Belajar dari Keberhasilan Saudara

 

Tim CSR dan PROPER PJB dari kantor pusat dan unit mengunjungi PLTDG Pesanggaran yang dikelola oleh PT Indonesia Power (IP) Unit Pembangkitan (UP) Bali pada Rabu (13/2) ini. Kunjungan dimaksudkan untuk melakukan studi banding terkait pelaksanaan program PROPER di unit tersebut.

PLTDG Pesanggaran merupakan pembangkit pertama PT IP yang berhasil mendapatkan PROPER emas. Tahun 2018 pembangkit tersebut bersama UP Paiton menjadi penyumbang PROPER emas bagi pencapaian PROPER di lingkungan keluarga besar PLN.

Sukses story dan berbagai keunggulan dalam pelaksanaan PROPER pada PLTDG Pesanggaran menjadi hal yang dipelajari selama studi banding. Pengetahuan ini diharapkan dapat menambah wawasan untuk meningkatkan pelaksanaan program PROPER PJB.

GM PT Indonesia Power UP Bali I GAN Wardiara Yasa menyambut baik kedatangan PJB. Ia berharap agar hasil studi banding dapat memberikan hasil maksimal bagi kedua pihak, dan juga bagi PLN pada umumnya. Lebih lanjut I GAN juga mengungkapkan bahwa mempertahankan PROPER emas akan lebih susah dari pada saat merebutnya. “Kami akan belajar juga ke UP Paiton yang sudah terbukti dapat mempertahankan PROPER emas. Kami akan banyak belajar terkait upaya apa untuk mempertahankan PROPER emas,” tuturnya.

Studi banding diisi dengan presentasi pelaksanaan PROPER di PLTDG Pesanggaran oleh I Made Sumanta. Tempat Olah Sampah Sendiri (TOSS) merupakan salah satu program unggulannya. Melalui program ini sampah dipilah dan diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Sampah yang masih bernilai ekonomis seperti botol, kardus, kaleng dan lainnya dijual kepada pengepul. Sedang sampah lainnya diolah menjadi pelet sebagai bahan bakar kompor dan akan dipakai untuk bahan bakar PLTD gasifier serta PLTU. Selain TOSS program unggulan lainnya diantaranya program ekowisata lembu putih Taro, ekowisata tukik Saba Sari, dan pemberdayaan masyarakat melalui pembuatan banten.

Acara studi banding diakhiri dengan kunjungan ke Kelompok Usaha TOSS Werdi Guna di Desa Gunaksa, Klungkung, Bali. Di tempat ini peserta melihat secara langsung proses pemilahan dan pengolahan sampah menjadi pelet. Peserta terlihat antusias menyimak dan melontarkan aneka pertanyaan kepada warga binaan maupun perwakilan dari PT IP yang mendampingi selama kunjungan lapangan.