Terus Dukung Green Booster PLN, PJB Cetak Angka Pemanfaatan Co-firing Terbesar di Indonesia

Komitmen PJB dalam akselarasi pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) semakin nyata, pada hari Sabtu (11/07/2020), melalui UP Paiton 1 dan 2 , PJB mencatatkan pemanfaatan saw dust tertinggi dalam program co-firing sejak go live di bulan Juni, sebanyak 1,050.42 ton. Hal ini merupakan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan terbesar khususnya di Indonesia.

Direktur Utama PT Pembangkitan Jawa-Bali, Iwan Agung Firstantara sangat mengapresiasi pencapaian ini dan berharap pencapaian tersebut dapat ditingkatkan dan di implementasikan di unit-unit PJB lainnya.
Metode co-firing di UP Paiton 1 dan 2 yang menggunakan saw dust sebagai bahan campuran batu bara sebagai bahan bakar di PLTU menurut General Manager UP Paiton, Mustofa Abdullah, telah berhasil menurunkan kadar emisi SO2 dari 523 mg/Nm3 menjadi 456 mg/Nm3, dan terjadi perbaikan pada gas buang NOx sebelumnya nya 344 mg/Nm3 menjadi 330 mg/Nm3. Selain berhasil menurunkan kadar gas buang, pencapaian ini juga berdampak penghematan pada biaya bahan bakar, penggunaan saw dust 5% lebih hemat dibandingkan penggunaan batu bara.

Bersama dengan PLN, PJB berambisi untuk selalu dapat menghadirkan listrik yang andal dan juga energi yang bersih bagi Indonesia. Selain mendukung target bauran EBT di Indonesia yang harus mencapai 23% pada tahun 2025, program co-firing pada PLTU juga merupakan bentuk dukungan PJB terhadap initiatives strategies ‘Green Booster’ PLN.

Dalam program co-firing, PJB telah melakukan uji coba pada beberapa jenis biomassa mulai dari wood pellet hingga cangkang sawit. Untuk komersialisasi co-firing pada PLTU Paiton, digunakan biomassa berupa saw dust atau serbuk kayu.