Hubungi kami melalui info@ptpjb.com atau +62318283180
LOGO PJB

Our Contacts

Jl. Ketintang Baru No. 11 Surabaya

info@ptpjb.com

+6231 8283180

Category: Berita

Workshop Kesco dan DJK

Korea Electric Safety Company (Kesco) bersama Dirjend Ketenagalistrikan Kementerian ESDM RI melakukan kunjungan kerja ke PT PJB UP Muara Karang pada Kamis – Jumat (14-15 Desember 2017). Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari pelatihan dan workshop peningkatan kompetensi K3 di bidang ketenagalistrikan. 

Peserta pelatihan yang berjumlah 35 orang didampingi oleh 7 orang instruktur dari Korea Selatan melakukan praktik pengujian keselamatanketenagalistrikan di area pembangkit UP Muara Karang. Kegiatan tersebut merupakan praktik atas teori yang telah disampaikan selama workshop.

 

Manajemen PT PJB UP Muara Karang menyambut baik rangkaian kegiatan workshop yang dilakukan di area pembangkitnya. Manajer Enjiniring dan Quality Assurance UP Muara Karang, Teddy Sutendi mengharapkan agar kegiatan tersebut dapat memberikan masukan terkait aspek keselamatan dan kesehatan kerja di area unit pembangkit Muara Karang.

 

Pelatihan diberikan oleh instruktur dari Kesco dengan materi terkait ketenagalistrikan, diantaranya tentang keamanan fasilitas gas dan analisis keselamatan ketenagalistrikan. Peserta menerima materi pelatihan di kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan pada Senin-Rabu (11-13 Desember 2017) dan dilanjutkan dengan workshop power plant diagnosis selama dua hari di UP Muara Karang..

 

Para peserta berasal dari perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang ketenagalistrikan di Indonesia, diantaranya berasal dari PT PLN (Persero), PT PJB, dan Indonesia Power. Pelatihan diharapkan dapat makin meningkatkan performa pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja di seluruh lini industri ketenagalistrikan di Indonesia. (sau)

Berdayakan Masyarakat dengan Ternak Kambing

Lingkungan Desa Ciharas, Cipeundey, Bandung Barat punya potensi untuk dikembangkan sebagai lokasi peternakan kambing. Sebagian warga pada wilayah ring I PT PJB BPWC ini telah beternak kambing sebagai mata pencarian mereka. BPWC kemudian hadir dan berupaya memberikan dukungan agar usaha peternakan itu menjadi makin berkembang.

 

Pemberian ternak merupakan salah satu dukungan yang diberikan oleh BPWC. Selasa (12/12) lalu peternak mendapatkan bantuan 15 ekor kambing. Bantuan diserahkan oleh Manager Keuangan dan Administrasi BPWC, Mochammad Najib kepada Ketua Kelompok Tani Mekar Jaya, Rizwansyah. Kambing tersebut selanjutnya akan digemukkan dan dikembangkan oleh peternak binaan kelompok tani tersebut. Sementara BPWC akan melakukan monitoring sebagai upaya untuk mengevaluasi pemberdayaan yang telah dilakukan. (azz)

Komisi VII DPR RI Kunjungi PLTU Indramayu

Kamis (14/120 Komisi VII DPR RI mengunjungi PT PJB UBJOM Indramayu di Jawa Barat. Kunjungan ke unit PJB yang mengelola PLTU Indramayu tersebut dimaksudkan untuk memastikan amannya pasokan listrik menjelang akhir tahun 2017.

 

Kedatangan anggota dewan disambut oleh Direktur Bisnis Regional JBT PT PLN (Persero) Amir Rosidin, Direktur Operasi 2 PT PJB Miftahul Jannah, serta KADIV KON JBT PLN Sulaiman Daud. Hadir pula Dirjen Ketenagalistrikan Chrisnawan Anditya, Direktur Pengelolaan Limbah B3 – KLHK Ir. Sinta Saptarina Soemiarno, M.Sc, dan Tim dari Pertamina.

 

Kunjungan diisi dengan paparan dan diskusi, serta kunjungan lapangan ke unit pembangkit.

Sarapan Santai Bersama Gubernur Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengajak para pengelola waduk dan bendungan dari Cascade Sungai Citarum untuk sarapan sambil diskusi santai pada Senin pagi di rumah dinas gubernur, Gedung Pakuan, Bandung. Acara dihadiri sejumlah instansi, diantaranya PT PJB yang diwakili oleh BPWC dan UP Cirata, PT Indonesia Power UP Saguling, Dirut PJT 2, serta SKPD Pemprov Jawa Barat terkait.

 

Daerah aliran Sungai (DAS) Citarum merupakan sumber air terbesar ke-7 di dunia dan menyimpan potensi yang besar untuk dikembangkan. Ahmad Heryawan mengajak seluruh stakeholder untuk memelihara dan menjaga kelestarian DAS Citarum. “Peradaban bangsa maju bukan dilihat dari mewahnya gedung yang ada di kota tersebut, tapi karena pengelolaan sungai dan sampah yang baiklah yang dapat menunjukan kota tersebut maju,” kata gubernur yang akrab disapa Aher itu.

 

Selain paparan dari Aher, acara sarapan santai juga diisi dengan diskusi dari sudut pandang bisnis terkait upaya pelestarian DAS Citarum. Pada kesempatan itu, Kepala BPWC Mochammad Agustian memaparkan rencana program penertiban KJA (keramba Jaring Apung) di Waduk Cirata. Saat ini, KJA telah melebihi batas yang ditentukan. Pengurangan KJA merupakan salah satu program pendukung untuk memelihara DAS Citarum.

 

Di akhir acara, Agustian memberikan kenang-kenangan tas dan topi berbahan eceng gondok untuk Gubernur Jawa Barat dan para hadirin. Cindera mata tersebut merupakan produk masyarakat binaan CSR BPWC. (azz)

Coastal Clean Up Pantai Syariah

Sekitar 500 orang peserta melakukan aksi bersih-bersih Pantai Syariah pada Sabtu (9/12) di Banyuwangi, Jawa Timur. Aksi bernama Coastal Clean Up itu dilakukan PT PJB bekerja sama dengan Ditjend Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, Dinas Lingkungan Hidup Kab Banyuwangi, dan Pemkab Banyuwangi.

 

Coastal Clean Up dilakukan sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan untuk mewujudkan lingkungan pariwisata yang bersih serta nyaman. Para siswa dari sekolah sekitar Pantai Syariah dilibatkan pada acara yang didukung oleh PT PJB Kantor Pusat, UP Gresik, UP Paiton, dan UBJOM Paiton tersebut.

Bocornya Gas Hidrogen UP Gresik

Keheningan ruang Central Control Room (CCR) PLTGU, mendadak pecah begitu suara alarm meraung-raung. Seorang operator segera mendekat ke control desk untuk memastikan penyebab alarm tersebut berbunyi.

 

“Pak, ini alarm dari seal oil system Steam Turbine (ST) 2.0. Ada kemungkinan gas hydrogen bocor,” lapor operator tadi kepada Juri Wibowo, SPVS Produksi PLTGU yang kemarin sedang bertugas. Raut kepanikan sukardi sembunyikan dari pria 43 tahun tersebut. Dia sadar bahwa kebocoran gas hydrogen sangat berisiko terhadap ledakan. Namun dia tetap berusaha tenang. Melalui HT, dia perintahkan operator local untuk memastikan kondisi di lapangan.

 

Tidak berapa lama, dari HT terdengar penjelasan bahwa pipa gas hydrogen memang benar-benar bocor. “Valve sudah saya blok Pak, line gas juga langsung saya venting. Tapi di exciter muncul bunga api..”Belum tuntas laporan disampaikan, tiba-tiba terdengar suara ledakan keras sekali. Kembali Juri mengambil peran, dia perintahkan operator lain mengecek ST 2.0. Sejurus kemudian, diketahui bahwa terjadi ledakan di exciter dan saat ini terjadi kebakaran yang mulai menjalar ke generator.

 

Operator yang sebelumnya memberikan laporan,ternyata sudah tergeletak di samping generator. Di dekat ST 1.0 juga nampak beberapa korban dari tim UPHT yang sedang melaksanakan overhaul. Berbekal 24 tahun pengalaman di PT PJB, Juri langsung memberikan serangkaian komando, dan melaporkannya ke Manajer Operasi yang kemudian diteruskan ke General Manager. Menimbang beberapa informasi yang disampaikan Manajer Operasi, GM UP Gresik Wisrawan Wahju Wibowo, yang kebetulan sedang ada rapat langsung menetapkan kondisi tanggap darurat dan memerintahkan semua jajaran mengambil peran sesuai prosedur tanggap darurat.

 

Beruntung, kondisi di atas tidak terjadi betulan. Kebocoran gas hidrogen yang sampai menimbulkan ledakan dan kebakaran hanya salah satu scenario simulasi Business Continuity Plan (BCP) di UP Gresik pada Kamis (7/12). Acara tersebut merupakan agenda tahunan UP Gresik dalam rangka memitigasi risiko yang sifatnya catastrophic.

 

“Tiap tahun kami ambil tema yang berbeda sesuai hasil analisa risiko yang telah kita lakukan. Tahun ini kita mengambil tema kebocoran gas hidrogen, mengingat pendinginan generator PLTU dan ST menggunakan gas hidrogen,” papar Wisrawan di sela-sela acara.Simulasi yang merupakan hasil kerja sama antara UP Gresik, UPHT, dan PT PLN (Persero) P2B, khususnya yang bertugas di GITET Gresik ini merupakan perwujudan system kesiapsiagaan terpadu.

 

Mengingat ketiga instansi tersebut bekerja pada area yang sama, maka menuntut kerja sama efektif semua pihak. Pada simulasi kemarin, UP Gresik melaunching frekuensi radio khusus tanggap darurat. “Kami sediakan repeater khusus, dimana frekuensinya harus diset di channel no 1 semua HT karyawan. Jalur frekuensi hanya boleh dipakai dalam kondisi tanggap darurat. Hal ini untuk memastikan tidak ada kendala komunikasi saat tanggap darurat,” lanjut Wisrawan.

 

Tim tanggap darurat kemudian mengambil peran masing-masing. Tim pemadam kebakaran langsung merapat ke lokasi ketika operator gagal memadamkan api.Tim evakuasi segera membawa korban ketempat aman untuk dilakukan pertolongan pertama oleh Tim PPGD. Mengingat kondisi semakin parah, korban kemudian dilarikan ke klinik. Staf kantor dan semua tamu tak luput dari evakuasi, semua diminta berkumpul di lapangan bola sebagai assembly point. Dokumen penting pun juga diamankan untuk menghindari risiko kehilangan dokumen. Untuk mengevaluasi jalannya simulasi, di masing-masing pos ditugaskan observer untuk mengevaluasi ketepatan waktu dan mencatat segala gap yang terjadi.

 

Sinergi segenap pihak itu pun membuahkan hasil. Tidak sampai satu jam, api berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa. Tiga korban luka telah dirawat di klinik. Kondisinya makin membaik karena ditangani dengan cepat. Begitu status tanggap darurat dicabut, operator bergegas melakukan penormalan unit untuk kembali beroperasi. Tim pemeliharaan pun dengan sigap membantu operator bilamana ada peralatan yang membutuhkan penormalan. Enjinering ikut turun untuk memastikan kondisi generator, termasuk menjajaki jika diperlukan klaim asuransi. “Ini merupakan tahap lanjutan dari tahapan simulasi yang kita perankan, yaitu Emergency Response Plan (ERP), Crisis Response Plan (CRP), dan Business Recovery Plan”, papar mantan GM UP Cirata tersebut.

 

Di era keterbukaan seperti sekarang, perusahaan dituntut mampu berinteraksi dengan media massa. Untuk itu pada acara kemarin, juga disisipkan adegan bagaimana satpam harus mampu menerima wartawan yang berebut masuk ingin meliput. Setelah semua kondisi terkendali, perwakilan manajemen menyampaikan konferensi pers kepada awak media. Simulasi diakhiri dengan forum evaluasi. Segala catatan dari observer didiskusikan untuk merumuskan langkah perbaikan. (qom)

Delegasi Indonesia – Italy G20 Peer Review Kunjungi UP Cirata

Delegasi Indonesia – Italy G20 Peer Review on Fossil Fuel Subsidy Reform bersama Badan Kebijakan Fiskal Kementrian Keuangan Republik Indonesia mengunjungi Unit Pembangkitan (UP) Cirata Rabu (6/12). Kedatangan mereka untuk melihat pengelolaan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia.

 

UP Cirata terpilih sebagai lokasi kunjungan karena dinilai dapat mewakili komitmen pemerintah dalam pengembangan EBT yang ramah lingkungan dan secara tak langsung juga dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Hal ini sejalan dengan semangat G20 Peer Review on Fossil Fuel Subsidy Reform yaitu berupaya mengurangi subisidi bahan bakar fosil dan mengurangi kebijakan yang mendukung penggunaan bahan bakar fosil karena dinilai tidak efisien serta berdampak pada kerusakan lingkungan.

 

Pada kesempatan tersebut Direktur Operasi I PT Pembangkitan Jawa-Bali Sugiyanto, memaparkan Peran EBT pada Bauran Komposisi Elektrifikasi di Indonesia, khususnya oleh PLTA dan PLTS Cirata. Ia juga menyampaikan rencana pengembangan PLTS Terapung Cirata berkapasitas 200 MW yang akan menjadi PLTS terapung terbesar di dunia.

 

Sementara itu, Senior Manajer Energi Baru dan Terbarukan PT PLN (Persero) Sutiyo Siswanto, memberikan penjelasan terkait pembangunan Renewable Energy di Indonesia. Hingga September 2017 komposisi pembangkit EBT di Indonesia yang telah beroperasi mencapai 12% dari total kapasitas seluruh pembangkit sebesar 52.231 MW. Potensi pengembangan EBT di Indonesia masih sangat terbuka.

 

Sutiyo juga memaparkan rencana dan strategi PLN dalam 10 tahun mendatang yang salah satunya akan mengoptimalkan energi primer lokal, seperti mulut tambang, mulut sumur dan sumber daya EBT yang dapat mereduksi biaya produksi, serta meningkatkan nilai ekonomis energi primer lokal.

 

Selain paparan dan diskusi, kunjungan juga diisi dengan peninjauan lokasi ke PLTS Cirata 1 MW, PLTA Cirata 1.008 MW, lokasi rencana pembangunan PLTS Terapung 200 MW di waduk Cirata.

 

Kunjungan ke UP Cirata merupakan penutup rangkaian acara delegasi Indonesia – Italy G20 Peer Review on Fossil Fuel Subsidy Reform. Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah dan objek review bersama dengan Italy, yang membahas tentang kebijakan fiskal di sektor energi, khususnya bahan bakar fosil dan perkembangan Renewable Energy.

 

Sebagai salah satu anggota G20 forum, Indonesia dipandang berhasil mengurangi subsidi bahan bakar minyak melalui pencabutan subsidi premium dan mengganti mekanisme subsidi pada solar. Indonesia juga dinilai berhasil melakukan reformasi pada segi kelistrikan, melalui pengurangan subsidi listrik bagi pelanggan listrik skala besar.

 

Sehingga pada tahun 2017 subsidi lebih tepat sasaran bagi masyarakat miskin. Inilah alasan mengapa Indonesia terpilih menjadi objek dan lokasi peer review. Melalui kegiatan peer review Indonesia berbagi pengalaman dari sisi kebijakan, sisi administrasi dan pertimbangan apa saja yang dilakukan dalam melakukan reformasi. (ric)

Kunjungan Dewan Ketahanan Nasional

Unit Pembangkitan (UP) Paiton Rabu (6/12) menerima kunjungan Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) dalam upaya penggalian isu strategis di bidang ketahanan energi nasional. UP Paiton dipandang sebagai salah satu penyedia energi listrik yang vital pada jaringan listrik Jawa-Bali sehingga menjadi lokasi untuk penggalian informasi tersebut.

 

Laksda TNI Djajeng Tirto S, staf ahli sosial budaya Sekretariat Jendral Dewan Ketahanan Nasional mengatakan bahwa listrik merupakan salah satu isu yang menjadi perhatian Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. “Informasi yang didapatkan disini akan kami sampaikan untuk kemudian jadi pertimbangan Bapak Presiden,” imbuhnya.

 

Kunjungan dimulai dengan pemaparan profil dan pencapaian UP Paiton yang disampaikan oleh Pelaksana Tugas Harian (PH) General Manager, Dwi Juli Harsono. Dalam presentasinya, Juli mengatakan bahwa untuk mendukung semangat ketahanan energi, pemerintah perlu mengelola energi primer dengan tepat sasaran. “Karena 75% kebutuhan kami ada di energi primer, dalam hal ini batubara,” lanjut Manager Operasi PT PJB UP Paiton ini.

 

Setjen Wantannas juga menyoroti pertumbuhan ekonomi yang terjadi dengan keberadaan PLTU Paiton serta penyerapan tenaga kerja lokal. Racmanoe Indarto, Kepala Divisi Perencanaan dan Evaluasi Operasi dan Pemeliharaan-1 PT PJB menjelaskan bahwa UP Paiton memberdayakan tenaga kerja lokal dalam operasional perusahaan. “Dari Total 650 tenaga kerja, 400 diantaranya merupakan warga lokal yang berposisi di bagian pendukung operasional,” paparnya.

 

Diskusi berjalan cair dan diselingi dengan sharing pengalaman terkait hubungan perusahaan dengan masyarakat sekitar.

 

Pada akhir kunjungannya, Setjen Wantannas mengapresiasi penanaman prinsip bela negara melalui budaya perusahaan yang diterapkan oleh PT PJB. Salah satunya adalah pemutaran hymne dan mars PJB setiap hari. Ia menyatakan bahwa hymne dan mars mengandung unsur unsur bela negara yg ditekankan oleh Presiden RI.(ren)

3.000 Bibit untuk Pesisir

Memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia yang jatuh tiap tanggal 28 November, PT PJB UP Muara Tawar melaksanakan aksi tanam mangrove. Kegiatan pada Kamis (30/11) itu dilaksanakan di Area Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM) Kampung Paljaya, Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Bekasi.

 

Penanaman mangrove melibatkan siswa SDN Pantai Makmur 03 sebagai upaya untuk menanamkan rasa cinta pada lingkungan sejak dini. Selain siswa SD, aksi itu juga diikuti oleh Kepala Dinas terkait, Pemerintah setempat, serta masyarakat sekitar. Sebanyak 3.000 bibit mangrove ditanam dalam kesempatan tersebut.

 

UP Muara Tawar secara rutin melakukan penanaman bibit mangrove dengan melibatkan kelompok masyarakat sekitar. Upaya ini sebagai solusi untuk mengatasi masalah abrasi yang mengancam kehidupan masyarakat wilayah pesisir. Pelibatan masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.(tia)

Kepedulian untuk Pacitan

Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Pacitan, Yogyakarta dan beberapa daerah lain mengundang keprihatinan dari segenap anak bangsa. Para korban memerlukan bantuan agar dapat bertahan di tengah cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat.

 

Sebagai bentuk kepedulian, PT PJB dan anak usahanya PT PJBS telah menyerah bantuan tanggap darurat bencana bagi korban di Pacitan. Bantuan diserahkan kemarin dan pagi hari tadi (30/11) kepada warga Desa Pucung, Hadiwarno dan Sido Mulyo. Sejumlah keperluan darurat warga diserahkan saat itu. Diantaranya berupa bahan makanan, air minum, selimut, pembalut, perlengkapan bayi, perlengkapan mandi dan lainnya.

 

Selain itu, PJB juga melakukan evakuasi material longsor dengan alat berat untuk membuka akses jalan menuju PLTU Pacitan yang tertutup longsor.