Tantangan Sebagai Industri Leader

 

Kerja keras PJB selama sepuluh tahun terakhir untuk memperbaiki kinerja proses maupun hasil melalui assessment Baldrige Excellence Criteria perlahan namun pasti membuahkan hasil yang manis. Sejak keikutsertaan pertama di tahun 2008 banyak sudah improvement yang dilakukan PJB berdasarkan feedback assessment. Sejumlah penghargaan dari dalam maupun luar negeri juga berhasil diraih sebagai impak perbaikan berkelanjutan yang dilakukan PJB.

Perjalanan PJB dalam assessment Baldrige Excellence Criteria saat ini telah menempatkan PJB pada Band Industry Leader. Band ini diraih PJB dari hasil assessment tahun 2018 yang dikeluarkan pada Desember lalu. Capaian ini juga mengukuhkan PJB sebagai perusahaan pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mencapai Band Industry Leader Baldrige Excellence Criteria.

Executive Director Indonesia Quality Award Foundation Tumpal Siregar, MBA menyatakan rasa bangganya bisa turut berkontribusi dalam kemajuan PJB. Pernyataan ini disampaikan saat penyerahan piagam hasil assessment di Kantor Pusat PJB Surabaya pada Selasa (15/1) lalu. Ia selama ini terlibat langsung melakukan assessmen di PJB, termasuk assessemen tahun 2018 yang dilakukan pada tanggal 3-7 Desember 2018. “Semua ini tak lepas dari kesungguhan bapak ibu semua, komitmen direksi, dan komitmen para senior leader. Saya merasa bekerja dengan champion team,”katanya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa untuk dapat masuk ke band Industri Leader persyaratannya ketat dan tidak semata skor. Perusahaan itu memiliki sesuatu yang berbeda dengan perusahaan umumnya dan perbedaannya dapat dirasakan oleh orang yang berkunjung. Tumpal bersama Tim Examiner merasakan perbedaan dalam kunjungan terakhir ke PJB dibandingkan dengan kunjungan sebelumnya. Ia melihat ada yang khas dari PJB dalam menyikapi hasil assessment. Feedback yang diberikan Tim Examiner disebarkan kepada penanggung jawab dan pelaku. Kemudian mereka membuat perencanaan bersama sehingga ada rasa memiliki.

Perusahaan pada band industry leader harus mencerminkan kata leader baik di kantor pusat maupun unitnya. PJB harus menjaga apa yang telah dicapai dan berupaya untuk meningkatkannya. Dengan posisi ini akan banyak perusahaan yang datang untuk melakukan bench mark. Tumpal mengingatkan agar PJB jangan sampai terlena. “Jaga kondisi saat ini, minimal tidak turun. Harus dijaga agar orang bisa terus melihat keleaderan PJB. Kami ucapkan selamat, pertahankan dan tingkatkan di hari-hari mendatang,” pungkas Tumpal.

Baldrige Excellence Criteria (BEC) dikenal sebagai alat ukur kinerja organisasional pada organisasi profit dan non-profit dengan standar Amerika. Hingga kini BEC telah diterapkan di lebih dari 80 negara. Indonesian Quality Award Foundation (IQAF) merupakan institusi pemegang lisensi dari Baldrige Perfomance Excelence Program, National Institute of Standard and Technology (NIST), US Department of Commerce untuk menggunakan BEC dan memberikan peringkat kepada perusahaan dan lembaga non-profit di Indonesia.

Perjalanan keikutsertaan PJB dalam assessmen BEC dimulai sejak tahun 2008 dengan meraih skor 396 atau masuk band Early Improvement. Pada tahun 2009 skor naik menjadi 437 dan masih tetap pada band yang sama. Tahun 2010 skor 497 berhasil diraih dan menempatkan PJB pada band Good Performance. Band ini bertahan selama dua tahun dengan skor 565 di tahun 2011.

Selanjutnya di tahun 2012 PJB berpindah band pada tataran Emerging Industry Leader dengan skor 586. Enam tahun PJB bertahan pada band ini dengan skor 600 di tahun 2013, skor 617 tahun 2014, skor 644 pada tahun 2015, dan skor 651 di tahun 2017. Tahun 2016 PJB absen dari assessment karena berkonsentrasi pada proses transformasi perusahaan. Hasil assessmen tahun 2018 dengan skor 679 menempatkan PJB dalam band Industry Leader.