PJB Komersialisasikan Co-Firing Pada PLTU Besar

Setelah melakukan ujicoba co-firing di beberapa unit pembangkitnya, PJB akhirnya mengkomersialisasikan co-firing untuk PLTU Paiton 1-2. Dalam acara seremonial virtual yang dilakukan pada Rabu (10/06) siang, PJB telah resmi mengimplementasikan co-firing secara menyeluruh. Direktur Mega Project PT PLN (Persero), Muhammad Ikhsan Asaad, dan beberapa GM unit PLN lainnya menghadiri seremonial tersebut. Dengan komersialisasi co-firing ini, PJB makin memperkuat identitasnya sebagai perusahaan listrik yang terus mengedepankan EBT dan memperhatikan energi yang lebih ‘hijau’.

Co-firing yang dikomersialisasikan pada PLTU Paiton 1-2 ini diharapkan dapat memberikan pengaruh bagi PLTU di seluruh Indonesia untuk mengkonversikan PLTU-nya menjadi lebih ramah lingkungan. Co-firing dinilai sebagai alternatif untuk pengolahan biomassa tanpa harus mengandalkan PLT Sampah. Pengimplementasian co-firing pada PLTU Paiton 1-2 selain memberi dampak positif bagi lingkungan juga menjadi rujukan bagi akademisi terkait pengolahan biomassa sebagai alternative bahan bakar PLTU.

PJB berambisi untuk selalu dapat menghadirkan listrik yang andal dan juga energi yang bersih bagi Indonesia. Selain mendukung target bauran EBT di Indonesia yang harus mencapai 23% pada tahun 2025, program co-firing pada PLTU juga menjadi bentuk dukungan PJB terhadap program ‘Green Booster’ PLN. Dalam program co-firing, PJB telah melakukan uji coba pada beberapa jenis biomassa mulai dari wood pellet hingga cangkang sawit. Untuk komersialisasi co-firing pada PLTU Paiton, digunakan biomassa berupa saw dust atau serbuk kayu.