Hubungi kami melalui info@ptpjb.com atau +62318283180
LOGO PJB

Our Contacts

Jl. Ketintang Baru No. 11 Surabaya

info@ptpjb.com

+6231 8283180

Peresmian Brantas RE-TRO

Brantas RE-TRO diresmikan oleh Direktur Utama PT PJB Iwan Agung Firstantara Rabu (15/05) di Malang. Peresmian proyek remotisasi sistem itu dilakukan dalam acara Plant Walkdown Performance Dialogue di Aula PT PJB UP Brantas.

Brantas Remotisasi Tanpa Operator (RE-TRO) merupakan sistem pengoperasian pembangkit dari jarak jauh yang dikembangkan oleh UP Brantas sejak tahun 2017. Sistem pengoperasian ini telah berhasil menjadikan kontrol sistem di 13 PLTA menjadi terpusat pada 1 ROC.

“Adanya RE-TRO ini merupakan tantangan baru bagi PJB UP Brantas dan harus memaksimalkan kinerja sehingga kurva kinerja harus selalu naik,” pesan Dirut PJB dalam sambutannya.

Peresmian dilakukan dengan uji coba sistem secara langsung oleh Dirut. Selain itu disimbolkan juga dengan penggantian baju operator (oranye) menjadi baju pemeliharaan (biru). Maknanua operator yang ada pada 13 PLTA dialih tugaskan sebagai pemeliharaan shift.(hrl)

Ramadhan Tiba, Berbagi Berkah Ramadhan

Mengawali 10 hari pertama Bulan Suci Ramadhan, PT PJB melalui Lembaga Infaq dan Sodaqoh (Lazis) PJB, Persatuan Istri Karyawan dan Karyawati (PIKK), serta Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baitun Nur membagikan paket sembako sejumlah 3000 paket kepada kaum dhuafa, yatim, masyarakat ring 1, purnakarya, serta masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan ini dilakukan secara serentak di Kantor Pusat PJB serta seluruh Unit Pembangkit PJB yang tersebar di Pulau Jawa dan Luar Pulau Jawa sebagai bentuk rasa syukur atas datangnya Bulan Suci Ramadhan.

Acara rutin tahunan ini memang diselenggarakan bertepatan dengan datangnya Bulan Suci Ramdhan, sebagai bentuk rasa syukur serta kepedulian PT PJB kepada masyarakat dengan latar belakang kurang mampu. 
Di Bulan Suci Ramadhan, 3000 paket sembako menjadi bukti kenikmatan berbagi kepada sesama.

Pucuk Merah Percantik Cirata


Meski Hari Bumi yang diperingati tiap tanggal 22 April telah berlalu, namun semangatnya tak boleh kendor. Aksi-aksi untuk menyelamatkan lingkungan harus dilakukan sepanjang waktu. Menghijaukan lahan sekitar merupakan salah satunya, seperti yang dilakukan oleh unit-unit PJB.

Pada awal Mei lalu, UP Cirata kembali melakukan penghijauan di area sekitar kantornya. Penanaman pohon diarahkan oleh General Manager UP Cirata, Muhammad Munir, dan menjadi momen untuk memperingati Hari Bumi. Kegiatan ini melibatkan workforce UP Cirata dan masyarakat sekitar. PIKK PJB Kantor Pusat yang sedang mengadakan acara di Cirata juga berpartisipasi dalam aksi tanam pohon tersebut.

Pucuk merah dipilih sebagai pohon yang ditanam dalam kesempatan ini. Pohon ini memiliki kesesuaian dengan lingkungan UP Cirata. Selain menjadi peneduh dan penambah kesejukan, pohon yang ditanam diharapkan akan memperindah lingkungan Cirata. Gradasi warna daun pucuk merah yang indah nantinya akan mempercantik kehijauan lingkungan yang ada di sana. Pohon ini juga memiliki manfaat lain, kabarnya bisa diekstrak menjadi sumber antioksidan.

Kedatangan Persatuan Istri Karyawan Karyawati (PIKK) PJB Kantor Pusat ke Cirata untuk melakukan serangkaian kegiatan. Diantaranya pertandingan volly persahabatan dengan PIKK Cirata Raya. Pertandingan dilakukan di lapangan Cilangkap UP Cirata setelah acara tanam pohon. Acara berlangsung meriah disaksikan oleh karyawan UP Cirata dan masyarakat sekitar. Pada akhirnya, PIKK Kantor Pusat yang memenangkan pertandingan tersebut.

Kegiatan bersama antara PIKK Kantor Pusat dan PIKK Cirata Raya diharapkan menjadi sinergi dalam menjaga tali silaturahmi. Ke depan sinergi ini diharapkan dapat lebih meningkatkan kontribusi mereka dalam lingkup lingkungan, kesehatan ataupun social budaya. (zrp)

Menjawab Tantangan Listrik Murah Berkualitas


Harga listrik berpengaruh signifikan terhadap arus investasi. Menyediakan Listrik yang murah dan berkualitas menjadi tantangan yang tak bisa ditawar-tawar lagi oleh PLN Grup. Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PT PLN (Persero) Haryanto WS mengajak semua komponen untuk fokus menjawab tantangan tersebut tanpa beralasan dengan mengerahkan segala kemampuan yang ada.

“Tata kelola pembangkitan merupakan metode best practise agar PLN mampu menjawab tantangan tersebut. Implementasi tata kelola di semua pembangkit PLN harus diakselerasi agar pembangkit lebih andal dan efisien,” kata Haryanto. Pernyataan ini disampaikan saat membuka acara Workshop dan FGD Tata Kelola Pembangkit yang berlangsung pada 8 – 9 Mei 2019 di Gedung PT PJBS, Sidoarjo.

Workshop dan FGD diikuti oleh 70 peserta dari PLN, Indonesia Power dan PJB. Mereka merupakan asset operator dan asset manager pembangkit perwakilan dari seluruh regional PLN. Acara ini menjadi ajang sharing knowledge terkait pengelolaan unit. Peserta memaparkan implementasi tata kelola di unitnya dan mendiskusikan permasalahan serta ide-ide baru untuk perbaikan ke depan. Dalam acara yang diadakan oleh PLN ini, PJB menghadirkan ahli dari masing-masing pilar tata kelola pembangkit.

Sejumlah pejabat dari lingkungan PLN Grup juga hadir dalam workshop, diantaranya Direktur Operasi 1 PT PJB Sugiyanto, Direktur Operasi II PT Indonesia Power R. Bambang Anggono, dan Dirut PT PJBS A Djati Prasetyo.

Hari pertama workshop diisi dengan presentasi dan diskusi tata kelola dari PLTMG Arun, PLTG Gorontalo Pelaker, PLTGU Tanjung Batu, PLTU Asam-Asam, PLTU Nii Tanaa, PLTU Tarahan, dan PLTGU Grati, serta FGD. Sedangkan hari ke dua dikhususkan untuk presentasi hasil focus group discussion (FGD). Workshop dan FGD diharapkan dapat menghasilkan standarisasi kinerja proses yang sama antara PJB, PLN, dan IP.

Kebersamaan dan Berbagi di Bulan Penuh Berkah


Keutamaan berbagi dan memberi bukan kepada mereka yang dicintai, tetapi berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Berbagi dengan orang lain adalah bentuk rasa syukur terbaik atas apa yang kita dapatkan. Hal inilah yang dilakukan oleh LAZIS (Lembaga Amil Zakat Infak Dan Sodaqoh) PT PJB di bulan Ramadhan 1440 H. Lembaga penghimpun dana dari karyawan PJB ini membagikan total 3.000 paket sembako bagi kaum dhuafa di sekitar pembangkit yang ada di Jawa maupun luar Jawa.

Penyaluran paket sembako di PT PJB UBJOM Tenayan dilakukan di Masjid Azzahidin RW 7 Kelurahan Bencah Lesung Kecamatan Tenayan Raya pada hari Rabu (8/5). Sejumlah 250 paket sembako dibagikan kepada kaum dhuafa di wilayah Ring 1 PLTU Tenayan dan tenaga kebersihan PLTU Tenayan. Bersamaan dengan kegiatan tersebut, diselenggarakan juga Bazar Sembako Murah sebanyak 350 paket oleh CSR UBJOM Tenayan. Dua kegiatan mulia tersebut menjadi wujud rasa syukur PT PJB UBJOM Tenayan dalam menyambut kehadiran bulan suci Ramadhan.

Pembagian paket sembako tahun ini terasa berbeda, karena dihadiri sejumlah pejabat. Diantaranya Danramil 05/Sail Kapten Arh Sugeng Santoso, Kapolsek Tenayan Raya Kompol.M.Hanafi, perwakilan muspika Kecamatan Tenayan Raya Lurah Kelurahan Bencah Lesung M. Zakir, dan General Manager UBJOM Tenayan Agus Prastyo Utomo.

Semuanya saling bersinergi bersama-sama dalam mensukseskan kegiatan amal dibulan ramadhan yang penuh berkah ini. Warga terlihat sangat antusias dan bersemangat untuk mengambil paket sembako. Selain rasa bahagia mendapatkan sembako ditengah kesulitan ekonomi saat ini, juga bahagia karena bisa bertatap muka dan menyalami langsung GM, Danramil, Kapolsek, dan Lurah Kelurahan Bencah Lesung. Keberadaan mereka yang bermukim disekitar PLTU Tenayan merasa diayomi dan diperhatikan oleh Manajemen PT PJB dan Pemerintah setempat. Suasana kehangatan terasa dalam momen ini. Rangkaian kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama antara Manajemen PT PJB UBJOM Tenayan dengan stakeholder.

Indahnya kebersamaan dan berbagi dengan sesama mampu mencairkan susasana dan mampu membuat orang tersenyum dikala banyaknya ujian kehidupan yang sedang dijalani. Indahnya berbagi dan indahnya kebersamaan merupakan anugerah dari Allah SWT yang harus disyukuri.(jun)

Desa Mandiri Energi Andungbiru


Desa Andungbiru, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo adalah salah satu desa yang belum tersentuh fasilitas listrik PLN. Letaknya yang terpencil di daerah pegunungan dengan medan yang berat menjadi penyebabnya. Untuk menjawab kebutuhan akan listrik, warga mulai membuat pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) sederhana berbahan kayu. PLTMH ini diinisiasi oleh M.Rasid dengan memanfaatkan potensi sumber air yang melimpah dari aliran sungai.

Kemudian sejalan untuk mendukung kehidupan yang berkelanjutan dengan pembentukan desa mandiri energy, PT PJB UP Paiton pada tahun 2016 mulai melakukan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat di Andungbiru. Pendampingan diawali dengan pembentukan kelompok yang mengelola distribusi dan mantainance listrik di desa tersebut.

Pada fase pertama, dilakukan peningkatkan kualitas PLTMH dengan mengganti pipa beton yang sudah bocor dengan pipa baru sepanjang 200 m. Kemudian pada fase kedua tahun 2017, PT PJB UP Paiton membuat satu lagi PLTMH dengan memanfaatkan sisa aliran sungai dengan harapan dapat lebih memberikan akses listrik kepada warga.

Sebanyak 500 KK mendapatkan manfaat dari keberadaan PLTMH Andungbiru. Mereka mendapat akses listrik untuk mendukung kehidupan sehari-hari. Dari sisi lingkungan, selain mendorong kemandirian masyarakat dalam hal energi, PT PJB UP Paiton juga memberikan pendampingan masyarakat untuk melakukan konservasi pohon baik di hulu maupun di hilir bibir sungai sekitar PLTMH Andungbiru.

Like dan sebarkan postingan ini untuk menginspirasi teman-temanmu untuk melakukan kebaikan bagi lingkungan sekitar!

PLN Sambangi Bidang SCM PJB


Pengelolaan pengadaan khususnya pada pengelolaan terkait gudang tentu perlu menjadi perhatian penting dikarenakan stock barang memiliki andil dalam kesiapan pada proses bisnis. Untuk itu PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali melakukan benchmarking ke divisi pengadaan PT PJB pagi ini (9/5).

Kadiv Supply Chain Management PJB Miftahul Huda mencoba membagikan pengalaman dan pengelolaan PJB pada setiap proses pengadaannya. Diawali dengan penjelasan Plant Audit Result yang sebelumnya pernah dilakukan, dimana waktu pemulihan saat terjadi gangguan tentu akan berujung pada berapa besar EAF unit. Miftahul Huda mencoba mengajak berdiskusi hal-hal apa saja yang menjadi faktor penentu suatu gangguan bisa teratasi dengan baik, salah satunya adalah ketersediaan material.

Di satu sisi kita perlu memenuhi permintaan di lapangan, gangguan cepat tertangani dengan ketersediaan material. Dari sisi finansial memiliki prinsip Inventory Level (efisiensi) sehingga dua hal ini perlu diseimbangkan. Untuk itu diperlukan beberapa hal utk mendukung antara lain proses bisnis/tata kelola yang baik, kebijakan, sistem terintegrasi & online, dan SDM yang kompeten.

Adapun beberapa fungsi-fungsi yang perlu dimaintain secara serius sehingga tata kelola supply chain management dapat berjalan dengan baik dan seharusnya: catalogue management, warehouse management, supplier management, requirement management, inventory management, procurement management. Dari fungsi fungsi di atas yg dijalankan secara optimal akan menghasilkan output yang dimasukkan dalam KPI bidang supply chain management berupa service level, inventory level, dan turn over yang baik.

Miftahul Huda mendorong agar setiap insan pengadaan harus memiliki mindset untuk kinerja unit yang baik. Proses pengadaan yang baik, cepat dan tepat menjadi kunci dari kinerja unit atau sistem.

Inovasi Pengolahan Produk Mangrove

Mangrove merupakan salah satu tumbuhan khas wilayah pesisir yang berfungsi sebagai pencegah abrasi. Di wilayah Kampung Kali Adem, Desa Segara Jaya, Bekasi terdapat beberapa jenis mangrove, diantaranya adalah mangrove jenis Avicennia, Bulgeria, Pidada dan Api-Api. Selain sebagai penahan abrasi, buah mangrove juga dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi berbagai macam makanan. Masyarakat sekitar Kampung Kali Adem sejak zaman dahulu sudah mengolah buah mangrove untuk dijadikan makanan ringan untuk sekedar pendamping kopi maupun sebagai jajanan pasar.

Berangkat dari pengetahuan turun-temurun masyarakat tentang olahan mangrove, UP Muara Tawar turut mendukung pengembangan inovasi olahan produk mangrove. Diantaranya melalui pelatihan, seperti yang dilakukan pada Selasa, (30/4) di Kampung Kali Adem. Pelatihan dilakukan bersama dengan dengan Kelompok Pesisir Mekar Mangrove (KPMM). Pesertanya seluruh KPMM dan ibu-ibu masyarakat sekitar Kampung Kali Adem. Para peserta dikenalkan beberapa inovasi produk olahan mangrove seperti, coklat mangrove, brownis mangrove, syrup mangrove, selai mangrove, balado mangrove, dan keripik mangrove gula merah. Mereka diajari juga praktek membuat produk olahan tersebut.

Bidan Puskesmas Tarumajaya juga turut hadir dalam pelatihan. Ia melakukan pembinaan dan memberikan sosialisasi mengenai prosedur kebersihan pengolahan makanan. Melalui pelatihan ini para eserta diharapkan dapat mengenal makanan olahan tradisional mangrove serta inovasi olahan modern agar mampu bersaing di pasar.

UP Muara Tawar juga turut mendukung keberlanjutan usaha melalui pemberian bantuan alat-alat produksi KPMM untuk menunjang produksi kelompok. Usaha yang digagas oleh Kelompok Pesisir Mekar Mangrove ini ke depan diharapkan dapat berkembang dan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.(rhm)

Edukasi Lingkungan untuk Sayangi Bumi


Menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan hidup lebih efektif bila diberikan sejak masa kanak-kanak. Salah satunya dengan melibatkan anak-anak dalam kegiatan-kegiatan menyenangkan bertema lingkungan. Mereka diajak mempraktekkan langsung aktivitas sederhana untuk memupuk kecintaan pada lingkungan sekitar. Dengan cara ini mereka dikenalkan bahwa mencintai lingkungan itu mudah dan dapat dilakukan dalam aktivitas sehari-hari.

Upaya mengedukasi anak-anak agar lebih peduli terhadap lingkungan menjadi salah satu kegiatan BPWC tahun ini. Edukasi melibatkan siswa SD Negeri I Cirata dan TK Elektrika dengan mengangkat tema “Edukasi Lingkungan untuk Sayangi Bumi”. Kegiatan untuk menyemarakkan peringatan Hari Bumi itu digelar di Pusat Pembibitan BPWC pada Selasa (30/4) lalu.

Dalam sambutannya Hijrah Kurniawan selaku Manajer Operasi dan Pemeliharaan BPWC, menyampaikan dukungan terhadap setiap kegiatan yang memberikan dampak positif terhadap lingkungan. “Kegiatan hari bumi bukan hanya semata penting untuk diucapkan dan dirayakan, tetapi harus menghasilkan sebuah gerakan baru salah satunya dengan mengedukasi generasi penerus untuk lebih peduli terhadap lingkungan”, jelasnya.

Sejumlah kegiatan dilakukan dalam acara edukasi lingkungan bagi siswa SD dan TK di BPWC. Diantaranya memilah sampah organik-anorganik serta pengolahnnya, menanam bibit dalam pot, memupuk tanaman, memetik buah kopi, dan memberi makan kelinci. Berbagai aktivitas tersebut diharapkan dapat mempengaruhi perilaku siswa dalam menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan di masa mendatang.

Pada akhir acara, setiap siswa mendapatkan bibit pohon buah-buahan siap tanam. Bibit tersebut dapat ditanam di sekolah atau di rumah masing-masing sehingga dapat menambah keanekaragaaman hayati di sekitar Waduk Cirata.(dms)

Academy Meeting 2019

Sebagai upaya mensukseskan transformasi korporat, arahan Direktur Utama PT PJB menetapakan tahun ini sebagai tahun Execution without Excuse. Guna mendukung hal tersebut Direktur Utama PT PJB berpesan bahwa “untuk menjaga keberlangsungan bisnis PT PJB serta mencapai tujuan tahunan dan jangka panjang diperlukan penguatan kompetensi, produktivitas dan budaya perusahaan.” Hal ini tentu membutuhkan dukungan SDM yang mumpuni dan disiplin dalam mengeksekusi setiap pekerjaan dengan baik. Atas arahan tersebut, Direktur SDM & Administrasi PT PJB menetapkan arah pengembangan SDM dengan tema Empowering Human Capital For Driving Execution In Digital Era.

Bertumpu pada arahan pimpinan PT PJB, General Manager PJB Academy menetapkan Extraordinary Learning For Driving Excellent Execution sebagai kompas bagi seluruh insan PJB Academy dalam mendukung tujuan perusahaan. Ketiga tema besar tersebut disampaikan dalam Academy Meeting pertama yang diselenggarakan pada tanggal 30 April 2019 bertempat di Kantor Pusat PT PJB Services. Rapat ini dihadiri oleh seluruh jajaran direksi dan Senior Leader PT PJB. Terselenggaranya rapat ini bertujuan memperkuat kelembagaan PJB Academy. Salah satu upayanya adalah dengan melibatkan seluruh jajaran direksi dan senior leader menjadi Learning Steering Committee. Di akhir meetig disepakati dan ditetapkan 10 Learning Policy, bersama seluruh jajaran direksi dan senior leader yang hadir untuk mendukung PJB Academy menjadi corporate university.