Hubungi kami melalui info@ptpjb.com atau +62318283180
LOGO PJB

Our Contacts

Jl. Ketintang Baru No. 11 Surabaya

info@ptpjb.com

+6231 8283180

Category: Berita

Gotong Royong Menyediakan Listrik

 

Listrik kini menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat. Selain mendukung aktivitas domestik, berbagai pekerjaan juga menuntut adanya pasokan listrik yang andal dan stabil. Namun, ketersediaan listrik seringkali belum maksimal di daerah-daerah dengan kondisi geografis yang sulit dijangkau. Salah satunya di Desa Andung Biru, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo.

Kondisi ini kemudian membuat PT PJB Unit Pembangkitan (UP) Paiton mengajak masyarakat Desa Andung Biru untuk menggunakan potensi yang ada di desanya. Mereka digerakkan untuk memanfaatkan aliran Sungai Pekalen sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH).

Perjuangan masyarakat Andung Biru membuahkan hasil. Di desa berhawa sejuk itu, saat ini telah berdiri PLTMH Andung Biru II berkapasitas 1×40 KW. PLTMH itu diresmikan pada Rabu (9/5) oleh General Manager PT PJB UP Paiton bersama dengan instansi terkait. Diantaranya Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Tiris, Pemerintah Desa Andung Biru, dan Kelompok Masyarakat Tirta Pijar selaku inisiator dan pengelola PLTMH.

“Sebagai salah satu perusahaan milik Negara, kami terus berusaha hadir di masyarakat, salah satunya melalui program CSR ini. Mudah-mudahan PLTMH ini dapat dimafaatkan dengan maksimal,” ujar Mustofa Abdillah, General Manager PT PJB UP Paiton dalam sambutannya.

Mustofa berharap agar kerja sama yang telah terjalin tidak hanya berhenti pada penyediaan listrik, tapi juga betkembanh pada pemberdayaan masyarakat sekitar melalui usaha kecil dan rumah tangga. “Potensi di Andung Biru ini sangat banyak, ayo sama-sama bergerak ke sana,” pungkasnya.

Rachmad Waluyo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak perusahaan atas kontribusinya di masyarakat. “Andung Biru ini akan terus berkembang, dari lang baling (istilah masyarakat untuk pembangkit dengan kincir air) menjadi PLTMH yang tentunya lebih modern dan jangkaunnya juga tambah luas,” imbuhnya.

Saat ini, Kelompok Tirta Pijar telah mengoperasikan 2 PLTMH dengan kapasitas total 120 KW yang mampu melistriki lebih dari 650 Kepala Keluarga. Satu PLTMH lain dengan kapasitas 2×40 KW merupakan swadaya masyarakat yang sebelumnya berkapasitas 2×25 KW.

“Alhamdulillah selain PLTMH yang baru ini, PJB telah membantu meningkatkan kapasitas PLTMH yang lama dari masing-masing 25 KW menjadi 40 KW dengan penggantian pipa dan generator,” ungkap Moh. Rasid, Ketua Kelompok Tirta Pijar.

Rasid menambahkan bahwa masyarakat sangat antusias dan bersedia untuk bekerja secara swadaya selama pembangunan PLTMH. “Tanpa diminta, masyarakat menawarkan sendiri untuk membantu. Meskipun banyak kendala selama proses pembangunan,” jelasnya.

Selain wilayah Desa Andung Biru, PLTMH Andung Biru II juga menjadi tumpuan di sebagian wilayah Desa Sumber Duren, Kecamatan Krucil yang belum mendapatkan pasokan listrik.(ren)

Pemberdayaan Kaum Difabel Melalui Batik

 

Ada yang berbeda dari suasana pelatihan batik Zeng di Sengguruh pagi ini. Jika biasanya suara riuh memenuhi ruang kelas pelatihan, kali ini kelas batik cenderung hening, hanya ada suara mesin pembajak sawah yang terdengar sesekali.

Pelatihan batik di Sengguruh, Malang pada Senin (7/5) kali ini cukup spesial. Seluruh peserta pelatihan sebanyak 21 orang merupakan difabel dimana 11 di antaranya menyandang tunarungu dan tunawicara. Sebelas sahabat difabel itu berasal dari SMP & SMA SLB B/C Kepanjen, yang lokasinya dekat dengan PLTA Sengguruh.

Pelatihan batik Zeng bersama sahabat difabel dibuka oleh Camat Kepanjen, dan dihadiri oleh Lurah Sengguruh, kepala Yayasan SLB B/C Kepanjen, perwakilan tim Humas & CSR PT PJB UP Brantas, serta ketua Yayasan Al-Ikhlas yang selama ini mengurus pelatihan Batik Zeng di Sengguruh.

Dalam sambutannya, Abai Saleh, Camat Kepanjen, turut bangga atas upaya PJB UP Brantas dan kelompok binaan CSR Batik Zeng yang berhasil mempelopori pemberdayaan kaum difabel. Iapun menyatakan dukungannya atas kegiatan ini.

“Kami selaku bagian dari pemerintah dengan teman-teman PJB, akan mendukung acara ini, sebagai satu-satunya sekaligus pelopor batik Eco di Malang, yang memberdayakan kaum difabel di dalamnya.” ujarnya.

Program pelatihan batik Zeng akan berlangsung dalam 2 gelombang. Gelombang pertama dilangsungkan mulai tanggal 7-9 Mei 2018 bertempat di Sekolah Alam Al-Ikhlas, Sengguruh. Sedangkan gelombang kedua direncanakan berlangsung mulai tanggal 14-16 Mei 2018 di Sumberpucung.

Dari pelatihan ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi sahabat difabel dalam peningkatan lifeskill sekaligus membuka jalan bagi mereka untuk berkarya lebih dengan perbedaan kemampuan yang ada. (cps)

Menanam Pohon, Menjaga Air Tetap Mengalir

 

 

Menjaga bumi agar tetap hijau dan lestari menjadi tanggung jawab setiap umat manusia. Menyadari tanggung jawab tersebut, masyarakat Desa Gading Wetan, Kecamatan Gading bekerja sama dengan PT PJB Unit Pembangkitan Paiton menyelenggarakan penanaman pohon di aliran sungai Argopuro. Kegiatan dalam rmemperingati Hari Bumi Tahun 2018 itu dilakukan pada Rabu (2/5).

Lokasi penanaman pohon merupakan titik finis wisata arung jeram dan tubing Water Sport Gading Wetan, yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gading Sejahtera. Lokasi ini dipilih untuk mejaga area bibir sungai dari ancaman longsor. Beberapa jenis pohon ditanam pada kesempatan itu, antara lain kelapa, durian, alpukat, kelengkeng, dan petai. Pohon-pohon tersebut akan dikelola oleh masyarakat sekitar untuk kemudian dimafaatkan hasilnya ketika berbuah.

Mustofa Abdillah, General Manager PT PJB UP Paiton menyampaikan rasa syukurnya karena masih banyak orang baik dengan tujuan baik, salah satunya masyarakat Desa Gading Wetan. “PJB akan terus berusaha memberikan manfaat positif bagi masyarakat melalui program CSR perusahaan,” sambungnya.

Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo Tatok Krismarhento mengatakan bahwa Pemerintah terus menjalin kerjasama dengan masyarakat pihak swasta terkait peluang peningkatan ekonomi dari usaha pariwisata yang dikelola oleh masyarakat.

“Penanaman ini menjadi satu bagian usaha membuka Desa Wisata selain adanya rafting dan tubing. Mudah-mudahan ini membuka lapangan pekerjaan untuk pemuda agar mengurangi tingkat pengangguran dan kenakalan pemuda,” pungkasnya dengan berapi-api.

Pada acara ini PT PJB UP Paiton juga menyerahkan bantuan perahu rafting kepada BUMDes Gading Sejahtera guna mendukung operasional Water Sport Gading Wetan sebagai salah satu binaan CSR.(rnd)

Direktur Operasi I Berikan Sharing Knowledge Terkait Boiler CFB

 

Kamis (3/5) bertempat di kantor pusat PT PJB Services, Sugiyanto, Direktur Operasi I PT PJB memberikan sharing knowledge terkait Boiler CFB dan bagaimana potensi eksplosion kepada para peserta yang antara lain adalah rekan-rekan PT PJB Services baik unit maupun pusat. Pada kesempatan ini beliau menyampaikan bagaimana potensi-potensi ledakan yang ada di unit thermal perlu diantisipasi mengingat memang resiko ini di lokal unit pembangkit cukup tinggi.

Beliau juga menyampaikan agar para supervisor unit yang ada di control room paham akan potensi ledakan yang ada sehingga resiko yang ada dapat dikelola dengan baik.
Hal ini menjadi highlight bagi unit-unit yang menggunakan CFB boiler, khususnya bagi unit-unit yang ada di luar Jawa. Secara keseluruhan SOP yang ada dan dilaksanakan dengan baik, adalah kunci dari keamanan.

Teguh Widjajanto, Kepala Satuan Teknologi PT PJB yang juga menjadi salah satu pembicara menjelaskan dan memberikan beberapa contoh kerusakan yang ada di unit. Melalui fakta di lapangan yang ada beliau juga memberikan beberapa solusi yang semestinya dilakukan setelah mengetahui kondisi peralatan yang telah rusak.

Kenangan Tiga Hari Bersama Dekom PT PJB

Kunjungan Dekom PT PJB, Defy Indiyanto Budiarto ke UP Gresik memberi warna berbeda bagi bidang CSR UP Gresik. Kunjungan Dekom termuda di PT PJB ini konsen pada pengelolaan program yang sedang booming dan sangat atractive dalam upaya meraih PROPER emas, *to gold proper*

Hari pertama beliau mengunjungi rencana kawasan minapolitan di kecamatan Sidayu dan bertemu dengan beberapa actuator program.
Di hari kedua mengunjungi program yang menjadi unggulan dalam progres D’Bayur (desa dgn banyak sayur Ring1 Kramatinggil dan sempat bersilaturahmi dengan militan-militan lingkungan seperti bank sampah, arum kraf, dan Paud wasling. Menjelang sore sampai petang bertemu pimpinan MataSeger di Cafe Galeri *Ekokraf* dan asyik bercengkrama dengan budayawan Gresik.

Hari ketiga sangat luar biasa konsen pak dekom termuda ini. Ia ikut hadir dalam kopi bareng Bupati Gresik di pusat kopi kakou (3C) di desa Petiyin Tunggal kecamatan Dukun.
Dan saking konsennya Dekom, sampai-sampai beliau mendelay penerbangan ke Jakarta sampai jam 18.00.

Kenangan tiga hari bersama Dekom PT PJB semoga dapat lebih menyemangati para penggiat program baik dari kalangan internal maupun eksternal. Sinyalemen itu dapat memberi warna berbeda dalam mentrigger kemajuan bersama dan mempercepat tercapainya *to Gold Proper bagi PT PJB UP Gresik*

Kegiatan ngopi bareng berakhir dengan foto bersama para actuator program, dari kalangan masyarakat petani kopi kakao, pemerintah dan PT PJB UP. Gresik khususnya melalui program CSR dan Lingkungannya (msl).

Back Panen Perdana Bina Daun Hijau

Kelompok Tani Organik ‘Bina Daun Hijau’ berbasis Hidroponik di Gampong Meuria Paloh, Kota Lhokseumawe, bersama PJB dan Muspika Rabu (25/4/2018) memanen perdana sayuran hidroponik. Panen dilakukan pada 900 lubang tanam dari 1.800 lubang tanam yang ditanami aneka sayuran seperti, bayam, selada, kangkung, sawi dan jenis lainnya. Sisanya akan dipanen pada hari selanjutnya.

Budidaya sayuran hidroponik kelompok Bina Daun Hijau didukung oleh program Corporate Social Responsibility (CSR) PT PJB UBJOM Arun. Program CSR untuk menciptakan lapangan kerja itu dikelola oleh 21 orang dalam satu kelompok. Tiga orang sebagai pengurus dan selebihnya merupakan anggota.

General Manager PT PJB UBJOM PLTMG Arun, Agus Prastyo Utomo, mengatakan, PT PJB berkomitmen melaksanakan program CSR untuk memberdayakan masyarakat sekitar.
“Diharapkan dengan kehadiran PJB ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar, khususnya di wilayah Desa Meuria Paloh,” jelas Agus Prastyo.

Ia menambahkan, sebagai wujud tanggung jawab sosial, PT PJB melaksanakan program CSR di bidang pemberdayaan, yaitu agrowisata hidroponik bersama kelompok Tani Bina Daun Hijau.

“Program ini dalam rangkaian silahturrahmi, diskusi dan sinergi kami dengan masyarakat dan stakeholder di Gampong Meuria Paloh, untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui bidang pertanian. Desa Meuriah Paloh rata-rata penduduknya adalah petani namun tidak memiliki lahan yang luas dan cukup untuk bercocok tanam,” katanya.

Agus Prastyo berharap, program ini dapat berjalan dengan baik dan meminta dukungan dari pemerintah kota maupun pemerintah desa. Dukungan ini diperlukan agar program dapat dijalankan sesuai tujuan dan bisa berkembang dengan baik serta menjadi mandiri di akhir program.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian (DKPP) kota Lhokseumawe, drh. Rizal pada kesempatan yang sama menyampaikan apresiasinya kepada PT PJB.

“Kami dari dinas pemerintah kota Lhokseumawe, sangat terbantu dan berterima kasih. Program-program kita ada seperti ini, pola yang kita terapkan hampir sama, hanya saja dalam hal sumber pendanaan yang ini mungkin lebih terarah,” sambutnya.

Sementara itu, ketua Kelompok Bina Daun Hijau Marzuki Rahman (56), mengatakan, panen ini merupakan yang ke empat di bawah binaan CSR PT PJB PLTMG Arun. Meskipun demikian, menjadi panen perdana dalam skala besar.

“Saat ini kita memanfaatkan Agrowisata sebagai wadah untuk membimbing generasi kita ke depan, artinya kita harus mampu memproduksi sayuran yang aman dikonsumsi. Tanaman Hidroponik aman dikonsumsi karena tanaman ini bebas dari zat kimia,” tutupnya disela panen. (rzk)

Tertibkan Keramba Jaring Apung (KJA), BPWC Bekerjasama dengan Stakeholder memulai Sosialisasi

 

Waduk Cirata sebagai perairan umum (daerah terbuka), selain fungsi utamanya sebagai pembangkit listrik juga dimanfaatkan oleh masyarakat untuk budidaya ikan air tawar dengan menggunakan Keramba Jaring Apung (disingkat KJA). Saat ini perkembangan populasi KJA di Waduk Cirata telah mencapai 77.195 petak pada sensus tahun 2016, melebihi dari kuota yang sudah ditetapkan sebanyak 12.000 petak sesuai Keputusan Gubenur Jawa Barat Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengembangan Pemanfaatan Perairan Umum, Lahan Pertanian, dan Kawasan Waduk Cirata. Perkembangan KJA yang tidak terkendali menimbulkan permasalahan yang serius pada ekosistem dan lingkungan waduk. Penumpukan sisa pakan ikan dan limbah domestik para petani, selain menyebabkan kualitas air dan sedimentasi, juga berakibat tercemarnya air waduk yang membahayakan masyarakat. Bahkan ikan di Waduk Cirata disinyalir sudah mengandung logam berat sehingga tidak layak konsumsi.

 

Dalam rangka penanggulangan permasalahan tersebut, BPWC mendorong Gubernur Jawa Barat untuk menerbitkan regulasi yang dapat menjadi payung hukum kegiatan penertiban KJA di Waduk Cirata, hingga akhirnya terbit Keputusan Gubernur Jabar Nomor 523.34/kep.917-dkp/2017 tentang Satuan Tugas Penertiban dan Penataan Keramba Jaring Apung di Waduk Cirata. Keputusan tersebut menjadi payung hukum bagi Pemerintah Jawa Barat, Kodam III SIliwangi, Polda Jawa Barat, dan PT PJB BPWC untuk bersinergi secara sistematis dan terstruktur guna melakukan penertiban dan penataan Keramba Jaring Apung (KJA).

Memulai kegiatan penertiban dan penataan KJA di Waduk Cirata, Satgas Penertiban yang terdiri dari berbagai unsur telah melakukan sosialisasi kepada petani dan pemilik KJA serta pengusaha pakan dan bibit di 3 kabupaten, yaitu Kabupaten Bandung Barat, Purwakarta, dan Cianjur. Sosialisasi yang dilakukan selama ±2 minggu yaitu mulai tanggal 9 April 2018 sampai dengan 19 April 2018, dihadiri dengan antusias oleh 100 Petani KJA per lokasi. Banyak pertanyaan yang bermunculan mulai dari dukungan dan penolakan dari Petani KJA, terutama mengenai nasibnya kedepan ketika KJA sudah ditertibkan, namun petani KJA akhirnya memahami, setelah mendapat penjelasan dari para narasumber bahwa penertiban akan dilakukan bertahap sembari petani dapat memikirkan alih usaha dan pemerintah juga mencari opsi alih profesi.

Kegiatan Penertiban KJA ini juga telah mendapat dukungan pemerintah pusat dan sejalan dengan program pemerintah untuk merehabilitasi Citarum, melalui Perpres Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum, ditunjuk Komandan Sektor dari Perwira Menengah TNI untuk memimpin setiap upaya pengendalian pencemaran DAS Citarum. Kolonel Czi Satriyo Medi sebagai Dansektor 12 Citarum Harum Wilayah Cirata menjadi narasumber utama dalam sosialisasi, beliau menjelaskan, DAS Citarum 80% dikonsumsi oleh penduduk DKI Jakarta, digunakan sebagai budidaya perikanan air tawar, digunakan irigasi 420.000 Ha sawah, dan sebagai PLTA pemasok listrik jaringan interkoneksi Jawa – Madura – Bali (Jamali).

Setelah sosialisasi, tahap selanjutnya adalah melakukan sensus untuk mengupdate jumlah, kepemilikan, kontruksi, status, dan kondisi KJA sebagai bahan penentuan Target Operasi (TO) penertiban dan penataan KJA di Waduk Cirata. Unit TO mencari dan menentukan TO berdasarkan data dari hasil sensus. Pembongkaran KJA dapat dilakukan oleh pemilik secara mandiri/sukarela dengan cara sebelumnya pemilik/yang mewakili pemilik menandatangani surat pernyataan pembongkaran secara mandiri/sukarela dan diberi waktu pembongkaran selama 2 minggu (masa tenggang). Jika dalam waktu 2 minggu ternyata KJA belum dibongkar secara mandiri/sukarela, maka akan dilakukan pembongkaran secara paksa oleh Satgas 1 (satu) hari setelah masa tenggang habis. Satgas mentargetkan 5.000 Petak KJA di Waduk Cirata harus ditertibkan tahun ini. (rkz)

Gogodeso Berdaulat Pangan

 

Pertanian organik yang dikembangkan oleh Agen Hayati, kelompok binaan CSR PT PJB UP Brantas di Desa Gogodeso, Blitar telah memasuki masa panen. Keberhasilan ini mendapatkan perhatian dari Bupati Blitar. Gogodeso dijadikan sebagai lokasi Panen Raya periode 2 Kabupaten Blitar.

Panen raya dilakukan pada Selasa (24/4) dan ditandai dengan pemotongan batang padi oleh Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto. Kepala PLTA Lodoyo bersama perwakilan dari Kementrian Pertanian, Kejari, jajaran Muspika dan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya turut mendampingi dalam acara tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Rijanto, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya akan kemajuan pesat masyarakat di sekitar PLTA Lodoyo. “Masyarakat Gogodeso ini selalu ingin maju dan tidak pernah puas. Saya rasa selain kinerja Lurah yang luar biasa, (saya) bersyukur dengan adanya tanggung jawab sosial dari PT PJB di Bendungan Serut (PLTA Lodoyo), (sehingga) kita bisa cawil-cawil sama-sama membuat masyarakat sekitar ikut sejahtera dan bergerak bersama untuk mewujudkan daulat pangan.”

Keberhasilan Agen Hayati mengembangkan pertanian organik di Desa Gogodeso tak lepas dari kegigihan kelompok tani binaan PT PJB tersebut. Mereka memproduksi dan meracik sendiri pupuk organik serta ramuan perawatan padi alami lainnya. Hasil produksinya telah digunakan oleh petani di beberapa daerah di Indonesia, seperti petani di daerah Indramayu. Bahkan telah dipamerkan dalam pameran pertanian organik ARCHEX 2018 di Kuala Lumpur, Malaysia pada 2-5 April lalu. (cps)

Gowest, Motor Hybrid Karya Insan PJB

 

Pemanfaatan tenaga listrik telah merambah berbagai aspek kehidupan sehari-hari termasuk sektor transportasi. Namun sebagian masyarakat masih ada yang menyangsikan kehadiran mobil dan motor listrik karena dianggap mahal dan tidak efektif dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil. Padahal, penggunaan kendaraan listrik sesungguhnya cukup efisien dan dapat memberikan manfaat lebih, terutama bagi kelestarian lingkungan.

Untuk mengenalkan manfaat kendaraan listrik secara bertahap kepada masyarakat, PT PJB menghadirkan Motor GOWEST (Gasoline Combined with Electric System). Karya inovasi ini diciptakan oleh Roland Christian PS, Harry Sukma, dan Abdi Prasetyo dari PT PJB Unit Pelayanan Pemeliharaan Wilayah Barat (PT PJB UPHB) yang berlokasi di Muara Karang, Jakarta. Mereka memodifikasi sepeda motor konvensional yang beredar di pasaran dan menggabungkan sistem motor listrik ke dalamnya. Kendaraan ini kemudian diberi nama GOWEST Hybrid #01.

GOWEST Hybrid #01 merupakan pelopor kendaraan hybrid yang berbeda dengan motor listrik lainnya. Sepeda motor ini masih dapat dioperasikan dengan menggunakan bahan bakar minyak (BBM) sebagai alternatif pengisian daya selain dari sumber listrik. Ada tiga mode operasi yang dapat dipilih. Mode konvensional yang sepenuhnya menggunakan BBM, Mode full-electric yang menggunakan tenaga listrik dari baterai yang dapat diisi ulang (recharge), dan Mode hybrid yang menggabungkan penggunaan BBM dengan tenaga listrik. Pengendara cukup menekan tombol pengganti mode untuk beralih pilihan mode. Pada area speedometer telah disediakan monitor untuk memantau mode yang aktif dan kapasitas daya baterai.

Mode hybrid pada Motor Gowest Hybrid #01 memungkinkan pengendara melajukan kendaraannya dengan tenaga listrik dari baterai hingga kecepatan 25km/jam. Sistem otomatis akan beralih ke BBM saat kecepatan itu telah terlampaui. Motor ini juga dilengkapi dengan mode emergency yang secara otomatis mengalihkan mode hybrid ke mode konvensional bila terdapat masalah pada sistem kelistrikannya.

Selain mode hybrid, pemanfaatan dua sumber energi juga bisa dirasakan dengan adanya fitur self-charging pada Motor Gowest ini. Dengan fitur self-charging, baterai pada Motor Gowest akan mengalami pengisian daya selama pengguna berkendara dengan menggunakan BBM. Dengan demikian, pengendara masih bisa melaju dengan Motor Gowest bahkan setelah bahan bakar habis. Untuk mode full electric tanpa bahan bakar fosil, Motor Gowest Hybrid #01 dapat melaju sejauh 30km dengan kecepatan hingga 40km/jam.

Motor Gowest yang memakai prinsip hybrid dapat memberikan keuntungan ganda dari kendaraan konvensional dan kendaraan listrik. Dari segi kendaraan konvensional, modifikasi ini dapat meningkatkan efisiensi penggunaan BBM. Dari hasil pengujian, sepeda motor konvensional mengkonsumsi 1 liter BBM untuk melaju sejauh 29,92km. Dengan modifikasi Gowest, jumlah BBM yang sama dapat menempuh jarak 54,4km, artinya terdapat penghematan penggunaan BBM hingga 45%. Selain menguntungkan secara ekonomis, peningkatan efisiensi BBM ini tentu juga bermanfaat bagi kelestarian lingkungan. Emisi yang dihasilkan Motor Gowest Hybrid #01 ini adalah sebesar 0,599 gram/km, jauh di bawah batas emisi CO standar Euro 3 yang diijinkan, yaitu 2 gram/km.

Dari segi kendaraan listrik, mode hybrid dan fitur self-charging pada Motor Gowest dapat menjawab kekhawatiran masyarakat akan ketersediaan infrastruktur pengisian daya baterai kendaraan listrik yang saat ini masih terbatas. Dengan mode hybrid dan self-charging, pengguna dapat tetap berkontribusi mengurangi polusi udara dari penggunaan BBM kendaraannya. Selain itu, pengguna juga tidak perlu memiliki dua kendaraan yang berbeda untuk berkendara dengan BBM dan listrik.

Modifikasi sepeda motor konvensional menjadi Motor Gowest hanya memerlukan biaya investasi mulai dari 7,9juta rupiah. Untuk saat ini, modifikasi memerlukan waktu sekitar 3 minggu.
Kehadiran Motor Gowest Hybrid #01 pada awalnya diciptakan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan operasional di lingkungan kerja area pembangkit PT PJB yang luas. Para inovator memanfaatkan keahliannya di bidang ketenagalistrikan untuk menciptakan kendaraan operasional yang ramah lingkungan. Kendaraan ini juga diharapkan dapat dikembangkan sebagai pelopor teknologi hybrid di lingkungan PLN Group.

Motor Gowest akan segera launching secara korporat oleh PT PJB dan diuji coba di berbagai unit pembangkit. Para innovator berencana untuk terus mengembangkan Motor Gowest dengan menambahkan fitur-fitur yang akan makin memudahkan bagi pengguna, diantaranya teknologi monitor touchscreen dan fast-charging. (sau)

Penataan Kawasan Ekowisata Paljaya

 

Wilayah Kampung Paljaya, Bekasi terus dibenahi agar menjadi Kawasan Ekowisata yang menarik bagi masyarakat. Diantaranya dengan melakukan pembenahan tempat kuliner agar lebih tertata dan menarik. Sebagai langkah awal, PT PJB Unit Pembangkitan (UP) Muara Tawar mengadakan sosialisasi penataan tempat kuliner kepada para pedagang dan masyarakat yang berada di area tersebut.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Balai Pertemuan Nelayan pada Senin (23/04) Kemarin. Semangat yang tinggi ditunjukkan oleh masyarakat karena kegiatan ini menjawab harapan mereka untuk dapat meningkatkan daya tarik bagi wisatawan. Sosialisasi ini juga didukung oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Bekasi.

Pada acara sosialisasi UP Muara Tawar menyumbangkan beberapa peralatan meliputi tenda-tenda kuliner, tong sampah, dan gerobak sampah. Peralatan ini diharapkan dapat membuat Kawasan Ekowisata Paljaya menjadi lebih tertata rapi dan bersih. Selain itu juga untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

PT PJB UP Muara Tawar bersama Dinas Kelautan dan Perikanan akan terus melakukan langkah-langkah nyata dalam menjadikan Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM) di Kampung Paljaya menjadi Kawasan Ekowisata yang terintegrasi dengan melibatkan mitra binaan CSR unggulan lainnya.(tia)