Hubungi kami melalui info@ptpjb.com atau +62318283180
LOGO PJB

Our Contacts

Jl. Ketintang Baru No. 11 Surabaya

info@ptpjb.com

+6231 8283180

Pengamanan Lebaran dan Berbagi Berkah

Hari raya Idul Fitri 1440 H sebentar lagi akan tiba. Unit-unit pembangkit di lingkungan PJB telah menyiapkan diri untuk mengamankan pasokan listrik dan keamanan unitnya selama liburan panjang hari raya ini. Demikian juga dengan pengamanan bendungan dan PLTA Cirata yang merupakan salah satu obyek vital pada sistem kelistrikan di Jawa-Bali.

BPWC selaku pengelola Waduk Cirata secara intens melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait. Pada Kamis (23/5) dilakukan Rapat Koordinasi Pengamanan (RAKORPAM) Idul Fitri 1440 H dengan pihak Kepolisian, TNI, aparatur desa, Kecamatan, Satpol PP dan pihak terkait lainnya. Rapat di kantor BPWC ini membahas persiapan pengamanan yang akan dilakukan selama liburan Lebaran.

Pada hari yang sama dilakukan juga buka puasa bersama dan santunan bagi anak yatim dari desa sekitar (ring 1) BPWC. Para peserta RAKORPAM juga hadir dalam buka puasa yang diselenggarakan di Masjid BPWC. Sekitar 60 anak yatim / piatu dari Desa Ciroyom, Ciharasas, Sirnagalih, Cijati, Sinargalih dan Citamiang hadir dalam acara ini. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan tali persaudaraan dan menjadi ajang berbagi keberkahan.(azz)

Kampung BaBe Muara Tawar

Kampung Batik Betawi yang disingkat “BaBe” merupakan salah satu program unggulan CSR PT PJB UP Muara Tawar yang berada di kampung Kebon Kelapa, Desa Segarajaya, Kabupaten Bekasi. Masyarakat lokal di kampung ini masih lekat dengan budaya khas Betawi. Di sini juga terdapat kelompok pengrajin kain batik Betawi Seraci yang telah ada sejak Tahun 2015.

Seiring dengan perkembangan nya, PT PJB UP Muara Tawar menginisiasi terwujudnya Kampung BaBe di Kebon Kelapa. Berbagai upaya dilakukan untuk mewujudkannya. Salah satunya dengan membentuk kelompok usaha baru yang menghasilkan produk turunan batik. Kelompok ini diharapkan menjadi pendorong berputarnya rantai ekonomi masyarakat sekitar.

Kelompok usaha turunan batik Nencle dibentuk saat kegiatan pelatihan pada 20-22 Februari 2019 lalu. Kelompok ini terdiri dari 13 ibu-ibu yang belum memiliki berpenghasilan sendiri dengan Ibu Erni sebagai koordinatornya. Nama nencle diambil dari nama lain kampung Kebon Kelapa. Dalam pelatihan produk kerajinan batik peserta diajari bagaimana memanfaatkan kain sisa dari produksi Batik Betawi Seraci menjadi beragam produk, seperti tas laptop, tas jinjing, dompet, dan sapu tangan.

Ke depan, kampung BaBe diharapkan akan terus menawarkan hal-hal baru sehingga dapat menjadi salah satu pilihan obyek wisata di Kabupaten Bekasi.

PT PJB UP Gresik Berhasil Mencetak Sejarah Baru dalam Bidang CSR

UP Gresik Bawa Pulau Bawean ke Kancah Asia (Jumat, 24/5) TAIPEI – PT PJB UP Gresik berhasil boyong penghargaan internasional lagi setelah CEM 9 yang diserahterimakan di Copenhagen, Denmark tahun 2018 lalu. Kali ini PT PJB UP Gresik berhasil mencetak sejarah baru dalam bidang CSR dengan menjadi juara dalam Asia Responsible Enterprise Awards (AREA) 2019, sekaligus memperpanjang rekor PT PJB sebagai juara bertahan untuk kategori Social Empowerment selama 3 tahun berturut-turut.

Program pemberdayaan masyarakat, Bawean Eco-Edu Tourism lah yang membawa CSR PT PJB UP Gresik ke kancah AREA 2019 ini. Program yang dikelola oleh Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Hijau Daun di Desa Daun, Pulau Bawean ini terpilih karena mampu menunjukkan integrasi dan sinergi antara peran dari masyarakat, pemerintah dan perusahaan yang secara kooperatif bersama-sama telah melakukan konservasi pesisir, mengedukasi masyarakat untuk menjaga alam, juga membuka kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui program pemberdayaan dalam bidang wisata berbasis lingkungan dan masyarakat.

Penghargaan AREA 2019 ini diterima oleh Manager Kesekretariatan dan Fasilitas di ballroom Hilton Taipei Sinban, Taiwan. Acara tahunan ini diselenggarakan oleh Asia Enterprise yang merupakan organisasi non pemerintah terkemuka yang berfokus pada upaya pencapaian sustainable and responsible entrepreneurship di Asia. Penghargaan ini menjadi salah satu bukti bahwa PT PJB telah diakui secara internasional dan diapresiasi atas komitmen manajemen dalam menjalankan praktik bisnis yang berkelanjutan dan bertanggung jawab secara sosial. (DL)

Teknologi Masa Depan Pembangkit ada di PJB


Terobosan dalam dunia kelistrikan di tanah air kembali dilakukan oleh PJB melalui peluncuran PJB- iCORE. Teknologi Intelligent Centre of Optimization for Reliabilty & Efficiency (i-CORE) membantu PJB dalam memantau, menganalisis, dan mendiagnosis kondisi pembangkit secara otomatis. Pantauan dilakukan melalui pengoptimalan sensor yang dipasang pada mesin pembangkit di unit. Hasilnya berupa rekomendasi untuk pemeliharaan maupun perbaikan yang diperlukan, juga untuk menggerakan peralatan secara otomatis. Rekomendasi ini diperlukan untu mencapai keandalan dan efisiensi pembangkit yang optimum.

Launching sistem ini dilaksanakan pada Jumat (24/5) di Engineering Centre Kantor Pusat PT PJB, Surabaya. Pada sambutannya, Iwan Agung selaku Direktur Utama PT PJB menyampaikan bahwa implementasi teknologi pada PJB ini merupakan yang pertama dan satu- satunya di Indonesia. i-CORE sendiri sudah diimplementasikan pada dua Unit Pembangkitan PJB, yaitu UP Paiton dan UBJOM Indramayu. Selanjutnya, i-CORE akan diterapkan di seluruh Unit Pembangkit sesuai roadmap.

Melalui i-CORE, PJB mampu memprediksi kerusakan mesin pembangkit dari jauh hari, sejak munculnya anomali di mesin, sehingga sudah dapat disiapkan tindakan dan mitigasi untuk meminimalisir unit trip/ gangguan. Selama masa uji coba pada UP Paiton, didapatkan real benefit sebesar Rp 40,015 milyar. Sedangkan potential benefitnya mencapai 139 Milyad Rupiah.


Buka Bersama Media

Perusahaan sadar bahwa media merupakan salah satu stakeholder strategis dalam mengawal dan menginformasikan perkembangan kelistrikan khususnya pada sisi hulu. Media juga memiliki peran penting bagi perusahaan untuk menyampaikan bagaimana kesiapan perusahaan dalam menyokong kebutuhan energi listrik dalam menerangi nusantara.   Dua pihak yang saling membutuhkan dan dapat bersinergi, dimana media membutuhkan informasi yang aktual dan valid dan perusahaan membutuhkan publikasi yang massive kepada masyarakat. Untuk itu di bulan puasa kali ini, kemarin (21/5) PJB Kantor Pusat mengadakan buka bersama media yang dihadiri oleh sebanyak 50 orang dari masing-masing perwakilan media elektronik, cetak, maupun digital.

111 Tahun Kebangkitan Nasional

Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada: “Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tañjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa”
(Mahapatih Gajah Mada)

Sobat PJB, petikan di atas merupakan Sumpah Palapa yang diucapkan oleh Gajah Mada dalam upacara pengangkatannya menjadi Patih Amangkubhumi Kerjaan Majapahit pada tahun 1258 Saka atau 1336 M. Ia bertekad tak akan menghentikan mati raga atau puasanya sebelum mempersatukan Nusantara. Sumpah ini menjadi embrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia. Wilayah Nusantara yang disatukan oleh Gajah Mada telah menjadi acuan bagi perjuangan berat para pahlawan nasional kita untuk mengikat wilayah Indonesia seperti yang secara de jure terwujud dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini.

Pada era perjuangan kemerdekaan, persatuan ini mendapatkan momentum dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908. Organisasi yang didirikan oleh Dr Sutomo dan delapan mahasiswa STOVIA ini menjadi tonggak penting persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia dalam entitas sebagai sebuah bangsa. Setelah Indonesia merdeka, hari kelahiran Boedi Utomo kemudian diperingati sebagai Hari kebangkitan Nasional. Peringatan ini pertama kali diselenggarakan di Yogyakarta pada tahun 1948 saat pemerintahan Presiden Soekarno.

Hari ini, Senin (20/5) tepat 111 tahun sejak Boedi Oetomo berdiri. Segenap instansi di tanah air mengadakan upacara untuk memperingati momentum kebangkitan nasional tersebut. PJB juga turut memperingati Hari Kebangkitan Nasional dengan menggelar upacara dikantor pusat dan unit-unitnya yang tersebar di tanah air.

“Bangkit untuk Bersatu,’ menjadi tema yang digaungkan dalan peringatan 111 Tahun Kebangkitan Nasional. Tersirat makna bahwa bangsa ini harus bangkit untuk kembali menjalin persatuan dan kesatuan dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia. Perbedaan adalah lumrah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun bagaimana menyikapi perbedaan untuk tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa adalah suatu keharusan.

Selamat Hari Kebangkitan Nasional!
Semoga kebangkitan dan persatuan selalu mewarnai gerak anak bangsa dalam menggapai kejayaan Republik Indonesia di masa yang akan datang.

Dir. SDM Kunjungi Arun

Transformasi korporat menjadi salah satu arahan dalam acara Plant Walkdown direksi ke UBJOM Arun. Kegiatan ini sekaligus diisi dengan santunan anak yatim dan buka puasa bersama. Acara dihadiri oleh Direktur SDM dan Administrasi PT PJB Suharto, Direktur SDM PT PJBS Defi Budi Utomo, Kadiv SHC PT PJB Mochamad Triyono, dan segenap manajemen serta karyawan UBJOM Arun.

Di sela-sela acara yang diadakan pada Rabu (15/5) itu Suharto beserta rombongan berkesempatan mengunjungi kebun hidroponik binaan CSR PJB UBJOM Arun. Kebun ini merupakan sarana edukasi hidroponik bagi masyarakat sekitar.(rzk)

Silaturahmi Ramadhan dengan Stakeholder

Jajaran management UBJOM Kaltim Teluk beserta karyawan melakukan kegiatan buka puasa bersama para stakeholder di Balikpapan. Sejumlah pejabat di lingkungan Balikpapan hadir dalam acara kebersamaan ini. Diantaranya Walikota Balikpapan H. M Rizal Effendi, Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra, Y.A.P, SIK, dan Komandan Kodim Balikpapan Kolonel Inf, Muhammad Ilyas. Hadir juga Direktur Kaltim Post serta sejumlah pejabat dari PLN UPDK, PLN UP3B, Bank BNI, Balikpapan Post, Rumah Sakit, Disnaker, serta kantor dinas lain di Balikpapan. Tak ketinggalan Muspika, lurah serta Forkom CSR Kota Balikpapan hadir juga dalam acara yang digelar pada Selasa (14/4).

Dalam sambutannya, Walikota Balikpapan mengajak hadirin untuk terus menjalin kerja sama dalam menata, membangun dan meningkatkan kehidupan masyarakat Balikpapan. Ia mengapresiasi acara kebersamaan dalam momen buka puasa yang dihelat oleh UBJOM Kaltim Teluk. “Saya sangat berterimakasih atas undangan ini, dan semoga kebersamaan seperti ini terus dibangun. Semoga proyek PLTU Kaltim Teluk berjalan dengan lancar dan sesuai target, agar listrik di Kalimantan Timur dan di Kota Balikpapan semakain baik” ujar beliau.

Sementara itu, General Manager PT PJB UBJOM Kaltim Teluk Maryono di awal sambutannya menyajikan beberapa bait pantun yang cukup menarik perhatian para hadirin. Selanjutnya ia memaparkan profil singkat PJB serta PLTU Kaltim Teluk dan perannya dalam kelistrikan di tanah air. Maryono mengungkapkan bahwa buka puasa bersama merupakan salah satu ajang silahturahmi dengan para stakeholder. Penghargaan disampaikan atas hubungan baik yang telah terjalin selama ini. Ia berharap agar silahturami ini dapat terus berjalan dengan baik di masa mendatang.

Siraman rohani menjadi puncak acara sebelum ditutup dengan berbuka puasa serta ramah tamah. Habib Hasan Alhabsy dihadirkan sebagai pengisi tausiyah pada sore itu. Habib mengajak seluruh hadirin terutama umat muslim untuk memanfaatkan Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Salah satunya menjadikannya sebagai momentum untuk kembali berlatih kejujuran dan keikhlasan serta meningkatkan disiplin pribadi untuk menghasilkan perbuatan baik.(ars)

Santri Ramadhan di Lingkungan Pembangkit

Kegiatan untuk meningkatkan iman dan ketakwaan saat Ramadhan tidak selalu harus dilakukan di lingkungan masjid atau pondok pesantren. Lingkungan pembangkit juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan tersebut. Selain mendapatkan ilmu agama, para peserta juga dapat meningkatkan wawasan terkait pengelolaan pembangkit listrik.

Terobosan ini dilakukan oleh Badan Pengelola Waduk Cirata (BPWC) pada Ramadhan 1440 H tahun ini. Unit PJB yang mengelola Waduk Cirata itu mengadakan acara Pesantren Kilat (SANLAT) Ramadhan yang berlokasi di lingkungan waduk Cirata dan PLTA Cirata. SANLAT dilakukan berkerjasama dengan Pondok Pesantren Baiturrahman. Kegiatan ini diikuti oleh 49 peserta perwakilan dari SMA di sekitar BPWC dan beberapa putra-putri karyawan. Selama empat hari mereka diajak menyelami ilmu agama serta ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Mereka juga diajak belajar sambil melihat langsung beberapa fasilitas pembangkit dan waduk.

SANLAT dilaksanakan pada tanggal 10 hingga 13 Mei 2019 yang bertepatan dengan tanggal 4 sampai dengan 8 Ramadhan 1440 H. Kepala BPWC Wawan Darmawan membuka acara yang baru pertama kali diadakan oleh BPWC itu. Ia berharap agar selepas acara SANLAT para peserta dapat berperan mengaktifkan kegiatan masjid yang ada di lingkungannya.

Berbagai materi iman dan takwa (IMTAK) serta IPTEK diberikan selama kegiatan SANLAT. Diantaranya materi fiqih, sirah nabawiah, kajian akhir zaman, dan kajian Qur’an yang dilaksanakan di area basecamp BPWC. Sedangkan materi IPTEK diberikan di lapangan saat para peserta mengunjungi fasilitas pembangkit. Pengetahuan tentang Bendungan dan Waduk Cirata disampaikan di Galeri Dam Control Center Cirata. Sementara materi Energi Baru Terbarukan dipaparkan saat kunjungan ke PLTS 1 MW Cirata. Sedangkan pengetahuan terkait PLTA Cirata diberikan di Power House PLTA Cirata.

Peserta terlihat sangat antusias mengikuti serangkaian acara selama kegiatan SANLAT. Selain bisa menambah pengetahuan agama, mereka juga berkesempatan melihat langsung bagaimana pengelolaan waduk dan juga proses produksi listrik yang ada di PLTA dan PLTS Cirata melalui Wisata Edukasi SANLAT. Hal lain yang menarik, peserta diajak memikirkan cita-cita di masa depan dan hambatannya. Momen yang dilakukan pada hari terakhir ini dikemas dalam bentuk yang menyenangkan sekaligus mengasah kreatifitas. Mimpi dituangkan sekreatif mungkin dengan memanfaatkan barang bekas seperti majalah dan koran. Kemudian mereka membacakan satu per satu mimpinya dan di doakan oleh para peserta lainnya. Hambatan juga dituliskan dalam kertas yang kemudian dihancurkan sebagai simbol agar peserta mampu menghilangkan hambatan itu dari dalam diri mereka.

Kegiatan SANLAT ditutup oleh Manajer Keuangan & Administrasi BPWC Catur Budi Prasetyono dan KH Yamin dr Ponpes Baiturrahman. Pada kesempatan ini diserahkan sejumlah penghargaan kepada peserta yang berprestasi dan sertifikat untuk para peserta.(mfd)

Desa Berdaya Rembang


Desa Berdaya merupakan program CSR PT PJB UBJOM PLTU Rembang dengan pendekatan pemberdayaan bagi masyarakat Desa Pangkalan, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang. Program ini diharapkan dapat menciptakan kemandirian masyarakat dalam bidang ekonomi, social, kesehatan, dan pengelolaan lingkungan. Ada 4 sub program besar dalam Desa Berdaya Rembang, yaitu Desa Berdaya UMKM, Desa Berdaya Sehat, Desa Berdaya Inovasi, dan Desa Berdaya Tani.

Selama program berjalan, yaitu tahun 2016-2019, program Desa Berdaya sudah memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat terdampak, diantaranya :

Nature : sudah dilakukan penanaman dan penyuluhan sebanyak 1000 bibit pohon, dimana 100 diantaranya tercatat sebagai pohon langka

Sosial : tercatat 340 orang sebagai penerima langsung program, dan sebanyak 3.774 orang penerima manfaat tidak langsung.

Ekonomi : pendapatan ekonomi kelompok mengalami kenaikan pertahunya. Secara akumulatif, pendapatan kelompok sudah mencapai 17.5 Juta.

Well Being : terdapat peningkatan kapasitas untuk 25 orang nelayan, 46 istri nelayan, 15 orang petani, dan 55 orang istri petani. Para istri nelayan dan petani yang sebelumnya belum mempunyai keterampilan, kini mempunyai keahlian yang dapat menghasilkan pendapatan tambahan bagi keperluan keluarga.

Like dan share postingan ini untuk menginspirasi sekitar kita agar lebih semangat berbagi manfaat!