Hubungi kami melalui info@ptpjb.com atau +62318283180
LOGO PJB

Our Contacts

Jl. Ketintang Baru No. 11 Surabaya

info@ptpjb.com

+6231 8283180

Sambut Ramadhan, UP Brantas Selenggarakan Khitanan Massal

Menjelang bulan suci Ramadhan 1440 H, UP Brantas bekerja sama dengan Yayasan Al-Hidayah Sumberpucung mengadakan Khitanan Massal bagi anak yatim dan dhuafa. Setidaknya 22 anak yatim dan dhuafa mengikuti kegiatan yang diadakan pada Selasa (30/4) di balai desa Sumberpucung tersebut. Acara dihadiri oleh Ketua Yayasan Al-Hidayah Sumberpucung, Kapolsek Sumberpucung, Kepala Desa Sumberpucung, dan perwakilan tim CSR PJB UP Brantas.

Khitanan massal merupakan kegiatan tahunan UP Brantas yang sudah dilakukan selama 1,5 dekade. Tiap tahun ada peningkatan jumlah anak yang mengikuti acara ini. Tahun 2019 ini pesertanya anak-anak yang berasal dari berbagai kecamatan di sekitar UP Brantas, kecamatan Sumberpucung, Slorok, dan Kalipare.

Dalam sambutannya, Lilik Asmono, selaku Ketua Yayasan Al-Hidayah berterima kasih atas kontribusi nyata PT PJB UP Brantas dalam membantu masyarakat di sekitar “Ini sudah tahun ke-15 kita bekerjasama dalam (penyelenggaraan) khitanan massal, semoga keberkahan selalu mengiringi PJB (UP) Brantas. Terima kasih, semoga Allah SWT mencatat ini menjadi amal baik kita semua.”(cps)

Pacitan Kembangkan Wana Wisata Cagak Telu

Kawasan rest area Cagak Telu di Desa Sukorejo, Sudimoro, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Pacitan. Kawasan ini akan dijadikan sebagai tempat wisata berkonsep edukasi yang dipadukan dengan pemandangan alam. Masyarakat dapat menikmati keindahan Samudra Indonesia sambil sekaligus belajar terkait PLTU dan lingkungan.

Peletakan batu pertama pengembangan Wana Wisata Cagak Telu oleh dilakukan Bupati Kabupaten Pacitan didampingi General Manager PT PJB UBJOM PLTU Pacitan dan Forkopinca (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan) pada Senin (29/4) di lokasi tersebut. Nota kesepahaman (MoU) terkait pengembangan lokasi itu juga ditandatangi bersama oleh Bupati Pacitan Indartato dan GM UBJOM Pacitan Didik Mardiantara.

Peletakan batu pertama dan penandatangan MoU pengembangan wisata Cagak Telu dilakukan dalam rangkaian acara peringatan hari Bumi di UBJOM Pacitan. Sejumlah kegiatan digelar dalam acara bertema “Synergizing For Out Better Nature” ini. Diantaranya penanaman 2.000 pohon produktif sumbangan para suplier, pencanangan program bank sampah dan taman edukasi ecobrick, serta pencanangan program biopori di lingkungan Kecamatan Sudimoro. Tak lupa disampaikan juga santunan bagi anak yatim.

Peringatan Hari Bumi ke 49 di PLTU UBJOM dihadiri oleh Bupati Pacitan, Kepala Dinas Kabupaten Pacitan, PKK Pacitan dan Kecamatan Sudimoro, PIKK KP PT PJB, PIKK UBJOM Pacitan, Kabid SHM, Forkopimca Sudimoro, serta masyarakat dan pelajar di lingkungan Sudimoro. Peringatan ini menjadi penggugah semangat untuk selalu peduli pada kelestarian lingkungan. Jangan lelah untuk selalu mencintai bumi dan lingkungan. Karena kita hidup serta dihidupi oleh bumi dan akan kembali ke bumi di penghujung usia kita.

Tantangan Risk Management di ASEAN

HAPUA Working Group 5 mengadakan workshop risk management di Bandung pada 29 April hingga 1 Mei 2019. PJB menjadi pelaksana kegiatan yang diikuti oleh 59 peserta dari Malaysia, Singapura, Thailand, Philipina dan Indonesia tersebut. Selama workshop para peserta mengikuti sharing knowledge terkait risk management dan business continuity management di sektor ketenagaliatrikan.

Workshop dibuka oleh General Manager Pusharlis PT PLN (Persero) Najahul Imtihan Senin (29/4) pagi. Dalam sambutanya ia memaparkan bahwa risk management diterapkan dalam semua manajemen praktis dan proses perusahaan. Risk management telah diimplementasikan dalam proses bisnis di lingkungan PLN dan anak perusahaannya.

Lebih lanjut bagaimana implementasi risk management PJB diuraikan oleh Direktur Operasi PT PJB, Sugiyanto sebagai pembicara pertama dalam sharing session praktisi. Ia mengupas risk management dilihat dari pekspektif BOD. Sejumlah strategi PJB dalam risk management dibagikan dalam kesempatan ini. Diantaranya terkait risk taxonomy, mapping risiko strategis PJB, strategy map untuk memitigasi risiko dan peran leadership dalam risk management PJB. Dipaparkan juga study kasus risk dalam pengelolaan pembangkit dari China.

Heads of ASEAN Power Utilities/Authorities (HAPUA) merupakan asosiasi perusahaan dan otoritas kelistrikan di ASEAN yang bertujuan untuk menjalin kerjasama antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara di bidang ketenagalistrikan. HAPUA Working Group (WG) 5 berkaitan dengan Human Resources. Menyelenggarakan workshop dan forum group discussion merupakan salah satu kegiatan HAPUA WG 5.

Workshop kali mengambil tema 2019 Facing


Risk Management Challenges In Electric Utilties Throughout ASEAN. Menurut Andrie Darma Nugroho selaku ketua panitia, workshop diselenggarakan selama tiga hari. Pada hari pertama dilakukan sharing knowledge serta diskusi terkait risk management, dan dilanjutkan dengan bahasan terkait business continuity management pada hari kedua. Hari ketiga dilakukan kunjungan ke PLTA dan PLTS Cirata. Selain itu para peserta juga diajak menikmati keindahan kota Bandung dengan naik bus Bandros. Andrie berharap agar semua peserta dapat menikmati acara dan memetik manfaat serta pengetahuan dari wokshop ini.

Pelatihan Keuangan dan Pemasaran bagi UMKM Binaan

Manajemen keuangan dan strategi pemasaran merupakan ujung tombak keberlangsungan suatu usaha. Adanya strategi pemasaran yang baik dan pengelolaan keuangan yang mumpuni, membuat suatu usaha dapat bertahan dan berkembang. Suatu usaha meski mampu berproduksi secara cepat dan massif, tanpa kemampuan pemasaran produk akan berujung pada pelemahan nilai jual barang. Sementara kemampuan produksi dan pemasaran saja juga tidak cukup, usaha harus punya kemampuan pencatatan keuangan. Kemampuan ini berkaitan dengan pengelolaan modal usaha yang berdampak pada keberlanjutan usaha.

UP Muara Tawar berupaya membantu meningkatkan kompetensi UMKM binaannya di bidang manajemen keuangan dan strategi pemasaran melalui pelatihan bagi para pelaku UMKM binaan. Pelatihan diadakan di Gedung Reliability PJB UP Muara Tawar dan Saung Sungai Rindu pada tanggal 22 dan 25 April 2019. Pelatihan dihadiri oleh 23 pelaku UMKM yang berada di wilayah Ring I dan Ring II perusahaan. Melalui pelatihan ini para peserta diharapkan dapat mempraktekkan ilmu didapatkan untuk mengembangkan usaha serta mengelola keuangannya secara mandiri.

Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi terkait pentingnya pemasaran; perbedaan antara kebutuhan, keinginan, dan permintaan; segmentasi, target, dan posisi pemasaran; analisis SWOT; dan analisis kesediaan konsumen membayar. Diuraikan juga kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Seain itu peserta dibekali tips mengelola keuangan dan cara dalam membuat pencatatan keuangan. Pada sesi akhir pelatihan para peserta diberikan buku kas untuk pencatatan keuangan. (rhm)

Perikanan Bioflok Sebagai Alih Usaha KJA

BPWC berkerjasama dengan Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi mengadakan pelatihan budidaya ikan teknologi bioflok bagi karang taruna dan instansi desa dari ring 1 Kecamatan Cipeundeuy, Bandung Barat serta Kecamatan Maniis, Purwakarta. Pelatihan diadakan di Balai Besar Perikanan Budidaya Ikan Hias Sukabumi, Jawa Barat selama 3 hari dari tanggal 23-25 April 2019.

Peserta diajari bagaimana tata cara melakukan budidaya ikan kolam bioflok disertai dengan praktek lapangan. Materi meliputi pengenalan bioflok, pembuatan kolam bioflok, kesehatan ikan, penanggulangan penyakit ikan, praktek tebar benih, dan praktek panen. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat.

Bioflok disiapkan sebagai cara baru dalam melakukan budidaya perikanan di kawasan Cirata menggantikan keramba jaring apung (KJA). Metode ini dianggap lebih efisien dalam melakukan budidaya ikan di wilayah Cirata. Penggunaan pakan ikan dapat berkurang karena tak ada pakan yang tersisa dan terbuang. Kualitas air pun terjaga karena tidak ada limbah 1% pun yang dihasilkan dari metode tersebut.

Selama ini kualitas air Waduk Cirata makin hari makin memburuk akibat sisa pakan ikan dari KJA. Perikanan bioflok dengan pembuatan kolam di darat diharapkan sebagai solusi untuk memperbaiki kualitas air. Petani KJA akan dialih profesikan menjadi petani kolam bioflok. Pelatihan bioflok merupakan bagian dari Program Citarum Harum untuk persiapan alih profesi tersebut.

Para peserta sangat mengapresiasi pelatihan bioflok. Mereka mengaku mendapatkan banyak pengetahuan terkait budidaya ikan dengan metode tersebut. Mereka diharapkan dapat menjadi pionir perikanan bioflok bagi masyarakat di desanya masing-masing. Dan harapan yang paling besar adalah menjadikan wilayah Cirata sebagai pusat terbesar Budidaya Ikan Air Tawar di indonesia maupun Dunia.(mfd,azz)

Kantor Baru, Semangat Baru!

Kamis 25 April menjadi salah satu hari penting bagi PT PJB, pasalnya, hari ini menandai dibukanya secara resmi Kantor Perwakilan PT PJB yang baru. Semula bertempat di Gedung PT PLN lt.2 Jalan Gatot Subroto kav 18, Kuningan Jakarta Selatan, Kantor Perwakilan PT PJB kemudian berpindah ke Menara Bidakara 2 Lt.16, Jalan Gatot Subroto kav. 71-73, Pancoran, Jakarta Selatan. Momen ini diperingati secara sederhana dengan gunting pita, office tour, disertai doa bersama dan ramah tamah.

Pada kesempatan ini, Direktur SDM dan Administrasi PT PJB, Bapak Suharto menyampaikan bahwa perpindahan kantor memberikan suasana baru karena lebih luas, dan dapat menambah motivasi karyawan, sehingga bisa lebih produktif di kantor baru ini. Dengan lokasi yang lebih baik dan mudah diakses, bukan menjadi penghalang dalam beraktifitas di tempat yang baru ini. Dengan gedung kantor yang baru ini, semoga PJB Group bisa lebih maju. Dewan Komisaris PT PJB, Sriono singkat menambahkan “Dengan diresmikannya kantor baru, kita perlu menunjukan bahwa motivasi kita tambah tinggi dan prestasi kita tambah tinggi”.

Kantor Perwakilan PJB berfungsi untuk memfasilitasi segala kegiatan baik administrasi ataupun strategis. Tiap Direksi memiliki ruang kerja di Kantor Perwakilan sehingga segala kegiatan dapat terakomodir meskipun Direksi tidak sedang berada di Kantor Pusat.

Selain Kantor Perwakilan, pada Menara Bidakara 2 juga terdapat kantor Unit Pengembangan Usaha (UBANG) di lantai 16 dan PT PJBI di Lt. 8. UBANG merupakan unit kerja yang dibentuk untuk mengoptimalkan peran Perusahaan dalam pengembangan bisnis. Serta berperan sebagai Business Developer dalam mendukung pengelolaan pengembangan usaha secara komprehensif. Di lantai yang sama juga terdapat Kantor Dewan Komisaris, untuk memeprmudah komunikasi dan sinergi dari Organ Perusahaan.

Sedangkan PT PJB Investasi (PJBI) merupakan anak perusahaan PJB yang bergerak di bidang investasi (Investment Company). Perusahaan ini menjadi satu satunya anak perusahaan PJB yang sudah menjadi Unrestricted Subsidiary Company. PT PJBI fokus untuk melakukan investasi didalam kegiatan usaha dibidang ketenagalistrikan. Perpindahan kantor perwakilan ini menjadi semangat baru PJB, untuk lebih bersinergi dan lebih mudah dalam berinteraksi dengan stakeholder-stakeholder PJB kedepannya.

PLTA Wonorejo Raih Penghargaan Kesehatan

Pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah investasi bagi peningkatan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis.

PJB UP Brantas melalui program CSR di bidang Kesehatan Masyarakat aktif mendukung proses pembangunan kesehatan masyarakatnya secara konsisten. Salah satunya melalui pembangunan jamban sehat bagi masyarakat miskin di desa Kedungcangkring, Kabupaten Tulungagung.

Pada Rabu (24/4) diadakan peresmian jamban sehat yang dihadiri oleh Manager KAD PJB UP Brantas, KPLTA Wonorejo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Wakil Camat Pagerwojo, Kepala Desa Kedungcangkring.

Seluruh hadirin disajikan progres pembangunan 5 unit jamban sehat yang tersebar di tiga rumah warga dan dua untuk mushola.

Berkat upayanya, PJB UP Brantas – PLTA Wonorejo mendapatkan penghargaan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung. Penghargaan diarahkan langsung oleh Dr. Mochamad Mastur, MM selaku Kepala Dinas Kesehatan KabKabupaten Tulungagung.

“Program ini menyatukan banyak pihak; dinkes, perusahaan, puskesmas, warga. Ini modal dasar kita maju ke depan, bersama-sama memberantas ODF.” ujar Mastur dalam sambutannya.(cps)

Back The 13th Meeting of HAPUA WG 1

Memproduksi tenaga listrik dengan cara yang aman, andal, kompetitif, dan ramah lingkungan merupakan bagian dari praktik pembangunan berkelanjutan dalam sistem energi. Oleh karena itu, pembangkit listrik berperan untuk memasok listrik yang terjangkau dengan meminimalkan dampak terhadap lingkungan. Hal ini disampaikan oleh Direktur Operasi 2 PT PJB, Miftahul Jannah dalam pembukaan The 13th Meeting of HAPUA Working Group 1 di Bali yang berlangsung pada tanggal 23 – 24 April 2019.

Lebih lanjut, Miftah yang merupakan Ketua HAPUA Working Group 1 memaparkan bahwa optimalisasi operasi pembangkit listrik menjadi cara untuk mencapai pertumbuhan bisnis dan melindungi lingkungan. “Kita harus berusaha untuk mencapai tingkat ketersediaan yang tinggi, menjaga efisiensi, dan mengurangi biaya. Penyediaan layanan O&M kelas dunia adalah salah satu solusi untuk manajemen pembangkit listrik yang optimal.”

The 13th Meeting of HAPUA Working Group 1 (HWG 1) diikuti oleh delapan negara, meliputi Thailand, Philippine, Myanmar, Malaysia, Lao PDR, Vietnam, Indonesia, dan Singapura. Hari pertama diisi dengan laporan perkembangan program HWG 1, sharing session, presentasi dan diskusi, serta penandatanganan letter of transmittal. Sementara pada hari keduanya peserta melakukan kunjungan kerja ke PLTDG Pesanggaran dan kunjungan budaya ke Desa Panglipuran.

Heads of ASEAN Power Utilities/Authorities (HAPUA) merupakan asosiasi perusahaan dan otoritas kelistrikan di ASEAN yang bertujuan untuk menjalin kerjasama antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara di bidang ketenagalistrikan. HAPUA terbagi dalam 5 kelompok kerja (Working Group), yaitu: Generation & Renewable Energy (WG 1), Transmission / APG (WG 2), Distribution and Power & WG 3), Policy Studies & Commercial Development (WG 4) dan yang Human Resources (WG 5).

Penghargaan Nihil Kecelakaan Kerja

PT PJB mendapatkan apresiasi langsung dari Kementerian Ketenagakerjaan RI. Acara ini berlangsung pada 22 April 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta. Apresiasi ini tercapai atas prestasi PT PJB  yang memperoleh sertifikat SMK3 pada tahun 2018 dan capaian PT PJB yang meraih zero accident / nihil kecelakaan kerja selama periode tahun 2018.


Penghargaan SMK3 diberikan kepada perusahaan yang telah menerapkan K3 dalam setiap proses bisnisnya dibuktikan dengan telah mengikuti audit oleh badan sertifikasi independen yang ditunuk kementerian ketenagakerjaan.


Penghargaan zero accident / nihil kecelakaan kerja diberikan kepada perusahaan yang tidak mengalami kecelakaan kerja yang menghilangkan waktu kerja 2×24 jam.
Artinya PT PJB melalui unit yang mendapatkan penghargaan berhasil melaksanakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) secara sempurna, sehingga tidak terjadi kecelakaan kerja.


Ada pun Unit yang mendapatkan penghargaan SMK3 tersebut adalah :

UP Paiton, UBJOM Indramayu, UBJOM Arun, UBJOM Tenayan, UBJOM Bangka, UBJOM Belitung. Unit PT PJB yang menerima penghargaan zero accident antara lain UP Gresik, UP Paiton, UP Muara Karang, UP Muara Tawar, UP Cirata, UP Brantas, PJB Kantor Pusat, UPHT, UPHB, BPWC, UBJOM Indramayu, UBJOM Paiton, UBJOM Pacitan, UBJOM Tanjung Awar-awar, UBJOM Kaltim Teluk.

Prestasi ini semakin mengukuhkan bahwa PT PJB telah mengimplementasikan K3 di lingkungan kerjanya dengan baik serta menekankan bahwa “Tidak ada yang lebih berharga dari Jiwa Manusia”.

Keseriusan PJB dalam menerapkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) mendapatkan apresiasi dari Kementerian Ketenagakerjaan RI. Enam unit PJB, Senin (22/4) malam mendapatkan sertifikat Zero Accident (Nihil Kecelakaan) tahun 2019. ini artinya PJB melalui unit-unit tersebut berhasil melaksanakan K3 secara sempurna, sehingga tidak terjadi kecelakaan kerja.

Keenam unit PJB peraih Zero Accident meliputi :
1. PT PJB Kantor Pusat (Surabaya)
2. PT PJB UP Brantas (Malang)
3. PT PJB UP Gresik (Gresik)
4. PT PJB Unit Pemeliharaan Timur (Gresik)
5. PT PJB UBJOM Pacitan (Pacitan)
6. PT PJB UBJOM Paiton 9 (Probolinggo)

Prestasi ini semakin mengukuhkan komitmen PJB dalam mengimplementasikan K3 di lingkungan kerjanya. Selain itu, juga menunjukkan bahwa nyawa dan keselamatan tenaga kerja adalah yang utama di lingkungan PJB.

Audiensi PJB dengan Wakil Gubernur Jawa Timur

Bersinergi! Itulah salah satu pesan utama audiensi antara PJB dengan Wakil Gubernur Jawa Timur pada Senin (22/4) di Kantor Gubernur Jawa Timur, Surabaya. Audiensi dilakukan oleh Direktur Utama PT PJB, Iwan Agung Firstantara bersama jajaran direksi dan manajamen untuk memenuhi undangan dari Wakil Gubernur Jawa, Emil Dardak.

Iwan Agung menjelaskan tentang proyek-proyek PJB yang akan segera beroperasi. Juga kompetensi PJB group dalam membangun proyek tersebut yang digarap secara mandiri oleh PJB Group.

Di sisi lain, Emil Dardak mengharapkan adanya sinergi antara PT PJB dengan Pemerintah Jawa Timur di bidang SDM. Pemerintah Provinsi dengan sigap akan menyiapkan SDM yang kompeten untuk memenuhi penyerapan tenaga kerja berkualitas.

Wakil Gubernur Jawa Timur juga ingin menjadikan PT PJB sebagai Perusahaan yang bonafit sebagai salah satu ikon Jawa Timur.