Perikanan Bioflok Sebagai Alih Usaha KJA

BPWC berkerjasama dengan Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi mengadakan pelatihan budidaya ikan teknologi bioflok bagi karang taruna dan instansi desa dari ring 1 Kecamatan Cipeundeuy, Bandung Barat serta Kecamatan Maniis, Purwakarta. Pelatihan diadakan di Balai Besar Perikanan Budidaya Ikan Hias Sukabumi, Jawa Barat selama 3 hari dari tanggal 23-25 April 2019.

Peserta diajari bagaimana tata cara melakukan budidaya ikan kolam bioflok disertai dengan praktek lapangan. Materi meliputi pengenalan bioflok, pembuatan kolam bioflok, kesehatan ikan, penanggulangan penyakit ikan, praktek tebar benih, dan praktek panen. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat.

Bioflok disiapkan sebagai cara baru dalam melakukan budidaya perikanan di kawasan Cirata menggantikan keramba jaring apung (KJA). Metode ini dianggap lebih efisien dalam melakukan budidaya ikan di wilayah Cirata. Penggunaan pakan ikan dapat berkurang karena tak ada pakan yang tersisa dan terbuang. Kualitas air pun terjaga karena tidak ada limbah 1% pun yang dihasilkan dari metode tersebut.

Selama ini kualitas air Waduk Cirata makin hari makin memburuk akibat sisa pakan ikan dari KJA. Perikanan bioflok dengan pembuatan kolam di darat diharapkan sebagai solusi untuk memperbaiki kualitas air. Petani KJA akan dialih profesikan menjadi petani kolam bioflok. Pelatihan bioflok merupakan bagian dari Program Citarum Harum untuk persiapan alih profesi tersebut.

Para peserta sangat mengapresiasi pelatihan bioflok. Mereka mengaku mendapatkan banyak pengetahuan terkait budidaya ikan dengan metode tersebut. Mereka diharapkan dapat menjadi pionir perikanan bioflok bagi masyarakat di desanya masing-masing. Dan harapan yang paling besar adalah menjadikan wilayah Cirata sebagai pusat terbesar Budidaya Ikan Air Tawar di indonesia maupun Dunia.(mfd,azz)