Revitalisasi Lahan Bekas Tambang

Lahan bekas tambang pasir bisa dimanfaatkan sebagai wadah pemberdayaan masyarakat. PJB berkolaborasi dengan BUMDES Tri Guna Mandiri, Desa Bambang, Malang tengah berupaya menjadikan lahan bekas tambang pasir di Desa Wajak yang tidak produktif menjadi lokasi ecoturisme Njurug.

Salah satu langkah awalnya dengan menghijaukan lahan bekas tambang. Pada Minggu (26/01) pagi PJB bersama Bumdes Tri Guna Mandiri berkolaborasi menghijaukan kembali lahan dengan berbagai jenis tanaman. Penghijauan ini menjadi program yang bersinergi dengan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam upaya revitalisasi lahan bekas tambang pasir menjadi kawasan wisata.

Penghijauan melibatkan beberapa pemangku kepentingan. Diantaranya kepala desa dan perangkat desa Bambang, Universitas Brawijaya, anggota Bumdes Tri Guna Mandiri Bambang, serta jajaran Manajemen PT PJB. Ada 500 pohon yang ditanam dalam kesempatan ini, meliputi 250 pohon tabebuya, dan 250 pohon pucuk merah.

Sebelumnya, telah ditanam beberapa jenis pohon antara lain seperti 250 Spatodea, 250 Bungur, 100 flamboyant, 250 nangka dan 150 pohon pete. PJB menargetkan untuk membantu 5000 Pohon, dengan tahap 1 sebanyak 1500 Pohon dari berbagai jenis.

Program revitalisasi lahan bekas tambang merupakan progam berkelanjutan dengan tujuan utama menciptakan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan serta mendorong terbetuknya kemandirian masyarakat secara ekonomi melalui revitalisasi lahan kritis menjadi lahan produktif dengan pembuatan program Ecotourisme Njurung. Dalam program ini
PJB berperan membantu treatment khusus revitalisasi lahan yang cenderung berpasir serta minim unsur Hara.