Hubungi kami melalui info@ptpjb.com atau +62318283180
LOGO PJB

Our Contacts

Jl. Ketintang Baru No. 11 Surabaya

info@ptpjb.com

+6231 8283180

Eceng Gondok Cirata Sampai ke Thailand

Tanaman eceng gondok yang seringkali dianggap sebagai gulma ternyata bisa memiliki nilai jual. Di bawah binaan CSR PJB BPWC, masyarakat perajin eceng gondok di sekitar Waduk Cirata, Jawa Barat, diberi kesempatan untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas produksinya.

Secara bertahap, CSR PJB BPWC melakukan pemberdayaan kepada tiga kelompok perajin dengan pemberian alat bantu jahit dan bahan baku eceng gondok. Selain itu, pendampingan berupa peningkatan jaringan pemasaran juga dilakukan untuk meningkatkan daya saing produk.

Produk-produk yang dihasilkan antara lain berupa tas, dompet, peci, sandal dan lainnya. Program yang digulirkan sejak 2016 ini berhasil meningkatkan pendapatan masyarakat perajin. Bahkan pemasarannya sudah merambah hingga ke Negeri Gajah Putih, Thailand.

Wah, kalau begitu kita harus semakin bangga dan terus dukung kelestarian produk lokal ya.

Punya Potensi Untuk PLTS Terapung, Delegasi dari Inggris Langsung Mengkaji Waduk Karangkates Bersama PJB

Melihat dari target bauran Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang harus mencapai 23% pada tahun 2025, maka pemerintah pun semakin cermat untuk mendeteksi potensi EBT yang tersebar di Indonesia. Mengacu pada hal ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur sigap menyambut inisiatif dengan melihat potensi EBT berupa pembangunan PLTS Terapung di wilayah Jawa Timur.

Berawal dari instruksi Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, ke Inggris, selanjutnya Lightsource BP (Anak Perusahaan dari British Petroleum) yang diwakili oleh Benjamin Dumas selaku Senior Manager Intl. Business Development, melakukan kunjungan (28/08) langsung ke Waduk Karangkates yang berlokasi di Kabupaten Malang dengan pemaparan dari PJB yang diwakili oleh tim dari UP Brantas, Divisi EBT, dan Divisi Business Solution. UP Brantas sendiri menjadi pihak yang menggunakan sumber air dari waduk tersebut, maka Manager Engineering & Quality Assurance, Nur Dwiyanto, pun dipercaya untuk memberikan pemaparan terkait spesifikasi dari Waduk Karangkates serta informasi tentang pengalaman PJB dalam mengelola pembangkit EBT.


Melihat kapabilitas dan dedikasi PJB untuk terus mengembangkan EBT, Lightsource BP pun semakin tertarik untuk terus mengkaji potensi yang ada di Waduk Karangkates. Harapannya agar PLTS Terapung dapat direalisasikan dan dapat meningkatkan bauran EBT sesuai target yang dicanangkan oleh Pemerintah.

Insan PJB dalam Audax Paris-Brest-Paris 1.200 km

Insan PJB dari UP Muara Tawar menjadi salah satu wakil Indonesia dalam ajang sepeda Paris-Brest-Paris (PBP) 2019 yang diselenggarakan klub sepeda Paris, Audax Club Pacient. Sudirman bersama 12 rekan lainnya harus bersepeda sejauh sekitar 1.200 km dengan batas waktu maksimal 90 jam.

Gelaran yang diikuti lebih dari 6000 peserta dari seluruh dunia ini bersifat mandiri. Tak ada pengawalan khusus dari panitia. Peserta tidak diperbolehkan mendapatkan dukungan apapun selama perjalanan. Mereka dibekali peta dengan beberapa titik check point yang harus dilalui, dimana masing-masing memiliki batas waktu maksimal.

Event sepeda jarak jauh PBP merupakan acara legendaris empat tahunan yang diadakan sejak tahun 1931. Sejumlah tantangan menghadang peserta dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh klub pesepeda tertua di dunia ini. Diantaranya rute yang jauh, waktu terbatas, dan udara dingin. Diperlukan ketahanan fisik yang prima dan pengaturan waktu yang cermat agar dapat mengatasi tantangan tersebut. Terlebih bagi pesepeda asal Indonesia yang terbiasa dengan suhu udara tropis. Selama acara pada 18 – 22 Agustus 2019 suhu terendah di malam hari mencapai 3 derajat Celcius.

Dalam kesehariannya Sudirman adalah insan PJB yang berkarya sebagai engineer di bagian pemeliharaan Unit Pembangkitan (UP) Muara Tawar. Bersepeda menjadi salah satu hobi pria yang menjadi karyawan PJB sejak tahun 2005 ini.(awg)

Indahnya Kebersamaan di Desa Terindah

Di sela-sela rutinitas pekerjaan di lingkungan pembangkit, karyawan UBJOM PLTU Tenayan menyempatkan diri untuk berolah raga sambil menjalin kebersamaan. Bersepeda ke luar kota menjadi salah satu pilihannya. Tak kurang dari 30 karyawan yang tergabung dalam “Tenayan Cycle Club” (TCC) mengikuti acara tersebut. Mereka membuat libur akhir pekan pada Sabtu hingga Minggu (24/8 – 25/8) menjadi liburan berkesan penuh dengan keceriaan.

Acara kebersamaan TCC yang merupakan komunitas bersepeda karyawan PLTU Tenayan diawali dari situs Budaya Istana Basa Pagaruyung. Mereka bersantai dan beramah tamah dulu menikmati suasana dan bermalam di Batu Sangkar. Esok harinya barulah mereka menggenjot pedal menjelajahi keelokan tanah minang.

Kegiatan bersepada kali ini menjadi momen istimewa bagi anggota TCC. Selain menyalurkan hobi dalam bersepeda, mereka juga dapat menghirup udara segar. Sejenak melepaskan sesaknya nafas di tengah kepungan asap yang melanda Kota Pekanbaru dan sekitarnya akibat kebakaran hutan dan lahan. Sekaligus juga melepas penat sambil menikmati pemandangan alam Sumatera Barat yang memukau..

Ketua Tenayan Cycle Club, Sigit Gandono, mengawali acara gowes (bersepeda) dengan memandu doa dan safety briefing. Surau (Masjid) Jami’ Sungai Jambu, Batusangkar menjadi titik awal kegiatan yang dinamai Gowes Tour de Singkarak itu. Dari sini para peserta kemudian menyusuri rute melewati Nagari Pariangan yang terletak di lereng Gunung Marapi.

Sejauh mata memandang terlihat pesona Nagari Tuo Pariangan dalam balutan ketenangan dan kesejukan udara. Rumah-rumah khas berbahan kayu atau bambu dengan aksesoris a la Minang berdiri anggun mempercantik bentang alam. Keindahan alam ini telah ada sejak berabad-abad yang lalu, karena Nagari Pariangan merupakan desa tertua di Sumatera Barat. Tak salah bila desa pada ketinggian 500 hingga 700 meter di atas permukaan laut ini pernah dinobatkan sebagai salag satu desa terindah di dunia oleh majalah Travel Budget dari Amerika Serikat.

Kegiatan Tour de Singkarak mendapat dukungan penuh dari Manajemen PT PJB UBJOM PLTU Tenayan. General Manager UBJOM Tenayan Agus Prastyo Utomo memimpin dan ikut serta dalam kegiatan yang diharapkan dapat merefresh semangat karyawan dari kejenuhan rutinitas pekerjaan sehari-hari.

Banyak pelajaran dapat dipetik dari kegiatan bersepeda. Agus mengibaratkan bersepeda seperti berdoa. “Teruslah berdoa hingga doa yang kita panjatkan diijabah oleh Tuhan Yang Maha Esa. Begitu pula dalam bersepeda, teruslah mengayuh hingga kita sampai ke tujuan.” Lebih lanjut ia mengutip tulisan Albert Einstein,”Hidup itu laksana bersepeda, untuk menjaga keseimbangan kita harus terus bergerak”.

Agus berpesan agar Ikatan kekeluargaan yang harmonis dan kompak harus senantiasa diterapkan di lingkungan PT PJB UBJOM PLTU Tenayan. Pesan ini sekaligus menjadi penutup Gowes Tour de Singkarak yang disampaikannya saat semua peserta telah berkumpul di akhir etape, tepi Danau Singkarak.(jun, fpp)

PJB Resmikan Ekowisata Sunge Jingkem

Kawasan pesisir Bekasi kini punya obyek wisata baru bernama Sunge Jingkem. Tempat ini menawarkan keindahan pemandangan sungai dengan hutan mangrove di sekitarnya. Pengunjung dapat bersantai di saung-saung yang ada di sepanjang trek sungai sambil menikmati suasana. Ikon-ikon unik untuk berswafoto pun tersedia di sini.

Awalnya, kawasan wisata ini hanya dimanfaatkan sebagai lintasan perahu oleh nelayan sekitar. Forum Pemuda Peduli Lingkungan (FPPL) bersama dengan PT PJB kemudian menginisiasi pengembangan potensi wisata di kawasan tersebut. Sehingga terwujudlah ekowisata berbasis masyarakat dengan nama Sunge Jingkem.

Ekowisata Sunge Jingkem berada di Kampung Sembilangan, Desa Samudrajaya, kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Obyek wisata ini diresmikan PJB pada Jumat (23/8) dengan melibatkan Pemda, Koramil Tarumajaya, Polsek Tarumajaya, Polairud Paljaya, BUMDes Samudrajaya, FPPL, serta tokoh masyarakat setempat.

Penanaman pohon di area sekitar melengkapi acara peresmian ekowisata. Di kawasan tersebut PJB juga membangun rumah bibit yang dapat digunakan sebagai persemaian bibit mangrove.

Pengembangan ekowisata Sunge Jingkem diharapkan dapat menjadi sarana edukasi tentang mangrove. Selain itu juga sebagai pendorong peningkatan perekonomian masyarakat sekitar sehingga dapat menambah kesejahteraan mereka.(awg)

Prestasi EBT dalam Nuansa Kemerdekaan

Semangat kemerdekaan dan menciptakan inovasi seakan tak pernah padam dalam gelora tubuh PT Pembangkitan Jawa Bali. Kali ini, nafas penghargaan berhembus dari Bali. Gelar best paper berhasil diraih dalam ajang The 4th International Tropical Renewable Energy Conference (i-TREC 2019) pada 14-16 Agustus 2019.

I-Trec 2019 merupakan konferensi tahunan tentang energi terbarukan tropis dan juga forum utama untuk presentasi kemajuan dan hasil penelitian tentang Energi Baru Terbarukan di negara- negara tropis.

Predikat Best Paper didapatkan PJB dalam sub topic symposium smart grid and regulation dengan judul “ A comparative performance analysis of a 1 MWatt CIS PV system and a 5 kWatt crystalline-Si PV system under the tropical climate of Indonesia”. Paper disusun sebagai hasil kolaborasi antara praktisi PJB dengan akademisi dari University of Twente, Belanda. Praktisi PJB dalam penyusunan paper terdiri dari Dimas Kaharudin, Arirpiantoni, dan Kirjoni Mudiarto. Ketiganya berasal dari Kantor Pusat PJB, Surabaya.

Dimas Kaharudin, manajer bidang EBT, mengatakan “Infrastruktur PJB dalam bidang EBT saat ini memiliki manfaat positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan di solar PV dan menjadi rujukan bagi peneliti nasional maupun internasional”.

Selamat Hari Kemerdekaan Bangsaku, Indonesia!

Merdeka hanyalah sebuah jembatan, Walaupun jembatan emas.., di seberang jembatan itu jalan pecah dua: satu ke dunia sama rata sama rasa.., satu ke dunia sama ratap sama tangis!”

Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk, pekerjaan kita belum selesai!

Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.”

[Ir. Soekarno)

Selamat hari kemerdekaan bangsaku, Indonesia!

Perjuangan kita masih panjang, Saudaraku.
Mari kita bersatu, berjuang bahu membahu mewujudkan Indonesia yang maju, adil, makmur, dan sejahtera. 
Indonesia, yang keberadaannya memberi arti bagi perdamaian dan kesejahteraan dunia.

Aamiin YRA

Pengobatan Massal Karhutla

di tengah Kota Pekanbaru yang sedang dikepung oleh kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), PLTU Tenayan bersama Kodim 0301/Pekanbaru mengelenggarakan pengobatan gratis bagi masyarakat di kelurahan mentangor, Kecamatan Tenayan Raya pada Rabu(14/8). Kegiatan ini merupakan rangkaian program Satgas Karhutla Provinsi Riau dalam upaya pencegahan, sosialisasi, dan pemberdayaan masyarakat untuk menangkal Karhutla.

Karhutla menjadikan kualitas udara memburuk akibat tingginya kandungan PM10 (partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 10 mikron). Hal ini membuat banyak masyarakat Pekanbaru, khususnya di Kelurahan Mentangor Kecamatan Tenayan Raya menderita penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Penyakit ini diderita balita, dewasa, dan lansia dengan gejala batuk, pilek, demam, bahkan sesak nafas.

Pengobatan gratis dilakukan dengan menggandeng Puskesmas Tenayan Raya. Acara digelar dari pukul 07.30 hingga 12.00 WIB dan diikuti oleh 210 peserta. Sejumlah pejabat hadir dalam kesempatan ini. Diantaranya
GM PT PJB UBJOM PLTU Tenayan Agus Prastyo Utomo, Dandim 0301/Pekanbaru Letkol inf Andri Sulistiawan, S.Sos, serta Muspika se Kecamatan Tenayan Raya.

Ponirah (75 tahun) salah satu peserta pengobatan gratis merasa sangat bersyukur dengan adanya pengobatan gratis. “Sudah sakit beberapa hari lalu, kepala pusing, agak sesak nafas, mau keluar rumah juga banyak kabut asap, jadi bingung, tadi diajak bapak tentara berobat, mudah-mudahan dengan obat-obatan yang diberikan ini, saya bisa cepat sembuh” kata Ponirah dengan gembira.

Selain pengobatan gratis, pada kesempatan yang sama juga dilakukan beberapa kegiatan peduli lingkungan. Diantaranya sosialisasi pencegahan Karhutla, pemberian 400 masker gratis, pelepasliaran burung endemik serindit, penebaran 11.000 bibit ikan, serta penanaman 1000 bibit pohon secara bertahap.

Bibit ikan ditebar di telaga kelurahan Mentangor sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat. Sedangkan penanaman pohon dilakukan di depan Masjid Al Bachtiar Kelurahan Mentangor. Tahap pertama ditanam 50 pohon dengan melibatkan masyarakat. Nantinya akan ditanam 950 bibit pohon lainnya pada lokasi lahan kritis lain di sekitar PLTU Tenayan.

Dalam Sambutannya di depan 400 peserta sosialisasi, Agus Prastyo Utomo mengajak seluruh elemen masyarakat di Tenayan Raya untuk bersama-sama mencegah Karhutla.

“PLTU Tenayan merupakan objek vital nasional yang mensuplai kebutuhan listrik di Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau pada umumnya. Di tengah kabut asap ini, seluruh sumberdaya manusia dan sumber daya peralatan kami tetap harus bekerja optimal dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Melalui kegiatan ini kami berusaha meringankan beban masyarakat di sekitar PLTU Tenayan yang terdampak kabut asap akibat karhutla” kata Agus Prastyo Utomo.

Letkol inf Andri Sulistiawan, S.Sos pada kesempatan tersebut juga berpesan agar masyarakat merubah pola pikir dalam memanfaatkan alam. “Jika kita merawat alam, maka alampun juga akan menjaga kita. Ikan dan burung tadi merupakan indikator kelestarian alam. Jika kelak burung dan ikan tadi berkembang biak di alam, itu menandakan keadaan lingkungan di sekitar kita membaik. Siapa yang mau menjaga alam jika bukan kita? Stop membakar hutan dan lahan jika hanya untuk mencari uang semata,” pesan Andri.

Lebih lanjut Letkol Inf Andri menyatakan bahwa Satgas Karhutla siap bersinergi dengan perusahaan sekitar dan pemerintah daerah untuk memberikan program pemberdayaan masyarakat ditiap-tiap kecamatan. “Pemberdayaan dilakukan melalui penanaman ubi, lengkuas, dan contohnya pada hari ini penebaran ikan. Nantinya ikan dapat dipanen dan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat yang menerima bantuan program pemberdayaan ini. Tujuannya agar masyarakat sadar untuk menjaga lingkungan. Mencari uang tidak harus dengan merusak lingkungan” tegas Letkol inf Andri Sulistiawan, S.Sos.

Kegiatan diakhiri dengan kunjungan Kasi Ops Korem 031/Wirabima Kolonel Inf Patar Sitorus pada lokasi pengobatan masal dan penaburan bibit ikan di telaga. “jaga hutan kita, jangan ada lagi yang membakar hutan dan lahan, galakan kegiatan-kegiatan positif seperti ini guna membantu masyarakat mencegah dan menanggulangi Karhutla, tutur Kolonel Inf Patar Sitorus.

Sinergi antara PT PJB UBJOM PLTU Tenayan dengan TNI/POLRI, Puskesmas, Pemda, dan seluruh elemen masyarakat lainnya dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen kepedulian sosial dan lingkungan perusahaan. Melalui serangkaian acara tersebut diharapkan dapat memberika kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan serta bahu – membahu dalam mengatasi bencana kabut asap yang sedang kita hadapi saat ini.(dim)

Peninjauan Kesiapan dan Keandalan Unit

Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani mengunjungi UP Muara Karang untuk memastikan kesiapan dan kehandalan PLTGU Muara Karang dalam penstabilan jaringan PLN. Pada kesempatan tersebut Plt Dirut mendengarkan update kondisi PLTGU yang disampaikan oleh Direktur Operasi I PT PJB, Sugiyanto didampingi GM UP Muara Karang, Rachmat Azwin.

Kunjungan dilakukan pada Rabu (7/8) pagi dimana Plt Dirut PLN meninjau langsung Control Room PLTGU Blok II Muara Karang. Selain mendengarkan penjelasan teknis, beberapa pesan juga disampaikan dalam kesempatan ini.

BPWC Raih Penghargaan CSR Award 2019 di Bali

 BPWC kembali meraih penghargaan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dalam ajang CSR Indonesia Award 2019 di Bali. Unit PJB yang mengelola Waduk Cirata ini mendapatkan penghargaan dalam kategori Didaktika Pratama Unggul.

Apresiasi diberikan atas partisipasi perusahaan dalam membantu masyarakat di bidang edukasi, melalui TK Elektrika binaannya. Piagam penghargaan diterima oleh Kepala BPWC Wawan Darmawan.

CSR Indonesia Award 2019 digelar Majalah CSR Indonesia & Media Online Csr-Indonesia.com serta Meprindo Communications di Sanur, Bali pada 30-31 Juli 2019. Gelaran ini didedikasikan terhadap karya perusahaan dalam memberikan dukungan terhadap bidang pendidikan.

Selain menerima penghargaan, BPWC juga menjadi narasumber dalam workshop dan sharing pengalaman pengelolaan CSR. Pada kesempatan ini dipaparkan berbagai program CSR BPWC dalam memberdayakan masyarakat sekitar. Diantaranya melalui TK elektrika, kerajinan eceng gondok ciecra, pengelolaan aren, biogas eceng gondok, dan lainnya.

“Generasi penerus adalah aset bangsa yang perlu harus dipersiapkan sejak dini, sehingga BPWC terus berkomitmen untuk membina pendidikan usia dini melalui TK Elektrika” begitu komitmen manajemen BPWC selaku pembina Yayasan TK Elektrika.

Program ini tidak berhenti sampai disini saja. PJB BPWC akan terus mendorong program2 csr di Cirata agar terus maju dan mandiri.(azz)