Hubungi kami melalui info@ptpjb.com atau +62318283180
LOGO PJB

Our Contacts

Jl. Ketintang Baru No. 11 Surabaya

info@ptpjb.com

+6231 8283180

Tantangan dan Peluang Bisnis Pembangkit di Mata Diaspora

Para diaspora atau senior leaders PJB yang melakukan tugas karya di lingkungan PLN Grup merupakan salah satu nara sumber dalam memberi masukan bagi kemajuan PJB. Mereka memiliki helicopter view yang luas dalam melihat PJB maupun bagaimana perkembangan di lingkungan PLN Group. Baik itu dari sisi regulasi hingga tren apa saja yang akan muncul di kemudian hari.

PJB kembali mengundang para dispora untuk berdiskusi mengenai tantangan dan peluang dalam proyek pembangkit serta industri ketenagalistrikan dalam rangkaian peringatan HUT nya yang ke 24. Acara berlangsung pada Jumat (27/9) di Cilegon, Banten. Diskusi dimulai dengan pembahasan mengenai proyek apa saja yang dapat mendukung kemajuan perusahaan. Selanjutnya dibahas strategi untuk menghadapi tantangan yang ada demi keberlangsungan Perusahaan.

Kunjungan ke PLTU Jawa 7 menjadi salah satu agenda kegiatan dengan diaspora. Pembangkit yang dikembangkan oleh salah satu anak perusahaan PJB ini menjadi salah satu topik bahasan dalam diskusi. PLTU Jawa 7 menjadi salah satu bukti nyata bagi PJB untuk terus beradaptasi dengan perkembangan industri ketenagalistrikan. Beberapa teknologi mutakhir bahkan yang baru pertama kali diaplikasikan di Indonesia ada dalam PLTU Jawa 7. Selain itu, pembangkit yang ditargetkan beroperasi komersial tahun ini tersebut, juga mengedepankan teknologi ramah lingkungan.

Kehadiran diaspora dapat memberikan angin segar serta perspektif baru bagi jajaran komisaris, direksi, hingga senior leaders PJB. Kegiatan ini diselenggarakan tiap tahun dan selalu ada hal baru yang dapat dijadikan sebagai pembelajaran. Tak hanya ilmu-ilmu serta informasi anyar yang didapat, kegiatan ini juga menjadi medium reuni bagi insan PJB dengan para diaspora. Pada dasarnya, kemanapun insan PJB berkarya, mereka tetap menjadi satu bagian dari keluarga besar PJB.

Empat Pembangkit PJB Berjaya Pada Subroto Award 2019

Tiga penghargaan Bidang Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) pada Kategori PLTU/GU dan satu penghargaan Bidang Efisiensi Energi diraih PJB dalam gelaran Subroto Award Tahun 2019. PLTU Paiton 1 & 2, PLTGU Muara Tawar, PLTU Ropa, dan UP Brantas mewakili PJB dalam apresiasi pada Jum’at (27/9) di Djakarta Theater tersebut.

Penghargaan disampaikan oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan didampingi Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar kepada Manajer Keuangan dan Administrasi UP Paiton Sugiyanto, General Manager UP Muara Tawar Lavi Rumandioko, Manajer Unit Jasa Luar Jawa PLTU Ropa Nurronny dan General Manajer UP Brantas Wasito.

PLTU Paiton 1 & 2, PLTGU Muara Tawar, PLTU Ropa memperoleh penghargaan bidang K2 atas pemenuhan standarisasi peralatan dan pemanfaatan tenaga listrik, pengamanan instalasi tenaga listrik, serta pengamanan pemanfaatan tenaga listrik. Sementara UP Brantas meraih juara untuk Manajemen Energi sub kategori Inovasi Khusus pada Industri dan Bangunan Gedung.

“Apa yang didapatkan dalam Penghargaan Subroto ini adalah sebagai bukti komitmen PJB untuk senantiasa concern dalam aspek keselamatan ketenagalistrikan, serta terus berinovasi di bidang manajemen energi” kata Direktur Utama PT PJB, Iwan Agung Firstantara.

Subroto Award merupakan apresiasi tertinggi yang diberikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kepada para stakeholder dalam kontribusinya mendukung program sektor ESDM. Ada lima kategori yang diberikan dalam penghargaan tersebut. Yakni meliputi; Wartawan Energi, Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) dan Efisiensi Energi, Keselamatan Minyak dan Gas Bumi, Pengelolaan Pertambangan Mineral dan Batubara, serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lindungan Lingkungan Panas Bumi.

Tahun 2019 merupakan tahun ketiga penyelenggaraan penghargaan yang diambil dari nama Prof Subroto selaku Menteri Pertambangan dan Energi Periode 1978-1988 itu.

Kepemimpinan di Era Disrupsi

Pada era yang penuh dengan disrupsi dibutuhkan keterampilan serta kecermatan khusus bagi pemimpin agar dapat melihat peluang untuk mengembangkan perusahaan. Industri ketenagalistrikan pun tak lepas dari disrupsi. Prof. Rhenald Kasali diundang dalam seminar khusus bagi jajaran Direksi dan seluruh Senior Leaders PJB. Ia menjadi mentor yang memberikan perspektif baru agar para petinggi PJB dapat mengembangkan pola kepemimpinannya.

Seminar dilaksanakan pada Kamis (26/9) di UP Muara Karang dengan mengambil tema “Marketing Effective in Disruption Era for Electricity Industry”. Prof, Rhenald Kasali menjelaskan bahwa kepemimpinan tidak hanya berdasarkan pada apa yang perlu dilakukan di masa depan, namun melakukan suatu hal yang visioner di masa sekarang. Ia menyatakan banyak terjadi miskonsepsi dalam pola kepemimpinan di perusahaan BUMN, ketika mengambil keputusan. Keputusan yang seharusnya dilakukan di masa lalu namun baru dilakukan ketika masanya sudah lewat. Berbeda dengan beberapa perusahaan startup, mereka telah melakukan banyak terobosan visioner sehingga perkembangan bisnisnya pun menjadi lebih cepat.

Selain memperhatikan pola kepemimpinan ketika mengambil keputusan, para pemimpin juga dianjurkan untuk lebih peka terhadap hal-hal kecil yang berpotensi menjadi ancaman di masa depan. Direksi dan senior leaders pun menanggapinya dengan memetakan faktor-faktor mana saja yang berpotensi menjadi ancaman dan peluang bagi PJB.

Seminar diharapkan menjadi momen bagi peserta untuk terus mengembangkan pola kepemimpinan mereka. Juga mengasah kejelian dalam melihat ancaman tak kasat mata sehingga dapat mendorong perusahaan untuk maju dan meraih peluang-peluang emas yang ada di kemudian hari.

PJB Bagikan Best Practice Pelaporan Keuangan

Praktek-praktek terbaik tentang bagaimana PJB menyusun dan menyajikan laporan keuangannya disajikan dalam Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) yang diadakan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur. Materi disampaikan oleh Kepala Divisi Akuntansi PT PJB yang juga merupakan Ketua Bidang Hubungan Korporat IAI Wilayah Jawa Timur, Drs. M. Husni Noor, MM., Ak., CA pada Rabu (25/9) siang di Gapura Surya Nusantara, Perak Utara, Surabaya.

Husni memaparkan posisi PJB dalam korporasi PLN Grup, maupun posisi PJB sebagai Grup. Selanjutmua ia mengulas berbagai hal terkait beberapa jenis laporan yang harus dibuat, kebijakan akuntansi, hingga penggunaan aplikasi dalam pelaporan tersebut.

Selain PJB, dalam PPL yang mengupas pengelolaan dan penyajian laporan keuangan holding company itu, tampil juga pemateri dari PT Pelindo Marine Service dan Universitas Airlangga. Dr. Sc. (Acc.) Damai Nasution, SE., M.Si., Ak., CA dari Universitas Airlangga membahas dari sisi PSAK 16, PSAK 65, dan PSAK 66. Sementara itu Direktur Keuangan, SDM, dan Umum PT. Pelindo Marine Service (PMS), Sapto Wasono Soebagio, SE., MM., Ak., CA menguraikan pengelolaan keuangan holding company di lingkungan PMS.

Inovator PJB Grup Bersinar dalam Seleksi Regional Apresiasi Karya Inovasi PLN 2019

Inovator dari PJB Grup menunjukkan keunggulannya dalam ajang Apresiasi Karya Inovasi Regional PLN 2019 yang diselenggarakan di lombok, 24-25 September 2019. Sejumlah penghargaan berhasil diraih dalam gelaran tahunan bagi inovator PLN Grup dari seluruh penjuru Indonesia.

PJB sendiri mendapatkan juara 1 dalam kategori Non Technical Supporting. Kali ini jawaranya adalah UBJOM Tenayan dengan inovator Endrik Purbo Yunastyo, Simson Nainggolan dan Pernando Simare-mare. Mereka mengangkat inovasi berjudul “Meningkatkan Efektifitas Cleaning Clogged Nozzle Furnace dengan ‘puzzle’ untuk Mempercepat Durasi Overhoul dan Forced Outage” . Karya ini berhasil mengungguli 9 karya tim dari PLN seluruh Indonesia.

Puzzle dalam karya inovasi Endik Purbo dkk merupakan spesial tool pelubang nozzle dari gangguan clogged atau buntu. Alat yang dikembangkan terdiri dari komponen utama berupa mekanisme pengungkit tuas, cakram pengunci, lengan teeth dan teeth itu sendiri. Dengan alat ini proses pembersihan nozzle lebih efektif, efisien, aman untuk operator serta lebih ergonomis.

Penghargaan lainnya berhasil diraih oleh Inovator dari PT PJBS. Anak usaha PJB ini berjaya dengan tiga gelar juara dan menempatkan diri sebagai juara umum.

Inovator PJBS meraih juara 1 dan 3 dalam bidang pembangkitan. Juara 1 ditempati inovasi “Modifikasi Expansion Joint on Bed Burner untuk Mengatur Aliran Udara pada Primary Air Fan” karya Herdimas Syamsuri dan Hendra dari PLTU Tenayan. Sedangkan inovasi “Penambahan Support Stopper Limit Switch Scoop Tube Fluid Coupling untuk Menghindari Kerusakan Peralatan Belt Konveyor” karya Ronny Cahyadi, Hermanto, dan Dodi Romandani dari PLTU Rembang menjadi juara ketiganya.

Selain itu, inovator PJBS Kantor Pusat juga mendapatkan juara 2 bidang NTS. Inovasi karya Ahmad Faishol A, Ahmad Zaki M, dan Nia Ari tersebut berjudul “Aplikasi Control Kesehatan Transformer – AFATAR (Analisa Fuzzy Gas Terlarut Minyak Trafo)”.

Apresiasi Karya Inovasi PLN merupakan ajang tahunan dimana inovator dari seluruh PLN Grup akan mempertahankan inovasinya di hadapan komite inovasi. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini seleksi regional dilaksanakan secara paralel dengan seleksi nasional. Tim PJB yang lain dalam kategori pembangkitan,technical supporting dan non technical supporting masih akan berlaga di apresiasi inovasi nasional yang akan diselenggarakan di Yogjakarta, pda 23-24 oktober 2019

Ikhtiar Langit dan Bumi untuk Hujan di Cirata

Kemarau panjang tahun 2019 membuat kondisi air waduk Cirata semakin menipis. Berbagai upaya dilakukan untuk menambah debit air, baik melalui upaya teknis maupun spiritual.

Ikhtiar diawali dengan kickoff meeting bersama instansi terkait pada Rabu (18/9) membahas rencana pelaksanaan TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) untuk hujan buatan di DAS Citarum. Rapat diikuti oleh perwakilan PJB UP Cirata, Indonesia Power, Perum Jasa Tirta II, Litbang SDA,BMKG dan BPPT.

Keputusan rapat pelaksanaan TMC akan dimulai pada tanggal 18 Oktober 2019 (selama 20 hari). Waktu tersebut dipilih dengan mempertimbangkan informasi perkiraan cuaca dari BMKG bahwa pada pertengahan oktober sudah mulai terkumpul awan sehingga pelaksanaan TMC akan lebih Efektif.

Upaya spiritual juga dilakukan pada Rabu (25/9) dengan melakukan Sholat Istisqa di halaman kantor UP Cirata. Sholat diikuti oleh keluarga besar Cirata Raya. Seluruh karyawan muslim bersama bermunajat memohon datangnya hujan.

Dalam Khutbah singkatnya, Khatib menyampaikan bahwa kita harus yakin dan berkhusnuzon kepada Allah SWT dan banyak ber-Istigfar juga bersedekah agar hajat yang diminta cepat dikabulkan.

Semoga dengan upaya dan ikhtiar ini, hujan bisa segera turun di area DAS Citarum. Dengan hujan ini diharapkan debit air waduk Cirata semakin membaik dan dapat memberi kontribusi optimal untuk sistem kelistrikan Jawa-Bali. (raw)

Pembagian Masker dan Susu

Sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan makin meluas. Kota Aceh juga sudah mulai diselimuti asap. Unit PJB yang ada di Aceh, PT PJB UBJOM Arun melakukan aksi pembagian masker dan susu bagi masyarakat yang melintas di jalan utama kota Lhokseumawe. Aksi pada Senin (23/9) ini merupakan sinergi antara CSR, K4 dan Lingkungan dengan dibantu oleh Koramil Banda Sakti.

Tak kurang dari 500 masker dan 300 kaleng susu dibagikan dalam kesempatan ini. Sasarannya diutamakan kepada para pengendara sepeda motor. Manajer Administrasi PT PJB UBJOM PLTMG Arun Adityo Baskoro Widagdo menyatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Ia berharap agar masyarakat dapat terbantu dan menjaga kesehatan mereka selama beraktivitas.

Menjaga Pantai Taman Tetap Lestari

Sampah plastik menjadi permasalahan yang tengah dihadapi masyarakat dunia. Kawasan konservasi pun tak lepas dari permasalahan ini. Kepedulian dan kerja sama dari berbagai pihak menjadi kunci untuk mengatasinya.

Kegiatan bersih sampah dengan melibatkan masyarakat luas telah menjadi agenda rutin di Pantai Taman, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan, Jawa Timur. PJB UBJOM Pacitan ikut berperan aktif dalam kegiatan tersebut. Bersih pantai menjadi bagian dari upaya melestarikan Pantai Taman yang merupakan area konservasi penyu hijau.

Acara bersih Pantai Taman kembali dilakukan pada Sabtu (21/9) pagi. Kali ini momennya bertepatan dengan acara puncak peringatan World Cleanup Day di Kabupaten Pacitan. Masyarakat, termasuk puluhan karyawan UBJOM Pacitan, beramai-ramai membersihkan sampah di kawasan pantai berpasir putih itu. Sampah itu dipisahkan antara yang organik dan an organik sebelum diserahkan ke bank sampah terdekat.

Pelepasan tukik juga dilakukan dalam kesempatan ini. GM UBJOM Pacitan, Didik Mardiantara menyatakan ada 78 tukik yang dilepas. Bulan sebelumnya telah dilepas sekitar 150 an tukik. “Kami turut berkontribusi dalam konservasi penyu di Pantai Taman,”kata Didik.

Selepas kegiatan bersih pantai dilakukan sarasehan dan penandatanganan kesepakatan bersama (MoU)kerjasama pengelolaan kawasan Konservasi Penyu Pantai Taman antara PT PJB UBJOM Pacitan dengan Komunitas Mangrove Pacitan Indonesia (KMPI). Kesepakatan ini bertujuan agar kawasan konservasi tersebut dapat mandiri dan menjadi contoh bagi konservasi penyu di daerah lain. Penandatanganan kesepakatan disaksikan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan.

Puncak kegiatan World Clean Up Day 2019 di Pantai Taman dihadiri oleh Wakil Bupati Pacitan, Sekda serta beberapa Kepala Dinas se Kabupaten Pacitan serta tim dari BKSDA. Gelaran ini menjadi momentum yang baik untuk mewujudkan Indonesia Bersih dan Bebas Sampah dengan mengedepankan nilai-nilai perdamaian dan cinta lingkungan yang berkelanjutan.

Mengenal Sejarah Waduk Cirata

Belajar tidak harus melulu di dalam ruang kelas. Sesekali peserta didik diajak terjun langsung ke lapangan, mengamati, berkenalan dan berinteraksi dengan hal-hal baru yang ada di sekitar mereka. Semua ini untuk memperkaya wawasan serta mengasah kepekaan mereka terhadap alam sekitar.

Hal inilah yang dilakukan oleh TK Elektrika, binaan CSR BPWC. Sekolah yang berlokasi di kompleks BPWC ini punya banyak program pembelajaran di luar ruang sekolah. Diantaranya seperti ke kebun buah, taman, lingkungan kerja di sekitar sekolah, dan lainnya.

Pekan ini TK Elektrika melakukan kunjungan ke Museum DCC PJB BPWC di Cipeundeuy, Bandung Barat. Kedatangan mereka pada Selasa (17/9) itu untuk mengenal sejarah Waduk Cirata dan apa saja yang ada di dalamnya. Mereka didampingi guru dan kepala sekolah.

Anak-anak diajak bermain sambil belajar, mengamati berbagai jenis alat yang ada di dalam museum. Mereka dikenalkan dengan waduk dan PLTA Cirta melalui alat peraga dan miniatur yang ada di sana.

Askur selaku operator DCC BPWC dengan sabar dan penuh semangat menjelaskan berbagai hal di dalam museum dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak. Peserta terlihat antusias mendengarkan pemaparannya. Anak-anak selalu suka dan penasaran dengan hal-hal baru yang ada di sekitar mereka. Dalam pemaparannya, Askur menanamkan pesan agar para tunas bangsa itu dapat ikut melestarikan keberadaan waduk dan PLTA.

Museum DCC PJB BPWC merupakan tempat edukasi untuk mengetahui berbagai hal terkait pengelolaan bendungan dan Waduk Cirata. Di tempat ini terdapat berbagai peralatan yang digunakan dari awal pembangunan infrastruktur tersebut. Foto-foto tahapan pembangunan dan mereka yang berjasa di dalamnya pun ada di sini.(azz)

Lang Baling, Kopi Ramah Lingkungan Probolinggo

Probolinggo punya satu produk kopi istimewa yang diolah dengan energi ramah lingkungan. Tanamannya pun dibudidayakan dengan memanfaatkan bahan alami. Hasilnya, kopi produksi Desa Andung Biru, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo Ini pun memiliki cita rasa yang khas.

Lang Baling disematkan sebagai nama kopi produksi masyarakat binaan CSR UP Paiton itu. Pengolahannya memanfaatkan energi listrik yang dihasilkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hydro (PLTMH) Andung Biru. Itulah mungkin yang melatari nama Lang Baling. Nama yang mengingatkan pada baling-baling pemutar PLTMH, sumber listrik andalan bagi Desa Andung Biru.

Untuk mengenalkan kopi Lang Baling pada masyarakat luas, UP Paiton mengadakan acara Festival 1000 pada Kamis (12/9) hingga Jumat (13/9) 2019, Acara digelar di kawasan Pantai Bhinor, kawasan wisata binaan Corporate Social Responsibility (CSR) UP Paiton. Sebanyak 1000 cangkir kopi disajikan secara cuma cuma bagi para pengunjung.

Selain untuk mengenalkan kopi dan produk CSR UP Paiton, ajang ini
juga digunakan sebagai sarana untuk makin merekatkan hubungan serta kerja sama dengan para stakeholder. Mereka adalah pemerintah, masyarakat, kelompok UKM, serta para tokoh masyarakat.

Sejumlah pejabat hadir dalam kesempatan ini. Diantaranya Bupati Probolinggo, Hj. P. Tantriana Sari berserta jajaran Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Sementara dari PJB hadir Direktur Utama PT PJB, Iwan Agung Firstantara, bersama dengan Direktur Operasi 1, Sugiyanto dan juga Sekretaris Perusahaan, Muhammad Bardan.

Kopi Lang Baling merupakan produk kopi berkualitas tinggi sebagai hasil nyata dari proses pengolahan dengan teknologi tinggi dan ramah lingkungan. “Energi yang dibutuhkan untuk proses pengolahannya dihasilkan dari PLTMH yang dikembangan PJB. Komposisi ramah lingkungan ini juga didukung oleh penggunaan pupuk organik, yang mencapai 75 %,” kata Dirut PJB.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa PJB ingin mengenalkan kopi Lang Baling ke semua elemen masyarakat. Brand kopi ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu varietas kopi unggulan Kabupaten Probolinggo.

Acara Festival 1000 Kopi berlangsung meriah dengan menghadirkan pameran on the spot 11 produk kelompok binaan CSR. Mereka adalah :
1. Kopi “Lang-Baling” Andungbiru
2. Bank Sampah Harapan Kita
3. Kelompok Postaklim
4. Asosiasi Pengrajin Batik Bordir dan Aksesoris Probolinggo
5. Training Center Tri Karya Jadi
6. Udeng Paitonan
7. KUB Sekar Wahyu (9)
8. Bumdes Sumber Kembar
9. KUB AKNA
10. PKK Binor
11. Kampung Kelor