Hubungi kami melalui info@ptpjb.com atau +62318283180
LOGO PJB

Our Contacts

Jl. Ketintang Baru No. 11 Surabaya

info@ptpjb.com

+6231 8283180

Inovator PJB Grup Bersinar dalam Seleksi Regional Apresiasi Karya Inovasi PLN 2019

Inovator dari PJB Grup menunjukkan keunggulannya dalam ajang Apresiasi Karya Inovasi Regional PLN 2019 yang diselenggarakan di lombok, 24-25 September 2019. Sejumlah penghargaan berhasil diraih dalam gelaran tahunan bagi inovator PLN Grup dari seluruh penjuru Indonesia.

PJB sendiri mendapatkan juara 1 dalam kategori Non Technical Supporting. Kali ini jawaranya adalah UBJOM Tenayan dengan inovator Endrik Purbo Yunastyo, Simson Nainggolan dan Pernando Simare-mare. Mereka mengangkat inovasi berjudul “Meningkatkan Efektifitas Cleaning Clogged Nozzle Furnace dengan ‘puzzle’ untuk Mempercepat Durasi Overhoul dan Forced Outage” . Karya ini berhasil mengungguli 9 karya tim dari PLN seluruh Indonesia.

Puzzle dalam karya inovasi Endik Purbo dkk merupakan spesial tool pelubang nozzle dari gangguan clogged atau buntu. Alat yang dikembangkan terdiri dari komponen utama berupa mekanisme pengungkit tuas, cakram pengunci, lengan teeth dan teeth itu sendiri. Dengan alat ini proses pembersihan nozzle lebih efektif, efisien, aman untuk operator serta lebih ergonomis.

Penghargaan lainnya berhasil diraih oleh Inovator dari PT PJBS. Anak usaha PJB ini berjaya dengan tiga gelar juara dan menempatkan diri sebagai juara umum.

Inovator PJBS meraih juara 1 dan 3 dalam bidang pembangkitan. Juara 1 ditempati inovasi “Modifikasi Expansion Joint on Bed Burner untuk Mengatur Aliran Udara pada Primary Air Fan” karya Herdimas Syamsuri dan Hendra dari PLTU Tenayan. Sedangkan inovasi “Penambahan Support Stopper Limit Switch Scoop Tube Fluid Coupling untuk Menghindari Kerusakan Peralatan Belt Konveyor” karya Ronny Cahyadi, Hermanto, dan Dodi Romandani dari PLTU Rembang menjadi juara ketiganya.

Selain itu, inovator PJBS Kantor Pusat juga mendapatkan juara 2 bidang NTS. Inovasi karya Ahmad Faishol A, Ahmad Zaki M, dan Nia Ari tersebut berjudul “Aplikasi Control Kesehatan Transformer – AFATAR (Analisa Fuzzy Gas Terlarut Minyak Trafo)”.

Apresiasi Karya Inovasi PLN merupakan ajang tahunan dimana inovator dari seluruh PLN Grup akan mempertahankan inovasinya di hadapan komite inovasi. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini seleksi regional dilaksanakan secara paralel dengan seleksi nasional. Tim PJB yang lain dalam kategori pembangkitan,technical supporting dan non technical supporting masih akan berlaga di apresiasi inovasi nasional yang akan diselenggarakan di Yogjakarta, pda 23-24 oktober 2019

Ikhtiar Langit dan Bumi untuk Hujan di Cirata

Kemarau panjang tahun 2019 membuat kondisi air waduk Cirata semakin menipis. Berbagai upaya dilakukan untuk menambah debit air, baik melalui upaya teknis maupun spiritual.

Ikhtiar diawali dengan kickoff meeting bersama instansi terkait pada Rabu (18/9) membahas rencana pelaksanaan TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) untuk hujan buatan di DAS Citarum. Rapat diikuti oleh perwakilan PJB UP Cirata, Indonesia Power, Perum Jasa Tirta II, Litbang SDA,BMKG dan BPPT.

Keputusan rapat pelaksanaan TMC akan dimulai pada tanggal 18 Oktober 2019 (selama 20 hari). Waktu tersebut dipilih dengan mempertimbangkan informasi perkiraan cuaca dari BMKG bahwa pada pertengahan oktober sudah mulai terkumpul awan sehingga pelaksanaan TMC akan lebih Efektif.

Upaya spiritual juga dilakukan pada Rabu (25/9) dengan melakukan Sholat Istisqa di halaman kantor UP Cirata. Sholat diikuti oleh keluarga besar Cirata Raya. Seluruh karyawan muslim bersama bermunajat memohon datangnya hujan.

Dalam Khutbah singkatnya, Khatib menyampaikan bahwa kita harus yakin dan berkhusnuzon kepada Allah SWT dan banyak ber-Istigfar juga bersedekah agar hajat yang diminta cepat dikabulkan.

Semoga dengan upaya dan ikhtiar ini, hujan bisa segera turun di area DAS Citarum. Dengan hujan ini diharapkan debit air waduk Cirata semakin membaik dan dapat memberi kontribusi optimal untuk sistem kelistrikan Jawa-Bali. (raw)

Pembagian Masker dan Susu

Sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan makin meluas. Kota Aceh juga sudah mulai diselimuti asap. Unit PJB yang ada di Aceh, PT PJB UBJOM Arun melakukan aksi pembagian masker dan susu bagi masyarakat yang melintas di jalan utama kota Lhokseumawe. Aksi pada Senin (23/9) ini merupakan sinergi antara CSR, K4 dan Lingkungan dengan dibantu oleh Koramil Banda Sakti.

Tak kurang dari 500 masker dan 300 kaleng susu dibagikan dalam kesempatan ini. Sasarannya diutamakan kepada para pengendara sepeda motor. Manajer Administrasi PT PJB UBJOM PLTMG Arun Adityo Baskoro Widagdo menyatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Ia berharap agar masyarakat dapat terbantu dan menjaga kesehatan mereka selama beraktivitas.

Menjaga Pantai Taman Tetap Lestari

Sampah plastik menjadi permasalahan yang tengah dihadapi masyarakat dunia. Kawasan konservasi pun tak lepas dari permasalahan ini. Kepedulian dan kerja sama dari berbagai pihak menjadi kunci untuk mengatasinya.

Kegiatan bersih sampah dengan melibatkan masyarakat luas telah menjadi agenda rutin di Pantai Taman, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan, Jawa Timur. PJB UBJOM Pacitan ikut berperan aktif dalam kegiatan tersebut. Bersih pantai menjadi bagian dari upaya melestarikan Pantai Taman yang merupakan area konservasi penyu hijau.

Acara bersih Pantai Taman kembali dilakukan pada Sabtu (21/9) pagi. Kali ini momennya bertepatan dengan acara puncak peringatan World Cleanup Day di Kabupaten Pacitan. Masyarakat, termasuk puluhan karyawan UBJOM Pacitan, beramai-ramai membersihkan sampah di kawasan pantai berpasir putih itu. Sampah itu dipisahkan antara yang organik dan an organik sebelum diserahkan ke bank sampah terdekat.

Pelepasan tukik juga dilakukan dalam kesempatan ini. GM UBJOM Pacitan, Didik Mardiantara menyatakan ada 78 tukik yang dilepas. Bulan sebelumnya telah dilepas sekitar 150 an tukik. “Kami turut berkontribusi dalam konservasi penyu di Pantai Taman,”kata Didik.

Selepas kegiatan bersih pantai dilakukan sarasehan dan penandatanganan kesepakatan bersama (MoU)kerjasama pengelolaan kawasan Konservasi Penyu Pantai Taman antara PT PJB UBJOM Pacitan dengan Komunitas Mangrove Pacitan Indonesia (KMPI). Kesepakatan ini bertujuan agar kawasan konservasi tersebut dapat mandiri dan menjadi contoh bagi konservasi penyu di daerah lain. Penandatanganan kesepakatan disaksikan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan.

Puncak kegiatan World Clean Up Day 2019 di Pantai Taman dihadiri oleh Wakil Bupati Pacitan, Sekda serta beberapa Kepala Dinas se Kabupaten Pacitan serta tim dari BKSDA. Gelaran ini menjadi momentum yang baik untuk mewujudkan Indonesia Bersih dan Bebas Sampah dengan mengedepankan nilai-nilai perdamaian dan cinta lingkungan yang berkelanjutan.

Mengenal Sejarah Waduk Cirata

Belajar tidak harus melulu di dalam ruang kelas. Sesekali peserta didik diajak terjun langsung ke lapangan, mengamati, berkenalan dan berinteraksi dengan hal-hal baru yang ada di sekitar mereka. Semua ini untuk memperkaya wawasan serta mengasah kepekaan mereka terhadap alam sekitar.

Hal inilah yang dilakukan oleh TK Elektrika, binaan CSR BPWC. Sekolah yang berlokasi di kompleks BPWC ini punya banyak program pembelajaran di luar ruang sekolah. Diantaranya seperti ke kebun buah, taman, lingkungan kerja di sekitar sekolah, dan lainnya.

Pekan ini TK Elektrika melakukan kunjungan ke Museum DCC PJB BPWC di Cipeundeuy, Bandung Barat. Kedatangan mereka pada Selasa (17/9) itu untuk mengenal sejarah Waduk Cirata dan apa saja yang ada di dalamnya. Mereka didampingi guru dan kepala sekolah.

Anak-anak diajak bermain sambil belajar, mengamati berbagai jenis alat yang ada di dalam museum. Mereka dikenalkan dengan waduk dan PLTA Cirta melalui alat peraga dan miniatur yang ada di sana.

Askur selaku operator DCC BPWC dengan sabar dan penuh semangat menjelaskan berbagai hal di dalam museum dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak. Peserta terlihat antusias mendengarkan pemaparannya. Anak-anak selalu suka dan penasaran dengan hal-hal baru yang ada di sekitar mereka. Dalam pemaparannya, Askur menanamkan pesan agar para tunas bangsa itu dapat ikut melestarikan keberadaan waduk dan PLTA.

Museum DCC PJB BPWC merupakan tempat edukasi untuk mengetahui berbagai hal terkait pengelolaan bendungan dan Waduk Cirata. Di tempat ini terdapat berbagai peralatan yang digunakan dari awal pembangunan infrastruktur tersebut. Foto-foto tahapan pembangunan dan mereka yang berjasa di dalamnya pun ada di sini.(azz)

Lang Baling, Kopi Ramah Lingkungan Probolinggo

Probolinggo punya satu produk kopi istimewa yang diolah dengan energi ramah lingkungan. Tanamannya pun dibudidayakan dengan memanfaatkan bahan alami. Hasilnya, kopi produksi Desa Andung Biru, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo Ini pun memiliki cita rasa yang khas.

Lang Baling disematkan sebagai nama kopi produksi masyarakat binaan CSR UP Paiton itu. Pengolahannya memanfaatkan energi listrik yang dihasilkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hydro (PLTMH) Andung Biru. Itulah mungkin yang melatari nama Lang Baling. Nama yang mengingatkan pada baling-baling pemutar PLTMH, sumber listrik andalan bagi Desa Andung Biru.

Untuk mengenalkan kopi Lang Baling pada masyarakat luas, UP Paiton mengadakan acara Festival 1000 pada Kamis (12/9) hingga Jumat (13/9) 2019, Acara digelar di kawasan Pantai Bhinor, kawasan wisata binaan Corporate Social Responsibility (CSR) UP Paiton. Sebanyak 1000 cangkir kopi disajikan secara cuma cuma bagi para pengunjung.

Selain untuk mengenalkan kopi dan produk CSR UP Paiton, ajang ini
juga digunakan sebagai sarana untuk makin merekatkan hubungan serta kerja sama dengan para stakeholder. Mereka adalah pemerintah, masyarakat, kelompok UKM, serta para tokoh masyarakat.

Sejumlah pejabat hadir dalam kesempatan ini. Diantaranya Bupati Probolinggo, Hj. P. Tantriana Sari berserta jajaran Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Sementara dari PJB hadir Direktur Utama PT PJB, Iwan Agung Firstantara, bersama dengan Direktur Operasi 1, Sugiyanto dan juga Sekretaris Perusahaan, Muhammad Bardan.

Kopi Lang Baling merupakan produk kopi berkualitas tinggi sebagai hasil nyata dari proses pengolahan dengan teknologi tinggi dan ramah lingkungan. “Energi yang dibutuhkan untuk proses pengolahannya dihasilkan dari PLTMH yang dikembangan PJB. Komposisi ramah lingkungan ini juga didukung oleh penggunaan pupuk organik, yang mencapai 75 %,” kata Dirut PJB.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa PJB ingin mengenalkan kopi Lang Baling ke semua elemen masyarakat. Brand kopi ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu varietas kopi unggulan Kabupaten Probolinggo.

Acara Festival 1000 Kopi berlangsung meriah dengan menghadirkan pameran on the spot 11 produk kelompok binaan CSR. Mereka adalah :
1. Kopi “Lang-Baling” Andungbiru
2. Bank Sampah Harapan Kita
3. Kelompok Postaklim
4. Asosiasi Pengrajin Batik Bordir dan Aksesoris Probolinggo
5. Training Center Tri Karya Jadi
6. Udeng Paitonan
7. KUB Sekar Wahyu (9)
8. Bumdes Sumber Kembar
9. KUB AKNA
10. PKK Binor
11. Kampung Kelor

Menghibur dan Melestarikan Budaya Indonesia

Alunan merdu angklung mewarnai acara Supplier Gathering 2019 PT PJB BPWC pada Kamis (12/9) di Bandung. Para peserta bahkan diajak berpartisipasi memainkan angklung dan menampilkan beberapa lagu. Meski awam, dengan sedikit arahan, mereka mampu memainkan angkung dengan apik dan menikmati alat musik tradisional tersebut.

Angklung ditampilkan oleh kelompok kesenian binaan CSR BPWC, Kearifan Lokal Angklung Cirata. Ini merupakan ajang pentas pertama kali kelompok tersebut tampil dalam acara yang cukup besar, setelah diresmikan pada tanggal 29 Agustus 2019 lalu.

Penampilan angklung dalam supplier gathering BPWC bukan tanpa alasan. Selain menghibur, juga untuk mengenalkan kesenian tradisional Jawa Barat tersebut kepada seluruh mitra kerja. Dengan harapan agar BPWC bersama mitra kerja dapat bersama – sama berkontribusi dalam melestarikan warisan leluhur tersebut.

Wawan Darmawan selaku Kepala PT PJB BPWC berharap agar angklung dapat menjadi salah satu media komunikasi dan pemberdayaan masyarakat. Ia mengajak seluruh mitra kerja untuk dapat berpartisipasi dalam melestarikan angklung.

Upaya BPWC dalam memberdayakan masyarakat melalui kesenian angklung mendapatkan apresiasi dari Direktur Utama PT PJB, Iwan Agung Firstantara. BPWC tidak hanya fokus dalam mengelola waduk yang begitu kompleks, namun juga memikirkan kesenian – kesenian lokal yang ada di sekitar Waduk Cirata.

Angklung merupakan kesenian Jawa Barat yang sudah diresmikan dan dikukuhkan oleh UNESCO sebagai mata budaya indonesia yang menjadi warisan budaya dunia. Oleh karena itu maka kita semua harus menjaga dan melestarikan kearifan lokal angklung tersebut. (Mfd)

Aksi Sederhana untuk Kesehatan

Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan masih menyelimuti sebagain wilayah di tanah air. Demikian juga dengan Kota Pulang Pisau di Kalimantan Tengah. Warga kota tersebut tak leluasa merasakan merasakan segarnya udara. Partikel halus dampak kebakaran mencemari udara yang mereka hirup, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

Kondisi ini dapat mengganggu kesehatan warga. Partikel pencemar yang masuk ke saluran pernafasan bisa menimbulkan penyakit infeksi saluran pernafasan. Pemakaian masker menjadi salah satu solusi bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan. Meski begitu, tak semua warga mengenakan masker dalam aktivitas mereka.

PT PJB UBJOM Pulang Pisau berinisiatif membagikan masker bagi warga sekitar. Pembagian dilakukan Rabu (11/9) pagi di Jalan Oberlin Metar, Kabupaten Pulang Pisau. Aksi sederhana ini diharapkan dapat mengurangi dampak kabut bagi kesehatan masyarakat yang sedang beraktifitas di luar ruangan.

CIECRA Ramaikan Hari Jadi Koperasi

Kelompok CSR binaan PJB BPWC, Cirata Eceng Craft (CIECRA) berpartisipasi meramaikan pameran UMKM di Lapangan Mekarsari, Komplek Pemda KBB. Pameran digelar oleh Pemerintah Kab Bandung Barat (KBB) pada Minggu (8/9) untuk memeriahkan Hari Jadi Koperasi ke-72.

CIECRA menjadi salah satu stand yang paling ramai. Para pengunjung tertarik dengan aneka kerajinan tas dan produk lain dari eceng gondok yang ditampilkan. Kreativitas salah satu kelompok CSR binaan BPWC di bidang ekonomi kreatif ini memang pantas diapresiasi. Saat ini CIECRA menaungi kurang lebih 70 pengrajin eceng gondok di sekitar Waduk Cirata.

Sejumlah pejabat mengapresiasi produk eceng gondok yang ditampilkan CSR BPWC. Mereka menilai produk tersebut dapat menumbuhkan ekonomi kreatif di KBB dan ikut mengurangi sampah eceng gondok di Waduk Cirata. Bupati KBB AA Umbara, Ketua DPRD KBB dan sejumlah Kepala Dinas & anggota DPR provinsi Jawa Barat juga ikut mengunjungi stand CIERA.

Eceng gondok menjadi salah satu permasalahan di Waduk Cirata. Keberadaan CIECRA dapat mengurangi gulma eceng gondok sekaligus bisa memberdayakan masyarakat sekitar. Mereka mendapatkan penghasilan tambahan dari produk-produk kerajinan tangan yang dihasilkan. (azz)

PJB Borong 11 Penghargaan dalam ISDA 2019

Sebelas penghargaan berhasil diboyong PJB dalam gelaran Indonesia Sustainable Development Goals Awards (ISDA) 2019 di Jakarta pada Jumat (6/9) malam. Apresiasi itu berupa 2 buah Platinum Award, 5 Gold Award, 3 silver Award, dan 1 gelar terbaik kategori Perorangan tingkat lapangan.

Gelar platinum disematkan bagi “Program Ekowisata Mangrove Hijau Daun” CSR PT PJB UP Gresik dan “Program Bersih Desaku, Bank Sampah Mentari” CSR PT PJB UP Cirata.

Sementara penghargaan Gold Award diraih oleh UP Muara Tawar (Kampung si mandra), UP Paiton (PLTMH Andung Biru & Dewi Harmony), UP Brantas (Program Peningkatan Kesehatan Masyarakat Brantas), dan UBJOM Paiton 9 (Konservasi Sumber Mata Air Kokap).

Sedangkan gelar Silver didapatkan melalui program Pemberdayaan Pertanian Terintegrasi & Usaha Mikro Tepung Sukun) (UBJOM Tanjung Awar-Awar) dan program Kampung Hijau Produktif (UP Gresik).

Selain penghargaan untuk kategori program CSR, ISDA Awards juga memberikan apresiasi kepada tingkat individu atau perorangan. Sukirman Hadi Prayitno wakil dari PJB berhasil menyabet gelar terbaik pertama untuk kategori Perorangan Tingkat Lapangan.

ISDA Award merupakan wujud apresiasi bagi dunia usaha yang memiliki program atau aktivitas dalam upaya pemenuhan tanggungjawab sosialnya. Program tersebut baik dalam terminologi program CSR, comdev, kemitraan dan bina lingkungan, maupun program sosial responsibility untuk lembaga lainnya yang terbukti turut mendorong upaya pencapaian SDG’s Indonesia.

Ajang penghargaan tahunan ini diselenggarakan oleh Corporate Forum For Community Development (CFCD), bekerjasama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPENAS).

CFCD sendiri merupakan forum independen yang mewadahi para penggiat CSR dalam memberdayakan kehidupan masyarakat. Penjurian ISDA Award 2019 mengacu pada standar SNI ISO 26000.