Hubungi kami melalui info@ptpjb.com atau +62318283180
LOGO PJB

Our Contacts

Jl. Ketintang Baru No. 11 Surabaya

info@ptpjb.com

+6231 8283180

Perempuan Berdaya, Indonesia Maju

Berbeda dengan negara lain, peringatan Hari Ibu di Indonesia memiliki perbedaan sejarah dan punya makna yang lebih luas. Hari yang diperingati tiap tanggal 22 Desember ini bukan sekedar hari pengungkapan kasih sayang untuk seorang ibu dalam sebuah keluarga. Peringatan Hari Ibu di Indonesia adalah momentum untuk mengenang dan menghargai semangat serta perjuangan kaum perempuan dalam merebut kemerdekaan.

Penetapan 22 Desember sebagai Hari Ibu mengacu pada pelaksanaan Kongres Perempuan Indonesia I tanggal 22-25 Desember 1928, tak lama setelah Kongres Pemuda II yang menghasilkan Sumpah Pemuda. Kongres pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda itu diikuti sekitar 600 perempuan dari puluhan perhimpunan wanita yang berasal dari berbagai macam latar belakang suku, agama, pekerjaan, dan usia.

Dua tahun setelah kongres pertama, kaum perempuan di Indonesia menyatakan bahwa gerakan wanita adalah bagian dari pergerakan nasional. Dengan kata lain, perempuan wajib ikut serta memperjuangkan martabat nusa dan bangsa.

Tanggal hari pertama Kongres Perempuan Indonesia I pada 22 Desember 1928 inilah yang kemudian menjadi acuan bagi pemerintah RI untuk menetapkan peringatan Hari Ibu, yang diresmikan oleh Presiden Sukarno melalui Dekrit Presiden RI No.316 Tahun 1953.

Peringatan Hari Ibu ke-91 tahun 2019 mengambil tema Perempuan Berdaya, Indonesia Maju. Tema ini dibangun dengan melihat situasi dan kondisi bangsa Indonesia yang masih mengalami kekerasan, serta perlakukan diskriminatif. Kondisi ini memerlukan berbagai strategi, pelibatan semua unsur masyarakat dan multistakeholder, termasuk peran laki-laki dalam kampanye maupun gerakan yang mendukung pencegahan kekerasan, dan pencapaian kesetaraan gender.

Perempuan Indonesia masa kini harus sadar bahwa mereka mempunyai akses dan kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk memperoleh sumber daya, seperti akses terhadap ekonomi, politik, dan sosial. Begitu juga pengasuhan dalam keluarga, peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan dalam pengasuhan anak tidak hanya orang tua namun perlu didukung oleh semua pihak.

Peringatan Hari Ibu diharapkan menjadi momen penting untuk mendorong semua pemangku kepentingan agar dapat memberikan perhatian serta pengakuan terhadap pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan. Sehingga kaum perempuan akan mampu meningkatkan kualitas hidupnya serta mengembangkan segala potensi dan kemampuan sebagai agen perubahan.

Sumber : tirto.id, banjarmasinpost.co.id, Kemen PPPA,

Arahan Akhir Tahun Direksi di PLTU Nii Tanasa

Sejumlah arahan diberikan oleh Direksi PJB dan MKP dalam acara Plant Walkdown Performance Dialogue (PWPD) di PLTU Nii Tanasa, Kecamatan Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Acara dihadiri oleh Direktur SDM PJB, Direktur SDM MKP, serta sejumlah pejabat dari PJB dab PJB Services. Kehadiran mereka disambut oleh Abdul Wahid selaku Manajer Plant PLTU Nii Tanasa.

PWPD di PLTU yang disebut juga sebagai PLTU Kendari ini dimulai dengan senam bersama. Manajemen dan karyawan berpadu penuh semangat menggerakkan badan untuk menjaga kebugaran tubuh. Selepas itu dilakukan penanaman sebagai bagian dari program Green Parking UBJOM Kendari. Program ini untuk mewujudkan green power plant di area pembangkit berkasitas 3×10 MW itu.

Acara inti pada PWPD di PLTU Nii Tanasa pada Jumat (20/12) berupa meet and greet manajemen PJB Grup dengan karyawan dan manajemen PLTU tersebut. Suasana akrab penuh kekeluargaan terjalin pada memoen yang diselenggarakan di lobby PLTU tersebut.

Direktur SDM dan Administrasi PT PJB Suharto memberikan apresiasi kepada karyawan atas keberhasilan penggantian chain grate di PLTU Kendari. Pembangkit ini punya kontribusi penting dalam Sistem Sulawesi sehingga diharapkan agar kehandalan dan kesiapannya selalu dijaga. Terlebih pada momen mendekati Natal & Tahun Baru. Banyak pihak memantau kesiapan dan keandalannya pada momen ini, diantaranya Pemda, PLN, dan juga PJB.

Direktur SDM menekankan pentingnya keselamatan kerja dalam kegiatan di unit karena tak ada yang lebih penting dari jiwa manusia. Selain itu, karyawan juga diharapkan bisa menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar. Mereka harus bisa membaur dan tidak boleh menjadi orang asing di lingkungan sekitar. Jaga jangan sampai terjadi demonstrasi yang dapat mengganggu kegiatan operasional dan ketenangan kerja karyawan.

Pada akhir arahannya, Suharto mengingatkan pentingnya berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan sesama rekan kerja. Selain mengembangkan pengetahuan, berbagi akan menyiapkan rekan lain agar siap menggantikan pekerja sewaktu-waktu bila diperlukan. Karyawan PLTU Kendari yang berjumlah 123 orang dengan sekitar 70 orang asli Kendari juga harus siap dimutasi ke unit lain agar wawasan Nusantara menjadi bertambah.

Sementara Kunto Wibisono selaku Direktur SDM dan Keuangan PT Mitra Karya Prima (anak usaha PT PJB Services) mengapresiasi PLTU Kendari sebagai unit pertama yang melakukan pengembangan proyek alat berat. Ia juga menyampaikan beberapa perkembangan terbaru perusahaan terkait uji sertifikasi, pengelolaan kesehatan karyawan dan update aturan perusahaan.

Diungkapkan bahwa Uji sertifikasi sebagai syarat seseorang untuk bekerja di industri ketenagalistrikan akan menitikberatkan pada keselamatan kerja. Karyawan harus memperhatikan risiko-risiko yang dihadapi dalam pekerjaan sehari-hari. Dicontohkan kegiatan merokok di dalam lingkungan unit yang terlarang karena berisiko membahayakan unit serta kesehatan juga keselamatan kerja bersama. Kunto menegaskan bahwa Manajemen MKP fokus pada pengelolaan kesehatan karyawan karena karyawan merupakan garda terdepan di unit pembangkit. Di sisi lain karyawan juga harus menjaga kesehatan dan keselamatan dirinya.

PWPD di PLTU Nii Tanasa diakhiri dengan kunjungan ke CCR serta unit pembangkit. Semoga rangkain kegiatan ini dapat meningkatkan motivasi dan semangat kerja karyawan yang menjadi garda terdepan pengelolaan UBJOM PLTU Kendari. (dr)

Meski Menjijikkan tapi Menjanjikan

Mendengar kata cacing sebagian orang mungkin akan merasa jijik dan ingin menghindarinya. Terbayang hewan lunak berlendir dan melata di tanah dengan bentuknya yang aneh. Tapi jangan salah, dibalik bentuknya yang menjijikkan, ternyata cacing punya potensi ekonomi yang bisa dikembangkan.

Adalah Fahrul Azis, seorang pemuda di Tenayan yang berhasil menyulap cacing menjadi sumber penghasilan dengan membudidayakannya. Kegigihan dan ketekunan Fahrul Azis dengan ide bisnisnya itu segera dibina oleh PT PJB UBJOM PLTU Tenayan untuk dikembangkan lebih lanjut. Apalagi social mapping yang dilakukan merekomendasikanadanya potensi ekonomi dari budi daya cacing di sekitar Ring 1 PLTU Tenayan. Komunikasi dan koordinasi terus dilakukan sehingga ide-ide pengembangan budidaya cacing itu terus mengalir.

Kandang rintisan yang semula hanya berupa gubuk dengan kapasitas kecil direnovasi menjadi sebuah workshop yang lebih sistematis dengan daya tampung lebih banyak. Indukan cacing berkualitas super jenis African Night Crawler, Lumbricus rubellus, dan Eisenia Foetida (cacing tiger) sebanyak 100 kilogram didatangkan dari berbagai daerah di Riau untuk dibesarkan dan dikembangbiakan di kandang tersebut.

Saat ini telah dibentuk kelompok budidaya cacing binaan CSR PT PJB UBJOM PLTU Tenayan di Kelurahan Industri Tenayan Kecamatan Tenayan Raya dengan nama Kelompok Muda Jaya Organik. Peresmian kelompok binaan tersebut dilakukan pada Jumat (13/12) oleh Direktur SDM & Administrasi PT PJB serta Direktur Keuangan PT PJB yang kebetulan tengah mengadakan acara PWPD di UBJOM Tenayan. Acara ini juga dihadiri oleh Camat Tenayan Raya Abdimas, Kapolsek Tenayan Raya Kompol M.Hanafi, Danramil 05/Sail Kapten Arh Sugeng, Lurah Industri Tenayan dan berbagi tokoh masyarakat lainnya.

Budidaya cacing sangat menguntungkan dari segi ekonomis maupun pelestraian lingkungan. Dalam seluruh daur hidup budidaya cacing semuanya bermanfaat dalam menjaga keseimbangan lingkungan yang holistik. Pakan cacing dapat memanfaatkan limbah organik seperti limbah media budidaya jamur, ampas tahu, kotoran sapi, serbuk kayu, batang pisang, dan pelepah sawit yang banyak tersedia di kebun sawit sekitar Tenayan. Pakan tersebut sekaligus menjadi media bagi cacing untuk hidup. Limbah media tempat hidup itu diurai oleh cacing menjadi bahan yang menurut sifat kimianya dapat memperbaiki sifat fisik tanah. Diantaranya menggemburkan, dan menambah kesuburan tanah sehingga sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman.

Berkat kolaborasi PT PJB UBJOM PLTU Tenayan dengan kelompok budidaya cacing Fahrul Azis, saat ini bisnis tersebut telah memiliki Omset 3 – 4 juta per bulan. Produknya berupa cacing segar (untuk pakan ternak dan umpan pancing) serta pupuk organic.

Mimpi Fahrul Azis perlahan mulai terwujud, menjadi pengusaha dengan memanfaatkan potensi alam yang melimpah sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar Kelurahan Industri Tenayan. Ke depan, dia ingin mengajak lebih banyak lagi pemuda dan masyarakat di daerah itu untuk terjun dalam bisnis cacing. Warga yang notabene rentan dengan masalah kenakalan remaja, narkoba, pencurian, ataupun pengangguran tersebut akan diikutkan dalam bisnis cacingnya melalui pembentukan beberapa kelompok. Fahrul akan menjadi mentor dan berbagi ilmu dalam kelompok budidaya cacing itu. Dia yakin untuk menjadi pengusaha suskes tidak boleh pelit dalam berbagai ilmu.

Saat ini kelompok Fahrul terdiri dari 5 orang, dengan target produksi cacing segar 1,5 Ton/bulan dan target pupuk bekas cacing 10 ton/perbulan. Ia yakin bahwa bisnis cacing ke depan tidak lagi dianggap remeh. “Melalui usaha ini, saya dapat keuntungan ekonomis sekaligus melestraikan lingkungan, berbisnis sekaligus memperbaiki alam,” ungkapnya.

PT PJB UBJOM PLTU Tenayan selalu fokus dalam program-program pemberdayaan masyarakat di ring 1 PLTU Tenayan. Hal ini merupakan wujud dan komitmen perusahaan dalam membantu masyarakat sekitar untuk bersama-sama memberikan kontribusi ekonomi yang nyata dalam upaya menyelesaikan masalah sosial maupun lingkungan. Semoga program budidaya cacing ini dapat konsisten dan berkembang menjadi lebih besar.(Jun)

Senam Melayu Warnai PWPD di Tenayan

Budaya Melayu diusung dalam pelaksanaan Plant Walkdown & Performance Dialogue (PWPD) Direksi di PT PJB UBJOM PLTU Tenayan. Kehangatan dirasakan seluruh karyawan saat membuka pagi pada Jumat (13/12) dengan kegiatan senam sehat bersama Direksi. Kegiatan ini dibuka dengan Senam Melayu Ketipak Ketipung yang merupakan modifikasi dari tarian Melayu. Direksi dan karyawan berbaur dalam keriaan irama senam dan keakraban suasana.

Aktivitas sehat hari itu masih berlanjut dengan kegiatan bersepeda mengelilingi unit. Dalam kesempatan ini, Direksi dan rombongan menyapa operator yang sedang bertugas. Selain itu mengunjungi salah satu workshop pemeliharaan yang menjadi menunjang kelancaran kegiatan pemeliharaan di PLTU Tenayan.

Puncak rangkaian kegiatan PWPD dilaksanakan di Lobby Admin Building PLTU Tenayan. Suharto selaku Direktur SDM & Administrasi dan Tjuju Kurnia Sutjiningsih selaku Direktur Keuangan PT PJB menjadi pembicara utama dalam kegiatan ini. Selain itu, hadir juga Direktur SDM PT PJB Services Dedi Budi Utomo, Direktur Operasi PT MKP Abu Hasan, dan Kepala Divisi Perbendaharaan dan Pajak Niken Widhi Nugraheni.

Seluruh jajaran Direksi menyapa dan berdiskusi langsung dengan Karyawan UBJOM PLTU Tenayan. Direksi juga memberikan penghargaan dan Kartu Ucapan Leader Share & Care bagi Insan Tenayan yang menjadi pemenang Lomba Karya Inovasi Tingkat Nasional dan Regional.

Sehari sebelum PWPD, Direksi dan Manajemen UBJOM Tenayan melakukan makan malam bersama dengan Instansi PLN yang ada di Pekanbaru. Ramah tamah ini dihadiri oleh pejabat dari PT PLN (Persero) WRKR, PT PLN(Persero) P3BS, PT PLN (Persero) UIP Sumbagteng dan PT PLN (Persero) UPDK Pekanbaru. Acara ini menjadi bagian dari upaya untuk mempererat hubungan silaturahmi guna mewujudkan joint collaboration dengan stakeholder PT PJB.(Jun)

Keberhasilan Evakuasi Hiu Paus Berbuah Penghargaan

Keberhasilan evakuasi satwa hiu paus yang terjebak dalam kanal inlet unit 2 PLTU Paiton pada September 2019 lalu mendapatkan apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Piagam penghargaan diberikan kepada PT PJB UP Paiton pada Kamis (12/12) malam di Markas Kodim 0820 Probolinggo, Jawa Timur.

Piagam penghargaan disampaikan oleh Sekretaris Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK RI, Heri Subagiadi. Saya apresiasi tindakan cepat dari pelaporan, respon yang cepat dengan dibentuknya kelompok terpadu, dan proses evakuasi yang dilakukan berlangsung singkat yakni 4 hari katanya.

Heri menambahkan bahwa hiu paus merupakan jenis satwa yang dilindungi sehingga dapat menarik perhatian dunia.”Bersyukur hiu dapat dievakuasi dengan selamat dan sehat karena jika hiu tersebut tak bisa diselamatkan, kita akan menjadi sorotan dunia. Oleh karena itu saya sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan pada semua pihak yang terlibat” tambahnya.

Dandim 0820 Probolinggo, Letkol Inf. Imam Wibowo mengatakan bahwa keberhasilan evakuasi juga merupakan sebuah anugerah. “Pada saat evakuasi saya katakan jangan sampai mati. Kalau sampai mati berarti penyelamatan itu tidak berhasil. Hal ini menjadi sebuah pelajaran bagi kita untuk lebih menumbuhkan rasa kepedulian pada satwa.”

Dengan didampingi Sekertaris Dirjen Konservasi SDA dan Ekosistem KLHK RI, juga Dandim 0820 Probolinggo selaku ketua tim Whale Shark Rescue, General Manager PT PJB Paiton, Mustofa Abdullah berterima kasih atas penghargaan yang telah diberikan oleh KLHK. Tak lupa juga disampaikan terima kasih atas kerjasama tim maupun semua pihak yang terlibat dalam proses evakuasi. UP Paiton akan melakukan sejumlah tindakan agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.

Kejar Kinerja Ekselen, PLTU Jawa 7 Berhasil COD 5 Bulan Lebih Cepat

setelah melalui serangkaian proses penyempurnaan dalam pembangunannya, akhirnya PLTU Jawa 7 Unit 1 berkapasitas 1.000 MW telah berhasil dioperasikan secara komersial (commercial operation date/COD) pada Jum’at (13/12) pagi.

Pembangkit terbesar dan pertama di Indonesia dengan menggunakan teknologi boiler Ultra Super Critical (USC) ini tercatat memasuki masa COD lima bulan lebih cepat dari yang ditargetkan.

PLTU Jawa 7 Unit 1 memasuki COD setelah berhasil menuntaskan masa uji coba operasi selama 160 jam. COD ditandai dengan penandatanganan berita acara antara
PT Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali (PT SGPJB) dengan PT PLN (Persero).
Sejumlah pejabat hadir dalam acara ini, diantaranya Chief Engineer Guohua Electricity Power, jajaran Direktorat Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PT PLN (Persero), serta Direktur Utama PT PJB.

Keberhasilan COD Unit 1 PLTU Jawa 7 tak lepas dari kerjasama dan peran dari berbagai pihak dalam proyek PLTU tersebut. Direktur Utama PT PJB Iwan Agung Firstantara memberikan apresiasi tertinggi kepada manajemen PT SGPJB dan PT PJB Investasi yang telah bekerja dengan cerdas dan cepat. Selain itu, apresisasi juga dihaturkan kepada jajaran PT PLN (Persero), serta pihak terkait lain yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan tes, komisioning dan kegiatan lainnya.

PLTU Jawa 7 berdiri pada area seluas 170 Ha di Kecamatan Kramat Watu, Kabupaten Serang, Provinsi Banten dengan total kapasitas sebesar 2×1000 MW. Teknologi USC disematkan pada mesin PLTU sehingga lebih efisien dan ramah lingkungan.

Kehadiran PLTU Jawa 7 memiliki arti penting bagi kelistrikan nasional. PLTU ini akan beroperasi sebagai pembangkit base load, yang akan berperan untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan Jawa dan Bali. Selain itu harga jual listriknya pun cukup murah (USD 4,2 sen per kWh) sehingga menjadi salah satu pendukung dalam menurunkan biaya produksi tenaga listrik khususnya di sistem kelistrikan Jawa-Bali.

Operasional PLTU Jawa 7 diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, terutama pada level UKM kecil hingga menengah. Saat ini pun, masyarakat sekitar telah dilibatkan dalam proses pembangunan.

Segala pencapaian yang berhasil ditunjukan dalam pengembangan PLTU Jawa 7 dapat memberikan cerminan terhadap kinerja ekselen yang akan diberikan oleh pembangkit ini di waktu-waktu mendatang.

Merangkai Senyum di PAUD Bunga Mekar 3

Bukan hal mudah menimba ilmu di pedalaman desa dengan keterbatasan sarana prasarana juga fasilitas. Tapi, para generasi muda, murid PAUD Bunga Mekar 3 Yayasan Qomariyah tetap bersemangat walaupun bangunan sekolah mereka jauh dari kenyamanan. Dinding bangunan telah keropos dimakan usia. Sementara atap pun bocor di sana-sini. Semua itu tak menurunkan semangat belajar mereka.

PAUD Bunga Mekar 3 Yayasan Qomariyah berlokasi di Desa Warungjeruk, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta. Sekolah dengan dengan murid lebih dari 20 anak ini didirikan pada tahun 2009. Sejak awal keberadaannya, hingga sekitar 10 tahun, tempat pendidikan anak usia dini (PAUD) tersebut masih menumpang pada kantor Kepala Desa Warungjeruk.

Awal tahun 2019, PAUD ini berpindah ke bangunan yang dulunya digunakan untuk SLB di desa tersebut. Bangunan yang bahkan dari luar tidak terlihat seperti sekolah ini kondisinya cukup memprihatinkan. Meskipun demikian, tetap digunakan oleh PAUD Bunga Mekar 3 sebagai tempat belajar dan bermain bagi murid-muridnya.

PJB UP Cirata tersentuh dengan semangat para murid dan pengajar di tengah segala keterbatasan yang ada. Unit pengelola PLTA Cirata ini kemudian terjun membantu memperbaiki bangunan PAUD. Hanya butuh waktu kurang dari satu bulan, bangunan yang pada awalnya terlihat rentan kini berdiri lebih kokoh. Dinding yang keropos pun diubah menjadi lebih kuat dan berwarna. Atap yang bocor, kini mampu melindungi siswa dari panas matahari dan terpaan air hujan.

Sebagai wujud syukur, pada Kamis (12/12) sejumlah pihak terkait diundang untuk menyaksikan bangunan PAUD yang telah selesai direnovasi. Doa dan pemotongan tumpeng menandai peresmian renovasi bagunan sekolah PAUD Bunga Mekar 3 Yayasan Qomariyah tersebut. Agenda ini dihadiri oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Kepala Desa Warungjeruk, Karang Taruna Tegalwaru, pengajar, dan wali murid beserta seluruh siswa PAUD.

Semoga bantuan dari PJB UP Cirata dapat meningkatkan semangat belajar para siswa PAUD Bunga Mekar 3. Selain itu juga dapat mempererat sinergi dengan masyarakat dalam upaya untuk memajukan masyarakat sekitar perusahaan.(zrp)

Epic Crescendio di Braga

BPWC bersama Iwung Foundation mengadakan Konser Angklung (Prelude in Angklung) dengan Tema Epic Crescendio di Braga Citywalk, Bandung. Sepuluh lagu karya Yadi Mulyadi, pendiri Iwung Foundation PJB ditampilkan dalam konser pada Jumat (6/12) malam tersebut. Selain itu dibawakan juga lagu i-PJB ciptaan band DRB BPWC.

Keikutsertaan BPWC dalam konser angklung Iwung Foundation merupakan bagian dari upaya menjaga serta melestarikan budaya kesenian angklung. Kesenian khas dari Jawa Barat ini telah disahkan oleh UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia bukan benda pada 16 November 2010 lalu.

Angklung harus memiliki karya dan identitas tersendiri. Selama ini, kata Yadi, angklung hanya didengar sebagai pengiring dalam sebuah lagu. Melalui Prelude in Angklung, Ia menyuguhkan karya-karya angklung berkualitas yang mengundang decak kagum penonton. Lagu i-PJB juga ditampilkan dalam konser tahunan untuk merayakan hari angklung dunia tersebut. Hal ini sebagai bentuk apresiasi Iwung Foundation terhadap BPWC yang telah berperan dalam menjaga dan melestarikan angklung.(mfd)

Menghijaukan Kawasan Indramayu

Sebanyak 2200 pohon peneduh ditanam di kawasan PLTU  Indramayu, Jawa Barat  pada peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia tahun ini. Kegiatan ini ditandai dengan penanaman pohon Ketapang oleh sejumlah pejabat di lingkungan Kabupaten Indramayu dan manajemen PJB pada Selasa (10/12) di area PLTU.

Bupati Indramayu melalui wakilnya Setda Kabupaten  Indramayu mengapresiasi penghijauan yang dilakukan pada hari menanam pohon. Ia berharap agar kegiatan ini dapat menambah calon hutan di Indramayu sehingga akan membuat udara di daerah ini menjadi lebih sejuk dan segar.
 
Senada dengan Bupati, General Manager PT PJB UBJOM Indramayu, Ubaedi Susanto juga  berharap agar pohon yang ditanam dapat memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Lebih lanjut ia memaparkan bahwa penghijauan tersebut merupakan salah satu  program CSR  guna mendukung target PROPER Hijau.

Apa yang dilakukan oleh UBJOM Indramayu mendapat dukungan dari manajemen PJB Kantor Pusat. Puspahadi selaku Kadiv LK3 2 PT PJB berharap agar selain penghijauan di darat, UBJOM Indramayu   juga mulai menggarap kawasan bawah laut. Salah satunya dengan penanam terumbu karang di perairan laut sekitar PLTU. Aktivitas ini bisa menjadi langkah awal untuk membuat eko wisata di kawasan tersebut.

Acara penghijauan dalam  Hari Menanam Pohon Indonesia di UBJOM Indramayu dihadiri   oleh Dinas Kehutanan Indramayu, Setda Kabupaten Indramayu,  Camat Sukra, Kapolsek Patrol, Danramil Anjatan, Muspika dan tokoh masyarakat lainnya. Pada kesempatan ini hadirin disuguhi penampilan budaya tari topeng Indramayu. Selain itu mereka juga menyaksikan  produk-produk  CSR binaan PLTU Indramayu pada stand pameran di lokasi tersebut.(adk)

Read More

Helping Companies in Their Green Transition

IRecco has received inquiries seeking clarification of job offers received in unsolicited fashion. These job offers appear to come from organisations falsely pretending to recruit on behalf, or by people…