Edukasi Pelestarian Waduk Cirata

BPWC menggugah kesadaran masyarakat, khususnya kaum muda untuk peduli dan berpartisipasi dalam menjaga kestarian Waduk Cirata. Upaya ini dilakukan oleh Kepala Badan Pengelola Waduk Cirata (BPWC) Wawan Darmawan melalui talkshow di Radio Rakyat Indonesia (RRI) Bandung pada Kamis (7/11)  di Bandung.  Ia menjelaskan secara detail mengenai pelestarian lingkungan waduk melalui Frekuensi 96.0 Pro RRI 2 yang merupakan frekuensi khusus bagi  kaum milenial.

 PT PJB BPWC mempunyai tugas pokok sebagai garda terdepan dalam mengelola serta melestarikan  waduk dan bendungan Cirata. Waduk ini terbentang luas melintasi tiga kabupaten di Bandung Barat, Purwakarta, dan Cianjur. Luas genangan airnya mencapai  6200 Hektar dengan luas dataran waduk  sebesar 900 Hektar. Waduk Cirata merupakan waduk terbesar dari tiga cascade waduk di daerah aliran Sungai Citarum.

Tidak mudah untuk menjaga dan melestarikan luasan Waduk Cirata yang begitu besar. Banyak tantangan yang harus dihadapi. Diantaranya pencemaran  limbah yang masuk dari Sungai Citarum  maupun limbah  dari pakan ikan di kolam jaring apung (KJA) yang ada di waduk. Limbah tersebut  membuat kualitas air menjadi buruk dan  memberi sedimentasi di Waduk Cirata.

BPWC memerlukan dukungan dan peran langsung dari masyarakat serta para stakeholder terkait dalam upaya pelestarian Waduk Cirata. Terutama dari  para pemuda yang akan menjadi generasi penerus  dalam upaya ini.

Sejumlah himbauan disampaikan Kepala BPWC dalam acara  talkshow. Himbauan ditujukan bagi masyarakat sekitaran waduk, maupun pengunjung dan wisatawan agar senantiasa menjaga lingkungan di Waduk Cirata.

Himbauan yang disampaikan diantaranya : Tidak membuang sampah di sungai dan waduk, Bijak menggunakan lahan di sepadan sungai dan waduk, serta Turut menjaga penghijauan yang dilakukan di daratan waduk. Selain itu, bagi pembudidaya ikan KJA juga diajak membersihkan eceng dan mendukung program penertiban KJA.(mfd)