinggi dari penilaian sebagai bukti upaya berkelanjutan perusahaan dalam bidang lingkungan, melakukan inovasi dalam aspek pemberdayaan sumber daya serta pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, yang artinya perusahaan telah menerapkan pengelolaan lingkungan secara menyeluruh dan berkesinambungan.Sementara untuk PROPER Hijau menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya taat, tetapi melebihi ketaataan terhadap peraturan perundangan baik dalam hal penerapan sistem manajemen lingkungan, efisiensi energi, pengurangan dan pemanfaatan limbah B3, penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, recyle) limbah padat non B3, pengurangan pencemaran udara dan emisi gas rumah kaca, efisiensi air dan penurunan beban pencemaran air, perlindungan keanekaragaman hayati, serta pemberdayaan masyarakat.(*)

 

Menteri ESDM Apresiasi Terobosan PLTU Paiton

 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan mengapresiasi terobosan yang dilakukan PT PJB Unit Pembangkitan (UP) Paiton hingga menjadikan PLTU Paiton unit 1 dan 2 yang dikelolanya efisien dan ramah lingkungan. Itu sebabnya, dalam kunjungannya ke Jawa Timur, Selasa (8/1), Ignatius Jonan menyempatkan diri untuk berkunjung ke Paiton.

“Saya bangga dengan PJB UP Paiton yang banyak melakukan improvement, karenanya saya datang kemari,” kata Ignatius Jonan.

Dalam kesempatan itu, Direktur Operasi 1 PT PJB, Sugiyanto memaparkan bahwa PLTU Paiton berkapasitas 2 x 400 MW didesain dengan bahan bakar batubara kalori tinggi, 6.300 kcal/kg yang didatangkan dari Australia. Tahun 1995 ada larangan impor batubara, sehingga PLTU Paiton dioperasikan dengan kalori 5.300 kcal/kg.

Seiring perjalanan waktu, batubara dengan kalori di atas 5.000 kcal/kg semakin langka. PJB kemudian mulai melakukan modifikasi agar PLTU yang diresmikan Presiden Soeharto tahun 1994 dapat dioperasikan dengan batubara berkalori rendah. Modifikasi dilakukan terhadap beberapa bagian mesin, diantaranya mesin penggiling batu bara dan boiler.

Penurunan kalori batubata dilakukan secara bertahap. Hingga akhirnya sejak tahun 2017 hingga sekarang PLTU Paiton 1,2 dioperasikan dengan batubara kalori 4.500 kcal/kg.

“Apa tidak mengganggu keandalan pembangkit?” tanya Ignatius Jonan.
Sugiyanto secara tegas menyatakan bahwa perubahan konsumsi batubara dari kalori tinggi ke kalori rendah sama sekali tidak mengganggu keandalan unit pembangkit. Terbukti, EAF selalu berada pada kisaran 93 persen dan EFOR 1,33 persen, sehingga PLTU Paiton masuk dalam jajaran Top 10% Dunia. Begitu juga dengan emisi gas buang. Kandungan sulfur tidak lebih dari 3.00 Mg/M2, jauh lebih rendah dari baku mutu yang ditetapkan pemerintah (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) sebesar 750 Mg/M2.

“Penggantian konsumsi batu bara dari kalori tinggi ke kalori rendah tersebut juga menghemat anggaran hingga Rp 148,36 Miliar per tahun. Sementara dari sisi lingkungan hidup, PT PJB UP Paiton dua tahun berturut-turut berhasil memperoleh PROPER EMAS, penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” papar Sugiyanto.

Ignatius Jonan merasa bangga melihat keberhasilan PT PJB UP Paiton melakukan efisiensi energi dan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, serta berharap keberhasilan itu ditularkan ke pembangkit-pembangkit lain. Kendati demikian, menteri ESDM minta PT PJB UP Paiton untuk terus melakukan improvement, mengingat ketersediaan batu bara dengan kalori dan kandungan sulfur yang diinginkan tentu di masa mendatang akan semakin sulit didapatkan.

“Kandungan sulfur dalam batu bara tidak bisa diubah. Yang bisa diubah teknologinya agar dalam lima tahun ke depan kandungan sulfur dalam emisi gas buang terus ditekan, kalau bisa hingga di bawah 100 Mg/M2. Selain itu, saya berharap PT PJB memanfaatkan renewable energi,” tutur Ignatius Jonan.

Refleksi Akhir Tahun dan Temu Expert UP Cirata

 

Momentum akhir tahun 2018 dimanfaatkan UP Cirata untuk melakukan refleksi terhadap pencapaiannya selama setahun terlewat. Hasil evaluasi ini akan dijadikan sebagai bahan untuk melakukan perbaikan dan inovasi pada tahun berikutnya. Refleksi dilakukan di Welcome Building Cirata pada Senin (31/12) dan diikuti oleh jajaran manajemen beserta seluruh karyawan UP Cirata.

Penyampaian kaleidoskop dan prestasi UP Cirata selama tahun 2018 menandai kegiatan refleksi. Paparan dan arahan disampaikan oleh General Manager UP Cirata, Muhammad Munir dalam kesempatan ini.

Acara refleksi dirangkai dengan kegiatan ‘Sarasehan dan Temu Expert Cirata’. Sejumlah purna expert Cirata dihadirkan sebagai pembicara dalam sarasehan. Jajaran manajemen BPWC tak ketinggalan juga diundang untuk menghadiri acara penuh keakraban ini.

Para expert menceritakan tapak tilas PLTA Cirata, Bendungan Waduk Cirata dan lingkungan Cirata beserta perkembangannya. Selain itu disharingkan juga pengetahuan terkait pemeliharaan kontrol instrumen, listrik dan mesin. Karyawan terlihat sangat antusias mendengarkan paparan yang disampaikan. Tanya jawab mewarnai paparan tersebut.

Penandatangan komitmen menjadi puncak acara dalam kegiatan refleksi akhir tahun dan temu expert UP Cirata. Komitmen ini mengukuhkan jalinan kerja sama antara UP Cirata, BPWC dan Purna Expert. Tanda tangan dilakukan oleh GM UP Cirata Muhammad Munir, Kepala BPWC Wawan Darmawan dan Purna Expert yang diwakili oleh Bambang Suyoto, Hari Santoso serta Aman Solihin. (zrp)

Memberdayakan Kampung Okura

 

Kampung Okura di Kelurahan Tebing Tinggi Kecamatan Rumbai Pesisir terletak bersebelahan dengan PLTU Tenayan. Aliran Sungai Siak menjadi pembatas langsung antara Kampung Okura dengan PLTU. Sungai terdalam di Indonesia itu sekaligus menjadi sumber air utama bagi operasional PLTU Tenayan.

Kampung Okura memiliki beberapa potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Peternakan kambing merupakan salah satu diantaranya. Potensi ini kemudian dikembangkan oleh UBJOM Tenayan melalui program CSR. Pemberdayaan dilakukan dengan memberikan bantuan berupa 14 ekor kambing kepada Kelompok Ternak Okura yang diketuai oleh Hendra. Kambing jenis Randu berjumlah 12 betina dan 2 pejantan itu diharapkan bisa berkembang biak dan mendatangkan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kedepan program CSR hewan ternak di Okura akan dikembangkan menggunakan sistem agrosilvopastural. Sistem ini memadukan pemanfaatan lahan untuk peternakan, pertanian, dan perkebunan yang ramah lingkungan serta menjaga ekosistem. Melalui agrosilvopastura, selain melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat, didapat pula keuntungan tambahan berupa pelestarian lingkungan. Dengan konsep tersebut diharapkan warga Okura tidak hanya menggantungkan mata pencahariannya dari sektor nelayan saja.

Perbaikan infrastruktur di Kampung Okura juga mendapat perhatian dari UBJOM Tenayan. Salah satunya dengan merenovasi Musholla Al-Ihsan yang merupakan mushola pertama di Okura. Bangunan di tepi Sungai Siak itu telah menemani ibadah warga sejak sekitar 70 tahun yang lalu. Renovasi yang dilakukan diharapkan dapat melestarikan bangunan bersejarah tersebut sekaligus menambah semangat masyarakat dalam beribadah.

Manajemen dan Tim CSR UBJOM Tenayan memanfaatkan momentum akhir tahun 2018 dengan mengunjungi Kampung Okura sekaligus meresmikan program CSR di daerah tersebut. Akses menuju lokasi berupa sungai dan rawa-rawa. Perjalanan pada Senin (31/12) itu ditempuh menggunakan speed boat selama kurang lebih 20 menit.

Rombongan mendapatkan sambutan hangat dari warga Okura. Burhan selaku Lurah kelurahan Tebing Tinggi menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim UBJOM Tenayan. Ia berterima kasih terhadap Manajamen UBJOM Tenayan yang telah melakukan renovasi Musholla Al Ihsan dan membantu peternakan kambing. Sementara itu, General Manager PT PJB UBJOM Tenayan Wasito yang didampingi Manajer Administrasi UBJOM Tenayan Joni Arifin mengaku sangat berbahagia dapat menyapa dan bertemu langsung dengan warga Okura.

Pada kesempatan itu, selain acara peresmian dilakukan juga kunjungan lapangan ke Kelompok Binaan Ternak Okura. Wasito dan Burhan meninjau suasana kandang dan dan berbincang langsung dengan ketua dan anggota Kelompok Binaan Ternak Okura.

Selepas kunjungan ke Kampung Okura, rombongan melakukan kunjungan sekaligus kegiatan bakti sosial ke Panti Asuhan Baiturrahman dan Panti Asuhan Bhakti Mufarridhun di lingkungan Kelurahan Industri Tenayan. Bakti sosial dengan anak yatim piatu ini merupakan wujud rasa syukur terhadap kinerja yang berhasil dicapai oleh UBJOM Tenayan selama tahun 2018.

Rombongan meminta anak-anak panti asuhan turut mendoakan PLTU Tenayan agar dapat beroperasi dengan handal, serta diberi keselamatan dan kelancaran dalam melakukan aktifitas sehari hari. Semua ini untuk mendukung terwujudnya PLTU Tenayan yang Go Green, Go Safety, Go Reliability and Efficiency. (jun, leo)

 

 

 

Khitanan Massal UP Muara Karang

 

Di penghujung tahun 2018 UP Muara Karang melaksanakan kegiatan Khitanan Massal bagi anak-anak keluarga nelayan yang berada di wilayah ring 1. Perhelaan yang digelar di CSR Center PJB UP Muara Karang pada Jumat (28/12) tersebut merupakan bentuk kepedulian untuk meningkatkan kesehatan bagi generasi penerus di wilayah pesisir.

Khitanan diikuti oleh 50 anak-anak dari wilayah Muara Angke, Muara Baru, dan Kamal Muara. Direktur Operasi-1 PT PJB, Sugiyanto menyempatkan diri untuk hadir pada acara ini dengan didampingi jajaran Manajemen UP Muara Karang.

Sugiyanto mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga atas pastisipasinya dalam mendukung keberhasilan program CSR UP Muara Karang. Ia juga mengapresiasi warga di sekitar wilayah operasional UP Muara Karang karena telah ikut menjaga unit pembangkit sebagai salah satu objek vital nasional yang harus dilindungi bersama.

Khitanan massal sebagai penutup kegiatan CSR UP Muara Karang di tahun 2018 diharapkan dapat mendukung terwujudnya generasi muslim yang sehat dan bertakwa. (srk)