Sapu Bersih Cirata

 

Keberadaan Waduk Cirata telah mendorong terjadinya perubahan lingkungan di sekitarnya. Waduk dengan luasan ±6.200 hektar yang meliputi tiga kabupaten itu telah menciptakan sentra ekonomi yang terus berkembang. Kolam jaring apung berkembang memenuhi perairan waduk. Sementara sebagian areal sekitar waduk menjelma menjadi lahan pertanian dan beralih fungsi menjadi pemukiman.

Perubahan lingkungan sekitar menjadikan daya dukung waduk semakin berkurang. Terjadi peningkatan sedimentasi dan perkembangan gulma air yang cepat akibat air yang subur. Sementara itu sampah rumah tangga maupun pertanian yang hanyut ataupun dibuang ke sungai makin mencemari waduk. Permasalahan di Waduk Cirata menjadi seperti benang kusut yang sulit diperbaiki.

Namun BPWC selaku pengelola Waduk Cirata tidak menyerah dan terus berupaya memperbaiki kondisi waduk. Divisi Pemeliharaan Waduk, Lahan dan Lingkungan BPWC secara rutin melakukan pembersihan sampah dan gulma air di perairan waduk. Aktivitas ini sebagai upaya preventif mengurangi potensi masuknya sampah dan gulma air ke area zona bahaya serta mengurangi sampah di perairan bebas.

Hingga bulan September 2018 BPWC dengan 3 unit Harvester Machine dibantu 41 tenaga kerja berhasil membersihkan 115.929 m³ sampah dan gulma air dengan rerata harian sebesar 420 m³ dan rerata bulanan sebesar 13.500 m³.

Moment 30 tahun Waduk Cirata pada tahun ini diperingati BPWC dengan menggelar acara Sapu Bersih Cirata yang berlangsung dari tanggal 08 Oktober 2018 hingga 28 Oktober 2018. Kegiatan yang menjadi rangkaian acara HUT PJB yang ke 23 itu juga sebagai partisipasi dan sinergi dalam Program CItarum Harum. Puncak acara Sapu Bersih Cirata dilakukan pada Senin (22/10) dan diikuti oleh karyawan, masyarakat serta stakeholder BPWC.

Sapu Bersih Cirata merupakan upaya BPWC untuk menggugah kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan waduk dari sampah maupun gulma air. Kegiatan ini diharapkan dapat dilakukan oleh masyarakat secara terus menerus didasari kepedulian dan kesadaran mereka terhadap lingkungan khususnya kebersihan waduk.

Puluhan karung tanaman eceng gondok dan gulma air lain berhasil dibersihkan dari puncak acara Sapu Bersih Cirata. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, baik karyawan, tokoh masyarakat, lembaga pemerintah maupun masyarakat sekitar. Diantaranya karyawan BPWC, UP Cirata, KORAMIL Cipeundeuy, POLSEK Cipeundeuy, Kecamatan Cipeundeuy, Dinas Perhubungan Wilayah Cirata, PEMDA Provinsi Jawa Barat, UPTD Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Wilayah Selatan, Dinas Perikanan Kabupaten Bandung Barat, Dinas Perikanan Provinsi Jawa Barat, Kepala Desa & Masyarakat Margaluyu, Kepala Desa & Masyarakat Nanggeleng, serta Organisasi Masyarakat Peduli Cirata (MPC).(azz)