Hubungi kami melalui info@ptpjb.com atau +62318283180
LOGO PJB

Our Contacts

Jl. Ketintang Baru No. 11 Surabaya

info@ptpjb.com

+6231 8283180

Category: Berita

Edukasi Anak Berkebutuhan Khusus

 

Anak-anak berkebutuhan khusus memerlukan pola asuh yang berbeda dengan anak pada umumnya. Perlu tips dan perlakukan khusus agar apa yang diajarkan sesuai dengan kebutuhan mereka.

PT PJB Unit Pembangkitan (UP) Brantas PLTA Selorejo turut berperan aktif dalam kegiatan edukasi bagi anak berkebutuhan khusus. Diantaranya dengan memberikan edukasi pola asuh anak berkebutuhan khusus seperti yang dilakukan di Balai Desa Ngantru, Malang pada Jumat (20/4) lalu. Acara diikuti oleh 46 peserta dari sukarelawan, guru serta orang tua siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Raharja Sejahtera Ngantang. Mereka diajari bagaimana pola pengasuhan, tips dan trik dalam mendidik anak – anak berkebutuhan khusus.

Edukasi dilakukan bekerja sama dengan Paramitra Jombang. Kegiatan ini juga disertai dengan test IQ bagi siswa SLB yang bertujuan untuk mengukut tingkat perkembangan siswa secara bertahap.

“Program CSR ini merupakan salah satu wujud kontribusi perusahaan kepada masyarakat, terutama masyarakat yang butuh perhatian secara khusus” ujar Pitanggono Murti Kepala PLTA Selorejo.(hsn)

UP Muara Tawar Raih Penghargaan Pemprov Jabar

 

PT PJB Unit Pembangkitan (UP) Muara Tawar mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Penghargaan diserahkan oleh Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa kepada Dewan Komisaris PT PJB, Defi Indiyanto Budiarto di Hotel Intercontinental, Bandung pada Selasa (18/4) lalu. Acara ini dihadiri juga oleh General Manager PT PJB UP Muara Tawar, Lavi Rumandioko.

Penghargaan disampaikan pada acara Peresmian Bersama Proyek CSR Jabar yang dihadiri oleh 167 Pimpinan perusahaan BUMN, Swasta, dan BUMD di Jawa Barat. Apresiasi ini diberikan kepada beberapa perusahaan atas kontribusi mereka dalam melaksanakan program CSR yang sejalan dengan program pemerintah.

Penghargaan serupa ini bukan yang pertama bagi PT PJB UP Muara Tawar. Beberapa penghargaan itu menjadi dorongan bagi UP Muara Tawar untuk terus berkomitmen dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Komitnen ini sebagai upaya untuk menciptakan masyarakat yang mandiri dengan mengintegrasikan program-program unggulan CSR PJB UP Muara Tawar yang sedang berjalan saat ini.(tia)

Lancar Berasnya, Makin Berkah Perusahaannya

Teknologi anjungan tunai mandiri (ATM) ternyata dapat diterapkan untuk penyaluran bahan pokok. Dengan cara ini masyarakat penerima bantuan tak usah lagi harus antri berdesakan yang memakan waktu dan tenaga. Mereka cukup datang ke mesin ATM sesuai jadwal gilirannya dan mendapatkan jatah yang tepat. Praktis dan efisien.

Teknologi ini diadopsi oleh PJB dalam menyalurkan bantuan bahan makanan pokok bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan dalam wujud ATM beras. Pada tahap awal PJB menyediakan 10 ATM beras yan tersebar di Gresik, Bekasi, Jakarta, Probolinggo, Lamongan, Malang, Bojonegoro, Dan Kediri.

Program ATM beras merupakan bagian dari penyaluran dana Lembaga Amil Zakat, Infak, Dan Sodakoh (Lazis) PJB yang dihimpun dari karyawan. Dalam sebulan rata-rata Lazis PJB dapat menghimpun dana sekitar Rp 463 juta. Jumlah ini masih bisa ditingkatkan mengingat dari 2917 karyawan muslim PJB, baru sekitar 34 persen yang menyalurkan ZIS nya lewat Lazis PJB.

PJB telah meluncurkan program ATM beras secara resmi pada Rabu (18/4) dalam acara pengajian umum menyambut bulan suci Ramadhan di kantor pusat Surabaya. Pada acara yang dihadiri direksi dan karyawan PJB serta sejumlah lembaga sosial keagamaan itu dilakukan juga penyaluran dana Lazis PJB triwulan I 2018.

Direktur Utama PT PJB Iwan Agung Firstantara mengharapkan agar ATM beras dapat berfungsi untuk mengalirkan kebaikan bagi masyarakat sekitar. Selama beras mengalir diharapkan akan mengalir pula keberkahan bagi perusahaan.

Edukasi EBT Sejak Usia Dini

 

 

Edukasi tentang lingkungan dapat ditanamkan sejak usia kanak-kanak. Pada masa ini karakter tengah dibentuk sehingga karakter peduli lingkungan diharapkan dapat tertanam hingga mereka dewasa kelak. Hal inilah yang melatari kegiatan kampanye edukasi Green Movement, PJB Academy Kampus Cirata.

Kampanye dilakukan di Kampus Cirata, Purwakarta, Jawa Barat pada Rabu (11/4) lalu. Sekitar 60 siswa Taman Kanak-kanak Darul Qolam, Cirata, Jawa Barat mengikuti kampanye ini. Para siswa terlihat sangat antusias, ceria serta enerjik saat mengikuti acara dengan topik Renewable Energy dan Save The Earth itu. Beberapa komentar dan pertanyaan pintar mereka lontarkan selama acara.

Peserta diberi pemaparan terkait lingkungan hidup dalam bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak. Materi disampaikan oleh Diah Karima, selaku Kepala PJB Academy Kampus Cirata. Ia memaparkan pentingnya penggunaan energi baru terbarukan (EBT) di masa depan, pengenalan teknologi “Clean Energy”, dan pentingnya melestarikan lingkungan untuk menjaga ketersediaan energi dari alam sebagai bahan bakar “Clean Energy”.

Materi disampaikan secara ekspresif diselingi dengan pertanyaan yang memancing diskusi dan menarik perhatian anak-anak. Kegiatan kampanye ini juga diwarnai dengan permainan-permainan sederhana untuk mempermudah pemahaman anak-anak terhadap isu EBT.

Kampanye edukasi Green Movement menjadi salah satu tools PJB Academy Kampus Cirata untuk menanamkan mindset cinta lingkungan dan belajar EBT sejak dini bagi anak-anak di lingkungan sekitarnya. Kampus Cirata. Kegiatan CSR ini merupakan rangkaian eksekusi dari strategi PJB Academy Kampus Cirata untuk menciptakan *Komunitas EBT Citizen* yang dikenal dengan sebutan *”Sahabat EBT”*. Di tahun 2018 ini, PJB Academy Cirata menargetkan untuk pencapaian 1K Sahabat EBT di Indonesia.

Kampanye ini diharapkan menjadi investasi pengetahuan dan wawasan yang akan selalu diingat oleh anak-anak sehingga mampu menumbuhkan sikap dan karakter cinta lingkungan. Selain itu juga dapat meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya Clean Energy sebagai kunci utama energi dan pengembangan teknologi serta budaya yang ramah lingkungan dan bersih di masa depan. (rma)

Manfaat ekosistem mangrove, dari pendidikan hingga pembuatan tambak silvofishery di kawasan Ecomarine Mangrove, Muara Angke, Jakarta Utara

Fenomena yang sedang ramai belakangan ini yaitu adanya tumpukan sampah di teluk Jakarta tepatnya di kawasan Ecomarine Mangrove, Muara Angke, Jakarta Utara sudah menjadi berita nasional dan menjadi simpati bagi masyarakat khususnya warga Jakarta.

Untuk menjadikan kawasan yang terdampak oleh sampah tersebut PT PJB UP Muara Karang bersama dengan Pemerintah Prov. DKI Jakarta, Komunitas Mangrove Muara Angke (KOMMA) dan masyarakat melakukan aksi penanaman 10.000 bibit mangrove di lokasi Ecomarine Mangrove untuk dapat merubah kondisi wilayah Mangrove yang penuh sampah menjadi kawasan yang hijau nan asri.

Aksi perubahan yang dilakukan oleh PT PJB UP Muara Karang bersama dengan stakeholder terkait merupakan bentuk kepedulian perusahaan melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk peduli terhadap lingkungan, namun bukan kali ini saja PT PJB UP Muara Karang melakukan aksi penanaman, sejak tahun 2010 bersama dengan KOMMA dan masyarakat hingga saat ini telah menanam 27.000 bibit mangrove.

Pengalaman yang telah dilewati oleh CSR PT PJB Up Muara Karang bersama KOMMA adalah menanami tumpukan sampah dan menjadikannya sebuah kawasan mangrove yang bisa kita lihat saat ini, jadi bukan hal baru bagi KOMMA dan CSR PJB UP Muara Karang untuk menyulap tumpukan sampah seluar 1,5 hektar menjadi sebuah ekosistem mangrove yang terdiri dari tanaman Rhizophora (bakau), Avicennia (api-api), Nypa (nipah), dan Sonneratia (pidada) yang asri.


Sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat, KOMMA dan PT PJB UP Muara Karang tidak hanya melakukan penanaman, tetapi juga menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk mengoptimalkan manfaat ekosistem mangrove tersebut.

Program yang dilakukan meliputi pendidikan mangrove kepada murid sekolah dasar, pelatihan perawatan tanaman mangrove, pelatihan pengolahan buah pidada menjadi produk komersil, hingga pembuatan tambak silvofishery untuk para nelayan. KOMMA juga berambisi untuk menjadikan kawasan tersebut menjadi salah satu pusat pendidikan mangrove dan kawasan ekowisata yang dapat dinikmati masyarakat luas.


Selamatkan Teluk Jakarta merupakan tema yang tepat untuk menggambarkan situasi dan kondisi bahwa teluk Jakarta merupakan kawasan untuk berkembangnya keanekaragaman hayati dan ekosistem mangrove, bukan sebagai tempat berkumpulnya sampah yang hanya akan merusak ekosistem. Marilah kita menjaga lingkungan hanya dengan satu langkah mudah, jangan pernah membuang sampah ke laut. (dityan)

Menggemakan Sistem Pertanian Organik Menuju Ketahanan Pangan – Panen Bersama Program CSR Organic Integrated System (OIS)

 

Kotaanyar – Petani terus didorong untuk meningkatkan produksi hasil tani yang mereka miliki. Salah satunya dengan menerapkan sistem pertanian organic. Meski dilakukan secara bertahap, petani sudah mulai memetik buah dari meninggalkan bahan kimia pertanian untuk lahan mereka.

Pada Selasa (3/4), Kelompok Petani Organik “Suka Maju” di Desa/Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo melakukan panen padi bersama stakeholder terkait. Panen kali ini merupakan panen tahap kedua setelah tahap pertama dilakukan pada Juli 2017. Dalam acara panen tersebut, dilakukan pemotongan padi secara simbolis di lahan seluas 100 m2. Dari hasil perhitungan, didapatkan hasil sebanyak 150 Kg gabah. Diperkirakan hasil panen untuk rata-rata 1 Ha lahan sejumlah 12 Ton. Hasil panen tersebut meningkat dibandingkan tahap pertama yakni rata-rata 9 Ton/Ha.


Kelompok Petani Organik “SukaMaju” menjadi salah satu kelompok binaan CSR PT PJB UP Paiton dalam program Organic Integrated System (OIS) yang dilaksanakan sejak tahun 2014. Didampingi sejaktahun 2017, PT PJB UP Paiton menggandeng Training Center Tri Karya Jadi yang merupakan lembaga pelatihan pertanian hasil pengembangan dari program yang sama.


Melalui program OIS, PT PJB UP Paiton terus mengajak petani untuk kembali menggunakan sistem pertanian organik mulaidari penggunaan pupuk organik, pestisida nabati dan sistem tanam efektif. OIS juga menggunakan sistem tanam yang dianjurkan pemerintah yakni jajar legowo dan SRI. Melalui sistem tersebut, ditambah penggunaan pupuk organik dan pestisida nabati, biaya pertanian yang dikeluarkan petani dapat ditekan.


Selain di DesaKotaanyar, program OIS juga telah dilakukan di Desa Jabung Candi dan Jabung Sisir, Kec. Paiton. Tidak hanya penerapan sistem pertanian organik pada tanaman padi, program juga mengajak petani untuk memproduksi pupuk organik dan pestisida nabati secara mandiri dengan menggunakan bahan-bahan yang terdapat di sekitar. Bahan yang digunakan antara lain limbah kotoran ternak, daun-daunan, dan arangsekam. Serta tanaman toga dan air cucian beras untuk pestisida nabati.


Melalui program CSR yang berkelanjutan, PT PJB UP Paiton terus mendukung upaya Pemerintah untuk mensejahterakan petani dan menciptakan ketahanan pangan di masyarakat. Ketahanan pangan didorong melalui pemanfaatan bahan-bahan yang terdapat di lingkungan sekitar masyarakat untuk kegiatan pertanian. Pemanfaatan bahan-bahan tersebut berimplikasi panjang, selain sebagai upaya regenerasi lahan, juga menekan biaya dan meningkatkan hasil pertanian. (Rendy)

 

 

PLTU Tenayan Segera Diserahterimakan

 

PLTU Tenayan akan segera diserahterimakan dari EPC kontraktor kepada PLN. Maret ini diperkirakan akan dilakukan dilakukan TOC (Take Over Certificate) antara EPC kontraktor kepada PLN UIP dan dilanjutkan dengan serah terima operasi (STOP) dari PLN UIP kepada PLN KITSBU. Rencana ini mengemuka dalam kunjungan Direktur Bisnis Regional Sumatera PT PLN (Persero) Wiluyo Kusdwiharto di PLTU Tenayan pada Rabu (21/3) lalu.

Selain mengemukakan rencana TOC dan STOP PLTU Tenayan, Wiluyo juga mereview pasokan batu bara PLTU Tenayan. Ia menegaskan agar standar HoP (hari operasi) 25 Hari dari ketersediaan batu bara dapat dijalankan sebagaimana yang diharapkan. PT PJB UBJOM Tenayan, selaku pengelola PLTU Tenayan tengah menyiapkan pembangunan temporary jetty untuk pemenuhan target HoP 25 Hari tersebut. Area jetty itu juga ditinjau Wiluyo seusai rapat yang mengawali kunjungan.

Kunjungan Direktur Bisnis Regional Sumatera PT PLN (Persero) ke PLTU Tenayan didampingi oleh Direktur Operasi I PT PJB Sugianto, GM PT PLN (Persero) KITSBU Bambang Iswanto, GM PT PLN (Persero) UIP 1 dan jajaran PLN lainnya.
Pada hari yang sama Direktur Operasi I PT PJB, Sugianto juga meresmikan Gedung TSC (Tenayan Safety Centre) dan Ruangan PTW (Permit To Work).

Gedung TSC digunakan sebagai tempat pengurusan perizinan terkait K3 dari pihak ketiga yang akan melakukan pekerjaan di area PLTU Tenayan. Selain itu juga menjadi pusat Safety Induction bagi semua tamu dan pekerja di PLTU Tenayan. Di gedung ini dilakukan evaluasi dan edukasi K3 bagi pelaksana pekerjaan baik dari pihak Internal maupun eksternal.

Ruang PTW disiapkan sebagai tempat untuk pengurusan izin (Permit To work) untuk melakukan pekerjaan di lingkungan PLTU Tenayan. PTW diberlakukan untuk menjamin keamanan dan keselamatan karyawan, maupun pekerja serta untuk menjaga aset PLTU Tenayan. PTW ini digunakan untuk pekerjaan yang berhubungan dengan operasional pembangkit. Keberadaan PTW Room diharapkan dapat mencegah terjadinya kecelakaan kerja untuk mewujudkan Zero Acciden di UBJOM Tenayan.

Gedung TSC dan PTW Room merupakan implementasi dari tekad UBJOM Tenayan yang dicerminkan dengan Yel Yel UBJOM Tenayan, yakni GO Green, Go Safety, Go Reliability, and Efficiency. TSC dan PTW juga menjadi wujud implemenasi transformasi korporasi yang telah dilakukan UBJOM Tenayan dalam menciptakan unit yang handal dan ramah lingkungan.(jun)

UP Muara Tawar Menuju PROPER Emas

Unit Pembangkitan (UP) Muara Tawar terus berbenah menyiapkan diri untuk
mewujudkan target PROPER emas tahun 2018. Dewan Komisaris PT PJB mengunjungi unit PJB yang terdapat di Bekasi itu untuk melihat persiapan yang telah dilakukan. Kunjungan pada Kamis (22/3) itu diikuti oleh Dewan Komisaris beserta Sekretaris Komisaris dan Komite.

General Manager PT PJB UP Muara Tawar Lavi Rumandioko menyambut kehadiran Dewan Komisaris (Dekom) dengan paparan terkait kondisi unit, program pendukung PROPER, Program K3 dan 5S yang diimplementasikan di UP Muara Tawar. Diskusi hangat mewarnai acara.

Selain paparan di ruangan, rombongan Dekom yang dipimpin oleh Komisaris PT PJB Defy Indiyanto Budiarto juga melakukan peninjauan lapangan. Mereka mengunjungi area Project Add-on PLTGU Muara Tawar dan lokasi program CSR.

Dua lokasi program CSR unggulan UP Muara Tawar dikunjungi saat itu. Pada lokasi Usaha Batik Betawi, Dekom beserta jajaran berkesempatan melihat proses produksi dan hasil karya mitra binaan. Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke lokasi Ekowisata di pesisir Paljaya. Mereka meninjau kondisi infrastruktur ekowisata dan hutan mangrove.(tia)

Melihat Sejarah Terbentuknya Ecomarine Mangrove


Akhir-akhir ini beredar kabar tentang tumpukkan sampah yang bersarang di samping ekosistem mangrove nan cantik. Tapi tahukah Anda bahwa kawasan mangrove tersebut pun tumbuh di atas sampah? Adalah Komunitas Mangrove Muara Angke (KOMMA), bekerja sama dengan PT PJB UP Muara Karang, yang menyulap tumpukkan sampah seluas 1,5 hektar menjadi sebuah ekosistem mangrove yang asri. Sejak tahun 2010, KOMMA dan PT PJB UP Muara Karang telah menanam 27.000 bibit tanaman mangrove di kawasan Ecomarine, Muara Angke, Jakarta Utara. Dengan melibatkan masyarakat sekitar, telah terbentuk sebuah ekosistem mangrove yang terdiri dari tanaman bakau, siapi-api, niepah, dan pidada.

Sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat, KOMMA dan PT PJB UP Muara Karang tidak hanya melakukan penanaman, tetapi juga menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk mengoptimalkan manfaat ekosistem mangrove tersebut. Program yang dilakukan meliputi pendidikan mangrove kepada murid sekolah dasar, pelatihan perawatan tanaman mangrove, pelatihan pengolahan buah pidada menjadi produk komersil, hingga pembuatan tambak silvofishery untuk para nelayan. KOMMA juga berambisi untuk menjadikan kawasan tersebut menjadi salah satu pusat pendidikan mangrove dan kawasan ekowisata yang dapat dinikmati masyarakat luas.

Sampah yang menumpuk di kawasan tersebut sesungguhnya bukan pemandangan baru bagi warga sekitar. Tak kurang dari 12 aliran sungai bermuara di wilayah tersebut, di tambah angin barat yang membawa sampah. Inisiatif KOMMA dan PT PJB UP Muara Karang dalam menangani tumpukkan sampah tersebut telah mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Daerah DKI Jakarta berupa penghargaan Kalpataru kategori penyelamat lingkungan. Namun, langkah KOMMA dan PT PJB UP Muara Karang tidak serta-merta berhenti dengan telah diterimanya penghargaan tersebut. Sebanyak 10.000 bibit tanaman mangrove akan ditanam pada tahun 2018 ini.

UBJOM Tenayan dan Universitas Riau Tandatangani MoA

Fakultas Teknik Universitas Riau dan PT PJB UBJOM Tenayan menjalin kerja sama di bidang teknik dan pengembangan sumber daya manusia. Kerja sama itu dituangkan dalam Memorandum of Agreement (MoA) yang ditandatangi General Manager PT PJB UBJOM PLTU Tenayan Wasito dan Dekan Fakultas Teknik Universitas Riau, Dr. Ir. Ari Sandhyavitri MSc pada Kamis (15/3) di PLTU Tenayan, Riau.

Ruang lingkup kerja sama meliputi pemanfaatan sarana laboratorium, konsultansi serta kajian teknik, joint research serta penerbitan jurnal, penyediaan literatur, dan pengembangan SDM.

Sebelum kerja sama ditandatangani, ke dua belah pihak telah melakukan komunikasi intensif, diantaranya melalui kunjungan. UBJOM Tenayan telah mengunjungi Fakultas Teknik Universitas Riau dan bersilaturahmi dengan civitas akademika di sana. Pada kesempatan itu, mereka juga meninjau fasilitas bengkel dan laboratorium serta melihat lebih dalam kegiatan belajar mengajar yang ada di kampus Universitas Riau. Pihak Kampus Universitas Riau juga telah melakukan site Visit ke PLTU Tenayan.

General Manager PT PJB UBJOM Tenayan, Wasito berharap agar kerja sama yang dijalin dapat memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, baik dalam memajukan sektor pendidikan dan sektor industri. Keberadaan PLTU Tenayan diharapkan dapat dijadikan sebagai sarana untuk memajukan dunia pendidikan. Mahasiswa dengan ide dan inovasinya dapat memanfaatkan PLTU Tenayan untuk mengembangkan potensinya. Di sisi lain, kegiatan ini juga diharapkan akan berdampak positif bagi kemajuan unit PLTU Tenayan.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Riau mengapresiasi kerjasama yang telah terjalin. Ia menyatakan dengan tangan terbuka akan selalu siap membantu PLTU Tenayan dalam upaya mewujudkan PLTU itu sebagai pembangkit Listrik yang handal dan ramah lingkungan.

Penandatangan MoA menjadi wujud dari upaya UBJOM Tenayan untuk melakukan perbaikan yang berkelanjutan. Selain itu, juga sebagai wujud implementasi nilai Joint Collaboration yang terkandung dalam I-PJB. (jun)