Hubungi kami melalui info@ptpjb.com atau +62318283180
LOGO PJB

Our Contacts

Jl. Ketintang Baru No. 11 Surabaya

info@ptpjb.com

+6231 8283180

Peringatan Bulan K3 Nasional 2019 : PJB Gelar Berbagai Lomba Antar Unit

 

Probolinggo, 14 Januari 2019 – Memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2019, PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) kembali menggelarberbagai Lomba K3 dan kegiatan lainnya. Lomba berlangsung selama satu bulan lebih, mulai 14 Januari 2019 hingga 18 Pebruari 2019. Lomba melibatan anak perusahaan dan seluruh unit PJB yang tersebar di berbaga daerah di Indonesia.
Adapun jenis lomba yang digelar meliputi;
• Lomba Penggunaan APAR antara General Manager (GM) Unit dan Senior Leader.
• Lomba Fire & Rescue dengan tantangan confined space dan vertical rescue. Lomba Simulasi Tanggap Darurat dengan tantangan pemadaman kebakaran di hazardous area (coal handling, gas station).
• Lomba Implementasi 5S.
• Lomba Media Kreatif dengan tema Keterbukaan Komunikasi K3 atau Human Performance K3.
• Lomba Safety Creative Campaign melalui kampanye video di media sosial.
• Lomba Ide Kreatif Safety.
• Lomba Index Cleaness Coal Handling Facility.
“Peringatan Bulan K3 merupakan kegiatan rutin yang kita selenggarakan setiap tahun, dalam upaya membudayakan K3 dalam setiap aktivitas, sekaligus mendukung program pemerintah mewujudkan Kemandirian Masyarakat Indonesia Berbudaya K3 Tahun 2020,” kata Direktur Utama PJB, Iwan Agung Firstantara, ketika membuka peringatan Bukan K3 tahun 2019 di PT PJB Unit Pembangkitan Paiton, Senin, 14 januari 2019.
Thema nasional yang diangkat tahun 2019 adalah “Wujudkan Kemandirian Masyarakat Indonesia Berbudaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk Mendukung Stabilitas Ekonomi Nasional.” Budaya K3 diyakini mampu menjamin stabilitas usaha dalammendukung pertumbuhan ekonomi Nasional. Sementara PJB mengambil sub thema, “Dengan Semangat Bulan K3 Nasional Mewujudkan PT PJB Menuju Perusahaan Berbudaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk Mendukung Stabilitas Nasional”. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran dan ketaatan pemenuhan norma K3, serta kesiapsiagaan seluruh insan PT PJB dalam mengendalikan, mencegah dan menghadapi setiap risiko kegiatan perusahaan yang berdampak terhadap K3.
Menurut Iwan Agung, K3 merupakan salah satu aspek perlindungan ketenagakerjaan dan menjadi hak dasar dari setiap tenaga kerja yang ruang lingkupnya telah berkembang sampai kepada keselamatan dan kesehatan masyarakat secara nasional. Oleh karena itu dalam kondisi apapun K3 wajib untuk dilaksanakan sesuai dengan peraturan dan standar baik nasional maupun internasional.
Menyadari hal itu, PJB secara terus menerus melakukan upaya peningkatan K3 melalui berbagai pendekatan, baik secara teknis dan kesisteman, serta menjadikan K3 sebagai budaya. Diataranya, mengimplementasikan Sistem Manajemen K3 (SMK3)di semua unit, Permit To Work (PTW) yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Terpadu ELLIPSE dan MAXIMO, aplikasi zero accident assistant (IZAT), peningkatan kompetensi SDM, dan sebagainya. Berbagai penghargaan di bidang K3 pun berhasil diperoleh, termasuk delapan Sertifikat Emas SMK3 dari Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia dan Zero Accident Award. Sertifikat Emas SMK3 diberikan kepada Unit Pembangkitan (UP Paiton), UP Cirata, UP Muara Tawar, Badan Pengelola Waduk Cirata (BPWC), Unit Bisnis Jasa Operation and Maintenance (UBJOM)Paiton, UBJOM Indramayu, UBJOM Arun, dan UBJOM Tenayan. Bahkan UBJOM Indramayu ditetapkan sebagai percontohan dalam hal K3 dan Lingkungan (K3L) di lingkungan PT PLN (Persero).
Kendati demikian, Iwan Agung mengingatkan kepada seluruh insan PJB untuk tidak lengah, karena kelengahan bisa berakibat fatal. Sesuai dengan kaidah K3, sesuatu yang kelihatan sangat sepele, apabila diabaikan bisa menimbulkan petaka besar yang sangat merugikan perusahaan dan berujung pada penyesalan.
“Kami berharap penerapan K3 tidak hanya dilakukan ditempat kerja, tapi secara otomatis tanpa kita sadari sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dimanapun kita berada. Karena pada hakekatnya masalah K3 bukan sekedar pemenuhan terhadap ketentuan perundangan, melainkan sebagai tanggung jawab moral untuk menjaga keselamatan sesama manusia. K3 juga bukan sekedar program yang dijalankan perusahaan, tetapi sebagi cerminan dari budaya dalam organisasi. Semoga insan PJB dapat menjadi pelopor budaya K3, baik di lingkungan kerja, maupun di tengah-tengah masyarakat. “Jangan meninggalkan kebiasaan aman di tempat kerja, bawa ia ke rumah,” kata Iwan Agung.
Di akhir acara manajemen juga sempat memberikan santunan kepada sejumlah anak yatim yang diberikan langsung oleh Direksi.

PROPER EMAS
Sementara di bidang lingkungan hidup, PJB melalui UP Paiton dua tahun berturut-turut (2017 dan 2018) memperoleh PROPER Emas, penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup. Selain itu, PJB juga mendapatkan lima PROPER Hijau, masing-masing diberikan kepada UP Muara Karang, UP Gresik, UBJOM Rembang, dan UBJOM Paiton, serta pernghargaan PROPER Biru untuk UP Muara Tawar dan UBJOM Indramayu.
Menurut Iwan Agung, UP Paiton memperoleh PROPER Emas atas keberhasiloannya mensinergikan antara pembangkit, masyarakat dan alam. Terumbu karang yang hanya sekitar 750 meter dari bibir pantai PLTU tetap terawat dan menjadi destinasi wisata baru yang menjadi tambahan pendapatan bagi masyarakat Desa Binor, Kecamatan Paiton, dan sekitarnya. Upaya pemberdayaan dan edukasi yang dilakukan PJB UP Paiton telah menjadi budaya baru di lingkungan masyarakat. Salah satunya, nelayan telah menggunakan metode baru yang lebih ramah lingkungan, sehingga dapat menjamin keberlangsungan populasi ikan dan kelestarian keankeragaman hayati laut.
PROPER Emas menjadi penghargaan tertinggi dari penilaian sebagai bukti upaya berkelanjutan perusahaan dalam bidang lingkungan, melakukan inovasi dalam aspek pemberdayaan sumber daya serta pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, yang artinya perusahaan telah menerapkan pengelolaan lingkungan secara menyeluruh dan berkesinambungan.Sementara untuk PROPER Hijau menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya taat, tetapi melebihi ketaataan terhadap peraturan perundangan baik dalam hal penerapan sistem manajemen lingkungan, efisiensi energi, pengurangan dan pemanfaatan limbah B3, penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, recyle) limbah padat non B3, pengurangan pencemaran udara dan emisi gas rumah kaca, efisiensi air dan penurunan beban pencemaran air, perlindungan keanekaragaman hayati, serta pemberdayaan masyarakat.(*)

 

Menteri ESDM Apresiasi Terobosan PLTU Paiton

 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan mengapresiasi terobosan yang dilakukan PT PJB Unit Pembangkitan (UP) Paiton hingga menjadikan PLTU Paiton unit 1 dan 2 yang dikelolanya efisien dan ramah lingkungan. Itu sebabnya, dalam kunjungannya ke Jawa Timur, Selasa (8/1), Ignatius Jonan menyempatkan diri untuk berkunjung ke Paiton.

“Saya bangga dengan PJB UP Paiton yang banyak melakukan improvement, karenanya saya datang kemari,” kata Ignatius Jonan.

Dalam kesempatan itu, Direktur Operasi 1 PT PJB, Sugiyanto memaparkan bahwa PLTU Paiton berkapasitas 2 x 400 MW didesain dengan bahan bakar batubara kalori tinggi, 6.300 kcal/kg yang didatangkan dari Australia. Tahun 1995 ada larangan impor batubara, sehingga PLTU Paiton dioperasikan dengan kalori 5.300 kcal/kg.

Seiring perjalanan waktu, batubara dengan kalori di atas 5.000 kcal/kg semakin langka. PJB kemudian mulai melakukan modifikasi agar PLTU yang diresmikan Presiden Soeharto tahun 1994 dapat dioperasikan dengan batubara berkalori rendah. Modifikasi dilakukan terhadap beberapa bagian mesin, diantaranya mesin penggiling batu bara dan boiler.

Penurunan kalori batubata dilakukan secara bertahap. Hingga akhirnya sejak tahun 2017 hingga sekarang PLTU Paiton 1,2 dioperasikan dengan batubara kalori 4.500 kcal/kg.

“Apa tidak mengganggu keandalan pembangkit?” tanya Ignatius Jonan.
Sugiyanto secara tegas menyatakan bahwa perubahan konsumsi batubara dari kalori tinggi ke kalori rendah sama sekali tidak mengganggu keandalan unit pembangkit. Terbukti, EAF selalu berada pada kisaran 93 persen dan EFOR 1,33 persen, sehingga PLTU Paiton masuk dalam jajaran Top 10% Dunia. Begitu juga dengan emisi gas buang. Kandungan sulfur tidak lebih dari 3.00 Mg/M2, jauh lebih rendah dari baku mutu yang ditetapkan pemerintah (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) sebesar 750 Mg/M2.

“Penggantian konsumsi batu bara dari kalori tinggi ke kalori rendah tersebut juga menghemat anggaran hingga Rp 148,36 Miliar per tahun. Sementara dari sisi lingkungan hidup, PT PJB UP Paiton dua tahun berturut-turut berhasil memperoleh PROPER EMAS, penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” papar Sugiyanto.

Ignatius Jonan merasa bangga melihat keberhasilan PT PJB UP Paiton melakukan efisiensi energi dan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, serta berharap keberhasilan itu ditularkan ke pembangkit-pembangkit lain. Kendati demikian, menteri ESDM minta PT PJB UP Paiton untuk terus melakukan improvement, mengingat ketersediaan batu bara dengan kalori dan kandungan sulfur yang diinginkan tentu di masa mendatang akan semakin sulit didapatkan.

“Kandungan sulfur dalam batu bara tidak bisa diubah. Yang bisa diubah teknologinya agar dalam lima tahun ke depan kandungan sulfur dalam emisi gas buang terus ditekan, kalau bisa hingga di bawah 100 Mg/M2. Selain itu, saya berharap PT PJB memanfaatkan renewable energi,” tutur Ignatius Jonan.

Refleksi Akhir Tahun dan Temu Expert UP Cirata

 

Momentum akhir tahun 2018 dimanfaatkan UP Cirata untuk melakukan refleksi terhadap pencapaiannya selama setahun terlewat. Hasil evaluasi ini akan dijadikan sebagai bahan untuk melakukan perbaikan dan inovasi pada tahun berikutnya. Refleksi dilakukan di Welcome Building Cirata pada Senin (31/12) dan diikuti oleh jajaran manajemen beserta seluruh karyawan UP Cirata.

Penyampaian kaleidoskop dan prestasi UP Cirata selama tahun 2018 menandai kegiatan refleksi. Paparan dan arahan disampaikan oleh General Manager UP Cirata, Muhammad Munir dalam kesempatan ini.

Acara refleksi dirangkai dengan kegiatan ‘Sarasehan dan Temu Expert Cirata’. Sejumlah purna expert Cirata dihadirkan sebagai pembicara dalam sarasehan. Jajaran manajemen BPWC tak ketinggalan juga diundang untuk menghadiri acara penuh keakraban ini.

Para expert menceritakan tapak tilas PLTA Cirata, Bendungan Waduk Cirata dan lingkungan Cirata beserta perkembangannya. Selain itu disharingkan juga pengetahuan terkait pemeliharaan kontrol instrumen, listrik dan mesin. Karyawan terlihat sangat antusias mendengarkan paparan yang disampaikan. Tanya jawab mewarnai paparan tersebut.

Penandatangan komitmen menjadi puncak acara dalam kegiatan refleksi akhir tahun dan temu expert UP Cirata. Komitmen ini mengukuhkan jalinan kerja sama antara UP Cirata, BPWC dan Purna Expert. Tanda tangan dilakukan oleh GM UP Cirata Muhammad Munir, Kepala BPWC Wawan Darmawan dan Purna Expert yang diwakili oleh Bambang Suyoto, Hari Santoso serta Aman Solihin. (zrp)

Memberdayakan Kampung Okura

 

Kampung Okura di Kelurahan Tebing Tinggi Kecamatan Rumbai Pesisir terletak bersebelahan dengan PLTU Tenayan. Aliran Sungai Siak menjadi pembatas langsung antara Kampung Okura dengan PLTU. Sungai terdalam di Indonesia itu sekaligus menjadi sumber air utama bagi operasional PLTU Tenayan.

Kampung Okura memiliki beberapa potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Peternakan kambing merupakan salah satu diantaranya. Potensi ini kemudian dikembangkan oleh UBJOM Tenayan melalui program CSR. Pemberdayaan dilakukan dengan memberikan bantuan berupa 14 ekor kambing kepada Kelompok Ternak Okura yang diketuai oleh Hendra. Kambing jenis Randu berjumlah 12 betina dan 2 pejantan itu diharapkan bisa berkembang biak dan mendatangkan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kedepan program CSR hewan ternak di Okura akan dikembangkan menggunakan sistem agrosilvopastural. Sistem ini memadukan pemanfaatan lahan untuk peternakan, pertanian, dan perkebunan yang ramah lingkungan serta menjaga ekosistem. Melalui agrosilvopastura, selain melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat, didapat pula keuntungan tambahan berupa pelestarian lingkungan. Dengan konsep tersebut diharapkan warga Okura tidak hanya menggantungkan mata pencahariannya dari sektor nelayan saja.

Perbaikan infrastruktur di Kampung Okura juga mendapat perhatian dari UBJOM Tenayan. Salah satunya dengan merenovasi Musholla Al-Ihsan yang merupakan mushola pertama di Okura. Bangunan di tepi Sungai Siak itu telah menemani ibadah warga sejak sekitar 70 tahun yang lalu. Renovasi yang dilakukan diharapkan dapat melestarikan bangunan bersejarah tersebut sekaligus menambah semangat masyarakat dalam beribadah.

Manajemen dan Tim CSR UBJOM Tenayan memanfaatkan momentum akhir tahun 2018 dengan mengunjungi Kampung Okura sekaligus meresmikan program CSR di daerah tersebut. Akses menuju lokasi berupa sungai dan rawa-rawa. Perjalanan pada Senin (31/12) itu ditempuh menggunakan speed boat selama kurang lebih 20 menit.

Rombongan mendapatkan sambutan hangat dari warga Okura. Burhan selaku Lurah kelurahan Tebing Tinggi menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim UBJOM Tenayan. Ia berterima kasih terhadap Manajamen UBJOM Tenayan yang telah melakukan renovasi Musholla Al Ihsan dan membantu peternakan kambing. Sementara itu, General Manager PT PJB UBJOM Tenayan Wasito yang didampingi Manajer Administrasi UBJOM Tenayan Joni Arifin mengaku sangat berbahagia dapat menyapa dan bertemu langsung dengan warga Okura.

Pada kesempatan itu, selain acara peresmian dilakukan juga kunjungan lapangan ke Kelompok Binaan Ternak Okura. Wasito dan Burhan meninjau suasana kandang dan dan berbincang langsung dengan ketua dan anggota Kelompok Binaan Ternak Okura.

Selepas kunjungan ke Kampung Okura, rombongan melakukan kunjungan sekaligus kegiatan bakti sosial ke Panti Asuhan Baiturrahman dan Panti Asuhan Bhakti Mufarridhun di lingkungan Kelurahan Industri Tenayan. Bakti sosial dengan anak yatim piatu ini merupakan wujud rasa syukur terhadap kinerja yang berhasil dicapai oleh UBJOM Tenayan selama tahun 2018.

Rombongan meminta anak-anak panti asuhan turut mendoakan PLTU Tenayan agar dapat beroperasi dengan handal, serta diberi keselamatan dan kelancaran dalam melakukan aktifitas sehari hari. Semua ini untuk mendukung terwujudnya PLTU Tenayan yang Go Green, Go Safety, Go Reliability and Efficiency. (jun, leo)

 

 

 

Khitanan Massal UP Muara Karang

 

Di penghujung tahun 2018 UP Muara Karang melaksanakan kegiatan Khitanan Massal bagi anak-anak keluarga nelayan yang berada di wilayah ring 1. Perhelaan yang digelar di CSR Center PJB UP Muara Karang pada Jumat (28/12) tersebut merupakan bentuk kepedulian untuk meningkatkan kesehatan bagi generasi penerus di wilayah pesisir.

Khitanan diikuti oleh 50 anak-anak dari wilayah Muara Angke, Muara Baru, dan Kamal Muara. Direktur Operasi-1 PT PJB, Sugiyanto menyempatkan diri untuk hadir pada acara ini dengan didampingi jajaran Manajemen UP Muara Karang.

Sugiyanto mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga atas pastisipasinya dalam mendukung keberhasilan program CSR UP Muara Karang. Ia juga mengapresiasi warga di sekitar wilayah operasional UP Muara Karang karena telah ikut menjaga unit pembangkit sebagai salah satu objek vital nasional yang harus dilindungi bersama.

Khitanan massal sebagai penutup kegiatan CSR UP Muara Karang di tahun 2018 diharapkan dapat mendukung terwujudnya generasi muslim yang sehat dan bertakwa. (srk)

Syukuran Akhir Tahun UBJOM Arun

 

Serangkaian pencapaian telah berhasil diwujudkan oleh UBJOM PLTMG ARUN di tahun 2018 ini. Sebagai bentuk syukur atas pencapaian tersebut, unit PJB di Nanggroe Aceh Darussalam itu menggelar acara bazaar sembako murah dan khataman Qur’an. Kegiatan ini dimaksudkan agar masyarakat sekitar dapat ikut merasakan keberkahan yang diterima oleh unit paling barat PJB itu.

Komitmen PT PJB UBJOM PLTMG ARUN dalam menyuplai listrik sebanyak 60% dari kebutuhan Aceh pada tahun 2018 dapat terlaksana dengan baik. Pencapaian ini menurut Agus Prastyo Utomo selaku General Manager PT PJB UBJOM PLTMG ARUN tidak terlepas dari rahmat Allah SWT. Selai itu juga berkat dukungan dari masyarakat sekitar. Ia mengapresiasi keramahan serta kelembutan masyarakat sekitar yang menciptakan suasana nyaman dalam bekerja.

“Harmonisasi dan sinergi inilah yang mampu membuat kami konsisten terhadap komitmen perusahan untuk terus hadir dan memberikan yang terbaik. Terimkasih kepada seluruh masyarakat Aceh, berkat harmonisasi dan sinergi yang baik kami mampu mendapatkan pencapaian-pencapaian terbaik di 2018,” kata Agus.

Lebih lanjut ia berharap agar kehadiran PJB di bumi serambi mekah dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Aceh dan masyarakat sekitar pada khususnya. Diantaranya melalui pelayanan terbaik di bidang kelistrikan maupun program-program CSR sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat.

Bazaar sembako murah diadakan pada Jumat (21/12) di halaman kantor PT PJB UBJOM PLTMG Arun. Warga cukup membayar Rp 20 ribu rupiah untuk mendapatkan paket sembako tersebut. (rzk)

Pelepasan Bantuan Tsunami PJB Grup

 

Bantuan bagi korban bencana tsunami Selat Sunda dari PJB Grup Senin (31/12) dilepas dari Unit Pembangkitan Muara Karang. Pelepasan dilakukan oleh General Manager UPHB, Hendri Bastian mewakili LAZIS dan Manajemen PJB. Acara dihadiri oleh relawan yang akan ditugaskan untuk mendistribusikan bantuan.

Bantuan yang di berikan merupakan wujud keperdulian dan komitmen PJB untuk meringankan beban para korban bencana alam Tsunami Selat Sunda. Hendri Bastian menyatakan rasa terima kasih kepada para relawan PJB. Mereka telah siap tanggap untuk hadir membantu dan diterjunkan pagi hari setelah bencana terjadi. Juga kepada relawan
yang hari ini diberangkat untuk mendistribusikan bantuan.

PJB memberangkatkan dua unit truck berisi bantuan dari LAZIS PJB, PT PJBS, PT PJBI dan PT MKP. Bantuan berupa paket sembako, pakaian, terpal, keperluan bayi dan wanita, obat-obatan serta keperluan umum dapur umum. Bantuan ini akan diberikan ke Posko bantuan PLN di PLTU Labuan.(sar)