Green Synergy for Better Nature

 

Pada era global seperti saat ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi semakin pesat sehingga perubahan demi perubahan berimplikasi salah satunya pada bidang ketenagalistrikan. Perubahan yang terjadi mengubah dan memperbaiki regulasi serta prinsip-prinsip industri hingga prinsip dasar niaga. Sejak globalisasi menjadi perhatian, kompetisi menjadi ajang yang harus dijalani oleh perusahaan manapun. Masing-masing akan berusaha menjalin komunikasi yang baik dengan stakeholdernya. Untuk merealisasikan tujuan perusahaan dan mendukung falsafah perusahaan diperlukan komunikasi yang baik antara perusahaan dengan pemerintah selaku salah satu stakeholder. Hal inilah yang saat ini sedang dilakukan oleh PT PJB selaku salah satu perusahaan yang memiliki peran penting bagi industri kelistrikan.

Bertempat di bilangan Palagan, Yogyakarta, PT PJB kantor pusat bersama insan PJB unit dari bidang lingkungan berkumpul bersama stakeholdernya dari pemerintah di bidang lingkungan untuk saling mengenal satu sama lain dan melakukan workshop bersama tentang bagaimana pengelolaan lingkungan yang ideal dan memberikan manfaat untuk dapat diimplementasikan oleh PJB di unit kerjanya. Pada sambutannya (4/12), Ajrun Karim, Kadiv LK3-2 menyampaikan bahwa keberhasilan PJB dalam pengelolaan lingkungan sehingga berhasil dalam meraih PROPER EMAS di tahun 2017 lalu tak lepas dari kerja keras seluruh insan PJB dan tentunya bimbingan dan arahan dari dinas-dinas lingkungan terkait.

Direktur Utama PJB, Iwan Agung Firstantara, pada sambutannya (5/12) mengatakan bahwa trend transformasi bisnis global ketenagalistrikan ke depan akan mengupayakan (1) Decarbonization berupa pemakaian energi seefisien mungkin, generator listrik tanpa emisi karbon, dan masyarakat akan berpindah ke pemakaian transportasi tanpa emisi (contoh mobil listrik).
(2) Decentralization dimana “generation akan follow demand”. Ke depan masyarakat akan mampu memproduksi listriknya sendiri k(contohnya dengan penggunaan solar panel) bahkan menyuplai ke produsen. Dengan bantuan (3) Technology maka sistem akan mengatur bagaimana solar panel tadi dan pembangkit dapat sinkron dan memenuhi kebutuhan listrik tiap-tiap konsumen.

Bapak Iwan memaparkan bagaimana perkembang industri listrik saat ini. Secara kapasitas di tahun 2015 masih banyak daerah yang kekurangan pasokan. Di tahun 2017 rasio elektrifikasi nasional naik sebesar 95,35%, dan data terakhir di 2018 sebesar 97,5%. Artinya di seluruh pelosok Indonesia saat ini telah menjawab terjaminnya pasokan listrik. Namun hal ini juga memerlukan dana yang besar (investasi) sebesar 802,58 T.

Bapak Iwan juga sempat menyinggung sedikit tentang rencana PJB saat ini yang akan mengembangkan floating PV sebesar 200WM yang berlokasi di atas waduk Cirata, dan untuk itu beliau menyampaikan kepada rekan-rekan dinas lingkungan agar dapat membantu dalam hal aturan yang berlaku sehingga tidak mengganggu biota atau pun lingkungan di bawah air karena PJB selaku pelaku industri memiiki kewajiban dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Moh. Anis ,Kadiv LK3-1 juga menambahkan terkait izin by product Fly ash atau sebagai produk samping di Unit Pembangkitan Paiton yang dapat digunakan untuk bahan campuran beton dan produk turunannya. Saat ini PJB sedang Dalam proses pengajuan izin ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Banyak manfaat yg didapat dengan diakuinya fly ash sbg by product diantaranya adalah kemudahan dalam hal transportasi, distribusi dan pemasarannya. Di samping itu juga menambah nilai ekonomisnya.
PJB berharap kepada para pemangku kepentingan untuk terus menduking PJB dapat terus comply terhadap peraturan yang berlaku.