Forum Diskusi Bisnis

Bahasan terkait bagaimana Infrastruktur dapat mendorong pertumbuhan ekonomi didiskusikan pada Forum Diskusi Bisnis di PT PJB Kantor Pusat, Surabaya pada Selasa (23/1). Acara dihelat oleh PJB Academy bekerja sama dengan Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (KAFEGAMA – MM). Sejumlah ahli dihadirkan dalam forum diskusi setengah hari tersebut. Diantaranya Ketua Umum KAFEGAMA MM UGM Drs A. Z, Ikang Fawzi, MBA, Ekonom UGM A. Tony Prasetiantono, Ph. D, Direktur Marketing Ciputra Dr Agung Krisprimandoyo, dan Dirut PT PJB Iwan Agung Firstantara.

 

Infrastruktur diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Para calon investor selalu menanyakan kecukupan pasokan energi listrik ketika akan berinvestasi di suatu daerah. Oleh karena itu sebagai bagian dari keluarga besar PT PLN (Persero) yang mendapat amanah menyediakan energi listrik, PT PJB berupaya keras untuk mensukseskan Program 35.000 MW. “Kami haqqul yaqin bahwa program 35.000 Mega Watt akan memberi manfaat yang sangat besar bagi masyarakat dan turut serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah dan ekonomi nasional,” kata Dirut PT PJB Iwan Agung Firstantara.

 

PT PJB mendapatkan penugasan untuk membangun pembangkit dengan total kapasitas 11.472 MW sebagai bagian dari Program 35. MW. Iwan Agung memaparkan proses pembangunan pembangkit itu akan dilakukan secara secara bertahap hingga tahun 2021. Tahun depan ditargetkan bisa COD (Commercial Operation Date / beroperasi secara komersial) 2.560 MW, meliputi PLTU Jawa 7 unit 1, MPP 360 MW, PLTU Cilacap Expantion, dan Cirata Floating PV. Pada tahun 2020 akan menyusul COD 1.650 MW, meliputi PLTU Jawa 7 Unit 2, dan Add on Muara Tawar Blok 234. Selanjutnya pada tahun 2021 akan COD 1.400 MW, yang terdiri dari PLTU Sumut 2 dan PLTGU Jawa 3.

 

Selain menyukseskan Program 35.000 MW, PT PJB juga ikut berperan dalam mendukung program-program strategis PLN lainnya. Diantaranya membangun dan mengembangkan pembangkit dengan tarif muran yang berlokasi di pusat beban, mengembangkan pembangkit existing, menjalankan penugasan dari PLN, mengembangkan pembangkit EBT, menjalankan program efisiensi dan penurunan BPP, serta menjaga keandalan sistem. Dalam program penurunan biaya pokok produksi listrik (BPP) tahun 2017 PJB berhasil menghemat hingga Rp 1,7 triliun dari target Rp 1,5 triliun.