Hubungi kami melalui info@ptpjb.com atau +62318283180
LOGO PJB

Our Contacts

Jl. Ketintang Baru No. 11 Surabaya

info@ptpjb.com

+6231 8283180

Serah Terima Operasi GISTET 500KV PLTU Jawa 7

 

PT Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali (PT SGPJB) selaku perusahaan afiliasi PT Pembangkitan Jawa Bali melakukan serah terima GIS 500 kV PLTU Jawa 7 kepada PT PLN (Persero) pada Senin, 11 Maret 2019 di PLTU Jawa 7, Kramatwatu, Banten. Pelaksanaan serah terima ini ditandai dengan penandatanganan dokumen serah terima antara Direktur Engineering SGPJB, Mr Cui Yukui dan General Manager Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat PT PLN (Persero) Bapak Warsono.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PT PLN (Persero) Bapak Haryanto WS, EVP Konstruksi Regional Jawa Bagian Barat PT PLN (Persero) Bapak Henrison AL, EVP Operasi Regional Jawa Bagian Barat PT PLN (Persero) Bapak Bima Putrajaya, EVP Batubara PT PLN (Persero) Bapak Harlen, Direktur Pengembangan Niaga PT Pembangkitan Jawa Bali Bapak Henky Heru Basudewo, dan Direktur Utama PT PJB Investasi Bapak Gunawan Yudi Hariyanto.

Pada kegiatan ini Direktur Utama PT SGPJB, Mr Wen Changhong melaporkan progress pembangunan PLTU Jawa 7. PLTU Jawa 7 adalah sebuah model kerjasama internasional yang sukses. PLTU Jawa 7 memiliki boiler lignit terbesar dari jenis yang sama (output 3100t / jam, berat 37.000 ton); generator kapasitas terbesar 1240MVA; transformator terintegrasi tiga fase kapasitas terbesar (1330MVA); pabrik batubara berkecepatan menengah terbesar (108,59) t / h), kipas primer pembangkit listrik double-row terbesar dengan daya pencocokan 4600KW.

Sejak ground breaking pertama pada tahun 2016, lembaga terkait seperti PLN, PJB dan PJBI telah secara aktif membantu proyek untuk menyelesaikan serangkaian masalah seperti reklamasi MNA, amadement PPA, hubungan masyarakat, dan lain sebagainya. Dapat dikatakan bahwa dengan upaya bersama, pembangunan proyek Jawa 7 telah mencapai hasil yang luar biasa.

Dalam arahannya, Direktur Regional Jawa Bagian Barat PT PLN (Persero) Bapak Haryanto menegaskan dukungan PT PLN (Persero) sehingga pengoperasian PLTU Jawa 7 dapat diselesaikan sesuai target dengan aman, andal dan lancar, serta bermanfaat bagi masyarakat.

Konservasi Sumber Daya Kawasan Lindung PT PJB UP Paiton

 

Terumbu karang dikenal sebagai suatu sumberdaya alam yang memiliki nilai strategis dalam menunjang pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Di Indonesia sendiri,terumbu karang termasuk dalam kategori kawasan lindung yaitu kawasan atau wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk melindungi kelestarian lingkungan hidup mencakup sumberdaya alam dan sumber daya buatan.

Di wilayah Probolinggo, terumbu karang terutama terdapat di sepanjang pesisir desa Bhinor dan area sekitar PLTU Paiton yang mana termasuk dalam wilayah kerja PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) UP Paiton 1 & 2.

Sebagai bentuk tanggung jawab dalam konservasi sumber daya kawasan lindung, PT PJB UP Paiton 1 & 2 berinisiatif untuk melaksanakan konservasi dan pengembangan biota perairan yaitu karang dan ikan karang.

Adapun species karang yang sangat umum ditemukan di lokasi Paiton 1-2 adalah berada dalam kategori coral foliose, encrusting, submassive dan massive. Untuk ikan karang, sedikitnya 211 spesies ikan karang dari 37 famili yang dapat dijumpai disekitar perairan PLTU Paiton atau PT PJB UP Paiton 1 & 2. Famili ikan yang paling banyak ditemukan adalah Famili Pomacentridae yang terdiri atas 40 spesies.

Konservasi ini membuahkan sebuah harmoni manusia-mesin-alam, yang saling memberikan manfaat dan tetap saling menjaga, untuk memberikan masa depan yang cerah bagi penerus bangsa.

PLN Grup Siap Sukseskan Pemilu 2019

 

Jumat (15/3) PLN memastikan keandalan pasokan listrik untuk mendukung Pesta Demokrasi yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 mendatang. Melalui kegiatan Apel Siaga Pemilihan Umum 2019 yang dilaksanakan di Lapangan Monumen Nasional (Monas) Jakarta, PT PLN Persero, khususnya Regional Jawa Bagian Barat siap menyediakan fasilitas penunjang kebutuhan listrik demi kelancaran rangkaian pesta demokrasi yang sudah dimulai sejak 17 Januari 2019 lalu.

Hadir dalam kegiatan ini, Direktur Human Capital Management PLN Muhammad Ali, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Komisi Pemilihan Umum, dan diikuti Anak Perusahaan, serta Mitra Kerja PT PLN Persero. PT PJB mengirimkan sejumlah karyawan dari UP Muara Karang dan UP Muara Tawar dalam kegiatan Apel Siaga Pemilihan Umum 2019.

Pada kesempatan ini, juga dilakukan peluncuran TPS Terang oleh PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya. Paket Layanan Khusus TPS Terang ini cukup menguntungkan karena biayanya murah, yakni Rp 185.000. Pelanggan tidak akan dikenakan biaya jasa ataupun material untuk pelayanan khusus ini.

Ada syarat dan ketentuan bagi Paket Layanan Khusus TPS Terang, meliputi : (1) Hanya ada daya 5.500 VA; (2) Pemasangan Miniature Circuit Breaker (MCB) sesuai daya dan kabel akan dilakukan pada H-1; (3) MCB dan kabel dikembalikan ke PLN setelah masa berlaku program selesai. Paket ini bisa didapatkan dengan mengajukan permohonan ke Contact Center PLN 123 dan kantor PLN terdekat, dengan periode pengajuan mulai 17 Maret hingga 15 April 2019.

PT PJB sebagai bagian dari PLN Group, berperan penting dalam mengelola keandalan unit pembangkitan agar dapat memastikan ketersediaan pasokan listrik, khususnya demi mendukung terselenggaranya Pemilihan Umum 2019. (awg)

Inspeksi Boiler Pertama PLTU Tenayan

Dalam proses kinerja operasi sebuah pembangkit listrik tenaga uap terdapat suatu kewajiban untuk melakukan pemeliharaan rutin secara berkala dalam tiap semesternya. Pemeliharaan ini salah satunya disebut dengan istilah Planned Outage. Planned Outage dilakukan untuk meningkatkan performa sebuah peralatan pembangkit listrik serta untuk memastikan perangkat pembangkit listrik tersebut bekerja dengan kemampuan maksimal.

Begitu juga dengan PLTU Tenayan di Provinsi Riau yang dikelola oleh PT PJB. Pembangkit listrik dengan kapasitas 2×110 MW ini untuk pertama kalinya akan melakukan Inspeksi Boiler. Kegiatan inspeksi akan dilakukan pada unit 1 yang dijadwalkan mulai tanggal 16 Maret 2019 sampai dengan 16 April 2019.

Menjelang kegiatan Inspeksi Boiler (IB) unit 1, UBJOM Tenayan mengadakan santunan dan doa bersama anak yatim piatu di ring 1 PLTU Tenayan. Acara dihadiri oleh jajaran Manajemen UBJOM Tenayan, Manajer Perencanaan dan Pembinaan Teknik UPHB Kornel Bram Rahardi, PLN UPP, dan seluruh mitra kerja yang berkontribusi dalam pelaksanaan Inspeksi Boiler Unit 1 PLTU Tenayan.

Dalam acara tersebut dilakukan pembacaan Komitmen Bersama Pelaksanaan Planned Outage PLTU Tenayan yang dipandu oleh Endrik Purbo Yunastyo selaku manajer Pemeliharaan UBJOM Tenayan dan diikuti oleh seluruh undangan. Komitmen ini berisi target pelaksanaan IB yang On Schedule dan Quality, kebersediaan mengunakan APD, mematuhi larangan merokok, mengedepankan aspek 5S dalam pelaksanaan pekerjaan, dan berkontribusi untuk mewujudkan Zero Accident. Tidak hanya sekedar dibacakan, komitmen tersebut juga ditegaskan kembali dalam bentuk penandatanganan bersama Komitmen IB Unit 1 PLTU Tenayan.

Pelaksanaan inspeksi boiler perdana PLTU Tenayan unit 1 mengusug tema “Precise Execution For Tenayan EFOR Single Digit”. General Manager UBJOM Tenayan Agus Prastyo Utomo menegaskan bahwa ketepatan eksekusi menjadi kunci dalam pelaksanaan IB kali ini. Hasil akhir yang On Schedule, On Quality dan Safety menjadi patokannya. Upaya ini dilakukan untuk berkontribusi dalam mewujudkan PLTU Tenayan dengan nilai EFOR Single Digit. Agus juga mengingatkan agar karyawan dan mitra kerja betul-betul memperhatikan dan mengimplementasikan komitmen yang telah dibaca dan ditanda tangani bersama.

Komitmen Penerapan Sistem Manajemen Pengamanan juga ditandatangani dalam kesempatan ini. Sebelum penandatanganan, Supervisor Sekretariat dan Umum UBJOM Tenayan, Dimas Satriyo Hutomo memaparkan berbagai hal terkait penerapan sistem tersebut. Sistem Manajemen Pengamanan dilakukan untuk menjamin keamanan sumberdaya material serta sumber daya manusia yang bebas dari ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan yang muncul dari internal maupun eksternal demi kelancaran operasional pembangkitan yang nihil gangguan keamanan. Sistem Manajemen Pengamanan wajib diterapkan mengingat PLTU Tenayan telah masuk dalam tahap finalisasi penetapan Objek Vital Nasional oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.(jun)

Apresiasi Karya Inovasi 2019

 

Sejak Senin (11/3) sampai dengan hari ini telah dilaksanakan pembukaan Apresiasi Karya Inovasi 2019 bertempat di PT PJB Academy Kampus Paiton dengan dihadiri langsung oleh Direktur SDM & Administrasi, Suharto, GM PJB Academy, Agus Bagyo Hartadi, serta beberapa juri internal dan eksternal. Acara yang menyelaraskan tema strategis PLN yaitu “SOLID PLN” Securing Primary Energy & Parts, Optimizing Cost Efficiency, Leading Industry Capabilities, Increasing Profit / Margin Contribution, Developing New Edge, berhasil menampung sebanyak 125 usulan ide dan menseleksi menjadi 72 ide. Hal ini menunjukkan peningkatan minat para insan PJB dari tahun sebelumnya (102 ide). Adapun kategori yang diangkat terdiri dari 3 yaitu Pembangkitan, Technical Supporting, Non-Technical Supporting.
Pada sambutannya, Direktur SDM & Administrasi menekankan poin-poin penting terkait inovasi yang ada:
1. Inovasi sangat dibutuhkan untuk memenangkan persaingan dan memenuhi ekspektasi
stakeholder
2. Inovasi diharapkan dapat menunjang performansi perusahaan menuju double capacity dan
melaksanakan business excellence
3. Inovasi sebaiknya tidak hanya berangkat dari sebuah permasalahan (bersifat kuratif) yang ada
namun Inovasi juga sebaiknya bersifat “preventive” yaitu mengantisipasi terjadinya permasalahan, serta penyelarasan dengan sasaran perusahaan.

Keramba Jaring Apung Cirata akan Diganti

 

Upaya untuk memperbaiki kualitas perairan Waduk Cirata terus dilakukan oleh Badan Pengelola Waduk Cirata (BPWC). Diantaranya dengan membatasi dan mengurangi populasi keramba jaring apung (KJA) di waduk yang menjadi sumber air bagi PLTA Cirata itu. Warga yang selama ini menggantungkan mata pencaharian pada KJA akan diberdayakan dan dialihprofesikan menjadi usaha perikanan tangkap berbasis budidaya.

BPWC telah menandatangani perjanjian kerja sama pengembangan riset perikanan tangkap berbasis budidaya (Culture Base Fisheries – CBF) di perairan Waduk Cirata Pusat Riset Perikanan. Penandatangan tersebut dilakukan di Gedung Aula Badan Riset Budidaya Ikan Hias pada Jumat (8/3) di Depok.

Kerjasama dimaksudkan untuk mengimplementasikan Program Citarum Harum secara berkelanjutan melalui upaya alih profesi dan pemberdayaan masyarakat yang memanfaatkan Waduk Cirata sebagai sumber penghasilan usaha dari Keramba Jaring Apung menjadi usaha perikanan tangkap berbasis budidaya.

Culture Based Fisheries merupakan kegiatan perikanan tangkap dimana ikan hasil tangkapan berasal dari benih ikan hasil budidaya yang ditebarkan ke dalam badan air. Benih ikan yang ditebarkan akan tumbuh dengan memanfaatkan makanan alami yang tersedia. Penebaran benih ikan umumnya dilakukan secara rutin karena ikan hanya tumbuh dan tidak diharapkan berkembang biak. Oleh karena itu, ketersediaan benih dari hasil pembenihan ikan merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam pengembangan CBF.

Budidaya perikanan CBF dinilai lebih efisien sebagai alih usaha perikanan berbasis KJA untuk menjaga kualitas air di Waduk Cirata. Budidaya ikan tangkap akan mengurangi pakan ikan yang masuk ke dalam Waduk Cirata. (Mfd)