Hubungi kami melalui info@ptpjb.com atau +62318283180
LOGO PJB

Our Contacts

Jl. Ketintang Baru No. 11 Surabaya

info@ptpjb.com

+6231 8283180

Category: Berita

PLN Dinobatkan sebagai Indonesia Trusted Companies 2017

Kerja keras untuk menjalankan Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten dan berkelanjutan telah mengantarkan PLN meraih prestasi sebagai “Indonesia Trusted Companies 2017” di ajang Malam Penghargaan dan Konferensi Corporate Governance Perception Index (CGPI) ke-16, Selasa (19/12). Berlangsung di Hotel Shangri-la, Jakarta, penghargaan diberikan Chairman The Indonesian Institute For Corporate Governance (IICG) Gendut Suprayitno kepada Direktur Human Capital Management PLN Muhamad Ali.

 

Acara yang digagas The Indonesia Institute For Corporate Governance (IICG) dan Majalah SWA ini bertujuan memotivasi dan membantu perusahaan untuk selalu bisa menerapkan prinsip GCG.

 

“Kami bekerja keras melakukan yang terbaik untuk menjadikan PLN sebagai perusahaan yang terpercaya. karena kami meyakini, amanah untuk menerangi Indonesia adalah tanggung jawab mulia yang harus dijalankan dengan kesungguhan. Suatu kehormatan bisa mendapatkan apresiasi dan pengakuan ini dan kami berkomitmen untuk terus meningkatkannya,” ungkap Ali.

 

Dari 1.056 perusahaan BUMN dan swasta yang ikut berpartisipasi pada ajang ini, hanya 34 perusahaan yang memenuhi persyaratan menjadi peserta Corporate Governance Perception Index (CGPI) 2016. Peserta CGPI wajib mengikuti dua tahap penilaian yaitu tahap analisis (meliputi self assessment dan penilaian dokumen) dan tahap observasi.

 

Kuesioner pada tahap self assessment terdiri dari 3 aspek penilaian dan 7 indikator penilaian dalam bentuk pernyataan tentang hal-hal yang dipersepsikan oleh organ dan anggota perusahaan. Selanjutnya pada tahap penilaian dokumen, peserta diwajibkan memperlihatkan sedikitnya 47 jenis dokumen dan informasi perusahaan. Pada tahapan observasi, tim penilai melakukan klarifikasi melalui paparan eksekutif dan diskusi dengan organ perusahaan.

 

Ada tiga kategori dalam Pemeringkatan CGPI 2016, yakni kategori Sangat Terpercaya (The Most Trusted), Terpercaya (The Trusted) dan Cukup Terpercaya (The Fair Trusted). 11 perusahaan menyandang gelar sangat “The Most Trusted” dan 23 perusahaan dinobatkan sebagai “The Trusted”. Pemeringkatan ini dimulai sejak 2001 ini pun diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan perusahaan kepada para stakeholdersnya, dengan begitu akan menghasilkan output yang baik pula bagi kemajuan bangsa. (PLN)

PJB Raih PROPER Emas

PROPER emas berhasil diraih PT PJB dalam ajang Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutahan (KLHK) tahun 2017. Penghargaan bagi Unit Pembangkitan (UP) Paiton itu merupakan PROPER emas pertama bagi pembangkit di lingkungan PLN Grup. Selain emas, pada acara yang digelar di Istana Wakil Presiden Jakarta pada Senin (18/12) itu, PJB juga mendapatkan tiga PROPER hijau untuk UP Gresik, UP Muara Karang, dan UP Muara Tawar.

 

Trofi PROPER Emas untuk PJB diserahkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kala kepada Direktur Utama PT PJB Iwan Agung Firstantara. Sementara trofi PROPER Hijau untuk PJB diserahkan oleh Menteri LHK Siti Nurbaya kepada GM UP Gresik, GM UP Muara Karang, dan GM UP Muara Tawar.

 

PROPER emas merupakan penghargaan tertinggi dan terbaik bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia yang peduli terhadap lingkungan. Perusahaan dengan peringkat ini dinilai telah secara konsisten menunjukkan keunggulan lingkungan dalam proses produksi dan jasa. Selain itu perusahaan itu juga telah melaksanakan bisnis yang beretika dan bertanggung jawab terhadap masyarakat.

 

Tahun ini PLN Grup meraih 1 PROPER Emas dan 13 PROPER Biru dari pembangkit yang dikelola oleh PLN, dan anak usahanya PT Indonesia Power (IP) serta PT PJB. PROPER Emas untuk UP Paiton PJB, sedangkan peringkat Hijau untuk PLTGU Priok IP, PLTGU Gresik PJB, PLTGU Muara Karang PJB, PLTU Labuan IP, PLN Tanjung jati B, PLTP Kamojang IP, PLTG Gilimanuk IP, PLTD Pesanggaran IP, PLTGU Cilegon IP, PLTGU Muaratawar PJB, PLTGU Tambaklorok IP, PLTU Asam-asam PLN, dan PLTU Indralaya PLN.

 

PROPER sebagai program pengawasan terhadap industri yang bertujuan untuk mendorong ketaatan industri terhadap peraturan lingkungan hidup memiliki lima peringkat. Emas merupakan peringkat tertinggi, disusul hijau, biru, merah dan hitam. Pada tahun 2017, KLHK menetapkan 19 perusahaan sebagai penerima penghargaan PROPER Emas dan 150 perusahaan sebagai penerima penghargaan Hijau. Sementera itu sebanyak 1486 perusahaan mendapatkan peringkat Biru, 130 perusahaan berperingkat Merah dan satu perusahaan berperingkat Hitam.

Dekom Holding Kunjungi UP Gresik

Untuk kesekian kali unit pembangkitan (UP) Gresik mendapat kunjungan istimewa dari Dewan Komisaris (Dekom) PT PLN (Persero). Meskipun kedatangan sempat tertunda dari jadwal semula, namun pada Jumat (15/12) sekitar pukul empat rombongan tiba di unit dan disambut langsung oleh General Manager UP Gresik, Wisrawan Wahju Wibowo beserta tim manajemen dan jajaran terkait lainnya.

 

Para tamu istimewa tersebut terdiri dari 8 orang Dewan Komisaris PLN Holding, didampingi oleh Dirop 1 dan Dirkeu PT PJB, GM PLN Disjatim, GM JBTB 1, GM JBTB 2 dan GM UP Gresik yang turut serta mendampingi.

 

Rombongan langsung melakukan site visit ke lokasi CCR PLTGU. Di sana mereka mendapatkan pemaparan tentang kesiapan unit operasi UP Gresik oleh Pak Wis (panggilan akrab GM UP Gresik), dan Direktur Operasi 1 PT PJB, Sugiyanto yang juga pernah menjabat sebagai GM UP Gresik. Paparan itu menambah keyakinan jajaran komisaris PLN Holding terhadap kesiapan unit tersebut.

 

Usai sholat magrib berjemaah di musholla lt 3 acara dilanjutkan dengan rapat di ruang Muhtar Azis gedung service building. Maksud tujuan kunjungan dekom adalah ingin memperoleh informasi tentang kesiapan pembangkit dan kebutuhan gas yang akan dikonsumsi oleh PLTGU UP Gresik.

 

Direktur operasi 1 PT PJB, Sugiyanto menyatakan bahwa UP Gresik merupakan konsumen bahan bakar gas terbesar (60%) di Jawa timur. Sejak tahun 2012 UP Gresik telah beralih 100% ke bahan bakar gas, hal ini mampu menekan biaya pokok produksi serta mendukung perwujudan Green and Clean Power Plant.

 

Pada umumnya mesin pembangkit semakin lama digunakan akan semakin berkurang produktivitasnya. Akan tetapi hal menarik terjadi di UP Gresik, meskipun mesin pembangkit sudah berusia tua akan tetapi di tahun 2015 mampu mencapai EFOR hanya 0,38% setelah mengadopsi asset management.
Dengan perlakuan dan pemeliharaan yang tepat maka mesin pembangkit dapat tetap terjaga kehandalannya. (slum)

Study Banding Pengelolaan Sampah

Sampah seringkali menimbulkan masalah dalam kehidupan masyarakat. Pengelolaan sampah yang buruk dapat menimbulkan bahaya banjir dan memicu munculnya penyakit. Persoalan sampah juga dialami masyarakat ring 1 PT PJB BPWC. Masih ada sampah yang dibuang sembarangan sehingga berpotensi menyumbat saluran air dan mencemari Waduk Cirata.

 

BPWC kemudian menggerakan karang taruna, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan Ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk berperan aktif dalam pengelolaan sampah. Selain memberikan penyuluhan dan pelatihan, mereka juga diajak study banding sebagai bagian dari pembelajaran.

 

Study banding dilakukan di Kampung Jatibaru Rw 17, Desa Jati Endah Kec. Cilengkrang, Bandung pada Rabu (13/12). Kegiatan di desa yang telah berhasil mengelola sampah itu diikuti oleh perwakilan dari Desa Sirna Galih, Desa Ciroyom dan Desa Cirahashas. BPWC bersinergi dengan Senyum Untuk Negeri (SUN) Foundation dalam study banding ini.

 

Kedatangan rombongan disambut dengan baik oleh warga setempat. Pada sambutan pembukaan, Rizki Tri Pamungkas selaku SPV Senior Pengamanan Aset dan CSR BPWC memuturkan pentingnya menjaga lingkungan. Ia mengharapkan agar peserta dapat menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari masyarakat dan kader-kader di wilayah Kampung Jatibaru. Dimana ilmu tersebut kemudian dapat diimplementasikan di wilayah masing-masing.

 

Sementara itu Nining sebagai ketua KWT sekaligus penggiat lingkungan menjadi wakil Kampung Jatibaru dalam menerima study banding. Wanita dengan 19 penghargaan yang telah diperoleh bersama tim desanya itu memaparkan berbagai hal terkait pengelolaan sampah di wilayahnya.

 

Selain penjelasan di dalam ruangan, para peserta juga diajak keliling desa untuk melihat pemberdayaan yang dilakukan. Diantaranya pemberdayaan tanaman sayur dan toga di rumah penduduk dengan memanfaatkan pupuk dari pengolahan sampah setempat. Mereka juga melihat pusat olahan produk binaan berupa makanan ringan, kopi dan pernak pernik oleh-oleh khas wilayah setempat.

 

Di rumah kelola organik atau biasa disebut dengan bank sampah, peserta diajarkan bagaimana mengelola sampah. Pengelolaan dimulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik hingga membuat sampah menjadi kerajinan tangan, bahan bakar gas dan sumberdaya listrik. Kegiatan itu dapat menghasilkan uang, yang kemudian diputar kembali menjadi pemasukan untuk pengelolaan dan pengembangan fasilitas rumah kelola organik serta untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

 

Kegiatan diakhiri dengan kunjungan pada Posyandu. Di tempat ini dilakukan penutupan dan sesi foto bersama.(rik)

Workshop Kesco dan DJK

Korea Electric Safety Company (Kesco) bersama Dirjend Ketenagalistrikan Kementerian ESDM RI melakukan kunjungan kerja ke PT PJB UP Muara Karang pada Kamis – Jumat (14-15 Desember 2017). Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari pelatihan dan workshop peningkatan kompetensi K3 di bidang ketenagalistrikan. 

Peserta pelatihan yang berjumlah 35 orang didampingi oleh 7 orang instruktur dari Korea Selatan melakukan praktik pengujian keselamatanketenagalistrikan di area pembangkit UP Muara Karang. Kegiatan tersebut merupakan praktik atas teori yang telah disampaikan selama workshop.

 

Manajemen PT PJB UP Muara Karang menyambut baik rangkaian kegiatan workshop yang dilakukan di area pembangkitnya. Manajer Enjiniring dan Quality Assurance UP Muara Karang, Teddy Sutendi mengharapkan agar kegiatan tersebut dapat memberikan masukan terkait aspek keselamatan dan kesehatan kerja di area unit pembangkit Muara Karang.

 

Pelatihan diberikan oleh instruktur dari Kesco dengan materi terkait ketenagalistrikan, diantaranya tentang keamanan fasilitas gas dan analisis keselamatan ketenagalistrikan. Peserta menerima materi pelatihan di kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan pada Senin-Rabu (11-13 Desember 2017) dan dilanjutkan dengan workshop power plant diagnosis selama dua hari di UP Muara Karang..

 

Para peserta berasal dari perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang ketenagalistrikan di Indonesia, diantaranya berasal dari PT PLN (Persero), PT PJB, dan Indonesia Power. Pelatihan diharapkan dapat makin meningkatkan performa pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja di seluruh lini industri ketenagalistrikan di Indonesia. (sau)

Berdayakan Masyarakat dengan Ternak Kambing

Lingkungan Desa Ciharas, Cipeundey, Bandung Barat punya potensi untuk dikembangkan sebagai lokasi peternakan kambing. Sebagian warga pada wilayah ring I PT PJB BPWC ini telah beternak kambing sebagai mata pencarian mereka. BPWC kemudian hadir dan berupaya memberikan dukungan agar usaha peternakan itu menjadi makin berkembang.

 

Pemberian ternak merupakan salah satu dukungan yang diberikan oleh BPWC. Selasa (12/12) lalu peternak mendapatkan bantuan 15 ekor kambing. Bantuan diserahkan oleh Manager Keuangan dan Administrasi BPWC, Mochammad Najib kepada Ketua Kelompok Tani Mekar Jaya, Rizwansyah. Kambing tersebut selanjutnya akan digemukkan dan dikembangkan oleh peternak binaan kelompok tani tersebut. Sementara BPWC akan melakukan monitoring sebagai upaya untuk mengevaluasi pemberdayaan yang telah dilakukan. (azz)

Komisi VII DPR RI Kunjungi PLTU Indramayu

Kamis (14/120 Komisi VII DPR RI mengunjungi PT PJB UBJOM Indramayu di Jawa Barat. Kunjungan ke unit PJB yang mengelola PLTU Indramayu tersebut dimaksudkan untuk memastikan amannya pasokan listrik menjelang akhir tahun 2017.

 

Kedatangan anggota dewan disambut oleh Direktur Bisnis Regional JBT PT PLN (Persero) Amir Rosidin, Direktur Operasi 2 PT PJB Miftahul Jannah, serta KADIV KON JBT PLN Sulaiman Daud. Hadir pula Dirjen Ketenagalistrikan Chrisnawan Anditya, Direktur Pengelolaan Limbah B3 – KLHK Ir. Sinta Saptarina Soemiarno, M.Sc, dan Tim dari Pertamina.

 

Kunjungan diisi dengan paparan dan diskusi, serta kunjungan lapangan ke unit pembangkit.

Sarapan Santai Bersama Gubernur Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengajak para pengelola waduk dan bendungan dari Cascade Sungai Citarum untuk sarapan sambil diskusi santai pada Senin pagi di rumah dinas gubernur, Gedung Pakuan, Bandung. Acara dihadiri sejumlah instansi, diantaranya PT PJB yang diwakili oleh BPWC dan UP Cirata, PT Indonesia Power UP Saguling, Dirut PJT 2, serta SKPD Pemprov Jawa Barat terkait.

 

Daerah aliran Sungai (DAS) Citarum merupakan sumber air terbesar ke-7 di dunia dan menyimpan potensi yang besar untuk dikembangkan. Ahmad Heryawan mengajak seluruh stakeholder untuk memelihara dan menjaga kelestarian DAS Citarum. “Peradaban bangsa maju bukan dilihat dari mewahnya gedung yang ada di kota tersebut, tapi karena pengelolaan sungai dan sampah yang baiklah yang dapat menunjukan kota tersebut maju,” kata gubernur yang akrab disapa Aher itu.

 

Selain paparan dari Aher, acara sarapan santai juga diisi dengan diskusi dari sudut pandang bisnis terkait upaya pelestarian DAS Citarum. Pada kesempatan itu, Kepala BPWC Mochammad Agustian memaparkan rencana program penertiban KJA (keramba Jaring Apung) di Waduk Cirata. Saat ini, KJA telah melebihi batas yang ditentukan. Pengurangan KJA merupakan salah satu program pendukung untuk memelihara DAS Citarum.

 

Di akhir acara, Agustian memberikan kenang-kenangan tas dan topi berbahan eceng gondok untuk Gubernur Jawa Barat dan para hadirin. Cindera mata tersebut merupakan produk masyarakat binaan CSR BPWC. (azz)

Coastal Clean Up Pantai Syariah

Sekitar 500 orang peserta melakukan aksi bersih-bersih Pantai Syariah pada Sabtu (9/12) di Banyuwangi, Jawa Timur. Aksi bernama Coastal Clean Up itu dilakukan PT PJB bekerja sama dengan Ditjend Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, Dinas Lingkungan Hidup Kab Banyuwangi, dan Pemkab Banyuwangi.

 

Coastal Clean Up dilakukan sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan untuk mewujudkan lingkungan pariwisata yang bersih serta nyaman. Para siswa dari sekolah sekitar Pantai Syariah dilibatkan pada acara yang didukung oleh PT PJB Kantor Pusat, UP Gresik, UP Paiton, dan UBJOM Paiton tersebut.

Bocornya Gas Hidrogen UP Gresik

Keheningan ruang Central Control Room (CCR) PLTGU, mendadak pecah begitu suara alarm meraung-raung. Seorang operator segera mendekat ke control desk untuk memastikan penyebab alarm tersebut berbunyi.

 

“Pak, ini alarm dari seal oil system Steam Turbine (ST) 2.0. Ada kemungkinan gas hydrogen bocor,” lapor operator tadi kepada Juri Wibowo, SPVS Produksi PLTGU yang kemarin sedang bertugas. Raut kepanikan sukardi sembunyikan dari pria 43 tahun tersebut. Dia sadar bahwa kebocoran gas hydrogen sangat berisiko terhadap ledakan. Namun dia tetap berusaha tenang. Melalui HT, dia perintahkan operator local untuk memastikan kondisi di lapangan.

 

Tidak berapa lama, dari HT terdengar penjelasan bahwa pipa gas hydrogen memang benar-benar bocor. “Valve sudah saya blok Pak, line gas juga langsung saya venting. Tapi di exciter muncul bunga api..”Belum tuntas laporan disampaikan, tiba-tiba terdengar suara ledakan keras sekali. Kembali Juri mengambil peran, dia perintahkan operator lain mengecek ST 2.0. Sejurus kemudian, diketahui bahwa terjadi ledakan di exciter dan saat ini terjadi kebakaran yang mulai menjalar ke generator.

 

Operator yang sebelumnya memberikan laporan,ternyata sudah tergeletak di samping generator. Di dekat ST 1.0 juga nampak beberapa korban dari tim UPHT yang sedang melaksanakan overhaul. Berbekal 24 tahun pengalaman di PT PJB, Juri langsung memberikan serangkaian komando, dan melaporkannya ke Manajer Operasi yang kemudian diteruskan ke General Manager. Menimbang beberapa informasi yang disampaikan Manajer Operasi, GM UP Gresik Wisrawan Wahju Wibowo, yang kebetulan sedang ada rapat langsung menetapkan kondisi tanggap darurat dan memerintahkan semua jajaran mengambil peran sesuai prosedur tanggap darurat.

 

Beruntung, kondisi di atas tidak terjadi betulan. Kebocoran gas hidrogen yang sampai menimbulkan ledakan dan kebakaran hanya salah satu scenario simulasi Business Continuity Plan (BCP) di UP Gresik pada Kamis (7/12). Acara tersebut merupakan agenda tahunan UP Gresik dalam rangka memitigasi risiko yang sifatnya catastrophic.

 

“Tiap tahun kami ambil tema yang berbeda sesuai hasil analisa risiko yang telah kita lakukan. Tahun ini kita mengambil tema kebocoran gas hidrogen, mengingat pendinginan generator PLTU dan ST menggunakan gas hidrogen,” papar Wisrawan di sela-sela acara.Simulasi yang merupakan hasil kerja sama antara UP Gresik, UPHT, dan PT PLN (Persero) P2B, khususnya yang bertugas di GITET Gresik ini merupakan perwujudan system kesiapsiagaan terpadu.

 

Mengingat ketiga instansi tersebut bekerja pada area yang sama, maka menuntut kerja sama efektif semua pihak. Pada simulasi kemarin, UP Gresik melaunching frekuensi radio khusus tanggap darurat. “Kami sediakan repeater khusus, dimana frekuensinya harus diset di channel no 1 semua HT karyawan. Jalur frekuensi hanya boleh dipakai dalam kondisi tanggap darurat. Hal ini untuk memastikan tidak ada kendala komunikasi saat tanggap darurat,” lanjut Wisrawan.

 

Tim tanggap darurat kemudian mengambil peran masing-masing. Tim pemadam kebakaran langsung merapat ke lokasi ketika operator gagal memadamkan api.Tim evakuasi segera membawa korban ketempat aman untuk dilakukan pertolongan pertama oleh Tim PPGD. Mengingat kondisi semakin parah, korban kemudian dilarikan ke klinik. Staf kantor dan semua tamu tak luput dari evakuasi, semua diminta berkumpul di lapangan bola sebagai assembly point. Dokumen penting pun juga diamankan untuk menghindari risiko kehilangan dokumen. Untuk mengevaluasi jalannya simulasi, di masing-masing pos ditugaskan observer untuk mengevaluasi ketepatan waktu dan mencatat segala gap yang terjadi.

 

Sinergi segenap pihak itu pun membuahkan hasil. Tidak sampai satu jam, api berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa. Tiga korban luka telah dirawat di klinik. Kondisinya makin membaik karena ditangani dengan cepat. Begitu status tanggap darurat dicabut, operator bergegas melakukan penormalan unit untuk kembali beroperasi. Tim pemeliharaan pun dengan sigap membantu operator bilamana ada peralatan yang membutuhkan penormalan. Enjinering ikut turun untuk memastikan kondisi generator, termasuk menjajaki jika diperlukan klaim asuransi. “Ini merupakan tahap lanjutan dari tahapan simulasi yang kita perankan, yaitu Emergency Response Plan (ERP), Crisis Response Plan (CRP), dan Business Recovery Plan”, papar mantan GM UP Cirata tersebut.

 

Di era keterbukaan seperti sekarang, perusahaan dituntut mampu berinteraksi dengan media massa. Untuk itu pada acara kemarin, juga disisipkan adegan bagaimana satpam harus mampu menerima wartawan yang berebut masuk ingin meliput. Setelah semua kondisi terkendali, perwakilan manajemen menyampaikan konferensi pers kepada awak media. Simulasi diakhiri dengan forum evaluasi. Segala catatan dari observer didiskusikan untuk merumuskan langkah perbaikan. (qom)