Hubungi kami melalui info@ptpjb.com atau +62318283180
LOGO PJB

Our Contacts

Jl. Ketintang Baru No. 11 Surabaya

info@ptpjb.com

+6231 8283180

PLTU Tenayan Uji Coba Co-Firing dengan Brown Fiber

Penggunaan biomassa sebagai campuran bahan bakar atau co-firing PLTU menjadi salah satu strategi PJB dalam mendukung target bauran EBT Indonesia sebesar 23% pada tahun 2025. Setelah Rabu (10/06) lalu mengkomersialisasikan co-firing PLTU Paiton 1-2, PJB melanjutkan uji coba co-firing pada sejumlah PLTU. Salah satunya di PLTU Tenayan yang dikelola oleh PT PJB UBJOM Tenayan.

PLTU Tenayan merupakan pembangkit listrik berteknologi CFB Boiler dengan kapasitas 2 x 110 MW. Uji co-firing dilakukan pada boiler Unit 1 di beban 93 MW (Gross) dengan komposisi campuran brown fiber sebesar 1 % dari total coal flow selama 8 jam. Pelaksanaan uji coba pada Minggu (21/6) melibatkan tim dari Bidang Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Bidang Kimia Pembangkit, PT PLN Puslitbang dan PT PLN Pusenlis. Pencampuran batu bara dengan brown fiber dikerjakan sejak Jumat (19/6) hingga Sabtu (27/6).

Co-firing PLTU merupakan sebuah teknologi substitusi batubara dengan bahan bakar energi terbarukan pada rasio tertentu dengan tetap memperhatikan kualitas bahan bakar sesuai kebutuhan. Sedangkan brown fiber adalah limbah produksi bahan baku kertas dari kayu akasia. Pemanfaatan brown fiber sebagai campuran batu bara dinilai sangat efisien karena nilai kalorinya setara dengan batu bara. Dari segi operasional tidak berdampak signifikan terhdap pembakaran di dalam boiler.

Uji coba pemanfaatan biomassa brown fiber di PLTU Tenayan melewati sejumlah tahapan. Diantaranya tahap blending atau pencampuran batu bara dengan brown fiber menggunakan excavator. Selain itu ada juga tahapan loading coal bunker, pengambilan sampel bahan bakar, pengecekan status flue gas, dan pengambilan sampel hasil pembakaran serta hasil uji coba co-firing.

Brown fiber dipasok dari beberapa perusahaan kertas yang ada di Riau. Pemanfaatan biomassa ini diharapkan dapat mengurangi emisi gas buang, mengurangi pemakaian energy fosil, sekaligus mengembangkan energi baru terbarukan di PLTU Tenayan dalam membangun potensi pembangkit masa depan yang lebih hijau.(jun)

UP Muara Tawar Simulasikan Penanganan COVID-19

Pandemi COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) memberikan dampak bagi seluruh warga dunia. Berbagai kegiatan ekonomi terpaksa dihentikan untuk mencegah penyebarannya. Sektor kelistrikan pun tak lepas terimbas juga oleh pandemi COVID-19 yang tengah melanda negeri kita tercinta.

Selain menerapkan sejumlah protokol untuk mencegah penularan COVID-19 di lingkungan kerjanya, PJB juga melakukan melaksanakan kegiatan Simulasi Business Continuity Plan (BCP) Penanganan COVID-19. UP Muara Tawar, sebagai salah satu unit PJB, Kamis (18/6) lalu telah melaksanakan simulasi ini.

BCP atau rencana keberlangsungan usaha merupakan strategi yang disusun guna mengurangi dampak terhadap operasi unit pembangkitan. Rencana ini ditujukan untuk mempercepat respons jika terjadi bencana, memperkecil efek peristiwa yg menggangu operasional perusahaan, dan meningkatkan kemampuan perusahaan dalam proses pemulihan sesegera mungkin.

Dalam simulasi BCP penanganan COVID-19 diskenariokan adanya karyawan yang terpapar COVID-19. Disimulasikan bagaimana evakuasi karyawan yang ditengarai terkena virus dan tindakan setelah dinyatakan positif terkena. Tindakan tersebut mulai dari alur komunikasi, pembentukan tm tanggap darurat, tracing karyawan, karantina, sterilisasi ruangan, hingga mirroring operasi pembangkit.

Selain karyawan UP Muara Tawar, simulasi BCP juga melibatkan pihak-pihak terkait yaitu Polsek Tarumajaya, Koramil Tarumajaya, dan PMI Kabupaten Bekasi. Pelaksanaan kegiatan ini juga tetap menerapkan protokol COVID-19 sesuai penetapan oleh pemerintah dan peraturan perusahaan.(awg)

Komitmen Penuh Tangkal KKN, PJB Laksanakan Sosialisasi Anti Fraud

PT PJB beberapa waktu yang lalu melaksanakan Sosialisasi Kebijakan Antri Fraud sebagai bentuk Komitmen perusahaan untuk menciptakan kondisi perusahaan yang bebas korupsi, kolusi dan nepotisme melalui penerapan budaya perusahaan No Bribery, No Kickback, No Gift, No Luxiorous Hospitality. Penerapan kebijakan ini telah diatur dalam Surat Keputusan Direksi PT Pembangkitan Jawa-Bali Nomor 017.K/020/DIR/2020 tentang Kebijakan Sistem Manajemen Terintegrasi PT PJB.
Melalui Zoom Meeting, sosialisasi ini disampaikan secara langsung oleh Kepala Bidang Kepatuhan PT PJB, Dyah Maya Safithri kepada seluruh insan PJB.

Dalam paparannya, Dyah menyebutkan bahwa aktivitas pengendalian Kebijakan Anti Fraud termasuk SMAP (Sistem Manajemen Anti Penyuapan) dilaksanakan dalam 4 (empat) tahapan aktivitas pengendalian yaitu : Pemetaan Risiko Fraud (Assesment); Pencegahan Fraud (Prevention); Pendeteksian Fraud (Detection); dan Respon terhadap kejadian Fraud (Response).
Penerapan Kebijakan Anti Fraud di lingkungan PT PJB mengacu pada arahan Surat Kementerian BUMN Nomor: S-17/S.MBU/02/2020 pada tanggal 17 Februari 2020 menyebutkan semua BUMN wajib melakukan sertifikasi ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan.

Disamping itu, PT PLN (Persero) sebagai Pemegang Saham PT PJB juga telah menginstruksikan kepada Anak Perusahaannya untuk membangun infrastruktur anti korupsi, implementasi arahan RUPS Bidang Kepatuhan dan persiapan penyusunan Fraud Risk Profile Anak Perusahaan lewat Surat PT PLN (Persero) Nomor: 0026/MRO.03.01/010105/2020 pada tanggal 17 Februari 2020.

Dengan demikian, diharapkan implementasi Kebijakan Anti Fraud dapat Meningkatkan integritas insan perusahaan dan meningkatkan awareness terhadap risiko fraud di lingkungan kerja. Ke depan, PT PJB akan melakukan pelbagai program demi membudayakan kebijakan Antri Fraud bagi seluruh insan perusahaan.

BoD Talk : Kenalan, Yuk!

Kedekatan hubungan merupakan salah satu hal yang telah menjadi budaya di PJB. Kehadiran Direksi baru selalu diiringi dengan pengenalan sosok baru tersebut kepada karyawan untuk mendekatkan hubungan. Pada penyelenggaran BoD Talk Kamis (18/06) pagi tadi, diperkenalkan tiga wajah baru di jajaran Direksi PT PJB. Para Direksi baru itu adalah Iwan Purwana (PLT. Dir. Pengembangan dan Niaga), Rawan Insan (PLT. Dir. Keuangan), serta Karyawan Aji (PLT. Dir. SDM dan Administrasi). Para pimpinan tersebut siap memberikan warna baru dalam prestasi-prestasi PJB di masa depan. BoD Talk kali ini diikuti oleh ribuan insan PJB secara virtual melalui aplikasi Zoom dan YouTube serta menjadi momentum untuk berkenalan dengan tiga Direksi baru tersebut.

Acara BoD Talk dibuka dengan sambutan dari Dirut diikuti dengan perkenalan satu per satu Direksi baru. Kegiatan rutin bulanan ini bertambah seru dengan adanya beberapa segmen baru seperti DUDU (Dari Untuk Dengan Ucapan) ala program radio tahun 90’an. Dalam segmen ini insan PJB dapat mengirimkan pesan kepada Direksi, hingga program off-air #TanyaDireksi. Beragam pertanyaan dilontarkan mulai dari pertanyaan menggelitik hingga pertanyaan strategis.

Selepas perkenalan yang berlangsung penuh keakraban dan keceriaan, acara dilanjutkan dengan paparan Direktur Utama mengenai eksposur keunggulan PJB. Sebagai perusahaan pembangkit terbaik dan terbesar di Indonesia, PJB akan berupaya meningkatkan arti kehadirannya bagi masyarakat. Diantaranya melalui beragam program edukatif yang dapat diakses dengan mudah di berbagai platform media sosial.

RE-FORGE Sebagai Solusi Tata Kelola Pembangkit di Indonesia

Seiring berkembangnya dunia bisnis ketenagalistrikan, tuntutan dalam pengelolaan pembangkit juga semakin beragam, mulai dari peningkatan kinerja pembangkit hingga biaya pokok produksi yang lebih kompetitif. Berangkat dari hal inilah maka PJB menjawab tantangan tersebut melalui RE-FORGE (Reliable And Efficient Powerplant Management). Sebuah konsep kustomisasi pengelolaan pembangkit untuk unit pembangkit dengan kapasitas yang relatif kecil (<50 MW) yang menjadi bagian dari Standardisasi Produk 2.0. Konsep yang ditawarkan PJB ini menjadi yang pertama di Indonesia.

RE-FORGE merupakan konsep kustomisasi yang dilakukan agar model bisnis pengelolaan unit pembangkit menjadi lebih terpusat dan tidak ada redundansi proses. Tidak hanya pengelolaannya yang terpusat, namun analisa juga dilakukan secara terpusat oleh para expertise di bidang pembangkit sehingga analisa pun menjadi lebih akurat.

Untuk pengimplementasian RE-FORGE, PJB melaksanakan peresmian secara virtual untuk Go-Live RE-FORGE PLTU Tembilahan pada Jum’at (12/06) pagi. Go-live dihadiri oleh Wiluyo Kusdwiharto selaku Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan PT PLN (Persero), Supriyadi selaku EVP Operasi Regional Sumatera PT PLN (Persero), Mukhtar selaku EVP Operasi Regional Kalimantan PT PLN (Persero), serta jajaran DireksI PJB.

Pilot project dari RE-FORGE ini akan menggunakan aplikasi Enterprise Asset Management yang bernama Maximo. Penggunaan aplikasi Maximo sendiri sudah terlaksana sebelumnya di berbagai Unit Bisnis Jasa Operational & Maintenance (UBJOM). PLTU Tembilahan akan menjadi unit yang pertama kali mengimplementasikan RE-FORGE dengan aplikasi Maximo.

“Implementasi RE-FORGE akan memberikan bantuan terhadap pembangkit-pembangkit berkapasitas kecil terutama dalam meningkatkan keandalannya,” ucap Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan PT PLN (Persero), dalam sambutannya saat acara peresmian. Hal ini senada dengan rencana kedepan dimana PLTU Bangka, PLTU Belitung, PLTU Bolok, serta PLTU Ropa akan menjadi unit yang selanjutnya mengimplementasikan konsep RE-FORGE.

Kehadiran konsep kustomisasi RE-FORGE akan memberikan keunggulan bagi unit pembangkit PJB maupun pembangkit-pembangkit IPP lainnya. Selain mengefisiensikan proses bisnis yang kompleks, RE-FORGE juga dapat mengoptimalkan kapabilitas SDM, serta menyederhanakan pola komunikasi antara PJB, PJB Services (selaku anak perusahaan yang mengelola unit jasa operation & maintenance) dan unit pembangkit.

PJB Komersialisasikan Co-Firing Pada PLTU Besar

Setelah melakukan ujicoba co-firing di beberapa unit pembangkitnya, PJB akhirnya mengkomersialisasikan co-firing untuk PLTU Paiton 1-2. Dalam acara seremonial virtual yang dilakukan pada Rabu (10/06) siang, PJB telah resmi mengimplementasikan co-firing secara menyeluruh. Direktur Mega Project PT PLN (Persero), Muhammad Ikhsan Asaad, dan beberapa GM unit PLN lainnya menghadiri seremonial tersebut. Dengan komersialisasi co-firing ini, PJB makin memperkuat identitasnya sebagai perusahaan listrik yang terus mengedepankan EBT dan memperhatikan energi yang lebih ‘hijau’.

Co-firing yang dikomersialisasikan pada PLTU Paiton 1-2 ini diharapkan dapat memberikan pengaruh bagi PLTU di seluruh Indonesia untuk mengkonversikan PLTU-nya menjadi lebih ramah lingkungan. Co-firing dinilai sebagai alternatif untuk pengolahan biomassa tanpa harus mengandalkan PLT Sampah. Pengimplementasian co-firing pada PLTU Paiton 1-2 selain memberi dampak positif bagi lingkungan juga menjadi rujukan bagi akademisi terkait pengolahan biomassa sebagai alternative bahan bakar PLTU.

PJB berambisi untuk selalu dapat menghadirkan listrik yang andal dan juga energi yang bersih bagi Indonesia. Selain mendukung target bauran EBT di Indonesia yang harus mencapai 23% pada tahun 2025, program co-firing pada PLTU juga menjadi bentuk dukungan PJB terhadap program ‘Green Booster’ PLN. Dalam program co-firing, PJB telah melakukan uji coba pada beberapa jenis biomassa mulai dari wood pellet hingga cangkang sawit. Untuk komersialisasi co-firing pada PLTU Paiton, digunakan biomassa berupa saw dust atau serbuk kayu.

Budi Daya Lele untuk Ketahanan Pangan

Budi daya ikan lele menjadi salah satu solusi bagi ketahanan pangan masyarakat di Balikpapan di tengah pandemik COVID-19 saat ini. PT PJB UBJOM KALTIM TELUK dan PT PLN UPDK Balikpapan bersinergi dengan KODIM 0905/BPP dalam upaya mendukung ketahanan pangan tersebut.

Sejumlah bantuan telah diberikan khususnya bagi masyarakat yang terkena dampak secara ekonomi. Pada Jumat (29/5) telah diberikan sejumlah bantuan berupa 2000 bibit ikan lele, 120 kg pakan ikan, timbangan, alat press plastik, dan plastik. Bibit ikan lele itu merupakan bibit yang dihasilkan oleh binaan CSR PT PJB UBJOM Kaltim Teluk.

Bantuan ini merupakan stimulus awal bagi masyarakat agar dapat “bertahan” di tengah pandemi COVID-19 ini. Selain itu, melalui bantuan tersebut diharapkan dapat menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Hari ini, Kamis (4/5) CSR PT PJB UBJOM Kaltim Teluk Bersama dengan PLN Peduli UPDK Balikpapan menyampaikan 50 Set ember Budidaya Ikan Lele kepada Kodim 0905/BPP. Bantuan itu selanjutnya akan dibagikan kepada masyarakat Balikpapan dengan disertai edukasi terkait budidaya ikan lele.

Upaya menciptakan ketahanan pangan ditujukan untuk menjamin ketersediaan konsumsi pangan yang cukup, aman, bermutu dengan gizi seimbang, baik pada tingkat nasional, daerah hingga rumah tangga secara mandiri. Masyarakat diharapkan tetap produktif selama masa pandemi ini dan mendukung pemerintah dalam mengimplementasikan Era “New Normal”.

Edukasi ketahanan pangan diikuti oleh perwakilan dari tiga wilayah Koramil di seluruh area Balikpapan. Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat hadir dalam kesempatan tersebut. Diantaranya Dandim (Kolonel Arm I Wayan Gusti Agung Putu Sujarwana ), Danramil 01 (Kapten Inf Sujud), Danramil 02 (Mayor Inf Masrukhan), dan Danramil 03 (Mayor Inf Riduwan). Sementara dari PJB hadir General Manager PT PJB UBJOM Kaltim Teluk (Kurniawan Dwi Hananto), Manajer Administrasi PT PJB UBJOM Kaltim Teluk (Raden Sultani Indragunawan), dan Supervisor Sekretariat dan Umum PT PJB UBJOM Kaltim Teluk (Septiadi Wantoro). Sedangkan pejabat serta tokoh masyarakat lainnya adalah Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Balikpapan (Heria Prisni), Camat Balikpapan Barat (Muhammad Arif Fadhilah), Lurah Sungai Nangka (Sanrang), dan Ketua Kelompok Binaan CSR Lele UBJOM Kaltim Teluk (Natalius). (mnc)

Bersinergi Melawan Corona di Tenayan

PLTU Tenayan kembali bersinergi dengan Tim Gugus Tugas COVID-19 Pemerintah Kota Pekanbaru dalam melaksanakan kegiatan pencegahan penyebaran COVID-19 di Kecamatan Tenayan Raya. Dalam kegiatan berupa sosialisasi, penyemprotan disinfektan, serta rapid test massal ini PT PJB UBJOM PLTU Tenayan secara khusus menurunkan Tim Task Force Pemadam Kebakaran guna melaksanakan Kegiatan penyemprotan disinfektan dengan skala besar.

Kegiatan diselenggarakan pada Sabtu (30/5) dan dibuka dengan Apel Gabungan yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Riau Brigjen TNI (Purn) H. Edi Natar Nasution, S.IP. Dalam apel disampaikan pentingnya sinergi antara Pemda, TNI, POLRI, dan segenap stakeholder termasuk perusahaan yang ada di Pekanbaru dalam memutus rantai penyebaran virus corona baru (COVID-19). Mereka harus untuk saling mendukung dalam mengerahkan seluruh sumberdaya guna memutus rantai penyebaran virus yang telah menjadi musuh masyarakat Pekanbaru sejak empat bulan terakhir ini.

“Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberi semangat kepada masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan dan mengikuti protokol yang telah dibuat oleh pemerintah terkait pencegahan virus corona” ujar Brigjen TNI (Purn) H. Edi Natar Nasution, S.IP. dalam sambutannya. Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Riau menyerahkan bantuan alat pelindung diri bagi para relawan dan masyarakat. Bantuan disampaikan oleh Wakil Gubernur didampingi Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi dan Sekda Kota Pekanbaru M Noer.

Penyemprotan desinfektan dan rapid test massal dilakukan di dua wilayah, yaitu di halaman Kantor Camat Tenayan Raya dan halaman Rusunawa Bambu Kuning. Ayat Cahyadi dan Sekda Noer menyempatkan diri untuk mencoba alat penyemprotan disinfektan melalui Mobil Pemadam Kebakaran PLTU Tenayan dengan dipandu oleh Tim Task Force Pemadam Kebakaran PLTU Tenayan. Dalam kegiatan ini Tim PLTU Tenayan melakukan penyemprotan disinfektan pada titik-titik yang telah ditentukan Tim Gugus Tugas di area Rusunawa Bambu Kuning.

Pada akhir kunjungan, rombongan Pemerintah Kota Pekanbaru melakukan foto bersama dengan tim yang bertugas. Mereka juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh PT PJB UBJOM PLTU Tenayan dalam sinergi memerangi COVID-19 di Kota Pekanbaru khususnya di Kecamatan Tenayan Raya.(jun)