Hubungi kami melalui info@ptpjb.com atau +62318283180
LOGO PJB

Our Contacts

Jl. Ketintang Baru No. 11 Surabaya

info@ptpjb.com

+6231 8283180

Ruang Harapan Bagi Penyandang Disabilitas

UP Muara Tawar meresmikan “Ruang Harapan”, yang merupakan bantuan sarana kebutuhan bagi Kelompok Disabilitas Anggrek Karya Cacat Berkreasi (KCB). Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, (30/1) di Yayasan Attaqwa, Kampung Ujung Harapan, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

Sesuai dengan namanya, Ruang Harapan bertujuan untuk memberikan harapan kepada masyarakat penyandang disabilitas maupun masyarakat pada umumnya agar tidak berputus asa dan mau berusaha. Pelajaran menjahit diajarkan di sini sehingga mereka dapat berkarya dan menghasilkan pendapatan ekonomi.

Ruang Harapan diresmikan oleh General Manager PT PJB UP Muara Tawar, Lavi Rumandioko, bersama Junaidi Abdi, serta Ketua Kelompok Anggrek KCB, Sapto Juli Isminarti, dan Ketua Darulaytam Attaqwa, Dra. Nurussa’adah Mas’ud.

Kelompok Anggrek KCB telah membina 20 orang masyarakat penyandang disabilitas, 7 anak yatim piatu, dan 30 masyarakat lainnya untuk dapat berkontribusi di bidang usaha konveksi, dan telah memberikan manfaat kepada 3.000 siswa di Yayasan Attaqwa.

Yuk, yang mau order barang konveksi, Bu Juli dan kawan-kawan siap membantu..
CP Bu Juli: 081357751209

Pengukuhan Kelompok Lele Mina Tirta

Ada yang berbeda dari wajah para anggota Kelompok Lele Mina Tirta Mandiri binaan CSR PT PJB UP Cirata, mereka tampak lebih berseri dan bahagia. Senin, (27/1) menjadi salah satu hari bersejarah, karena kelompok ini dikukuhkan secara resmi menjadi salah satu kelompok usaha di bidang perikanan yang tercatat di pemerintahan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Purwakarta.

Pengukuhan Kelompok Lele Mina Tirta Mandiri dihadiri oleh Kepala Bidang Budidaya Perikanan Dinas Perikanan Purwakarta, Kementrian Perlautan dan Perikanan yang diwakili Kepala Penyuluhan Perikanan Purwakarta, Camat Plered, Kepala Desa Cibogohilir dan Manajer Keuangan dan Administrasi beserta tim PT PJB UP Cirata.

Manajer Keuangan dan Administrasi PT PJB UP Cirata, Priyono dalam sambutannya menyampaikan bahwa kelompok ini merupakan kelompok pilot dalam budidaya lele sebagai upaya meningkatkan ekonomi masyarakat.

Sementara Ir. Komaran, M.Si selaku Kepala Bidang Budidaya Perikanan Dinas Perikanan Purwakarta juga menyampaikan bahwa ke depan kelompok budidaya ikan di Purwakarta akan menjadi salah satu solusi pengurangan pengangguran di Purwakarta.

Pengukuhan ini menjadi simbol keseriusan kelompok lele Mina Tirta Mandiri dalam menjalankan bisnis budidaya lele. Selain acara pengukuhan, kelompok inipun mengundang seluruh tamu untuk panen lele yang ketiga pada periode budidaya pertama. Jumlah panen keseluruhan di periode ini mencapai 5 kwintal. Jumlah ini cukup besar untuk kelompok yang baru berjalan kurang dari enam bulan.

Keberadaan kelompok ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk dapat terus maju bersama menjadi desa mandiri. (zrp)

Revitalisasi Lahan Bekas Tambang

Lahan bekas tambang pasir bisa dimanfaatkan sebagai wadah pemberdayaan masyarakat. PJB berkolaborasi dengan BUMDES Tri Guna Mandiri, Desa Bambang, Malang tengah berupaya menjadikan lahan bekas tambang pasir di Desa Wajak yang tidak produktif menjadi lokasi ecoturisme Njurug.

Salah satu langkah awalnya dengan menghijaukan lahan bekas tambang. Pada Minggu (26/01) pagi PJB bersama Bumdes Tri Guna Mandiri berkolaborasi menghijaukan kembali lahan dengan berbagai jenis tanaman. Penghijauan ini menjadi program yang bersinergi dengan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam upaya revitalisasi lahan bekas tambang pasir menjadi kawasan wisata.

Penghijauan melibatkan beberapa pemangku kepentingan. Diantaranya kepala desa dan perangkat desa Bambang, Universitas Brawijaya, anggota Bumdes Tri Guna Mandiri Bambang, serta jajaran Manajemen PT PJB. Ada 500 pohon yang ditanam dalam kesempatan ini, meliputi 250 pohon tabebuya, dan 250 pohon pucuk merah.

Sebelumnya, telah ditanam beberapa jenis pohon antara lain seperti 250 Spatodea, 250 Bungur, 100 flamboyant, 250 nangka dan 150 pohon pete. PJB menargetkan untuk membantu 5000 Pohon, dengan tahap 1 sebanyak 1500 Pohon dari berbagai jenis.

Program revitalisasi lahan bekas tambang merupakan progam berkelanjutan dengan tujuan utama menciptakan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan serta mendorong terbetuknya kemandirian masyarakat secara ekonomi melalui revitalisasi lahan kritis menjadi lahan produktif dengan pembuatan program Ecotourisme Njurung. Dalam program ini
PJB berperan membantu treatment khusus revitalisasi lahan yang cenderung berpasir serta minim unsur Hara.

PLTS Terapung Terbesar di ASEAN Segera Dibangun di Cirata

Langkah untuk mengembangkan pembangkit ramah lingkungan terus dilakukan oleh PJB. Salah satunya mengawal pembangunan PLTS Terapung di Cirata dengan kapasitas 145 MW. Pembangkit yang dibangun di atas perairan Waduk Cirata ini akan dikembangkan oleh anak usaha PJB, PT PJB Investasi (PT PJBI) bekerja sama dengan Masdar, perusahaan dari Uni Emirat Arab.

Kontrak jual beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA) PLTS Terapung Cirata ditandatangani di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada 13 Januari 2020. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini, CEO Masdar Mohamed Jameel Al Ramahi, dan Direktur Utama PT PJB Investasi Gunawan Yudhi Haryanto.

Penandatanganan proyek senilai Rp 1,8 Triliun ini disaksikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Duta Besar Uni Emirat Arab Husin Bagis, Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin, dan Direktur Utama PT PJB Iwan Agung Firstantara.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, PLTS Terapung di Waduk Cirata tahap konstruksi akan dimulai pada awal tahun 2021. PLTS terapung pertama di Indonesia akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

Pengembangan PLTS Terapung Cirata merupakan salah satu bentuk dukungan bagi pemerintah dalam mewujudkan penurunan emisi karbon sebesar 29% di Tahun 2030 yang telah ditandatangani dalam Paris Agreement Tahun 2015. Proyek ini diharapkan dapat menjadi pioneer pengembangan PLTS Terapung yang dapat dikembangkan di waduk lain di wilayah Indonesia.

Sinergi Stakeholder untuk Budayakan K3

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) memerlukan komitmen dari seluruh elemen perusahaan, baik pekerja maupun rekanan yang bekerja di lingkungan perusahaan. Hal itu diungkapkan oleh Direktur SDM dan Administrasi PT PJB, Suharto dalam pembukaan bulan K3 PT PJB pada Senin (13/1) di Unit Pembangkitan Brantas, Malang, Jawa Timur. Dipaparkan bahwa PJB telah menerapkan SMK3, OHSAS, sertifikasi, pemenuhan regulasi, aplikasi monitoring hingga sejumlah ketentuan bagi karyawan maupun rekanan untuk meningkatkan implementasi K3 di semua unit usahanya.

“Sinergi semua pihak diperlukan untuk mewujudkan nihil kecelakaan. Setiap individu di lingkungan PT PJB bertanggung jawab untuk mengimplementasikan budaya K3 secara konsisten dan disiplin. Tidak Ada Yang Lebih Penting Dari Jiwa Manusia,” ujar Suharto.

Selain menekankan pentingnya K3 bagi karyawan, PJB juga mewajibkan rekanan untuk menaati aturan K3 selama bekerja di lingkungan PJB. Kegiatan safety briefing, safety talk, dan safety induction telah diberlakukan bagi pihak ketiga tersebut. Selanjutnya, agar para rekanan bisa menjamin pelaksanaan K3 dalam pelaksanaan pekerjaannya, mulai Oktober 2019, PJB menerapkan ketentuan Contractor Safety Management System (CSMS).

Pihak ketiga yang ingin mengikuti lelang pekerjaan di lingkungan PJB maupun anak perusahaannya diwajibkan melakukan pendaftaran dan prakualifikasi CSMS secara online. Sejumlah isian dan bukti pendukung terkait pelaksanaan K3 dipertanyakan dalam pendaftaran CSMS tersebut. Hasilnya berupa kualifikasi CSMS perusahaan tersebut yang akan menjadi bahan pertimbangan dalam proses tender.

Penerapan CSMS atau Sistem Manajemen Keselamatan Kerja Kontraktor menjadi salah satu wujud sinergi antara PJB dengan stakeholder dalam mewujudkan budaya K3. Pentingnya sinergi ini, dijadikan tema dalam pelaksanaan Bulan K3 tahun 2020. Peringatan Bulan K3 PT PJB yang dilaksanakan mulai 13 Januari 2020 25 Februari 2020 mengambil tema Wujudkan Sinergi Stakeholder Sebagai Upaya Pencapaian Budaya K3 Untuk Mendukung Stabilitas Nasional Pada Era Revolusi Industri 4.0.

Banyak improvement di bidang K3 yang telah dilakukan PJB dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Diantaranya mengimplementasikan Permit To Work (PTW) yang terintegrasi dengan SIT ELLIPSE serta MAXIMO. PTW difungsikan untuk mengontrol akses pekerja dan peralatan , meminimalkan resiko kecelakaan dan kerusakan uni, serta memastikan bahwa SOP dilaksanakan sesuai aturan dan memenuhi standar K3. Selain itu, juga mengimplementasikan IZAT 4 AZARA, sebuah aplikasi berbasis android (online) yang berfungsi membantu monitoring kesiapan peralatan K3 serta mengoptimalkan pengawasan dan pelaporan K3.

Sejumlah kegiatan berupa seminar dan lomba digelar di seluruh unit PJB selama Bulan K3. Selain meningkatkan pemahaman dan ketrampilan di bidang K3, kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran serta ketaatan karyawan terhadap pemenuhan K3.

Pembukaan Bulan K3 PT PJB 2020 dihadiri oleh perwakilan dari seluruh unit PJB dan sejumlah undangan. Para wakil dari unit PJB akan berkompetisi dalam sejumlah lomba yang diadakan selama peringan Bulan K3. Diantaranya lomba fire & rescue, lomba simulasi tanggap darurat unit crisis management beserta stakeholder engagement program, lomba implementasi 5S dan program Akustik, lomba ide kreatif safety, lomba index cleaness coal handling facility, lomba videomicrolearning K3, dan lomba implementasi K3.

Bersahabat dengan Lingkungan, PJB BPWC Peringati Hari Sejuta Pohon

PT Pembangkitan Jawa Bali BPWC dan UP Cirata Bersama – sama mengadakan Penghijauan di Area Bukit Tumpuan Kanan Bendungan Cirata dalam rangka Hari Sejuta Pohon Se-Dunia.

Selain itu, penghijauan ini sebagai salah satu bentuk rasa syukur Cirata atas penghargaan PROPER Biru pertama kali yang baru saja diraih. Acara ini dihadiri oleh Karyawan-karyawati BPWC dan UP Cirata, serta stakeholder meliputi Dir Pam Obvit POLDA Jawa Barat, Polsek Cipeundeuy, Koramil 0920/Cipeundeuy, dan masyarakat Kec. Cipeundeuy.

Manajer Keuangan dan Administrasi BPWC, Bapak Catur Budi Prasetiyono dalam sambutannya menyampaikan bahwa BPWC dan UP Cirata bertanggung jawab untuk turut serta melestarikan alam Cirata, salah satunya melalui program penghijauan.

Sedangkan Bapak Priyono selaku Manajer Keuangan dan Administrasi UP Cirata, menyampaikan bahwa penghijauan juga dapat menjadi salah satu cara untuk memitigasi terjadinya risiko bencana alam.

Tidak hanya pohon yang ditanam pada penghijauan kali ini, tapi juga nilai edukasi juga ditanamkan pada generasi muda untuk termotivasi melestarikan lingkungan. Hal ini ditunjukkan dengan turut sertanya adik-adik SDN Cirata yang telah hadir.

Semoga 200 bibit pohon kopi dan durian yang telah ditanam dapat tumbuh berkembang untuk generasi kini dan mendatang, “Nanti kita cerita tentang penghijauan hari ini”.

BoD Talk Pertama di 2020, Ajak Insan PJB Untuk Terus Gaspol

Bagi sebagian orang bisa jadi sulit untuk mengawali semangat kerja di awal tahun 2020. Namun hal ini tidak berlaku bagi jajaran Direksi dan seluruh insan PJB. Semangat kerja baru ditunjukkan mereka dalam acara Board of Director Talk (BoD Talk) yang dilakukan Kamis (09/01) pagi kemarin di Ballroom Kantor Pusat PT PJB.

Acara BoD Talk dimulai dengan menyapa seluruh unit PJB yang tersebar di Indonesia melalui video conference. Anak perusahaan PJB pun ikut menyemarakkan acara melalui video conference. Pada setiap sapaannya, direksi menyampaikan apresiasi terhadap kinerja masing-masing unit serta penyampaian arahan terkait apa saja yang harus diperbaiki oleh unit terkait di tahun 2020.

BoD Talk kali ini terasa berbeda karena PJB mengundang langsung barista dari UBJOM Arun untuk mengenalkan hasil olahan kopi gayo serta minuman teh tarik. Hal ini memberikan warna tersendiri dalam penyelenggaraan acara yang dilakukan tiap semester ini.

Tidak hanya itu, dalam penyelenggaraan kali ini, BoD memberikan apresiasi khusus kepada UP Paiton karena telah berhasil mempertahankan PROPER Emas selama tiga tahun berturut-turut dan UP Gresik yang secara perdana mendapatkan PROPER Emasnya di tahun ini.

Untuk mengawali tahun 2020 dengan tujuan yang lebih mantap, Iwan Agung Firstantara, selaku Direktur Utama PT PJB, memberikan refleksi terkait kinerja tahun 2019 dan arahan apa saja yang perlu diperbaiki serta dijadikan sebagai goal PJB di tahun 2020.

“Yang baik diteruskan, yang belum baik disempurnakan” ucap Iwan Agung untuk menyemangati insan PJB. Ia juga menghimbau agar seluruh insan PJB terus menegakkan integritas dalam tiap langkah mengelola perusahaan, karena integritas memegang peranan penting bagi keberhasilan perusahaan.

Kegiatan BoD Talk awal tahun ini menjadi pemacu semangat seluruh insan PJB untuk terus berkontribusi lebih agar perusahaan dapat menjadi lebih baik dari tahun 2019. Jadi apakah kamu sudah siap untuk berkontribusi?

Panen Ikan Karya Nyata

UBJOM PLTU Tenayan bersama dengan Kodim 0301/Pekanbaru menyelenggarakan kegiatan panen ikan di Kelurahan Mentangor, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Panen ikan pada Rabu (8/1) itu merupakan hasil dari penebaran 11.000 bibit ikan saat kegiatan sosialisasi Karhutal dan pengobatan gratis Agustus tahun lalu.

Budi daya ikan merupakan salah satu program pemberdayaan yang bermanfaat untuk mengubah pola mata pencaharian masyarakat dari berladang dengan membakar hutan menjadi pertanian atau peternakan ramah lingkungan. Sebelumnya mereka diberikan sosialisasi terkait dampak negatif pembakaran hutan. Tujuannya agar mereka menyadari efek bahaya serta kerugian dari cara berladang dengan membakar hutan. Diantaranya kerugian harta, lingkungan hidup, udara segar, dan bahkan nyawa.

General Manager PT PJB UBJOM PLTU Tenayan, Agus Prasetyo Utomo mengingatkan para stakeholder agar lebih serius dalam merencanakan program pencegahan kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) di tahun ini.

“Para stakeholder harus mulai serius dalam merencanakan program pencegahan Karhutla. Menurut data BMKG, di tahun 2020 ini Provinsi Riau diprediksi akan mengalami musim kemarau yang lebih Panjang dari pada tahun 2019,” kata Agus.

Lebih lanjut diungkapkan bahwa hasil panen ikan hari itu akan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat penerima bantuan program pemberdayaan. Keberhasilan panen ikan tersebut sekaligus membuktikan bahwa lingkungan di sekitar Tenayan Raya sehat dan layak untuk perkembangbiakan makhluk hidup pasca bencana karhutla pada musim kemarau tahun lalu.

Panen ikan berupa nila dan lele menjadi salah satu hasil karya nyata Subsatgas Karhutla Provinsi Riau. Kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara Pemda dan TNI/POLRI di wilayah Tenayan Raya untuk mewujudkan pemberdayaan masyarakat melalui program-program CSR PT PJB UBJOM PLTU Tenayan dalam mendukung upaya pencegahan karhutla.

Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat hadir dalam kegiatan panen ikan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 10.00 WIB itu. Diantaranya GM PT PJB UBJOM PLTU Tenayan, Manager Administrasi PT PJB UBJOM PLTU Tenayan Adityo Baskoro Widagdo, Dandim 0301/ Kolonel Infantri Edi Budiman, S.IP, Danramil 05/Sail, Kapten Arh Sugeng Santoso, Wakapolsek Tenayan Raya, dan beberapa perwakilan dari instansi pemerintahan, LSM/Ormas, serta tokoh masyarakat yang aktif mengayomi masyarakat di Kecamatan Tenayan Raya. (DSH)

Emas untuk Paiton dan Gresik

Dua unit pembangkitan (UP) PJB meraih peringkat emas dalam PROPER 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Peringkat tertinggi dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) itu diraih oleh UP Paiton dan UP Gresik.

Tahun 2019 merupakan kali ketiga UP Paiton mempertahankan PROPER Emas dan menjadi tahun perdana UP Gresik mendapatkan PROPER Emas. Dengan bertambahnya 2 PROPER Emas ini maka PJB telah memiliki 4 PROPER Emas di tiga tahun terakhir dan berhasil menjadi pemilik PROPER Emas terbanyak di PLN Grup.

Penghargaan PROPER Emas diserahkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya Bakar di Gedung 2 Istana Wakil Presiden RI di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (08/01/2020). Penghargaan ini diterima langsung oleh Direktur Utama PT PJB dan Komisaris Utama PT PJB untuk kedua Emas yang diperoleh oleh PT PJB.

Keikutsertaan PT PJB pada acara yang setiap tahun digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ini merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan di bidang lingkungan, efisiensi energi serta pengembangan dan pemberdayaan masyarakat artinya Perusahaan telah menerapkan pengelolaan lingkungan secara menyeluruh dan berkesinambungan.

Direktur Utama PT PJB Iwan Agung Firstantra mengatakan, pencapaian penghargaan ini merupakan cerminan bagi PT PJB dalam kepeduliannya terhadap ligkungan yaitu dalam menjalankan kegiatan operasionalnya PT PJB berkomitmen untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan. Hal tersebut selaras dengan Visi Misi PT PJB yakni menjadi perusahaan terpercaya dalam bisnis pembangkitan terintegrasi dengan standar kelas dunia dan salah satu misinya yaitu menjalankan bisnis pembangkitan secara berkualitas, berdaya saing dan ramah lingkungan.

Selain itu, PT PJB juga mendukung Perjanjian Internasional dalam menurunkan emisi karbon sebesar 29% di Tahun 2030, yang ditandatangani oleh Pemerintah Indonesia dalam Paris Agreement Tahun 2015. Salah satu bentuk upaya yang dilakukan PT PJB dalam rencana jangka panjangnya adalah dengan mengedepankan Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam kegiatan operasionalnya. EBT dengan target bauran energi nasional untuk EBT sebanyak 25% pada 2025.

Program Unggulan dari dua unit PT PJB yang mendapat PROPER Emas diantaranya Program Kampung Sentrum (Sentra Energi Terbarukan untuk Masyarakat) yang merupakan program CSR Unggulan Unit Pembangkit Paiton dalam ajang PROPER 2019-2020. Program ini mengedepankan penggunaan PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hydro) sebagai motor penghasil listrik serta digunakan secara tidak komersil untuk masyarakat di Desa Andung Biru.

Selain itu, Unit Pembangkit Gresik memiliki Program Pijar Berdaya dan Daun Sustainable Village program yang berlokasi di pulau terpencil yaitu Desa Daun, Pulau Bawean. Program ini mengedepankan pada pemberdayaan masyarakat agar mampu menciptakan nilai tambah dari segi ekonomi dan lingkungan.

Program PROPER ini adalah salah satu program unggulan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang dikembangkan sejak tahun 2002 dengan tujuan untuk mendorong tingkat ketaatan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup dan mendorong inovasi dalam pengelolaan sumber daya alam dan pemberdayaan masyarakat di sekitar lokasi.

Perusahaan yang mendapatkan peringkat PROPER Emas dan Hijau artinya perusahaan tersebut telah berhasil taat terhadap peraturan perundangan baik pelaksanaan dokumen lingkungan/studi lingkungan, pengendalian pencemaran air, pengendalian emisi udara dan pengelolaan limbah B3.

Membantu dan Berbagi Untuk Korban Banjir di Jakarta dan Sekitarnya



PJB melalui unit-unitnya di wilayah barat seperti UP Cirata,UP Muara Karang, UP Muara Tawar,
Unit Pemeliharaan Wilayah Barat, UBJOM lndramayu, Badan Pengelola Waduk Cirata, serta unit
di wilayah timur seperti UP Gresik dan Unit Pemeliharaan Wilayah Timur, memberikan bantuan untuk korban banjir.
Bantuan yang diberikan per 2 Januari 2019:
– Kebutuhan sandang dan pangan
– 8 perahu karet
– 1 unit truk
– 4 unit mobil 4×4
– 1 unit mobil untuk keperluan operasional
– Bantuan lainnya masih terus diberikan secara berkala
Bantuan kepada karyawan yang terdampak:
– Rumah singgah untuk 34 keluarga yang merupakan karyawan UP Muara Karang
– Rumah singgah melalui karyawan yg tidak terdampak kepada 13 keluarga
yang merupakan karyawan UP Muara Tawar
PemulihanListrik Pasca Banjir di Awal Tahun 2020 Hingga tanggal 3 Januari 2019 (pk/ 12.00 WIB)
+5000 gardu telah beroperasi
+3000 personil PLN diturunkan
87% Gardu Terdampak Telah Dinyalakan