Hubungi kami melalui info@ptpjb.com atau +62318283180
LOGO PJB

Our Contacts

Jl. Ketintang Baru No. 11 Surabaya

info@ptpjb.com

+6231 8283180

Biru Langitku Hijau Bumiku

Puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 diselenggarakan di Kompleks UPT Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan, Kota Probolinggo, pada Minggu(28/7). Sejumlah kegiatan dilakukan dalam acara ini diantaranya penanaman pohon cemara udang dan pemberian penghargaan Lingkungan Hidup Tahun 2019.

UP Paiton menjadi salah satu perusahaan terbaik yang mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Unit yang mengelola PLTU Paiton unit 1 dan 2 ini dinilai sangat baik dalam implementasi pengelolaan perusahaan berbasis lingkungan hidup. Atas capaiannya itu, UP Paiton mendapatkan piagam penghargaan Atas Laporan Pelaksanaan Pengelolaan Lingkungan Hidup Terbaik 2019 pada kategori PLTU.

Dalam peringatan lingkungan hidup kali ini, Gubernur Jawa Timur mengajak seluruh lapisan masyarakat ikut berpartisipasi mengendalikan polusi udara. Ajakan ini sejalan dengan tema internasional yang diangkat dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yaitu “Beat Air Pollution”. Diungkapkan bahwa berdasarkan data WHO 7 juta manusia meninggal karena polusi udara dan 70%nya di Asia Pasifik. Sementara di Indonesia 62 ribu manusia meninggal karena polusi udara.

Itulah mengapa partisipasi semua pihak sangat dibutuhkan untuk mengendalikan polusi udara. Masyarakat bisa berpartisipasi dengan menanam pohon di lingkungan sekitar. Sehingga langit makin biru dan bumi makin hijau.

Selamatkan Mangrove, Selamatkan Bumi

Memperingati Hari Mangrove Sedunia Tahun 2019, Pokmaswas Hijau Daun melakukan penanaman 500 bibit mangrove di area Ekowisata Mangrove Hijau Daun, Pulau Bawean. Kegiatan pada Jumat (26/7) itu melibatkan sekitar 328 siswa dan mahasiswa. Selain menghijaukan pantai, dilakukan juga aksi bersih-bersih di sepanjang pesisir Pantai Daun.

Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) Hijau Daun merupakan mitra PJB UP Gresik dalam mengembangkan Ekowisata Mangrove Hijau Daun. Ecowisata ini mengitegrasikan program konservasi mangrove, terumbu karang dan penyu, program eco-edu-wisata mangrove, program pengelolaan sampah terpadu, serta program alih fungsi lahan sawah terdegradasi menjadi lahan pertanian garam.

Hari Mangrove Sedunia diperingati setiap tanggal 26 Juli. Moment ini menjadi penggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya mangrove bagi kehidupan di bumi.

Hutan mangrove memiliki banyak manfaat bagi kehidupan, baik secara fisik, biologi, maupun ekonomi. Secara fisik, hutan mangrove menjadi penahan abrasi pantai, penahan intrusi air laut ke daratan; dan penahan badai dan angin yang bermuatan garam, Selain itu, dapat menurunkan kandungan karbondioksida (CO2) di udara dan menjadi penambat bahan-bahan pencemar (racun) di perairan pantai.

Sementara secara biologi hutan mangrove menjadi tempat hidup biota laut, sumber makanan bagi spesies-spesies yang ada di sekitarnya, dan tempat hidup berbagai satwa lainnya. misal kera, buaya, dan burung.

Sedangkan manfaat hutan mangrove secara ekonomi, diantaranya sebagai tempat pariwisata, sumber bahan kayu, penghasil bahan obat, penghasil bahan pangan seperti ikan, udang, kepiting, dan menjadi sumber mata pencaharian masyarakat sekitar.

Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik

UP Muara Tawar bersama Kelompok Bendungan Berlian melaksanakan kegiatan sosialisasi pengolahan sampah organik bagi warga Kampung Bendungan, Desa Pantai Makmur, Bekasi. Kegiatan pada Jumat (26/7) ini bertujuan untuk menerapkan zero waste di lingkungan warga masyarakat guna mendukung Program CSR “Kampung Bendungan Si Mandra (Bersih, Mandiri, dan Sejahtera)”.

Dalam kegiatan ini, masyakarat diajari cara mengolah sampah organik yang dapat menghasilkan pupuk cair. Nantinya pupuk cair itu akan ditabung di Bank Kompos sehingga masyarakat memperoleh pendapatan dari pengolahan sampah organik tersebut.(awg)

Asesor KPKU Kunjungi CSR UP Muara Karang

Program CSR binaan UP Muara Karang terpilih mewakili PLN Group dalam Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU). Para asesor KPKU mengunjungi lokasi bank sampah, Rumah lipat, dan mangrove yang dibina oleh unit PJB di Jakarta tersebut pada Rabu (24/7). Kunjungan didampingi oleh perwakilan dari PLN dan UP Muara Tawar. PLN optimis dan siap mendapatkan kriteria Industry Leader dalam asesmen PKPU ini.(srk)

Sosialisasi Akustik Melalui Saweu Sikula

Upaya menggugah kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah plastik bisa dilakukan dari mana saja, termasuk dari lingkungan sekolah. PT PJB UBJOM PLTMG Arun menggugah kesadaran tersebut melalui sosialisasi AKUSTIK (Ayo Kurangi Sampah Plastik) dalam rangkaian acara dari PJB Saweu Sikula. Program CSR Ini dilaksanakan pada Senin (22/7) di SD Negeri 4 Muara Saru, Kota Lhokseumawe.

Akustik merupakan program transformasi korporat PJB dalam menanggapi isu dunia terkait pengurangan penggunaan plastik yang semakin hari semakin memprihatinkan. Dalam sosialisasi akustik, UBJOM PLTMG Arun membagikan tumbler (botol minum) bagi para siswa agar mereka dapat mengurangi pemakaian plastik dengan tidak membeli air minum kemasan plastik.

Selain sosialisai Akutik, PJB Saweu Sikula juga diisi dengan kelas Inspirasi dan penghijauan. Kelas Inspirasi disampaikan oleh tim pengajar yang berasal dari kolaborasi CSR PJB Arun dan komunitas Turun Tangan Lhokseumawe. Sedangkan penghijauan dilakukan dengan menanam pohon di sekitar sekolah sebagai langkah dalam melestarikan lingkungan dan meningkatkan keasrian di sekolah tersebut.

Manager Administrasi PT PJB UBJOM PLTMG ARUN Adityo BW berharap agar PJB Saweu Sikula dapat memotivasi para pelajar. “Melalui acara ini kami berharap sejak dini adik-adik sekolah dasar dapat peduli terhadap lingkungan dan memiliki impian serta motivasi tinggi untuk belajar dan berkembang menjadi lebih baik”

PJB Saweu Sikula merupakan program CSR di bidang capacity building untuk meningkatkan bakat serta semangat belajar bagi anak-anak SD yang berada di wilayah Ring 1 perusahaan. Program ini telah dilaksanakan sejak tahun 2018 dan dilaksanakan rutin setiap tahunnya.

Program ini mendapat apresiasi dan dukungan dari pihak sekolah. “Kami sangat berterima kasih dengan kedatangan dari PT PJB UBJOM PLTMG Arun untuk melaksanakan program PJB Saweu Sikula di sekolah kami. Anak-anak sangat bergembira dan bersemangat. Semoga acara ini bisa menambah motivasi bagi anak-anak untuk terus belajar lebih baik dan juga turut menjaga kelestarian lingkungan “ terang Yusnaini selaku Kepala Sekolah SD 4 Muara Satu.(rzk)

Perbaiki Sungai Kampar, Gubernur Sumatera Barat belajar dari Waduk Cirata

Sungai Kampar memiliki panjang 580 km, berhulu di Bukit Barisan Sumatra Barat dan bermuara di pesisir timur Pulau Sumatra di wilayah provinsi Riau. Sungai ini merupakan pertemuan dua buah sungai yang hampir sama besar, yang disebut dengan Kampar Kanan dan Kampar Kiri. Kawasan hulu air sungai ini dimanfaatkan untuk PLTA Koto Panjang 114 MW yang dikelola oleh PT PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Utara (KITSBU).

Kondisi lingkungan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kampar tak ubahnya permasalahan di DAS Citarum, yang mengalami degradasi kualitas lingkungan karena pencemaran dari aktivitas domestik, industri, peternakan, perkebunan, pertanian, hutan tanaman industri, perikanan dan pertambangan.

Gubernur Sumatera Barat (Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, S.Psi., M.Sc.) bekerjasama dengan WWF (World Wide Fund for Nature) secara khusus mengundang PT Pembangkitan Jawa Bali – Badan Pengelola Waduk Cirata (BPWC) untuk memberikan sharing knowledge tentang pengelolaan lingkungan Waduk Cirata. Sharing knowledge disampaikan dalam rapat teknis inisiasi pengembangan imbal jasa lingkungan pada Selasa (23/7) di Padang. Acara ini dihadiri oleh Gubernur, para Bupati, Kepala Dinas, dan stakeholder terkait Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Kepala BPWC, Wawan Darmawan, menyampaikan alternatif pola pengelolaan lingkungan melalui berbagai model kerjasama. Salah satunya keterlibatan BPWC dalam program Citarum Harum yang dapat mengintegrasikan kewenangan multi stakeholder guna menjaga fungsi utama Waduk Cirata untuk operasional PLTA.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumbar berharap komitmen stakeholder dalam restorasi dan pelestarian Sungai Kampar sebagaimana kesungguhan stakeholder Sungai Citarum.(rtp)

Limbah Mangrove untuk Memperindah Batik

Mangrove merupakan salah satu sumber daya yang ada di Kecamatan Tarumajaya, Bekasi. Mangrove dikenal sebagai tanaman dengan fungsi sebagai pencegah abrasi laut. Selain itu, buahnya juga dapat dimanfaatkan untuk beberapa produk makanan seperti dodol, minuman dan produk lainnya. Namun, tak hanya itu, ternyata limbah mangrove pun masih dapat dimanfaatkan untuk mewarnai batik. Buah mangrove yang sudah tidak dapat tumbuh atau mati lah yang digunakan sebagai bahannya.

Pengetahuan tentang bagaimana memanfaatkan limbah mangrove menjadi pewarna batik diberikan kepada warga Kampung Kebon Kelapa melalui pelatihan pada tanggal 15-20 Juli 2019. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh PJB UP Muara Tawar bekerja sama dengan Zie Batik Semarang. Melalui pelatihan ini, kelompok pengrajin batik lokal diharapkan dapat memanfaatkan sumber daya mangrove di desanya menjadi pewarna batik. Selain bisa menekan biaya produksi, penggunaan pewarna alami tersebut juga akan menambah nilai jual dari batik yang dihasilkan.

Dalam pelatihan, para peserta diajari mengenal jenis-jenis pewarna batik berbahan alami yang ada di sekitar kita, diantaranya jelawe, indigo, tingi, tunjung, dan mangrove. Diuraikan juga proses pewarnaan batik dengan bahan alami yang jauh lebih lama dibandingkan dengan proses pewarnaan sintetis.Dari beberapa bahan pewarna alami yang dikenal, pewarna dari mangrove hingga kini belum banyak digunakan oleh perajin batik. Mangrove untuk membuat pewarna batik berasal dari jenis Propagul yang sudah dikeringkan. Bahan ini dapat mengeluarkan warna coklat.

Selain belajar membuat pewarnaan batik menggunakan mangrove, pelatihan juga diisi dengan materi proses pembuatan batik ecoprint. Ecoprint merupakan teknik pemindahan pigmen warna alami daun ke media kain sutra agar menghasilkan pola yang unik. Teknik ini tergolong mudah karena hanya menggunakan dedaunan di sekitar kita, seperti daun jati, daun jarak, daun johar, daun jenetri, daun talok, daun ketapang, dan jenis daun atau bunga yang menghasilkan warna.

Meskipun bahan-bahan yang digunakan untuk membuat batik ecoprint tergolong mudah, namun penjualan satu lembar kain batik ecoprint mencapai Rp 500.000. Lamanya proses pembuatan dan kreativitas dalam menyusun pola-pola daun menjadi nilai tambah pada pembuatan batik ini.

Para peserta langsung mempraktekkan pembuatan batik ecoprint dan pewarnaan dengan mangrove selama kegiatan berlangsung. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan ragam jenis variasi batik berbahan alami dan ecofriendly. Sehingga, selain dapat menekan biaya produksi, pemanfaatan bahan-bahan alami di sekitar kita sebagai pewarna batik, juga dapat mengurangi pencemaran akibat limbah pewarna batik dan berkontribusi dalam upaya penyelamatan lingkungan.(rhm)

Produk CSR PJB Diminati Pengunjung PLHK 2019

Inovasi unik dari produk-produk masyarakat binaan CSR PJB menarik perhatian pengunjung pameran Pekan Lingkungan Hidup & Kehutanan (PLHK) 2019. Aneka produk olahan makananan yang memanfaatkan potensi khas masyarakat sekitar disambut antusias pengunjung. Demikian juga dengan aneka kerajinan yang ditampilkan. Hingga penutupan acara stand PJB masih ramai dikunjungi.

Pameran PLHK 2019 diselenggarakan di Jakarta Convention Centre tanggal 11-13 Juli 2019. Dalam ajang ini, selain produk CSR, PJB juga memamerkan proyek-proyek EBT dan pengelolaan lingkungan sekitar pembangkit. Pada kesempatan ini PJB juga mengajak pengunjungan berjalan-jalan melihat PLTGU Gresik yang ramah lingkungan melalui Virtual Reality (VR). Fasilitas ini berhasil menarik antusiame pengunjung, khususnya anak-anak.

Olahan makanan dan kerajinan produk CSR yang ditampilkan PJB dalam pameran PLHK cukup beragam. Produk tersebut khusus didatangkan dari hasil karya masyarakat di sekitar unit-unit pembangkit PJB di Jawa. Untuk jenis makananan ada olahan mangrove (dodol, minuman), legen khas Tuban, rengginang aneka rasa dari Rembang, stik porang, dan aneka jenis kopi. Sedangkan kerajinan berupa batik ecoprint menggunakan dedaunan kering, ecobag dari kain perca, pulpen ranting, kerajinan kayu, kerajinan eceng gondok serta inovasi pemanfaatan tong dan ban bekas. Olahan makanan habis dibeli pengunjung. Sementara produk kerajinan, meski tidak terjual semua, namun membuahkan beberapa kerja sama dan potensi penjualan.

PJB menempati stand pameran bersama grup PLN. Dalam pameran ini PLN Group terpilih menjadi booth terbaik.

Eco Driving Fun Rally KLHK 2019

Mengemudi kendaraan punya tips dan trik tertentu agar dapat efisien, nyaman serta aman. Eco driving menjadi salah satu diantaranya. Cara ini terbukti bisa menghemat bahan bakar minimal 10 persen sehingga kegiatan mengemudi lebih hemat dan ramah lingkungan.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam hari terakhir Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2019 mengenalkan konsep dan manfaat eco driving bagi masyarakat. Acara pada Sabtu (13/7) itu dikemas dalam bentuk Talkshow dan Eco Driving Fun Rally. Dalam kegiatan ini dilakukan praktek serta pelatihan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam perilaku mengemudi yang ramah lingkungan.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep dan manfaat Eco Driving serta memberikan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan praktek Eco Driving atau Perilaku Mengemudi Ramah Lingkungan. Praktek mengambil rute kombinasi jalan tol dan non tol yang ditempuh dalam waktu ± 60 menit diikuti dengan pengukuran konsumsi bahan bakar.

“Eco Driving terbukti menurunkan konsumsi bahan bakar sekitar 10-15%, mengurangi tingkat pencemaran udara, merubah cara mengemudi menjadi lebih nyaman serta mengurangi kecelakaan lalu lintas. ,” kata Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, M.R. Karliansyah.

PJB berperan aktif menjadi salah satu pendukung dalam acara Eco Driving Fun Rally 2019. Dukungan ini sejalan dengan misi perusahaan untuk mewujudkan aktivitas yang ramah lingkungan.

Radar Kudus Award 2019


Keberadaan PLTU Rembang berkapasitas 2×315 MW membawa dampak positif bagi perkembangan daerah sekitar. Kehadiran satu-satunya unit PJB di Jawa Tengah ini menjadi pendukung bagi percepatan investasi daerah. Peran PLTU Rembang tersebut mendapatkan apresiasi dari Radar Kudus, yang merupakan koran daerah milik jaringan media Jawa Pos Grup.

Apresiasi berupa Radar Kudus Award 2019 dalam kategori Pembangkit Listrik Pendukung Percepatan Investasi daerah. Trofi dan piagam penghargaan diserahkan kepada PT PJB UBJOM Rembang pada Senin (8/7) di Grobogan, Purwodadi dalam puncak perayaan HUT ke-17 Radar Kudus.