Kebakaran PLTU Pulang Pisau, Korban Terjebak Dalam Gedung

Pulang Pisau – 28 Agustus 2018 terjadi kebakaran di area UBJOM PLTU Pulang Pisau di Desa Buntoi. Kejadian terjadi di are BC3 dan Crusher Host pada pukul 10.00 WIB. Kejadian terjadi saat operator CHCB menyampaikan informasi bahwa adanya kebakaran di area tersebut. Upaya pemadaman dilakukan oleh tim internal unit UBJOM PLTU Pulang Pisau. Pada saat kebakaran terjadi operator dan tim internal unit melakukan koordinasi melalui Handy Talky (HT) dalam upaya memadamkan kebakaran.
Besarnya kobaran api memaksa pihak management unit untuk meminta bantuan kepada pihak eksternal pemadam kebakaran BPBD Pulang Pisau dan PMI untuk melakukan pertolongan kepada korban kebakaran.

Setelah mendapatkan informasi yang akurat pihak eksternal langsung terjun menuju unit UBJOM Pulang Pisau. Pihak eksternal menurunkan dua unit pemadam kebakaran dan satu unit mobil ambulance. Suasana terlihat mencekam saat pihak internal unit menginformasikan bahwa adanya tiga karyawan yang terjebak di tempat kejadian, berkat kesigapan petugas ketiga karyawan berhasil dievakuasi.

Kondisi ketiga karyawan yang terjebak di area kebakaran yaitu satu korban mengalami luka bakar serius, satu korban mengalami patah tulang, dan satu korban mengalami luka ringan. Ketiga korban tersebut langsung di larikan ke RSUD Pulang Pisau guna mendapatkan pertolongan medis. Tidak berselang lama api pun berhasil dikuasai, belum diketahui secara pasti kerugian yang ditimbulkan dari kejadian kebakaran tersebut. Dampak yang ditimbulkan yakni terputusnya suplai daya yang dihasilkan oleh unit UBJOM Pulang Pisau.

Ternyata kejadian kebakaran yang terjadi di area BC3 dan Crusher Host di UBJOM Pulang Pisau merupakan simulasi BCP. Dalam kegiatan simulasi tersebut melibatkan BPBD Pulang Pisau, Damkar, PMI Kuala Kapuas, Kodim 1011/KIK, Jajaran Polres Pulang Pisau, dan tim internal BCP UBJOM Pulang Pisau.

Simulasi BCP ini bertujuan untuk meningkatkan respon terhadap kejadian-kajadian tanggap darurat dan merencanakan penanggulangan selanjutnya akan kejadian tersebut, sehingga bisnis ini bisa berjalan dengan lancar kembali. Dalam kegiatan BCP tersebut pihak management unit melibatkan pihak eksternal untuk menjamin segala kejadian yang tidak diingkan dapat diantisipasi dan bisnis dapat berjalan dengan lancar sampai peroses pemulihan dampak dari kebakaran tersebut.

Dalam kegiatan tersebut perwakilan PJB Kantor Pusat Bpk. Trimeo Suryono ikut serta dalam melaksanakan simulasi BCP. Beliau juga menyampaikan tujuan kegiatan tersebut dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan serta menjaga kepuasan pelanggan.
Bpk. Triono mengaku dirinya sempat melakukan hitung-hitungan terhadap dampak kebakaran yang terjadi loss produksi seluruh PJB mencapai Rp. 15 Triliun. Padahal untuk recovery saja memerlukan sekitar Rp. 300 miliar. Sehingga dengan itu PLTU Pulang Pisau tidak boleh setop, demi meningkatkan kepuasan pelanggan kecuali adanya overhaul yang sudah terjadwal. (Agung)