Hubungi kami melalui info@ptpjb.com atau +62318283180
LOGO PJB

Our Contacts

Jl. Ketintang Baru No. 11 Surabaya

info@ptpjb.com

+6231 8283180

Read More

PJB Berhasil Komersialisasikan Co-firing PLTU Pacitan

Peningkatan bauran energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia terus didorong melalui berbagai cara, mulai dari pengembangan proyek pembangkit EBT hingga inovasi untuk menggunakan biomassa sebagai bahan bakar ramah lingkungan. Salah satu yang aktif digaungkan oleh PT PJB adalah melalui pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar co-firing pada PLTU.

Setelah pada pertengahan tahun 2020 berhasil melakukan komersialisasi co-firing pertama di Indonesia untuk PLTU Paiton 1&2, PJB kembali melakukan komersialisasi co-firing untuk pembangkit yang dikelolanya. Kali ini giliran PLTU Pacitan 2×315 MW dan merupakan komersialisasi co-firing kedua untuk PLTU di Indonesia.

Go-live komersialisasi co-firing PLTU Pacitan dilakukan secara virtual pada Senin (7/12) pagi. Acara daring tersebut dihadiri oleh Direktur Mega Project PLN (Persero), Direkturat Bio Energi Kementerian ESDM, jajaran Direksi PJB, serta Manajemen UBJOM Pacitan.

Direktur Utama PT PJB Iwan Agung Firstantara menyatakan bahwa komersialisasi co-firing ke dua yang dilakukan pada PLTU Pacitan makin mempertebal komitmen PJB dalam mendukung program green booster PLN. Selain itu, PJB juga akan terus menggiatkan co-firing dan berbagai program EBT lainnya sebagai upaya bersama untuk mendukung tercapainya bauran EBT 23% pada tahun 2025.

Kehadiran PLTU Pacitan sebagai pembangkit kedua yang masuk dalam daftar komersialisasi mendapatkan apresiasi dari PLN. M Ikhsan Asaad selaku Direktur Mega Project PT PLN (Persero) menyatakan bahwa PJB memiliki kontribusi yang besar dalam pengimplementasian co-firing di Indonesia. Dari seluruh persebaran co-firing di Indonesia, PLTU yang dioperasikan oleh PJB mendominasi persebaran tersebut. Apa yang telah dilakukan PJB membuat PLN makin optimis terhadap peningkatan tren EBT di Indonesia.

Sementara itu, Direktorat Bioenergi Kementerian ESDM, Andriah Feby Misna, memaparkan dampak positif co-firing pada PLTU Pacitan. Co-firing akan mengurangi penggunaan batubara dalam porsi yang besar sehingga mengurangi emisi gas rumah kaca di Indonesia. Selain itu juga berdampak positif pada pengembangan ekonomi kerakyatan yang produktif.

Pengalaman dan keberhasilan PJB dalam pengembangan co-firing telah dibagikan dalam berbagai kesempatan, baik dalam study banding maupun seminar. Di hari yang sama dengan go live komersialisasi co-firing PLTU Pacitan, juga dilakukan sharing best practice dalam pengoptimalan PLTU melalui co-firing. Webinar bertajuk “Prospect and Challenges of Biomass Co-Firing in Coal Power Plant to Support Renewable Energy Mix” tersebut menghadirkan tiga narasumber yang kompeten di bidang energi kelistrikan. Mereka adalah Chairani Rahmatullah; General Manager PLN Pusat Enjiniring Ketenagalistrikan, Teguh Widjayanto; Kepala Satuan Teknologi dan Enjiniring PT PJB dan Tomio Kubota; Deputy Director Technical Advisory and Consulting Group Jcoal.

Read More

Aplikasi PJB Raih Penghargaan Bergengsi Internasional

Dua aplikasi buatan PT Pembangkitan Jawa – Bali (PJB) mendapatkan penghargaan Gold dan Bronze dalam 17th Annual International Business Awards® 2020. Penyerahan penghargaan yang merupakan bagian dari Stevie Awards tersebut dilakukan secara virtual pada Selasa (1/12).

Stevie® Awards merupakan penghargaan bisnis bergengsi di dunia yang diadakan sejak tahun 2002 untuk memberikan penghormatan dan pengakuan publik terhadap pencapaian dan kontribusi positif dari organisasi maupun pekerja profesional di seluruh dunia. Pemenangnya Stevie Award 2020 ditentukan dengan skor rata-rata lebih dari 250 eksekutif di seluruh dunia yang berpartisipasi dalam proses penjurian dari bulan Juli hingga awal September.

Aplikasi besutan PT PJB, yakni IZAT dan i Diagnostic, masing-masing mendapatkan penghargaan Gold dan Bronze dalam Information Technology Awards, Stevie Awards untuk kategori Best Technical Support Strategy and Implementation. Juri memberikan tiga catatan positif bagi aplikasi yang ditujukan untuk mempermudah pemantauan pelaksanaan K3 tersebut.

Pertama, aplikasi dinilai menjadi solusi hebat dan inovatif untuk memberikan informasi penting dan relevan dalam format yang tepat. Kedua, penggunaan teknologi yang sangat baik untuk memastikan keselamatan pekerja dan menghindari kecelakaan di tempat kerja. Dan yang ketiga, mampu mengubah desain dukungan yang ada menuju platform digital yang luar biasa.

Direktur Utama PT PJB Iwan Agung Firstantara menyambut gembira dua penghargaan yang diterima dalam International Business Awards® (IBA) 2020. Tahun ini merupakan keikutsertaan PJB yang ke dua dalam ajang tersebut. Di tahun 2019 PJB Mendapatkan penghargaan Bronze dalam kategori IT Team of The Year atas kesuksesan dalam mengintegrasikan SAP dan Maximo di lingkungan PLN.

“Terimakasih kepada para juri yang telah memberikan Gold untuk IZAT dan Bronze untuk i Diagnostic dan memilih keduanya sebagai Best Technical Support Strategy and Implementation. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan masyarakat internasional terhadap keberhasilan inovasi PJB di bidang teknologi informasi untuk memudahkan pekerjaan. IZAT dan i Diagnostic telah diterapkan di lingkungan PJB dan terbukti mempermudah pemantauan pelaksanaan K3,” papar Iwan Agung.

IZAT (Zero Accident Assistant Application) merupakan aplikasi yang digunakan untuk mengoptimalkan seluruh proses bisnis bidang K3 dalam bentuk pembuatan aplikasi pengelolaan perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi proses bisnis K3.

Sedangkan i-Diagnostic (Implementation Object Detection based on Deep Learning to Avoid Accident in the Workplace) merupakan sebuah sistem yang mampu mengidentifikasi bahaya dan kondisi /tindakan tidak aman dan dapat memberikan notifikasi pelaporan sebagai deteksi dini.

Read More

Pelatihan Desa Berdaya

Mendengar kata cacing sebagian orang mungkin akan merasa jijik dan ingin menghindarinya. Yang terbayang adalah hewan lunak berlendir dan melata di tanah dengan bentuknya yang aneh. Namun dibalik hewan menjijikkan ini, ada peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Potensi bisnis tersebut sangat memungkinkan untuk dikembangkan di tengah situasi pandemi COVID-19 yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan masih belum jelas akhir ceritanya.

Melihat peluang ini, PT PJB UBJOM PLTU Tenayan melaksanakan Pelatihan Desa Berdaya berupa program Pelatihan Budidaya Cacing untuk warga Kelurahan Industri Tenayan. Pelatihan dilakukan pada Rabu (2/12) dan dikuti oleh 20 orang peserta . Tempatnya di pelataran kandang tempat budidaya cacing Kelompok Muda Jaya Organik, binaan CSR PT PJB PLTU Tenayan.

Pelatihan ini merupakan bagian dari Rencana Kerja Program CSR PT PJB PLTU Tenayan Tahun 2020, yakni Program Pelatihan Desa Berdaya. Tujan pelatihan menurut Manajer Administrasi PT PJB UBJOM PLTU Tenayan Adityo Baskoro Widagdo, ditujukan untuk menambah pengetahuan serta keterampilan warga Kelurahan Industri Tenayan. Selepas pelatihan mereka diharapkan bisa memanfaatkan ilmu yang didapatkan untuk memulai berbisnis cacing.

“Selama pelatihan, kami akan melihat sekaligus menilai siapa warga yang benar benar fokus dan berpotensi. Jika suatu waktu kami membuka kesempatan untuk menambah anggota kelompok binaan CSR kami, tentunya dari sebahagian peserta pelatihan ini akan menjadi rekomandasi bagi kami” kata Adityo.

Adityo berharap pelatihan dapat mengubah pola pikir masyarakat tentang cacing. Selain itu peserta juga bisa mendapatkan ilmu, semangat dan manfaat yang telah dirasakan oleh kelompok binaan CSR PT PJB PLTU Tenayan Muda Jaya Organik.

“Semoga ke depan, lebih banyak lagi warga di kelurahan Industri Tenayan mengikuti jejak sukses Muda Jaya Organik. Mohon doanya agar PLTU Tenayan terus beroperasi dengan lancar sehingga kami dapat mengadakan program CSR yang lebih banyak lagi dan Insya Allah membawa banyak manfaat bagi lingkungan sekitar,” pungkas Adityo.

Pelatihan dibuka oleh Sekretaris Dinas Pertanian& Perikanan Kota Pekanbaru drh.M. Firdaus, MSi dengan ditandai pengalungan tanda peserta oleh Sekdis dan Camat Tenayan Raya Indah Vidya Astuti kepada perwakilan peserta. Dilakukan juga penyerahan perlengkapan pelatihan oleh Manajer Administrasi UBJOM Tenayan kepada perwakilan peserta. Selaian Sekdis dan Camat, pembukaan pelatihan juga dihadiri oleh Lurah Industri Tenayan MS. Chandra, Danposramil Kecamatan Tenayan Raya serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Industri Tenayan.

Materi pelatihan diawali dengan oleh presentasi yang memukau dari Fahrul Azis, narasumber yang merupakan ketua kelompok Muda Jaya Organik. Banyak ilmu dibagikan oleh Azis yang telah memulai lebih dulu bisnis cacing di kampungnya. Ia memaparkan pengetahuan dasar tentang cacing, hingga lini bisnis yang bisa dijangkau hewan menjijikkan ini. Tidak hanya sekedar presentasi saja, peserta juga dibekali dengan praktik dan demostrasi secara langsung. Hal ini dimaksudkan agar para peserta lebih mudah memahami materi pelatihan.

Selama pelatihan, seluruh peserta dihimbau agar selalu mematuhi protokol kesehatan dan tidak lupa menerapkan 3 M: Menggunakan masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak.(jun)