Pemberdayaan Kaum Difabel Melalui Batik

 

Ada yang berbeda dari suasana pelatihan batik Zeng di Sengguruh pagi ini. Jika biasanya suara riuh memenuhi ruang kelas pelatihan, kali ini kelas batik cenderung hening, hanya ada suara mesin pembajak sawah yang terdengar sesekali.

Pelatihan batik di Sengguruh, Malang pada Senin (7/5) kali ini cukup spesial. Seluruh peserta pelatihan sebanyak 21 orang merupakan difabel dimana 11 di antaranya menyandang tunarungu dan tunawicara. Sebelas sahabat difabel itu berasal dari SMP & SMA SLB B/C Kepanjen, yang lokasinya dekat dengan PLTA Sengguruh.

Pelatihan batik Zeng bersama sahabat difabel dibuka oleh Camat Kepanjen, dan dihadiri oleh Lurah Sengguruh, kepala Yayasan SLB B/C Kepanjen, perwakilan tim Humas & CSR PT PJB UP Brantas, serta ketua Yayasan Al-Ikhlas yang selama ini mengurus pelatihan Batik Zeng di Sengguruh.

Dalam sambutannya, Abai Saleh, Camat Kepanjen, turut bangga atas upaya PJB UP Brantas dan kelompok binaan CSR Batik Zeng yang berhasil mempelopori pemberdayaan kaum difabel. Iapun menyatakan dukungannya atas kegiatan ini.

“Kami selaku bagian dari pemerintah dengan teman-teman PJB, akan mendukung acara ini, sebagai satu-satunya sekaligus pelopor batik Eco di Malang, yang memberdayakan kaum difabel di dalamnya.” ujarnya.

Program pelatihan batik Zeng akan berlangsung dalam 2 gelombang. Gelombang pertama dilangsungkan mulai tanggal 7-9 Mei 2018 bertempat di Sekolah Alam Al-Ikhlas, Sengguruh. Sedangkan gelombang kedua direncanakan berlangsung mulai tanggal 14-16 Mei 2018 di Sumberpucung.

Dari pelatihan ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi sahabat difabel dalam peningkatan lifeskill sekaligus membuka jalan bagi mereka untuk berkarya lebih dengan perbedaan kemampuan yang ada. (cps)