23 Tahun PJB, Advance to Maximize

 

Perjalanan bisnis PJB telah memasuki usia ke 23 tahun. Banyak sudah tahapan dan proses yang dilalui bersama dengan rangkaian prestasi serta inovasi di dalamnya. Dari perusahaan yang hnya memasok listrik di Sistem Jawa – Bali pada awalnya, kini PJB Grup telah berkembang menjadi perusahaan penyedia solusi lengkap di bidang pembangkitan energi listrik. Jangkauan bisnisnya pun kini telah meluas hingga beberapa pelosok tanah air.

Apa yang telah dicapai saat ini janganlah membuat PJB menjadi terlena dan terjebak dalam comfort zone. Dirut PJB Iwan Agung Firstantara berharap agar insan PJB meninggalkan comfort zone karena masih banyak peluang untuk meningkatkan capaian perusahaan. “Lakukan benchmark ke perusahaan yang lebih baik dan terbaik dunia. Tingkatkan networking, tampilkan PJB di kalangan yang lebih luas untuk mendorong bisnis ekselen,” kata Dirut dalam perayaan HUT PJB di Surabaya Rabu (3/10) pagi.

Kehadiran PJB bukan sekedar membangkitkan listrik, namun dapat memberikan value added yang mampu mendorong munculnya harapan-harapan baru. Menjadi Pembangkit Harapan sebagaimana tagline peringatan HUT PJB tahun 2018. “Kehadiran PJB senantiasa berupaya mewujudkan harapan customer dan masyarakat terkait dengan kinerja, inovasi, kreativitas, kepedulian sosial dan lingkungan dalam operasional perusahaan,” papar Iwan Agung.

Peringatan HUT PJB diisi dengan serangkaian acara dari jalan sehat, lomba foto dan video, pameran kelistrikan, pertemuan dengan senior PJB,hingga sejumlah aksi sosial. PJB telah melakukan roadshow ke pondok pesantren di Lamongan dan pemberian santunan anak yatim dengan total bantuan lebih dari Rp 581 juta. Selain itu juga memberikan bantuan mobil utnuk kebersihan masjid.

Puncak peringatan HUT PJB pada tanggal 3 Oktober 2018 diisi dengan pemotongan tumpeng, peluncuran beberapa aplikasi, penyerahan sejumlah hadiah dan apresiasi, peluncuran program Aksutik, pelepasan purna tugas dan sejumlah hiburan. Pada kesempatan itu juga dilakukan penggalangan dana bantuan bagi korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah.