Gotong Royong Menyediakan Listrik

 

Listrik kini menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat. Selain mendukung aktivitas domestik, berbagai pekerjaan juga menuntut adanya pasokan listrik yang andal dan stabil. Namun, ketersediaan listrik seringkali belum maksimal di daerah-daerah dengan kondisi geografis yang sulit dijangkau. Salah satunya di Desa Andung Biru, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo.

Kondisi ini kemudian membuat PT PJB Unit Pembangkitan (UP) Paiton mengajak masyarakat Desa Andung Biru untuk menggunakan potensi yang ada di desanya. Mereka digerakkan untuk memanfaatkan aliran Sungai Pekalen sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH).

Perjuangan masyarakat Andung Biru membuahkan hasil. Di desa berhawa sejuk itu, saat ini telah berdiri PLTMH Andung Biru II berkapasitas 1×40 KW. PLTMH itu diresmikan pada Rabu (9/5) oleh General Manager PT PJB UP Paiton bersama dengan instansi terkait. Diantaranya Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Tiris, Pemerintah Desa Andung Biru, dan Kelompok Masyarakat Tirta Pijar selaku inisiator dan pengelola PLTMH.

“Sebagai salah satu perusahaan milik Negara, kami terus berusaha hadir di masyarakat, salah satunya melalui program CSR ini. Mudah-mudahan PLTMH ini dapat dimafaatkan dengan maksimal,” ujar Mustofa Abdillah, General Manager PT PJB UP Paiton dalam sambutannya.

Mustofa berharap agar kerja sama yang telah terjalin tidak hanya berhenti pada penyediaan listrik, tapi juga betkembanh pada pemberdayaan masyarakat sekitar melalui usaha kecil dan rumah tangga. “Potensi di Andung Biru ini sangat banyak, ayo sama-sama bergerak ke sana,” pungkasnya.

Rachmad Waluyo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak perusahaan atas kontribusinya di masyarakat. “Andung Biru ini akan terus berkembang, dari lang baling (istilah masyarakat untuk pembangkit dengan kincir air) menjadi PLTMH yang tentunya lebih modern dan jangkaunnya juga tambah luas,” imbuhnya.

Saat ini, Kelompok Tirta Pijar telah mengoperasikan 2 PLTMH dengan kapasitas total 120 KW yang mampu melistriki lebih dari 650 Kepala Keluarga. Satu PLTMH lain dengan kapasitas 2×40 KW merupakan swadaya masyarakat yang sebelumnya berkapasitas 2×25 KW.

“Alhamdulillah selain PLTMH yang baru ini, PJB telah membantu meningkatkan kapasitas PLTMH yang lama dari masing-masing 25 KW menjadi 40 KW dengan penggantian pipa dan generator,” ungkap Moh. Rasid, Ketua Kelompok Tirta Pijar.

Rasid menambahkan bahwa masyarakat sangat antusias dan bersedia untuk bekerja secara swadaya selama pembangunan PLTMH. “Tanpa diminta, masyarakat menawarkan sendiri untuk membantu. Meskipun banyak kendala selama proses pembangunan,” jelasnya.

Selain wilayah Desa Andung Biru, PLTMH Andung Biru II juga menjadi tumpuan di sebagian wilayah Desa Sumber Duren, Kecamatan Krucil yang belum mendapatkan pasokan listrik.(ren)