Hubungi kami melalui info@ptpjb.com atau +62318283180
LOGO PJB

Our Contacts

Jl. Ketintang Baru No. 11 Surabaya

info@ptpjb.com

+6231 8283180

UP Muara Tawar, Unit Pengembangan (UBANG) dan Lantamal III Bersinergi Hijaukan Pesisir

 

Ekosistem mangrove memiliki peran yang sangat penting di lingkungan pesisir. Selain sebagai pelindung wilayah pesisir, ekosistem mangrove juga berfungsi menciptakan lingkungan asri nan hijau dan segar.

UP Muara Tawar, Unit Pengembangan (UBANG) bersama Lantamal III pada Rabu (20/3) bersinergi melaksanakan kegiatan bersih pesisir dan tanam pohon di Pesisir Paljaya, Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumaya, Kabupaten Bekasi. Aksi ini dihadiri oleh Komandan Lantamal III Denih Hendrata, General Manager PT PJB UP Muara Tawar Lavi Rumandioko, dan General Manager PT PJB UBANG Vernon Sapalatua. Pada kesempatan itu, mereka juga memberikan dukungan kepada anak-anak yang sedang mengikuti prosesi sunatan massal di wilayah tersebut.

Berbagai pihak berpartisipasi dalam kegiatan bersih pesisir dan penanaman 250 bibit pohon ini. Diantaranya Muspika Tarumajaya, mahasiswa beserta Dosen STIAMI Bekasi, serta masyarakat sekitar. Dukungan dari berbagai pihak tersebut diharapkan dapat mewujudkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan rasa kekeluargaan. Selain itu juga sebagai supporting agar masyarakat pesisir dapat menciptakan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.(awg)

Serah Terima Operasi GISTET 500KV PLTU Jawa 7

 

PT Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali (PT SGPJB) selaku perusahaan afiliasi PT Pembangkitan Jawa Bali melakukan serah terima GIS 500 kV PLTU Jawa 7 kepada PT PLN (Persero) pada Senin, 11 Maret 2019 di PLTU Jawa 7, Kramatwatu, Banten. Pelaksanaan serah terima ini ditandai dengan penandatanganan dokumen serah terima antara Direktur Engineering SGPJB, Mr Cui Yukui dan General Manager Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat PT PLN (Persero) Bapak Warsono.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PT PLN (Persero) Bapak Haryanto WS, EVP Konstruksi Regional Jawa Bagian Barat PT PLN (Persero) Bapak Henrison AL, EVP Operasi Regional Jawa Bagian Barat PT PLN (Persero) Bapak Bima Putrajaya, EVP Batubara PT PLN (Persero) Bapak Harlen, Direktur Pengembangan Niaga PT Pembangkitan Jawa Bali Bapak Henky Heru Basudewo, dan Direktur Utama PT PJB Investasi Bapak Gunawan Yudi Hariyanto.

Pada kegiatan ini Direktur Utama PT SGPJB, Mr Wen Changhong melaporkan progress pembangunan PLTU Jawa 7. PLTU Jawa 7 adalah sebuah model kerjasama internasional yang sukses. PLTU Jawa 7 memiliki boiler lignit terbesar dari jenis yang sama (output 3100t / jam, berat 37.000 ton); generator kapasitas terbesar 1240MVA; transformator terintegrasi tiga fase kapasitas terbesar (1330MVA); pabrik batubara berkecepatan menengah terbesar (108,59) t / h), kipas primer pembangkit listrik double-row terbesar dengan daya pencocokan 4600KW.

Sejak ground breaking pertama pada tahun 2016, lembaga terkait seperti PLN, PJB dan PJBI telah secara aktif membantu proyek untuk menyelesaikan serangkaian masalah seperti reklamasi MNA, amadement PPA, hubungan masyarakat, dan lain sebagainya. Dapat dikatakan bahwa dengan upaya bersama, pembangunan proyek Jawa 7 telah mencapai hasil yang luar biasa.

Dalam arahannya, Direktur Regional Jawa Bagian Barat PT PLN (Persero) Bapak Haryanto menegaskan dukungan PT PLN (Persero) sehingga pengoperasian PLTU Jawa 7 dapat diselesaikan sesuai target dengan aman, andal dan lancar, serta bermanfaat bagi masyarakat.

Konservasi Sumber Daya Kawasan Lindung PT PJB UP Paiton

 

Terumbu karang dikenal sebagai suatu sumberdaya alam yang memiliki nilai strategis dalam menunjang pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Di Indonesia sendiri,terumbu karang termasuk dalam kategori kawasan lindung yaitu kawasan atau wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk melindungi kelestarian lingkungan hidup mencakup sumberdaya alam dan sumber daya buatan.

Di wilayah Probolinggo, terumbu karang terutama terdapat di sepanjang pesisir desa Bhinor dan area sekitar PLTU Paiton yang mana termasuk dalam wilayah kerja PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) UP Paiton 1 & 2.

Sebagai bentuk tanggung jawab dalam konservasi sumber daya kawasan lindung, PT PJB UP Paiton 1 & 2 berinisiatif untuk melaksanakan konservasi dan pengembangan biota perairan yaitu karang dan ikan karang.

Adapun species karang yang sangat umum ditemukan di lokasi Paiton 1-2 adalah berada dalam kategori coral foliose, encrusting, submassive dan massive. Untuk ikan karang, sedikitnya 211 spesies ikan karang dari 37 famili yang dapat dijumpai disekitar perairan PLTU Paiton atau PT PJB UP Paiton 1 & 2. Famili ikan yang paling banyak ditemukan adalah Famili Pomacentridae yang terdiri atas 40 spesies.

Konservasi ini membuahkan sebuah harmoni manusia-mesin-alam, yang saling memberikan manfaat dan tetap saling menjaga, untuk memberikan masa depan yang cerah bagi penerus bangsa.

PLN Grup Siap Sukseskan Pemilu 2019

 

Jumat (15/3) PLN memastikan keandalan pasokan listrik untuk mendukung Pesta Demokrasi yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 mendatang. Melalui kegiatan Apel Siaga Pemilihan Umum 2019 yang dilaksanakan di Lapangan Monumen Nasional (Monas) Jakarta, PT PLN Persero, khususnya Regional Jawa Bagian Barat siap menyediakan fasilitas penunjang kebutuhan listrik demi kelancaran rangkaian pesta demokrasi yang sudah dimulai sejak 17 Januari 2019 lalu.

Hadir dalam kegiatan ini, Direktur Human Capital Management PLN Muhammad Ali, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Komisi Pemilihan Umum, dan diikuti Anak Perusahaan, serta Mitra Kerja PT PLN Persero. PT PJB mengirimkan sejumlah karyawan dari UP Muara Karang dan UP Muara Tawar dalam kegiatan Apel Siaga Pemilihan Umum 2019.

Pada kesempatan ini, juga dilakukan peluncuran TPS Terang oleh PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya. Paket Layanan Khusus TPS Terang ini cukup menguntungkan karena biayanya murah, yakni Rp 185.000. Pelanggan tidak akan dikenakan biaya jasa ataupun material untuk pelayanan khusus ini.

Ada syarat dan ketentuan bagi Paket Layanan Khusus TPS Terang, meliputi : (1) Hanya ada daya 5.500 VA; (2) Pemasangan Miniature Circuit Breaker (MCB) sesuai daya dan kabel akan dilakukan pada H-1; (3) MCB dan kabel dikembalikan ke PLN setelah masa berlaku program selesai. Paket ini bisa didapatkan dengan mengajukan permohonan ke Contact Center PLN 123 dan kantor PLN terdekat, dengan periode pengajuan mulai 17 Maret hingga 15 April 2019.

PT PJB sebagai bagian dari PLN Group, berperan penting dalam mengelola keandalan unit pembangkitan agar dapat memastikan ketersediaan pasokan listrik, khususnya demi mendukung terselenggaranya Pemilihan Umum 2019. (awg)

Inspeksi Boiler Pertama PLTU Tenayan

Dalam proses kinerja operasi sebuah pembangkit listrik tenaga uap terdapat suatu kewajiban untuk melakukan pemeliharaan rutin secara berkala dalam tiap semesternya. Pemeliharaan ini salah satunya disebut dengan istilah Planned Outage. Planned Outage dilakukan untuk meningkatkan performa sebuah peralatan pembangkit listrik serta untuk memastikan perangkat pembangkit listrik tersebut bekerja dengan kemampuan maksimal.

Begitu juga dengan PLTU Tenayan di Provinsi Riau yang dikelola oleh PT PJB. Pembangkit listrik dengan kapasitas 2×110 MW ini untuk pertama kalinya akan melakukan Inspeksi Boiler. Kegiatan inspeksi akan dilakukan pada unit 1 yang dijadwalkan mulai tanggal 16 Maret 2019 sampai dengan 16 April 2019.

Menjelang kegiatan Inspeksi Boiler (IB) unit 1, UBJOM Tenayan mengadakan santunan dan doa bersama anak yatim piatu di ring 1 PLTU Tenayan. Acara dihadiri oleh jajaran Manajemen UBJOM Tenayan, Manajer Perencanaan dan Pembinaan Teknik UPHB Kornel Bram Rahardi, PLN UPP, dan seluruh mitra kerja yang berkontribusi dalam pelaksanaan Inspeksi Boiler Unit 1 PLTU Tenayan.

Dalam acara tersebut dilakukan pembacaan Komitmen Bersama Pelaksanaan Planned Outage PLTU Tenayan yang dipandu oleh Endrik Purbo Yunastyo selaku manajer Pemeliharaan UBJOM Tenayan dan diikuti oleh seluruh undangan. Komitmen ini berisi target pelaksanaan IB yang On Schedule dan Quality, kebersediaan mengunakan APD, mematuhi larangan merokok, mengedepankan aspek 5S dalam pelaksanaan pekerjaan, dan berkontribusi untuk mewujudkan Zero Accident. Tidak hanya sekedar dibacakan, komitmen tersebut juga ditegaskan kembali dalam bentuk penandatanganan bersama Komitmen IB Unit 1 PLTU Tenayan.

Pelaksanaan inspeksi boiler perdana PLTU Tenayan unit 1 mengusug tema “Precise Execution For Tenayan EFOR Single Digit”. General Manager UBJOM Tenayan Agus Prastyo Utomo menegaskan bahwa ketepatan eksekusi menjadi kunci dalam pelaksanaan IB kali ini. Hasil akhir yang On Schedule, On Quality dan Safety menjadi patokannya. Upaya ini dilakukan untuk berkontribusi dalam mewujudkan PLTU Tenayan dengan nilai EFOR Single Digit. Agus juga mengingatkan agar karyawan dan mitra kerja betul-betul memperhatikan dan mengimplementasikan komitmen yang telah dibaca dan ditanda tangani bersama.

Komitmen Penerapan Sistem Manajemen Pengamanan juga ditandatangani dalam kesempatan ini. Sebelum penandatanganan, Supervisor Sekretariat dan Umum UBJOM Tenayan, Dimas Satriyo Hutomo memaparkan berbagai hal terkait penerapan sistem tersebut. Sistem Manajemen Pengamanan dilakukan untuk menjamin keamanan sumberdaya material serta sumber daya manusia yang bebas dari ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan yang muncul dari internal maupun eksternal demi kelancaran operasional pembangkitan yang nihil gangguan keamanan. Sistem Manajemen Pengamanan wajib diterapkan mengingat PLTU Tenayan telah masuk dalam tahap finalisasi penetapan Objek Vital Nasional oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.(jun)

Apresiasi Karya Inovasi 2019

 

Sejak Senin (11/3) sampai dengan hari ini telah dilaksanakan pembukaan Apresiasi Karya Inovasi 2019 bertempat di PT PJB Academy Kampus Paiton dengan dihadiri langsung oleh Direktur SDM & Administrasi, Suharto, GM PJB Academy, Agus Bagyo Hartadi, serta beberapa juri internal dan eksternal. Acara yang menyelaraskan tema strategis PLN yaitu “SOLID PLN” Securing Primary Energy & Parts, Optimizing Cost Efficiency, Leading Industry Capabilities, Increasing Profit / Margin Contribution, Developing New Edge, berhasil menampung sebanyak 125 usulan ide dan menseleksi menjadi 72 ide. Hal ini menunjukkan peningkatan minat para insan PJB dari tahun sebelumnya (102 ide). Adapun kategori yang diangkat terdiri dari 3 yaitu Pembangkitan, Technical Supporting, Non-Technical Supporting.
Pada sambutannya, Direktur SDM & Administrasi menekankan poin-poin penting terkait inovasi yang ada:
1. Inovasi sangat dibutuhkan untuk memenangkan persaingan dan memenuhi ekspektasi
stakeholder
2. Inovasi diharapkan dapat menunjang performansi perusahaan menuju double capacity dan
melaksanakan business excellence
3. Inovasi sebaiknya tidak hanya berangkat dari sebuah permasalahan (bersifat kuratif) yang ada
namun Inovasi juga sebaiknya bersifat “preventive” yaitu mengantisipasi terjadinya permasalahan, serta penyelarasan dengan sasaran perusahaan.

Keramba Jaring Apung Cirata akan Diganti

 

Upaya untuk memperbaiki kualitas perairan Waduk Cirata terus dilakukan oleh Badan Pengelola Waduk Cirata (BPWC). Diantaranya dengan membatasi dan mengurangi populasi keramba jaring apung (KJA) di waduk yang menjadi sumber air bagi PLTA Cirata itu. Warga yang selama ini menggantungkan mata pencaharian pada KJA akan diberdayakan dan dialihprofesikan menjadi usaha perikanan tangkap berbasis budidaya.

BPWC telah menandatangani perjanjian kerja sama pengembangan riset perikanan tangkap berbasis budidaya (Culture Base Fisheries – CBF) di perairan Waduk Cirata Pusat Riset Perikanan. Penandatangan tersebut dilakukan di Gedung Aula Badan Riset Budidaya Ikan Hias pada Jumat (8/3) di Depok.

Kerjasama dimaksudkan untuk mengimplementasikan Program Citarum Harum secara berkelanjutan melalui upaya alih profesi dan pemberdayaan masyarakat yang memanfaatkan Waduk Cirata sebagai sumber penghasilan usaha dari Keramba Jaring Apung menjadi usaha perikanan tangkap berbasis budidaya.

Culture Based Fisheries merupakan kegiatan perikanan tangkap dimana ikan hasil tangkapan berasal dari benih ikan hasil budidaya yang ditebarkan ke dalam badan air. Benih ikan yang ditebarkan akan tumbuh dengan memanfaatkan makanan alami yang tersedia. Penebaran benih ikan umumnya dilakukan secara rutin karena ikan hanya tumbuh dan tidak diharapkan berkembang biak. Oleh karena itu, ketersediaan benih dari hasil pembenihan ikan merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam pengembangan CBF.

Budidaya perikanan CBF dinilai lebih efisien sebagai alih usaha perikanan berbasis KJA untuk menjaga kualitas air di Waduk Cirata. Budidaya ikan tangkap akan mengurangi pakan ikan yang masuk ke dalam Waduk Cirata. (Mfd)

Membudayakan peduli LK3 dan kampanye AKUSTIK bagi Supplier

 

Kegiatan tahunan supplier gathering kembali digelar PT PJB Unit Pembangkitan (UP) Muara Tawar pada Selasa (26/2) di Harris Convention Summarecon Bekasi. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan engagement antara UP Muara Tawar dengan para mitra kerja. Selain itu juga sebagai wujud apresiasi terhadap para supplier barang maupun jasa dan sekaligus sebagai wadah evaluasi bagi kinerja mereka.

Supplier gathering kali ini mengusung tema “Bersama Kita Bisa Wujudkan PJB Bersih”. Sekitar 200 supplier diundang dalam acara ini. Sejumlah penghargaan diberikan kepada para supplier yang dinilai berprestasi dalam rentang kerja sama setahun ke belakang. Evaluasi kinerja yang dilakukan UP Muara Tawar meliputi kategori Penyedia Jasa Terbaik, Penyedia Barang Terbaik, Supplier Peduli LK3, Most Contributed Supplier, Sales Terfavorit dan Internal User Terbaik.

Tahun ini ada satu penghargaan khusus yang baru bagi para supplier, yaitu “Supplier Peduli LK3”. Apresiasi ini sebagai bentuk penghargaan kepada supplier yang selalu taat LK3 dalam pelaksanaan pekerjaannya. Selain itu juga sebagai upaya untuk membudayakan taat LK3 kepada seluruh supplier.

Moment supplier gathering juga dimanfaatkan UP Muara Tawar untuk mengkampanyekan gerakan AKUSTIK “Ayo Kurangi Sampah Plastik” sebagai bentuk komitmen UP Muara Tawar sebagai Green and Clean Power Plant. Kampanye diwujudkan dengan meniadakan produk-produk berbahan plastik sekali pakai seperti air minuman kemasan dan mengganti dengan tumbler yang dapat digunakan berulang kali.(awg)

 

 

Execution Without Excuse

 

Eksekusi atau implementasi menjadi salah satu tahapan krusial dalam perencanaan strategis yang dibuat oleh perusahaan. Kemampuan eksekusi menentukan pencapaian target dan tujuan perusahaan. Tanpa eksekusi, strategi perusahaan hanya sekedar wacana yang hebat di atas kertas. Pentingnya eksekusi ini dijadikan sebagai tema dalam kegiatan Forum Bisnis PT PJB tahun 2019 pada 25 -26 Februari di Surabaya.

Forum bisnis diikuti oleh direksi,senior leader serta direksi anap perusahaan. Forum ini merupakan ajang rapat koordinasi untuk mengevaluasi capaian tahun 2018 dan menentukan langkah strategis untuk menggapai target kinerja tahun 2019. Acara dibuka oleh Direktur SDM dan Administrasi PT PJB Suharto. Ia berharap agar forum bisnis dimanfaatkan untuk memperluas dan memperdalam hasil pembahasan dalam pra forum bisnis di Jogya yang digelar dua minggu yang lalu. Diantaranya masukan dari pihak eksternal yang diundang sebagai pembicara dalam event ini.

Sejumlah pembicara dari luar PJB dihadirkan untuk memperkaya wawasan para peserta forum bisnis. Diantaranya Presdir PT Angkasa Pura II (Persero) M Awaluddin yang memaparkan transformasi digital pada PT Angkasa Pura. Selain itu pada hari kedua pakar teknologi Richardus Eko Indrajit juga tampil dengan paparan terkait digital mindset yang memukau dan mengaduk-aduk pemahaman peserta terhadap fenomena dunia digital. Dari PLN Grup, hadir Direktur Pengadaan Strategis 2 PT PLN (Persero) Supangkat Iwan Santoso memberikan arahan terkait posisi dan peran PJB dalan PLN Grup.

Dalam forum bisnis juga diluncurkan program IMS 2.0, GC Code, CoC, dan M-Action. Selain itu dilakukan juga penyerahan sertifikat keahlian bidang pemeliharaan tingkat lanjut kepada 33 karyawan. Mereka adalah karyawan yang lolos dalam serangkaian seleksi dan terbukti memiliki keahlian pada bidang pemeliharaan pembangkit. Sertifikasi keahlian ini merupakan salah satu bagian dalam pengembangan ekspertise di lingkungan PJB.

Presiden RI Resmikan PLTU Cilacap Ekspansi 1×660 MW

 

Cilacap, 25 Februari 2019 – Presiden RI Joko Widodo meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ekspansi 1×660 MW yang terletak di Desa Karangkandri, Slarang dan Manganti, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Senin (25/2).

Peresmian PLTU ini juga dihadiri oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini M. Soemarno, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN Amir Rosidin, Direktur Utama PT Sumber Segara Primadaya Agus Nurwahyudi dan Direktur Utama PT Pembangkitan Jawa Bali Iwan Agung Firstantara.

Pembangkit yang menempati area seluas kurang lebih 38,28 hektar tersebut dikembangkan oleh anak perusahaan PLN, yakni PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) dengan saham sebesar 49% dan juga dikembangkan oleh PT Sumberenergi Sakti Prima (S2P) dengan saham 51%. Dengan tambahan 660 MW untuk sistem Jawa Bali ini diperkirakan PLN bisa melayani tambahan pelanggan baru hingga 682.000 pelanggan rumah tangga.

Hal ini sejalan dengan kebutuhan terhadap listrik yang semakin tinggi serta upaya nyata PLN dalam mengejar target rasio elektrifikasi 99,9 % pada tahun 2019.
“Rasio elektrifikasi nasional tahun 2018 telah mencapai 98,3%. Angka ini telah melebihi target pada akhir tahun 2018. Adapun di Jawa Tengah sendiri rasio elektrifikasinya sebesar 98,38%. Sesuai arahan Bapak Presiden telah ditetapkan target rasio elektrifikasi nasional tahun 2019 sebesar 99,9%,” ujar Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya
menegaskan bahwa saat ini listrik sudah merata dan masuk ke rumah-rumah yang ada di desa-desa terpencil.
“Sekarang alhamdulillah tidak ada keluhan byar pet dan pemadaman listrik lagi kalau kita ke daerah-daerah. Listrik sudah masuk hampir ke seluruh desa-desa terpencil. Menteri ESDM juga berjanji akhir tahun ini 99,9% sudah harus masuk ke semua desa dan rumah tangga di seluruh tanah air,” ujar Presiden RI.

Presiden Joko Widodo juga berharap agar pembangun pembangkit ini dapat menarik para investor membangun usahanya di Indonesia.
“Kita juga ingin bangun pembangkit untuk mengikuti pertumbuhan ekonomi yang ada sehingga investasi apapun di Indonesia listriknya sudah siap dan kita berharap dengan ini makin banyak investasi yang masuk. Saya sangat menghargai pembangunan PLTU ini. Ini besar (kapasitasnya) 660 MW sehingga meningkatkan suplai listrik kita, baik untuk industri dan rumah tangga. Dan di Cilacap masih ada 1.000 MW yang inshaa Allah akan diselesaikan akhir tahun ini,” jelas Joko Widodo.

PLTU Cilacap Ekspansi 1 ini menggunakan Super-Critical Boiler berbahan bakar batubara Low Range (4.200 kilo kalori per kilogram) serta dilengkapi dengan Electristastic Precipitator dan Fluidized Gas Desulphurizaton (FGD) yang didesain untuk dapat beroperasi secara efisien dan ramah lingkungan.

PLTU ini menelan biaya investasi sebesar USD 899 juta dan berhasil menyerap tenaga kerja hingga 800 orang pada saat masa beroperasinya.

Selain itu, PLN juga melakukan percepatan pada pembangunan PLTU Cilacap Ekspansi 2 kapasitas 1×1.000 MW. Pembangkit ini dikembangkan oleh PLN dan PT S2P dimana target operasi proyek ini semula Agustus 2020, dipercepat menjadi September 2019, namun saat ini berhasil selesai keseluruhan di awal 2019 dan tengah dalam tahap uji coba mesin.

Dengan biaya investasi hingga USD 1,4 Milyar dan dampak dari percepatan commercial operation date (COD) memberikan potensi penghematan biaya operasi PLN sebesar kurang lebih Rp 1 Triliun.

Adapun penyerapan tenaga kerja di PLTU Cilacap Ekspansi 2 ini mencapai 4.200 orang. PLTU ini juga diperkirakan akan menyuplai listrik bagi pelangggan baru sebanyak ± 1.050.000 pelanggan rumah tangga 900 VA.

“Pengoperasian kedua pembangkit tersebut sebagai upaya nyata PLN dalam meningkatkan rasio elektrifikasi nasional dan memenuhi kebutuhan tenaga listrik, tidak hanya untuk Provinsi Jawa Tengah saja, tetapi juga bagi sistem kelistrikan Jawa-Bali,” ungkap Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN Amir Rosidin.

Hal ini mengingat bahwa sistem kelistrikan Jawa-Bali telah terinterkoneksi dengan baik, sehingga akses listrik kepada masyarakat semakin luas jangkauannya.

Secara keseluruhan, total investasi proyek kelistrikan PLTU di Cilacap meliputi :
A. Adipala 660 MW (sudah beroperasi)
B. Cilacap 1 dan 2 kapasitas 2x300MW (udah beroperasi)
C. Cilacap Ekspansi 1 kapasitas 1×660 MW (sudah beroperasi)
D. Cilacap Ekspansi 2 kapasitas 1×1000 MW (masa uji coba)

Tenaga kerja yang diserap untuk mengoperasikan lima PLTU dengan total kapasitas 2.920 MW yang ada di Cilacap adalah sekitar 6.000 orang yang tentunya ini akan mendorong tumbuhnya ekonomi di Cilacap.