SMESH 21, Siswa tak Perlu Lagi Menempuh Jarak 17 Km

Perjuangan siswa-siswi SMP dan SD 21 untuk dapat lolos Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tidak semudah siswa lain yang sekolahnya telah memiliki fasilitas internet. Selain harus belajar menyiapkan ujian, mereka juga mesti menempuh jarak hingga 17 km dari lokasi sekolah untuk bisa mengikuti ujian. Jarak tersebut merupakan lokasi SMA Negeri 9 Balikpapan, tempat para siswa menumpang untuk mengerjakan UNBK.

Tahun ini para siswa SMP dan SD 21 bisa lebih berkonsentrasi dalam mengikuti UNBK. Mereka tak perlu lagi menempuh jarak 17 km untuk mengikuti UNBK. Ujian itu sudah dapat dilakukan di sekolah yang menjadi tempat menimba ilmu sehari-hari mereka. Program SMESH 21 (Smart Enterpreneur School) yang dilakukan PT PJB UBJOM Kaltim Teluk menjadi solusi bagi kendala UNBK mandiri di sekolah tersebut. Dalam program CSR ini, UBJOM Kaltim Teluk menggandeng PT Telkom Witel Balikpapan untuk melakukan penyambungan jaringan internet di SMPN 21 dan SDN 021.

SMESH 21 merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di sekitar ring 1 PT PJB UBJOM Kaltim Teluk dengan target SMPN 21 dan SDN 021 Balikpapan sebagai pusat pembelajaran. Program ini telah diresmikan oleh Pemerintah Kota Balikpapan pada Rabu (28/2) lalu di halaman SMPN 21 Balikpapan. Pemilihan SMPN 21 dan SDN 021 tak lepas dari adanya potensi yang dapat dikembangkan pada lembaga pendidikan tersebut. Sikap kebersamaan, kekeluargaan dan gotong royong yang dimiliki segenap guru, siswa dan para wali murid merupakan kekuatan yang bisa dikembangkan dari sekolah tersebut.

Maryono selaku General Manager PT PJB UBJOM Kaltim Teluk menuturkan konsep SMESH 21 semula ditujukan untuk mengatasi kendala yang dihadapi oleh SMPN 21 dalam melakukan UNBK. Gagasan ini kemudian berkembang dengan pemberian bimbingan belajar gratis kepada para siswa selepas jam sekolah dengan memberdayakan karyawan UBJOM Kaltim Teluk. “Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan tambahan di bidang ilmu pengetahuan dan dapat membangun motivasi belajar, rasa percaya diri serta kemandirian para siswa,” kata Maryono.

Lebih lanjut Maryono juga berharap agar masuknya internet ke dalam lingkungan SMPN 21 dan SDN 021 dapat memperkaya metode pembelajaran yang dilakukan dan meningkatan keterampilan para siswa, guru serta masyarakat di sekitar sekolah. Penggunaan sekolah sebagai basis pembelajaran dalam SMESH 21 menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan wirausaha yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian guru dan masyarakat.
Saat ini Tim SMPN 21 telah memiliki produk unggulan berupa keripik pisang, keripik cimi-cimi, keripik sukun serta keterampilan tangan dari bahan daur ulang.

PT PJB UBJOM Kaltim Teluk akan terus melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap potensi-potensi keterampilan tersebut dengan menggandeng beberapa mitra untuk mngoptimalkan potensi itu. (ars)