Hubungi kami melalui info@ptpjb.com atau +62318283180
LOGO PJB

Our Contacts

Jl. Ketintang Baru No. 11 Surabaya

info@ptpjb.com

+6231 8283180

PT PJB dan China Energy Donasikan Alat Kebutuhan Medis Untuk Penanganan Covid-19

JAKARTA – Setelah sebelumnya bekerjasama dalam pengembangan PLTU Jawa 8, untuk kedua kalinya PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB) dan China Energy, Pengembang PLTU Jawa 7 mendonasikan Ventilator, Rapid Test dan Alat Pelindung Diri (APD) dalam rangka membantu penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

PT PJB dan China Energy mendonasikan peralatan kesehatan untuk mendukung program PLN Cegah Covid-19 dengan mengajak para mitra kerja PT PLN (Persero), demi menggalang bantuan dalam penyediaan peralatan dan kebutuhan operasional medis.

Direktur Utama PT PJB, Iwan Agung Firstantara menyampaikan, melalui program bantuan kemanusiaan ini konsorsium PT PJB dan China Energy ikut berpartisipasi dengan memberikan bantuan lima unit ventilator, 1000 rapid test serta APD berupa masker, kacamata pelindung, dan baju hazmat dengan total 31500 unit.

Adapun penyerahan bantuan APD ini telah dilakukan oleh perwakilan dari China Shenhua dan PT PJB kepada Kementerian ESDM melalui Direktorat Jendral Ketenagalistrikan (DJK).
Sementara itu, jajaran China Energy melalui PT Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali (SGPJB) telah menyerahkan bantuan berupa 5 unit ventilator dan kepada PT PLN (Persero) sebagai bentuk kontribusi.

“Bantuan alat kesehatan dan APD ini diharapkan dapat mendukung para tenaga medis dalam penanganan para pasien yang terpapar Covid-19, sehingga dapat memutus mata rantai penyebaran virus ini di Indonesia,” terang Direktur Utama PT PJB, Iwan Agung Firstantara, melalui siaran pers, Jumat (10/7).

Seperti diketahui, PT PJB dan China Energy membentuk konsorsium yakni PT Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali (SGPJB). Di mana saat ini konsorsium itu memegang kendali PLTU Jawa 7 yang berkapasitas 2 x 1.000 Megawatt (MW) yang berlokasi di Kabupaten Serang Provinsi Banten. Adapun saat ini Unit 1 telah beroperasi secara komersial sejak bulan Desember 2019 yang lalu.

Selain proyek PLTU Jawa 7, China Energy juga mengerjakan dua proyek pembangkit listrik di Indonesia, yakni PLTU Simpang Belimbing 2 x 150 MW melalui PT GH EMM Indonesia dan PLTU Sumsel-1 2 x 350 MW melalui PT Guohua Lion Power Indonesia .

Selama masa Pandemi ini, tiga proyek pembangkit tersebut yang dikembangkan oleh China Energy merumuskan langkah-langkah antisipasi secara ilmiah dan ketat untuk seluruh karyawannya.

Adapun upaya yang dilakukan meliputi memasok alat pelindung diri demi keselamatan para karyawan, membantu karyawan lokal yang mengalami kesulitan, tidak melakukan PHK, bersama sama memerangi epidemi, memastikan pasokan listrik masyarakat terpenuhi. Hingga saat ini, tidak ada satupun karyawan di tiga pembangkit listrik itu yang terkena virus Covid-19.

“Ini merupakan bentuk komitmen Kami sebagai anak usaha PT PLN (Persero) untuk bisa menekan dampak dari pandemi virus Corona,” cetus Iwan Agung.

Sebelumnya, PT PJB juga turut menyumbangkan bantuan perlengkapan alat kesehatan ke beberapa daerah terdampak Covid-19.

Di mana secara maraton PT PJB menyalurkan beberapa alat kesehatan berupa APD Hazmat 150 buah, masker bedah medis 2500 buah, Sarung Tangan Medis 1500 set, dan juga Cairan Handsanitizer 80 Liter ke Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.

Kolaborasi untuk Menekan COVID-19

Pandemik COVID-19 belum juga berakhir di Indonesia. Alat pelindung diri (APD), alat tes maupun kebutuhan medis lain untuk menekan penyebaran COVID-19 masih terus dibutuhkan hingga saat ini. PJB Grup berusaha untuk dapat terus berkontribusi dalam upaya penanggulangan penyakit yang melanda hampir semua bagian dunia tersebut. Selain menggerakkan unit-unitnya, PJB juga mendukung mitra kerja maupun perusahaan patungannya untuk berperan serta membantu kebutuhan penanggulangan COVID-19.

Pada Kamis (9/7) lalu PT SGPJB yang merupakan usaha patungan PJB dalam pengembangan PLTU Jawa 7 menyerahkan bantuan COVID-19 kepada Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta. Bantuan dirupakan dalam bentuk ventilator, peralatan rapid test dan APD.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Direktur Human Capital Management PT PLN (Persero) Syofvi Felienty Roekman dan Direktur Utama PT PJB Iwan Agung Firstantara kepada Ketua Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri Harjawan Balaningrath. Menteri BUMN Erick Thohir juga hadir dalam penyerahan bantuan ini.

Bantuan yang diberikan oleh PJB Grup maupun mitra usahanya menjadi bagian dari dukungan PLN dalam partisipasi untuk menekan penyebaran COVID-19. Atas partisipasi tersebut, PLN selaku holding company PJB mendapatkan penghargaan dari Menteri BUMN Erick Thohir. Penghargaan diserahkan kepada Direktur Human Capital Management PT PLN (Perero) Syofvi Felienty Roekman selaku Ketua Tim Manajemen Krisis COVID-19.

“Sinergi yang baik berupa bantuan alat kesehatan ini merupakan hasil kolaborasi antara PT PJB sebagai anak perusahaan PT PLN (Persero) dengan partner usahanya dan bentuk kepedulian serta komitmen PJB terkait upaya pengendalian pandemik COVID-19 melalui Kementerian BUMN,” kata Direktur Utama PJB Iwan Agung Firstantara. Iwan Agung mengatakan, selain bantuan yang disalurkan melalui Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri, PJB juga telah menyalurkan sejumlah bantuan melalui seluruh unit pembangkitan PJB yang tersebar di seluruh Indonesia.

Audiensi untuk Membangun Sinergi

Kerjasama yang baik muncul dari sinergi dan komunikasi yang baik antara beberapa pihak untuk mencapai tujuannya. Semangat inilah yang mendasari Direksi PJB bersama GM PLN Grup Jawa Timur melakukan kunjungan audiensi ke beberapa stakeholder utama di Jawa Timur.

Audiensi pada tengah tahun 2020 ini dilakukan selama empat hari berturut-turut sejak Selasa, 30 Juni 2020 lalu. Tujuannya meliputi : Panglima Kodam V Brawijaya – Mayor Jenderal TNI Widodo Iryansyah (30/6), Gubernur Jawa Timur – Khofifah Indar Parawansyah (1/7), Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur – Muhammad Dofir (2/7), dan Kapolda Jawa Timur – Irjen Pol Dr Mohammad Fadil Imran SIK MSi (3/7).

Seluruh jajaran petinggi PLN Grup Jawa Timur mengikuti rangkaian acara audiensi. Dari PJB hadir Direktur Utama PT PJB – Iwan Agung Firstantara, Direktur Pengembangan dan Niaga PT PJB – Iwan Purwana, dan Direktur Operasi 2 PT PJB – Miftahul Jannah. Sementara dari PLN diwakili GM PLN UID Jawa Timur – Nyoman S. Astawa, GM PLN UIP JBTB 1 & 2 – Djarot Hutabri, serta GM PLN UIT JBTB – Suroso.

Selain bersilaturahmi, audiensi juga dimaksudkan untuk menunjukkan komitmen PLN Grup dalam mendukung kelistrikan Jawa Timur maupun nasional, terutama di masa pandemi saat ini. Dibahas juga komitmen PLN Grup dalam menjalankan program-program dan bantuan CSR yang berkelanjutan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak COVID-19.

Audiensi diharapkan dapat meningkatkan sinergi dan kerjasama yang pada akhirnya akan memberi dampak positif bagi pembangunan, serta layanan penyediaan listrik bagi warga Jawa Timur khususnya.

Keberlanjutan Manajemen Aset di PJB

Manajemen Aset di PJB memiliki sejarah panjang. Dalam perjalanan sekitar 20 tahun dari sejak awal dikembangkan, manajemen aset terbukti berhasil mengatasi tantangan bisnis yang semakin kompleks dan kompetitif. Bahkan manajemen aset sendiri sudah terpatri hampir di seluruh proses bisnis PJB.

Meski waktu terus bergulir, ilmu manajemen aset harus tetap terjaga dan dikuasai oleh generasi PJB selanjutnya. Transfer ilmu dari para ekspert kepada generasi muda menjadi salah satu solusinya. Puncuk pimpinan PJB pun ikut terjun langsung dalam kegiatan ini. Pada Kamis (26/06) pagi, Direktur Utama PT PJB, Iwan Agung Firstantara, memberikan ilmunya dalam Knowledge Sharing Forum secara daring kepada insan PJB terutama milenials.

Dirut memaparkan berbagai hal terkait ilmu manajemen aset, termasuk hal-hal penting yang harus diketahui dalam penerapannya di lingkunganPJB. Manajemen aset sendiri berhasil meningkatkan dan mempertahankan kinerja operasi pembangkit setara dengan best practice kelas dunia.

Keberhasilan penerapan aset manajemen membuay PJB dijadikan sebagai standar rujukan oleh PLN. PJB ditugaskan melakukan diseminasi manajemen aset di unit-unit pembangkit milik PLN Group. PJB tercatat sebagai perusahaan pertama di Asia Pasifik yang memperoleh sertifikat ISO 55000:2014 Standar Manajemen Aset pada tahun 2015.