Inspeksi Boiler Pertama PLTU Tenayan

Dalam proses kinerja operasi sebuah pembangkit listrik tenaga uap terdapat suatu kewajiban untuk melakukan pemeliharaan rutin secara berkala dalam tiap semesternya. Pemeliharaan ini salah satunya disebut dengan istilah Planned Outage. Planned Outage dilakukan untuk meningkatkan performa sebuah peralatan pembangkit listrik serta untuk memastikan perangkat pembangkit listrik tersebut bekerja dengan kemampuan maksimal.

Begitu juga dengan PLTU Tenayan di Provinsi Riau yang dikelola oleh PT PJB. Pembangkit listrik dengan kapasitas 2×110 MW ini untuk pertama kalinya akan melakukan Inspeksi Boiler. Kegiatan inspeksi akan dilakukan pada unit 1 yang dijadwalkan mulai tanggal 16 Maret 2019 sampai dengan 16 April 2019.

Menjelang kegiatan Inspeksi Boiler (IB) unit 1, UBJOM Tenayan mengadakan santunan dan doa bersama anak yatim piatu di ring 1 PLTU Tenayan. Acara dihadiri oleh jajaran Manajemen UBJOM Tenayan, Manajer Perencanaan dan Pembinaan Teknik UPHB Kornel Bram Rahardi, PLN UPP, dan seluruh mitra kerja yang berkontribusi dalam pelaksanaan Inspeksi Boiler Unit 1 PLTU Tenayan.

Dalam acara tersebut dilakukan pembacaan Komitmen Bersama Pelaksanaan Planned Outage PLTU Tenayan yang dipandu oleh Endrik Purbo Yunastyo selaku manajer Pemeliharaan UBJOM Tenayan dan diikuti oleh seluruh undangan. Komitmen ini berisi target pelaksanaan IB yang On Schedule dan Quality, kebersediaan mengunakan APD, mematuhi larangan merokok, mengedepankan aspek 5S dalam pelaksanaan pekerjaan, dan berkontribusi untuk mewujudkan Zero Accident. Tidak hanya sekedar dibacakan, komitmen tersebut juga ditegaskan kembali dalam bentuk penandatanganan bersama Komitmen IB Unit 1 PLTU Tenayan.

Pelaksanaan inspeksi boiler perdana PLTU Tenayan unit 1 mengusug tema “Precise Execution For Tenayan EFOR Single Digit”. General Manager UBJOM Tenayan Agus Prastyo Utomo menegaskan bahwa ketepatan eksekusi menjadi kunci dalam pelaksanaan IB kali ini. Hasil akhir yang On Schedule, On Quality dan Safety menjadi patokannya. Upaya ini dilakukan untuk berkontribusi dalam mewujudkan PLTU Tenayan dengan nilai EFOR Single Digit. Agus juga mengingatkan agar karyawan dan mitra kerja betul-betul memperhatikan dan mengimplementasikan komitmen yang telah dibaca dan ditanda tangani bersama.

Komitmen Penerapan Sistem Manajemen Pengamanan juga ditandatangani dalam kesempatan ini. Sebelum penandatanganan, Supervisor Sekretariat dan Umum UBJOM Tenayan, Dimas Satriyo Hutomo memaparkan berbagai hal terkait penerapan sistem tersebut. Sistem Manajemen Pengamanan dilakukan untuk menjamin keamanan sumberdaya material serta sumber daya manusia yang bebas dari ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan yang muncul dari internal maupun eksternal demi kelancaran operasional pembangkitan yang nihil gangguan keamanan. Sistem Manajemen Pengamanan wajib diterapkan mengingat PLTU Tenayan telah masuk dalam tahap finalisasi penetapan Objek Vital Nasional oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.(jun)