Edukasi untuk Mencegah Stunting

Kasus stunting atau gagal tumbuh pada anak balita di Indonesia masih tinggi. Berdasarkan data riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2019, angka stunting di Indonesia mencapai 30,8 persen. Sementara target WHO, angka stunting tidak boleh lebih dari 20 persen.

Edukasi menjadi salah satu upaya untuk menyadarkan masyarakat agar peduli dengan tumbuh kembang putra-putrinya. PT PJB PLTMG Arun melalui program CSR memberikan edukasi terkait stunting bagi warga di sekitar pembangkit. Bentuknya berupa pelatihan kesehatan yang membahas pencegahan stunting dan inovasi pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita.

Pelatihan ini digelar pada Jumat (28/8) di Gampong Blang Panyang, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Pesertanya merupakan ibu-ibu denganlatar beragam mulai dari kader Posyandu, ibu hamil dan hingga kader PKK. Pada hari selanjutnya, Sabtu (29/8) dilaksanakan dua perlombaan untuk mengasah kemampuan para peserta terhadap tema yang diusung dalam pelatihan. Lomba tersebut berupa lomba penyuluhan pencegahan stunting dan lomba cipta menu PMT untuk balita.

Mahendra Ristanto Kurniawan selaku Manajer Administrasi PT PJB PLTMG Arun menyatakan program CSR ini merupakan salah satu bentuk kepedulian perusahaan di bidang kesehatan. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan baik bagi perusahaan untuk bisa bersinergi dengan pemerintah dalam membantu program pencegahan stunting, yang telah menjadi isu nasional.

“Kegiatan ini kita laksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan, dimana setiap peserta dilakukan cek suhu badan sebelum memulai kegiatan, menggunakan masker dan face shield serta menjaga jarak antar peserta sebagai pedoman pencegahan penularan covid-19,” katanya.

Pelaksanaan program juga didukung oleh Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, Tim Penggerak PKK Kota Lhokseumawe dan Organisasi Jaring Inovasi Nanggroe (Jinoe).